
\=
\=
Pak tua Walikota kota teratai biru bergerak kembali ke tempat asalnya tanpa sulit dan tanpa orang-orang dari kelompok aliansi prampok sadari.
Setelah apa yang terjadi di sana dengan temannya orang-orang dari kelompok aliansi prampok sangat lah terkejut melihat rekanya mati tanpa di sadari oleh mereka dan apa penyebabnya.
Dengan penasaran orang-orang kelompok aliansi prampok melihat putusnya leher itu seperti di tebas dengan benda yang sangat tajam dan tipis.
Dan ada dari mereka yang mengingat apa ucapan temanya yang mati itu, terhadap orang tuan walikota kota teratai biru!.
Setelah itu dia melihat bergantian ke arah walikota kota teratai biru, dia sudah memegang pedang yang cukup panjang tapi begitu tipis dan kecil di badan pedang itu masih tersisa noda darah yang sedikit menempel.
"Ternyata orang tua itu yang membunuh rekan kita!" ucap orang itu sambil menunjuk ke arah walikota kota teratai biru.
Walikota kota teratai biru, hanya terkekeh pelan! Dai berkata dengan tenang.
"Kalian bilang ingin meratakan kota teratai biru ini, dan teman mu yang sudah mati itu berbicara bahwa orang tua seperti ku bisa apa?" ucap walikota kota teratai biru.
"Dan aku jawab! Aku bisa membunuh kalian dengan mudah!" lanjut walikota kota teratai biru.
"Apa satu contoh belum cukup?" ucap walikota kota teratai biru.
Di menyerang dengan sangat cepat bahkan mengambil pedang yang tipis dan panjang saja dari cincin penyimpanan miliknya tak di sadari oleh mereka.
Ini membuktikan bahwa kekuatan orang tua ini tidak main-main di hadapan kekuatan perampok hutan mati benua tengah.
Untuk melawan 300 orang saja pak tua itu tidak gentar sedikitpun berarti di hidupnya menyisakan peperangan yang ganas.
"Jangan banyak omong kosong orang tua! Semuanya serbu dua orang tau tidak berguna ini!" ucap ketua kelompok aliansi prampok.
Karena ucapan dari ketua kelompok aliansi prampok yang memerintahkan untuk menyerbu mereka berdua dengan ramai-ramai mereka pun tidak segan lagi.
Langsung saja mereka semua mengambil senjata dari cincin penyimpanan masing-masing.
"Majulah kalian semua agara lebih cepat aku selesaikan!" ucap orang tua walikota kota teratai biru.
__ADS_1
Dia memang cukup hebat dalam hal kultivasi dan pengalaman bertarung, akan tetapi memiliki lawan 300 orang sekaligus bukanlah perkara yang bisa di anggap enteng.
Maka dari itu penjaga gerbang dengan segera membantu dan berkelebat lalu berdiri di sampingnya dengan senjata pedang panjang miliknya yang sedari dulu menemani dirinya di saat masih muda hingga sekarang.
"Pak walikota, kita harus tetap hati-hati terhadap mereka semua! Mereka adalah orang-orang yang kejam dalam hal apapun." ucap penjaga gerbang terhadap walikota kota teratai biru.
"Kau tenang saja cukup bantu aku memusnahkan beberapa dari mereka sudah cukup!" ucap walikota kota teratai biru.
Menurut ucapan memang terdengar sangat arogan dan sombong, tapi memang kekuatan dari walikota kota teratai biru ini bisa di bilang cukup untuk sombong di benua tengah dan empat benua lainya karena sudah hampir sempurna di alam fana ini.
Mungkin di lima benua hanya ada beberapa lawan yang sepadan untuknya, yaitu Patriak Sekte Fajar Langit Dunia dan wakil Patriak Sekte Fajar Langit Dunia.
Di benua barat ada Feng Shui dan Lin Ling, sedangkan di benua Utara yang sepadan dengannya adalah orang tua Ye Yue.
Pertempuran dari orang tua walikota kota teratai biru dan orang tua penjaga gerbang kota teratai biru, melawan 300 orang dari kelompok aliansi prampok.
Karena sudah terbakar amarah, kelompok aliansi prampok itu sudah melupakan apa tujuan mereka datang ke kota teratai biru! Yaitu mengejar dan membunuh Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping.
Tapi malah mereka semua bertarung dengan dua orang kawakan dari orang-orang dulu yang pernah berkuasa di benua tengah ini.
Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping yang memang bergerak dengan cukup cepat ke luar dari kota teratai biru mereka bisa melihat orang yang sedang hendak bertarung.
Yaitu dua orang pak tua yang sudah beruban rambutnya dan 300 orang dengan tampang garang sedang berdebat adu mulut dan saling menghina satu sam lain.
Feng Syhun sedikit mengetahui tujuan mereka karena sebelumnya para kelompok aliansi prampok itu menanyakan empat bocah ingusan yang tadi mengobrol dengan penjaga gerbang kota teratai biru.
"Pak tua penjaga gerbang, apa yang terjadi di sini?" ucap Feng Syhun setelah sampai di gerbang masuk kota teratai biru.
Karena di panggil oleh seseorang pak tua penjaga gerbang kota teratai biru langung menengok ke sumber suara.
"Hay nak, kenapa kalian semua kembali cepat jangan ikuti pertarungan ini! Di sini sangatlah berbahaya." ucap pak tua penjaga gerbang kota teratai biru.
Begitupun dengan walikota kota teratai biru, dia melihat sekilas ke arah Feng Syhun dan yang lainya sambil menebas dan menahan serangan dari orang-orang kelompok aliansi prampok.
Walikota kota teratai biru hanya melihat sekilas dan langung mengamuk dengan ganas! Beberapa dari kelompok aliansi prampok langsung menjadi korban keganasan pedang tipis dari walikota kota teratai biru.
"Bangsat itu bocah ingusan yang kita incar, cepat bagi pasukan dan serang keempat bocah ingusan tak berguna itu!" ucap ketua kelompok aliansi prampok.
__ADS_1
Dia sedang berhadapan dengan walikota kota teratai biru dengan di bantu beberapa rekanya yang kekuatannya sepadan, akan tetapi dia masih saja kesulitan untuk melawan pak tua walikota kota teratai biru.
Sehingga dia hanya bisa memberi perintah kepada yang lainya yang masih menyerang dengan santai karena bergilir dengan teman-teman mereka mengeroyok pak tua penjaga gerbang kota teratai biru.
"Pak tua penjaga gerbang, apa kami semua boleh membatu melawan mereka?" ucap Feng Syhun pada pak tua penjaga gerbang kota teratai biru.
"Sudahlah Gege Syhun, tidak perlu minta izin mari kita bantu kedua orang tua yang sedang di keroyok itu!!" ucap Ye Yue.
Tanpa menunggu persetujuan dari kedua orang tua itu Ye Yue sudah menerjang kedepan, dengan majunya Ye Yue kedepan tiga orang langsung menjadi korban keganasan Ye Yue dan langsung mati terkapar dengan kondisi yang tidak berbentuk lagi.
Feng Syhun, Liuliu dan Xi Jinping juga langsung saja bergerak membantu dua orang itu dengan pukulan dan lambaian tangan yang ganas menurut mereka.
Feng Syhun ikut turun tangan karena ucapan Ye Yue tidak perlu meminta persetujuan dengan kedua orang tua yang sedang di keroyok itu.
Dengan majunya empat orang yaitu Ye Yue, Feng Syhun, Liuliu dan Xi Jinping 300 orang itu hanya semut yang berterbangan di sapu badai yang sangat besar.
Hanya dengan lambaian tangan tanpa senjata apapun bagi empat anak muda itu yaitu Feng Syhun dan yang lainya mereka semua buka sedang melakukan pertarungan melainkan pembantaian.
Setelah melihat keempat anak muda yang terlihat tidak memiliki aktivitas bisa melawan mereka para kelompok aliansi prampok, bahkan bukan di katakan melawan tapi membantai hama.
Kedua orang tua itu sungguh tercengang, bukan hanya kedua orang tua itu saja yang tercengang! Melainkan orang-orang kelompok aliansi prampok lainya yang masih belum terbunuh juga sangat tercengang.
\=
Bersambung.
\=
LIKE' DAN KOMENTAR YAH.
Terimakasih buat para pembaca novel ini.
Tunggu terus update selanjutnya.
Terimakasih.
...
__ADS_1