
\=
\=
Para perampok dan beberapa kultivator lepas yang ikut dalam perkumpulan itu masih berlanjut membahas bagaimana rencana yang bagus untuk membunuh Feng Syhun tanpa di ketahui oleh Sekte Fajar Langit Dunia.
Yang mereka waspada saat ini adalah Sekte Fajar Langit Dunia bukanya Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu maupun Xi Jinping.
Karena mereka berpikir bahwa mereka semua masihkah anak muda yang baru dalam dunia kultivator ini. Bila bertemu dengan beberapa ratus orang juga akan gentar.
Beberapa dari mereka di tugaskan untuk mengawasi pergerakan di kota Zang, terutama pergerakan Feng Syhun.
Di kota Zang sangat ramai, portal dimensi sangat padat di gunakan oleh orang-orang dari berbagai benua, mereka lebih memilih menggunakan portal dimensi karena lebih capat dalam menghemat waktu, biasanya para pebisnis satu minggu hanya bisa melakukan sekali melewati benua lain kini bisa mencapai 3 kali.
Menurut mereka itu sangat menguntungkan, meskipun mereka mengeluarkan biaya lebih mahal karena karena menghasilkan 11 batu kristal ki tingkat rendah, 10 untuk mengaktifkan portal dimensi sedangkan 1 untuk pajak penggunaan portal dimensi.
Tapi bagi mereka tidak masalah itu sangat membantu, dan bila ingin menggunakan Energi Ki murni milik sendiri maka hanya menyerahkan 1 batu kristal ki tingkat rendah sebagai pajak pengunaan portal dimensi.
Feng Syhun keluarga dari Sekte Fajar Langit Dunia bersama Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping.
Mereka berempat jalan biasa, tanpa memikirkan persepsi dan takut akan ancaman, menurut mereka kota Zang saat ini sedang dalam keadaan aman tentram.
Mereka berempat keluar dari Sekte Fajar Langit Dunia, ingin menuju ke kota teratai biru! Karena saat itu pernah tertunda.
"Gege bila kita berjalan seperti ini terus kapan kita akan sampai ke kota teratai biru?" ucap Ye Yue sambil dengan nada yang cukup keras.
"Tidak perlu terburu-buru Yue'er, kita nikmati saja berjalan di kota Zang ini dengan seperti ini!" jawab Feng Syhun.
Kenapa Ye Yue sampai protes. Karena Feng Syhun berjalan sangat pelan, di tambah sering kali mampir ke beberapa tempat penjual di pinggir jalan.
Dan lagi Liuliu mengikuti apa yang Feng Syhun lakukan, bahkan lebih parah dia beli apa pun yang dia inginkan.
Hanya Xi Jinping yang tidak protes terhadap kelakuan Feng Syhun dan Liuliu, dia tetap bersikap datar dan menunggu dengan tenang.
"Sebenarnya kita akan menuju kota teratai biru apa hendak belanja di sepanjang jalan ini?" ucap Ye Yue dia semakin kesal di buatnya.
"Baiklah Yue'er, menuju ke sana! Tapi cari makan terlebih dahulu yah!" ucap Feng Syhun menyetujui ucapan Ye Yue, dan meminta untuk mencari makan terlebih dahulu.
__ADS_1
Tak jauh dari mereka ada seseorang, dengan tampilan biasa dan sedari tadi sudah mengikuti Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping dari belakang.
Setelah mendengar informasi itu dia langsung pergi dan segera keluar dari kota Zang dengan cepat.
Cukup memakan waktu lama untuk mata-mata itu sampai ke tempat perkumpulan para orang-orang komplotannya.
Sampai lah dia di sebuah rumah yang terletak di timur hutan pinggiran kota Zang, dan di sana cukup banyak orang-orang yang berkumpul.
"Ketua, aku mendapatkan informasi, bahwa bocah itu dan teman-temannya akan pergi ke kota teratai biru!" ucap mata-mata yang tadi menguntit Feng Syhun dan yang lain.
"Apa kau yakin tentang ucapan kau barusan itu?" ucap ketua kelompok itu.
Dia berbicara sambil berdiri karena saking senangnya, dia sangat terkejut karena baru beberapa hari saja rencana ini di rencanakan, tapi langung terlihat hasilnya.
"Yakin ketua, karena aku dengar itu sendiri!" ucap orang yang tadi memata-matai Feng Syhun dan yang lainya.
"Siapkan pasukan kita akan menuju kota teratai biru sekarang juga!" ucap ketua dari kelompok itu.
Kelompok ini adalah gabungan dari para perampok dan beberapa kultivator lepas yang memang sudah bersekongkol sebelumnya, sedangkan yang benar-benar mengawal tidak mengikuti kelompok gabungan mereka.
Menurut mereka ini adalah kesempatan yang bagus untuk menyingkirkan anak ingusan itu karena tidak adanya pihak Sekte Fajar Langit Dunia.
Feng Syhun yang baru saja selesai menyantap makanan di salah satu rumah makan, mereka langsung pergi menuju kota teratai biru, karena menuju ke kota teratai biru dia belum tau hendak melakukan apa! Sehingga tetap santai tidak terlalu terburu-buru.
Cukup lama mereka melakukan perjalanan hampir tiga jam, mereka berempat terbang dengan kecepatan sedang seperti pada umumnya!.
Feng Syhun melihat di sebuah lembah yang cukup subur terdapat seperti pedesaan, tapi lumayan besar bila di sebut desa dan bangunan di sana terlihat sangat kuno, bahkan Feng Syhun baru pertama kali melihat bangunan seperti itu di benua tengah.
Feng Syhun berdiri di depan gerbang yang cukup besar namun usang! Di sana ada seseorang yang sangat tua tapi memiliki kultivasi yang cukup tinggi.
"Pak tua, apa ini yang di namakan kota teratai biru?" ucap Feng Syhun bertanya pada orang tua itu.
"Benar nak, ini kota teratai biru!" ucap orang tua itu membenarkan ucapan Feng Syhun.
"Apa pak tua adalah penduduk kota teratai biru ini?" tanya Feng Syhun.
"Aku adalah penjaga gerbang kota teratai biru ini nak!" jawab orang tua itu.
__ADS_1
"Kenapa kota ini begitu sepi pak tua?" ucap Ye Yue akhirnya bertanya.
"Ahh nona, kota teratai biru ini sudah seperti ini selama 30 tahun lamanya, dan dulu kota ini cukup ramai orang-orang sering berlalu lalang ke dalam kota ini! Selama hampir 100 tahun aku menjaga gerbang ini cukup sibuk!" ucap orang tua itu dengan sedikit bersedih.
Ternyata dia adalah penjaga gerbang kota teratai biru ini, dan dia sudah menjaga gerbang kota teratai biru hampir 100 tahun lamanya.
"Sangat lama sekali pak tua ini menjaga gerbang, bahkan hampir 100 tahun?" ucap Feng Syhun sedikit terkejut.
"Kota ini tidak terlalu besar apa tidak ada pembangunan setelah sekian lama?" ucap Feng Syhun penasaran.
"Sudah hampir lupa aku, kapan terakhir kota ini ada pembangunan!" ucap pak tua penjaga gerbang kota teratai biru.
"Sudah cukup lama kota ini hampir tidak berpenghuni, dan terakhir kali sudah cukup lama kota ini tidak ada perubahan sama sekali!" ucap pak tua penjaga gerbang itu.
"Pantas saja ini kota seperti tidak berpenghuni dan seperti kota mati!" ucap Feng Syhun bergumam.
Orang tua penjaga gerbang itu mendengar gumaman Feng Syhun, yang mengomentari tentang kota teratai biru ini. Dan dia langsung memberi penjelasan kepada mereka semua.
Bahwa kota teratai biru ini dulunya bukan kota, tapi sebuah sekte! Setelah beberapa ratus tahun sekte teratai biru ini mengalami penurunan dan akhirnya tidak memiliki anak murid.
Padahal sekte ini adalah Sekte pertama di benua tengah.
\=
Bersambung.
\=
LIKE' DAN KOMENTAR.
Terimakasih buat para pembaca novel ini.
Tunggu terus update selanjutnya.
Terimakasih.
...
__ADS_1