
\=
\=
Feng Syhun kini sudah memasuki ruang yang sangat bersih putih, di sana duduk seorang tua dengan raut wajah yang tenang! Mata terpejam, mulutnya terkatup, wajahnya begitu bersih dengan cambang bawuk yang berwarna putih bersih sangat panjang hingga menutupi dadanya.
Feng Syhun berjalan dengan perlahan mendekati seorang tua yang duduk dengan tenang itu.
"Maaf tuan, boleh aku mengetahui sesuatu?" ucap Feng Syhun dengan cukup pelan.
Hening tidak ada jawaban dari lawan bicara Feng Syhun! Sehingga Feng Syhun kembali menyapanya.
"Tuan maafkan aku, karena begitu lancang memasuki dan mengganggu ketenangan tuan yang sedang meditasi!" ucap Feng Syhun kini sambil membungkuk hormat.
Lalu dia duduk dengan tenang, menunggu jawaban dari seorang tua yang di temui! Dia tahu bahwa orang tua itu pasti mendengar sapaan dirinya, namun belum berkenan menjawab.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya orang tua itu membuka matanya! Dia langsung memandang Feng Syhun dengan tatapan mata yang jernih.
"Selamat datang nak!" ucap orang tua itu.
"Tuan, maaf jika aku menggangu! Karena hanya ada jalan menuju ke ruangan ini saja yang bisa aku lewati!" ucap Feng Syhun.
Dia tidak tahu harus berkata apa lagi, karena dia tidak mengenal orang tua itu sama sekali.
"Siapa namamu?" tanya orang tua itu seketika.
Feng Syhun"...?"
"Sebutkan nama mu nak!" lanjut orang tua itu.
"Nama ku, Feng Syhun tuan!" jawab Feng Syhun dengan tenang.
"Oh, kau ternyata berasal dari keturunan keluarga Feng!" jawab orang tua itu sambil tersenyum ramah.
"Apa tuan tahu tentang keluarga Feng?" tanya Feng Syhun cukup penasaran.
"Ya aku cukup tahu, tapi tidak perlu membahas itu di sini! Ada yang lebih penting dari itu!" jawab kakek tua itu.
"Apa itu tuan, tapi jika boleh tahu siapakah tuan ini?" tanya Feng Syhun karena sudah begitu penasaran sejak tadi.
"Aku? Nak sebenarnya aku adalah Liu Sann pendiri keluarga Liu! Sebenarnya aku cukup terkesan kenapa keturunan dari keluarga Feng yang sampai di sini, bukanya keturunan keluarga Liu?" keluh Liu Sann.
"Leluhur Keluarga Liu." ucap Feng Syhun sangat lirih.
__ADS_1
"Kemarilah nak!" ucap orang tua itu.
Feng Syhun langsung bergegas mendekati lalu duduk berhadapan dengan orang tua itu! Setelah Feng Syhun mendekat dan duduk dia lengkap menunjuk ke arah kepala Feng Syhun.
Cahaya dan aura tipis berjalan masuk ke dalam kepalanya, seketika Feng Syhun langsung merasakan sejuk di sekujur kepalanya.
Cukup lama Feng Syhun tertegun akhirnya dia sadar dan langsung berkata.
"Tuan apa yang telah anda lakukan?" ucap Feng Syhun.
"Itu adalan pengambilan ingatan seseorang! He-he-he.!" setelah dia berkata demikian langsung terkekeh.
Meskipun sudah terlihat cukup tua tapi rentetan giginya masih lengkap dan putih bersih.
"Apa tuan telah mengambil ingatan milik ku barusan?"
Feng Syhun sebenarnya tidak masalah di ambil ingatan dirinya karena menurut dia jika orang itu bisa melakukan hal seperti itu berarti orang itu bukanlah orang biasa.
"Iya, sekarang aku tahu semua tentang mu! Kau sangat pantas nak memiliki kekuatan itu meskipun bukan dari keluarga Liu sekalipun!" jawab Liu Sann.
Dia sekarang memandang Feng Syhun dengan tatapan berbeda dan cukup bangga!.
"Anak itu ternyata memilih pewaris yang sangat baik, aku tidak menyangka bahwa dia mampu memilih penerusnya dengan tangan dan pemikiran sendiri!" ucap Liu Sann.
Dia seakan menerawang di kejauhan, matanya yang jernih itu terlihat sayu dan kosong! Mengingat bahwa keturunan dirinya yang terakhir menerima kekuatan sistem adalah Liu Xiaobo, anak yang lahir tanpa ayah.
"Tuan tahu tentang kekuatan yang aku miliki dari senior Liu Xiaobo?" tanya Feng Syhun.
"Ya, sekarang akan ku bantu dirimu agar sampai ke tingkat tertinggi dari tempat ini!" ucap Liu Sann setelahnya.
"Benarkah tuan? Terimakasih atas bantuannya! Apa anda tahu tuan, apa yang ada di tingkat yang lebih tinggi itu?"
"Entahlah, tapi yang pasti bagus buat dirimu kelak nak!"
Setelah berucap demikian, Liu Sann langsung menggerakkan dua tangan dirinya dan menyentuh pundak dari Feng Syhun! Energi Ki yang sangat besar langsung masuk ke dalam tubuh Feng Syhun dengan kecepatan yang sangat mengerikan.
Keduanya langsung menghilang dari lantai tingkat empat, muncul kembali melayang di depan pintu yang sangat besar.
Feng Syhun maupun Liu Sann langsung membuka mata mereka masing-masing lalu turun ke lantai di sana dengan perlahan.
"Tuan di mana kita ini?" ucap Feng Syhun dengan antusias.
"Ini adalah pintu masuk ke lantai tingkat sembilan! Kau masuklah nak, di dalam sana akan ada yang baik untuk mu!" jawab Liu Sann.
__ADS_1
"Tugas ku telah selesai, saatnya aku pergi! Tapi ada yang harus ku sampai, pengikut mu sedang bertarung dengan pengawal keluarga Liu. Maka selesaikan dengan cepat! Aku rasa untuk saat ini kau sudah bisa merasakan mereka semua." lanjut Liu Sann.
"Terimakasih tuan, untuk bantuannya!" ucap Feng Syhun lalu memberikan hormat dan membungkuk.
Setelah dia tegak kembali, Liu Sann sudah menghilang entah kemana.
Dia lalu langsung teringat dengan ucapan terakhir dari kakek tua itu, sehingga dia langsung merasakan aura dari Liuliu, Ye Yue, Xi Jinping dan Wang Long.
Feng Syhun langsung merasakan bahwa Energi Ki mereka sedang meningkat dengan pesat saat ini, sehingga dia langsung menghubungkan dirinya dengan Liuliu.
"Liuliu, tahan serangan mu di sana! Mereka adalah pengikut setia keluarga Liu!" ucap Feng Syhun kepada Liuliu melalui telepati sistem.
*
*
*
Di luar pagoda mereka semua yang sedang bertarung langsung memandang ke arah pagoda sembilan tingkat.
Karena pagoda itu langsung bercahaya sangat terang dari keseluruhan, mulai dari bawah hingga ujung paling atas.
"Lihat apa yang terjadi dengan pagoda sembilan tingkat itu?" ucap salah satu biksu muda.
Dia yang awalnya sedang berlutut karena menahan tekanan energi yang sangat berat, karena tekanan dari Liuliu dan yang lainya! Langsung bersemangat membuka suaranya.
Liuliu, Ye Yue, Xi Jinping dan Wang Long yang sedang sibuk bertarung langsung memfokuskan pada pagoda sembilan tingkat.
Mereka juga melihatnya bukan karena bentakan dari suara biksu muda itu, bukan hanya melihatnya mereka juga merasakan samar-samar aura dari Feng Syhun bisa di rasakan.
Setelah beberapa cahaya itu masih saja terang belum meredup seperti biasanya, akhirnya pertarungan mereka berhenti karena fenomena itu.
"Liuliu, tahan serangan mu di sana! Mereka adalah pengikut setia keluarga Liu!"
Liuliu yang mendengar itu kini menghentikan serangan miliknya maupun tekanan yang dia keluarkan.
Lalu langsung memberi tahu Xi Jinping, Ye Yue dan Wang Long untuk menahan serangan masing-masing.
Karena di peringatkan oleh Liuliu, mereka bertiga juga langsung berhenti! Tanpa pikir panjang lagi.
Orang-orang di sana langsung bernafas dengan cukup lega termasuk biksu tua kepala kuil langit kuno.
\=
__ADS_1
\=
...