Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Ramalan Yang Nyata


__ADS_3

\=


\=


Genosida merasakan tekanan semakin kuat setelahnya, itu di karenakan Liu Xiaobo anak titisan di bawa keluar dari ruang dimensi milik Shui Liu Xiang.


Karena penghalang ruang dimensi itu membuat tekan sedikit berkurang setelah keluar tidak ada penghalang lagi jadi tekan itu semakin kuat saja.


Semakin dia merasakan tekan itu semakin takut dia terhadap ramalan nenek peramal puluhan tahun silam menjadi ramalan yang nyata.


Dengan kekuatan dirinya yang besar akhirnya dia memasang pelindung untuk menahan kekuatan tekan itu, dan dengan mudah tekan itu di tekan balik oleh penghalang yang Genosida buat.


Dia membuat pengumuman kepada semua bawahan yang kuat-kuat miliknya!.


"Bagi kalian siapa saja yang bisa menangkap atau membunuh anak yang tidak normal yang memiliki kekuatan besar maka akan ku jadikan sebagi tangan kanan ku!" ucap siluman raja penghancur. Genosida!.


Semua bawahan yang mendengar itu sangat senang karena menjadi tangan kanan tuan merak, genosida sangatlah mempunyai kekuasaan! Jangankan hanya ucapanya, lirikan matanya saja semua siluman lainya sangat takut.


"Baik tuan, akan kami laksanakan!" ucap beberapa dari bawahan Genosida itu.


"Hemm, , baiklah yang aku peringatkan anak kuat itu tidak mungkin lahir di alam kegelapan, tapi di alam kultivator lain!" ucap Genosida memberikan mereka sedikit petunjuk.


Dia tau karena merasakan tekan itu datang dari luar alam kegelapan, bahkan alam itu sangat jauh untuk kesana tapi tekan itu begitu kuat menekan dirinya. Karena itu dia yakin bahwa ramal yang di ramalkan benar akan terjadi.


Sehingga dia membuat pencegahan terlebih dahulu sebelum itu terjadi nantinya, karena dari tekanan yang dia rasakan tidak semata-mata orang itu tau dirinya ada di alam kegelapan ini, tapi sepertinya sebuah takdir khusus yang mengarah padanya.


"Bubar, semua dengan segera! Dan bawakan aku informasi yang cukup bagus untuk menemukan bocah itu dengan cepat!" ucap Genosida memerintahkan pada semua bawahan dari petinggi jendral bahkan penyidik maupun kapten kelompok tim.


Semua siluman yang ada di sana langung bubar dengan sekejap karena sangat takut dengan ucapan Genosida.


***


Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu, Xi Jinping dan Wang Long sedang menikmati suasana kota dan mereka sedang memakan makan di pedagang pinggir jalan.


Karena suasana di jalan itu sangat ramai, Feng Syhun dan yang lainya langsung tertarik untuk masuk ke sana dan membeli sesuatu yang menurut mereka enak dan belum pernah mencoba.


Ye Yue makan paling lahap, di barengi dengan Liuliu dan mereka sambil bercakap-cakap ringan di sana.

__ADS_1


"Yue'er, kenap kamu menolak bertemu dengan Dewi Cahaya yang pernah kami lihat di kota teratai biru?" ucap Feng Syhun, dia cukup penasaran kenapa Ye Yue menolak untuk bertemu langsung dengan Shui Liu Xiang.


"Tidak tau Gege, hanya saja perasaan ku saat itu menolak untuk bertemu dengan dia!" ucap Ye Yue menjawab apa yang di rasakan pada saat itu.


"Aku berharap tidak bertemu dengannya untuk saat ini!" lanjut Ye Yue setelahnya.


"Baiklah itu terserah Yue'er!" ucap Feng Syhun.


Merek melanjutkan makan di pinggir jalan itu dengan lahap, meskipun hanya jajanan ringan yang merak beli tapi terasa nikmat karena dengan suasana yang pas.


Tak terasa merek di sana cukup lama, setelah itu Feng Syhun, Liuliu dan Xi Jinping merasakan aura yang serasa familiar bagi mereka.


"Liuliu, apa kau merasakan aura ini? Ini seperti aura yang pernah ku kenal sebelumnya!" ucap Feng Syhun kepada Liuliu menggunakan telepati sistem.


Dia berucap terlebih dahulu karena saking penasarannya dengan aura kuat yang barusan muncul dan sudah di rasakan oleh Feng Syhun.


"Ya tuan, ini adalah aura dari tuan Liu Xiaobo!" ucap Liuliu menjawab rasa penasaran Feng Syhun sedari tadi.


"Benar kah, apa dia hidup di jaman ini?" ucap Feng Syhun.


Feng Syhun tidak bisa merasakan dengan jelas dan tidka bisa menebak dengan akurat karena bertemu dengan Liu Xiaobo sangat singkat, itupun dia masih dalam tahap awal dan masih sangat bodoh di dulunya.


"Liuliu tidak tahu tuan, karena Liuliu dan Xi Jinping bertemu dengan tuan Liu Xiaobo di alam dewa!" jawab Liuliu menjelaskan kepada Feng Syhun.


Feng Syhun berfikir sejenak bagaimana bisa dirinya terlempar ke sini dan apa tujuan ini sebenarnya!.


Pembicaraan itu terus berlanjut, dan sampai pada akhirnya mereka kembali ke penginapan yang sudah mereka sewa sebelumnya!.


Karena hari sudah menjelang malam dan tidak ada kegiatan akhirnya Feng Syhun dan yang lainya memilih untuk beristirahat di kamar penginapan masing-masing karena tadi sudah cukup kenyang dan lelah.


***


Di kediaman Shui Liu Xiang memang sangat besar di kota Cahaya ini! Tapin di sana tidak memiliki banyak penjaga yang ketat.


Bahkan kebanyakan dari merak yang tinggal di kediaman itu adalah wanita bawahan langsung dari Shui Liu Xiang itu sendiri.


Dan orang-orang petinggi di kota Cahaya itu tinggal tidak jauh dari kediaman Shui Liu Xiang, itu karena memang di sana di peruntukan untuk kediaman para petinggi kota Cahaya.

__ADS_1


Shui Liu Xiang sedang menemani anaknya Liu Xiaobo yang kini sudah terlihat seperti anak berusia 8 tahun dan hampir 10 tahun.


Itu membuat dia bingung, karena anaknya tumbuh dengan sangat cepat bahkan dari pemikiran dan kejeniusan yang dia miliki juga ikut tumbuh dengan pesat.


"Liu, apa kau tidak merasa heran dengan diri sendiri nak?" ucap Shui Liu Xiang.


Dia berucap demikian karena ingin tau apa yang di rasakan anaknya saat ini, bagaimana rasanya tumbuh dengan cepat bahkan sangat singkat.


Bila di hitung umur dirinya belum genap satu hari penuh bila normal, tapi Liu Xiaobo sudah terlihat seperti anak berusia 8 tahun.


"Maaf ibu, heran yang seperti apa itu?" ucap Liu Xiaobo bertanya balik.


Shui Liu Xiang begitu heran dengan anaknya, karena ucapan anaknya itu sangat berwibawa dan seperti kata-kata pemimpin besar bahkan bukan pemimpin sebuah darat seperti dirinya tapi lebih mulya dari itu.


"Ibu sangat heran dengan dirimu nak, kamu lahir belum genap satu hati tapi sudah seperti sekarang ini!" ucap Shui Liu Xiang.


"Ibu, aku adalah aku tepat lah anakmu! Dengan tubuh dan pertumbuhan ku seperti ini adalah kehendak dewa penguasa." ucap Liu Xiaobo menjelaskan pada ibunya.


Shui Liu Xiang akhirnya tidak bertanya lagi karena setiap bertanya tidak ada jawaban yang membuat dirinya tau lebih lanjut tentang anaknya itu.


Semua jawaban yang di berikan oleh Liu Xiaobo selalu mentok pada dewa dan penguasa yang berkehendak, dia hanya menjalankan tugas.


\=


Bersambung.


\=


LIKE' dan komentar yah jangan lupa.


Terimakasih buat para pembaca novel ini.


Tunggu terus update selanjutnya.


Maaf untuk update di hari ini acak-acakan tidak langsung 3 capter sekaligus.


Terimakasih.

__ADS_1


...


__ADS_2