Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Gertakan Sembilan Kesatria dewa


__ADS_3

\=


\=


Orang-orang di sana masih terus saja berbisik mereka membicarakan tuan muda Jian yang sangat arogan berani menantang kaisar dewa, itu hanya akan mencari kematian lebih cepat.


Feng Syhun menatap sekeliling arena pertarungan, dia menatap semua yang hadir di sana tanpa berkedip! Seakan mata itu dapat membunuh orang kapanpun yang Feng Syhun mau.


Sampai tatap dia berhenti pada sembilan kesatria dewa lalu kembali menengok kerumunan yang cukup banyak di sebrang sana yang berlawanan dengan berdirinya sembilan kesatria dewa dan Ye Yue, Liuliu, Xi Jinping dan Wang Long.


"Aku sebenarnya bukan siapa-siapa, tapi mereka lah yang memaksa dan menganggap ku kaisar dewa. Meskipun aku bukan siapa-siapa di sini! Tapi aku bukan orang yang akan diam saja bila di singgung!" ucap Feng Syhun setelah mengedarkan pandangannya pada semua orang.


Tanpa sadar beberapa dari mereka, bahkan master yang terkenal saja sampai menahan nafas setelah mendengar ucapan Feng Syhun.


Pada saat berbicara Feng Syhun dengan berani menyebut sembilan kesatria dewa asal saja sambil menunjuk pada sembilan kesatria dewa yang bagi mereka semua adalah orang yang tinggi, bahkan untuk berbicara dengan salah satu dari mereka saja para master harus menunduk begitu hormat.


"Bila kalian semua masih ada yang tidak terima, protes saja pada mereka kenap mengambil keputusan ini!" lanjut Feng Syhun setelah itu dia langsung turun dari arena pertarungan berjalan lalu menggandeng tangan Ye Yue yang berdiri di samping Liuliu untuk segera masuk ke dalam istana.


Feng Syhun sudah jengah dengan situasi seperti ini, dia sedari kecil melihat orang yang menjilat sana sini untuk mencari keuntungan! Sehingga melihat apa yang dulu dia lihat seakan tambah pusing jadi lebih memilih beristirahat.


Sembilan kesatria dewa di tunjuk seperti itu oleh Feng Syhun hanya bisa menunduk malu, dia malu karena rencana untuk memperkenalkan kaisar dewa yang baru pada masyarakat alam dewa adalah dirinya.


"Bila terjadi hal seperti ini kedepannya, aku sendiri yang akan memusnahkan orang itu!" ucap Tian pada kalayak semua yang hadir di pertemuan itu dan kini sedang berkumpul di arena pertarungan.


Tian mengepalkan genggaman tangannya di depan dana sambil sedikit meremas tanda dia sudah sangat geram.


"Kami sembilan kesatria dewa! Tidak akan memberikan ampunan bila hal serupa terjadi lagi!"


Suara dewa api begitu terdengar marah dan memberikan penekanan, bahwa bila ada orang yang tidak menerima dan tidak memandang tinggi kaisar dewa yang baru maka mereka adalah musuh dari sembilan kesatria dewa.


Gertakan Sembilan Kesatria Dewa membuat mereka tidak sadar menelan ludah mereka dengan kasar, karena saking merasa tertekannya mereka semua.


"Bubar semua, pertemuan ini cukup sampai di sini!" ucap Tian setelahnya dia tidak tau lagi harus berbuat apa.


Akhirnya lebih memilih membubarkan mereka agar suasana istana kaisar dewa lebih tenang dari gejolak yang baru saja terjadi.


Jian Ming mendekat pada tubuh anaknya dan dia memasukkan tubuh itu ke dalam cincin penyimpanan miliknya, lalu Jian Ming mendekati Tian setelah itu dia berlutut dan meminta pengampunan!.

__ADS_1


Dia tadi dengan jelas mendengar apa yang di katakan Tian dan sembilan kesatria dewa lainnya, bahwa bila ada lagi kejadian serupa maka mereka sendiri yang akan bertindak.


Ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar, memandang tinggi sosok kaisar dewa yang baru saja mereka kenalkan.


Tian melambaikan tangan pada Jian Ming untuk pergi karena kaisar dewa sudah bertindak maka dia tidak akan melakukan apapun, akhirnya mereka yang sedari tadi untuk bernafas saja di tahan-tahan kini segera berlalu dari arena pertarungan dan cepat-cepat pulang ke sekte mereka masing-masing.


Termasuk Jian Ming dia bergegas pulang membawa anggota penting lainnya yang ikut bersama dirinya. Berbeda dengan yang lain beberapa senior yang dulu pernah bertarung bersama dengan Liu Xiaobo yang sudah banyak memiliki pengalaman mereka mendekati sembilan kesatria dewa yang hendak pergi.


"Tuan Tian!" ucap salah seorang yang terlihat berumur 50 tahun.


Tubuh tegap dan wajah yang masih bersih hanya di hiasi sedikit kerutan, dengan rambut putih di sisi bagian kanan dan kiri kepalanya! Rambut panjang menjuntai kebawah sedikit di permainan tiupan angin membuat kegagahan dan kewibawaan terlihat jelas.


"Saudara Shi..!" ucap Tian sambil memberikan hormat dengan kepalan tangan di satukan di depan dadanya.


"Ada keperluan apa saudara Shi?" lanjut Tian bertanya, dia cukup kaget karena seorang yang jauh pun busa datang.


"Ahh tidak..! Aku hanya terkesan dengan kemampuan kaisar dewa yang baru, benarkah beliau adalah orang yang di tunggu?" ucap Shi Yu pada Tian dengan sedikit hati-hati.


Shi Yu adalah salah satu dari sekian banyak orang yang dulu ikut berperang, di dulunya cukup muda di banding Tian! Semangat bertempur yang begitu menggebu-gebu membuat Tian bangga dan menyebut dia saudara.


Meskipun mereka jarang bertemu, tapi mereka saling menghormati satu sama lain terutama Shi Yu yang sangat mengidolakan Tian sejak muda dulu.


Obrolan keduanya berlanjut sampai akhirnya Tian mengajak duduk di salah satu bangku yang tersedia di sana.


Banyak yang di obrolkan dengan keduanya, sedangkan saudara sembilan kesatria dewa lainnya memilih pergi untuk mengurus keperluan mereka masing-masing.


__________________


Keesokan harinya.


Berita tentang kematian tuan muda Jian Kun heboh di daratan utama, terutama di kota Yangdong berita ini terus menyebar.


Bahwa tuan muda Jian yang selalu merasa hebat dan sering meremehkan lawan karena memiliki kultivasi tinggi di usia muda membuatnya lupa bahwa di atas langit masih ada langit lagi.


Di sebuah rumah makan.


Setiap meja membicarakan tuan muda Jian dan kaisar dewa yang baru.

__ADS_1


"Apa senior melihatnya sewaktu Jian Kun di bunuh?" ucap salah satu pemuda yang pernah berurusan dengan Jian Kun.


Pemuda ini adalah salah satu jenius di sekete menengah, karena sekte mereka di remehkan dan dia tidak terima itu semua!.


Sedangkan yang di tanya itu adalah senior dirinya yang kebetulan kemarin menghadiri pertemuan itu.


"Yah aku melihatnya langsung, karena aku hadir di pertarungan itu!" jawab seniornya.


"Tidak-tidak itu bukan pertarungan tapi hanya sekedar mengantar kematian saja, bahkan aku sendiri tidak tau kapan kaisar dewa membunuhnya! Itu sangat gila level yang sangat berbeda dari semua orang. Aku yakin jika Patriak Sekte kita melawan Jian Kun pasti Patriak akan terlalu parah meskipun berhasil membunuh dia!" lanjut senior itu dengan antusias.


"Aaahh sayang sekali, aku tidak melihatnya!" ucap pemuda itu cukup lesu.


Sambil mengeratkan kepalan tangan yang kini berada di atas meja.


Dari meja lain juga tak kalah heboh, semuanya membicarakan pertarungan itu! Bahkan ada yang mengatakan bahwa kaisar dewa yang baru sekarang tidak akan kalah bila sembilan kesatria dewa bergabung untuk menyerangnya.


Tapi ada yang menyangkal bahwa itu mustahil, sembilan kesatria dewa sangatlah kuat satu kesatria saja bisa menghancurkan daratan kecil di alam dewa ini.


Banyak perbincangan yang benar bahkan banyak yang di lebih-lebihkan.


Setelah beberapa hari telah berlalu, sekte awan perak mengalami keterpurukan karena banyak anggota yang keluar dari sekte dan memilih bergabung dengan sekte besar lainnya atau sekte menengah.


Mereka merasa malu sebagai masyarakat alam dewa yang begitu menghormati sembilan kesatria dewa yang di anggap pemimpin tertinggi di alam dewa ini, lalu mereka para kesatria dewa mengangkat satu pemimpin tunggal tapi malah di tentang.


Itu sungguh memalukan bagi mereka sehingga lebih baik melepas identitas dari sekte awan perak, ketimbang malu terhadap masyarakat lainya di setiap daratan terutama darat tengah.


Padahal sembilan kesatria dewa tidak memberikan diskriminasi terhadap sekte awan perak yang di pimpin oleh keluarga Jian.


Tapi akibat gertakan sembilan kesatria dewa dan berita yang begitu menyebar dan menjelek-jelekkan sekte awan perak membuat orang-orang yang ada di sekte itu merasa gelisah! Sehingga memilih keluar untuk mencari kedamaian sendiri.


\=


\=


LIKE'👍


Terimakasih.

__ADS_1


...


__ADS_2