
\=
\=
Ye Yue masih sibuk melawan siluman serigala salju, dia sudah mulai berada di atas angin! Siluman Serigala Salju terdesak hebat.
Kedua menggunakan senjata masing-masing yang paling dia kuasai, siluman serigala salju menggunakan sabit panjang.
Sedangkan Ye Yue menggunakan pedang cahaya emas, yang di berikan oleh Feng Syhun! Dia lebih memilih pedang daripada busur karena bertarung langsung dan jarak dekat.
Setelah kali Ye Yue mengayunkan pedangnya kiblatan cahaya keemasan muncul dari aura pedang itu. Bunyi dentingan beradunya senjata terus bergema di sana.
Feng Syhun, Liuliu, Xi Jinping yang sudah selesai bertarung hanya melihat pertarungan Ye Yue! Wang Long yang sudah membunuh kedua lawannya tanpa perlawanan dan teriakan kematian yang mengerikan hendak langsung membantu Ye Yue untuk memusnahkan lawannya.
"Wang Long, tahan biarkan Yue'er menyelesaikan pertarungan sendiri!" ucap Feng Syhun mencegah Wang Long untuk membantu.
Feng Syhun bergerak langsung menghadang laju gerakan Wang Long dan menahan bahunya.
"Kenapa tuan? Tadi tuan berkata musnahkan mereka dengan cepat!" ucap Wang Long bertanya.
"Biarkan Ye Yue melawan dia sendirian, karena dia adalah lawan terkuat Ye Yue yang pertama kali! Agar Ye Yue berkembang lebih pesat!" jawab Feng Syhun menjelaskan maksudnya.
"Baiklah tuan!" ucap Wang Long setelah itu Feng Syhun dan Wang Long kemabli melihat Ye Yue yang sedang bertarung.
Mereka hanya berjaga bila Ye Yue dalam bahaya batu bertindak.
Ye Yue yang tau Feng Syhun tidak hendak membantu menjadi lebih semangat, bahkan menggunakan Energi Ki lebih kuat lagi dan tebasan pedang yang lebih berbobot.
"Bagaimana caranya aku kabur dari mereka semua." ucap siluman serigala salju itu dalam benaknya.
"Kalian Berani membantai kami, tunggu saja kedatangan tuan kami dan alam ini akan hancur dalam sekejap!" bentak siluman serigala salju itu dengan nada yang cukup sombong.
Padahal dalam benak dirinya sedang ketakutan, dia berkata demikian karena ingin menggertak mereka semua, agar mereka takut dan melepaskan dirinya.
Tapi sayang yang di gertak Feng Syhun dan yang lainya sehingga itu tidka mempan sama sekali padanya.
Ye Yue tidak pedulikan ancaman yang di ucapkan oleh siluman serigala salju, dia terus menggempur dengan kekuatan penuh karena sudah mulai jengah bertarung lama-lama.
Tebasan pedang Cahaya Emas Ye Yue semakin ganas dan semakin berat ledakan terus terjadi setiap bentrokan pedang dan Energi Ki mereka, karena siluman serigala salju memiliki Energi Ki hitam sehingga setiap kali di serang elemen cahaya serasa tertekan karena itu adalah musuh alami Ki hitam milik siluman serigala salju.
Siluman Serigala Salju sudah mulai melemah! Karena tekanan elemen cahaya milik Ye Yue yang semakin lama semakin besar.
"Kurang ajar, wanita kecil ini pun jelmaan dari monster!" ucap siluman serigala salju.
Dia sudah terdesak hebat dan sangat kualahan melawan Ye Yue sendirian.
__ADS_1
Slaazz...!!
Aaahhhkk..!!
Tebasan Ye Yue mengenai dada bagian bawah siluman serigala salju! Selimut itu menjerit kesakitan dan langsung mundur hendak menghindar serangan susulan.
Boommm..!!
Uhukk uhukk..!!
Baru juga menghindari beberapa jauh Ye Yue sudah menghantam dengan pedang yang sama akan tetapi siluman serigala salju melindungi dengan perisai Energi Ki hitam miliknya, dia mengorbankan seluruh Energi Ki hitam miliknya untuk bertahan!.
Tapi karena serangan Ye Yue sangat besar perisai pelindung itu hancur dan mengenai tubuh siluman serigala salju itu, sehingga dia batuk dan muntah darah.
Siluman serigala salju terpental cukup jauh dan mengurat tanah hutan kematian cukup dalam karena tekanan serang Ye Yue terhadapnya.
Belum juga sadar dengan keadaan dirinya, Ye Yue datang dari arah depan dan menusuk jantung miliknya dengan tepat.
"Ka-kalian se-semu akan mati oleh tuan Genosida!" ucap siluman serigala salju sebelum mati.
"Membual lah dengan tenang!" ucap Ye Yue setelah mencabut pedang miliknya dari tubuh serigala salju itu.
Setelah itu Ye Yue bergerak ke arah Feng Syhun dan yang lainya.
"Maaf Gege, Yue hanya bisa membunuh satu siluman itu pun sangat memakan waktu?" ucap Ye Yue dengan nada sedih.
Feng Syhun langsung memusnahkan semua tubuh dari siluman serigala salju itu dengan mengunakan elemen api miliknya.
Setelah itu dia menuju kembali ke kotak Cahaya karena menurutnya di sana tidak cukup nyaman untuk mengobrol mengenai Genosida itu.
***
Di alam kegelapan Genosida setelah menerima laporan dari serigala salju dan mempunyai firasat bahwa orang kuat itu adalah orang dalam ramalan nenek peramal.
"Siapkan portal dimensi untuk memasuki alam yang orang-orang ku mengirim informasi dan mereka di bantai!" ucap Genosida pada bawahan yang tadi memberikan informasi.
"Baik tuan, akan kami siapkan dengan cepat!" ucap bawahan Genosida itu dengan hormat.
Setelah itu dia memberi hormat dan segera pergi untuk menyimpan portal dimensi itu.
Hanya membutuhkan waktu sebentar bawahan itu langsung kembali lagi ke pada Genosida dan memberikan informasi bahwa portal dimensi menuju alam yang akan di tuju telah siap.
Genosida segera pergi ke ruangan itu dan membawa pasukan cukup banyak untuk pergi dengan dirinya ke Benua Langi.
"Apa sudah siap untuk kepergian ku?" ucap Genosida pada bawahan yang menyimpan portal dimensi.
__ADS_1
"Sudah Tuan!" ucap bawahan Genosida itu.
Setelah itu dia mengaktifkan portal dimensi dengan segera!.
"Silahkan tuan!" lanjut bawahan Genosida itu sebari memberi hormat.
"Bagus, Cepat yang tadi aku tunjuk segera ikuti aku!" ucap Genosida memberi perintah.
Genosida langsung melompat pada portal dimensi yang sudah aktif, anak buah yang tadi di tunjuk segera ikut memasuki portal dimensi itu.
Wussss..!!
Portal dimensi di ruangan itu langsung hilang seketika bersama dengan Genosida dan bawahan dirinya.
***
Di ruang dimensi Dewi Cahaya/Shui Liu Xiang, dia sedang menemani anaknya makan dia sangat senang melihat anaknya memakan dengan lahap makam yang dia bawa dari kediaman dirinya.
Pada saat sedang menemani anaknya makan, dia merasakan Energi Ki cukup besar datang ke benua langit, setelah itu beberapa lama kemudian dia merasakan Energi Ki yang saling hatam meski hanya sedikit.
"Intan, apa kau merasakan Energi Ki yang saling hantam itu kah?" ucap Shui Liu Xiang.
"Hanya sedikit Dewi, arah Energi Ki yang saling hantam itu dari arah barat!" ucap Dewi Sutra Cahaya Intan.
"Bener aku juga merasakan hal yang sama seperti itu!" ucap Shui Liu Xiang.
"Jagalah anak ku, aku akan coba melihat situasi di luar!" ucap Shui Liu Xiang.
Dia datang ke hutan kematian bagian barat, dan ketika samapi di sana dia hanya melihat sedikit sisa-sisa pertempuran dan tidak menimbulkan banyak kerusakan.
"Apa benar ini tempat yang tadi Energi Ki besar itu saling bentrok. Kenap sisa pertempuran tidak begitu besar dampak kerusakannya?" gumaman Shui Liu Xiang.
Dia masih berdiri di sana karena cukup bingung dengan apa yang dia lihat dan rasakan tidak seperti yang dia bayangkan.
\=
Bersambung.
\=
LIKE' dan komentar yah jangan lupa.
Terimakasih buat para pembaca novel ini.
Tunggu terus update selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih.
...