
\=
\=
Tembok besar yang mengelilingi hutan raja hantu langsung hancur sebagian, karena serang tombak petir dari Zius yang sangat kuat.
Debu berterbangan ke segala arah karena batu dari tembok besar itu langsung hancur berkeping-keping, tapi wajah dari Zius tidaklah senang dia langsung mengkerut, bahkan menyipitkan matanya untuk dapat melihat lebih tajam.
Berbeda dengan 200 pasukan miliknya, yang berteriak sangat senang karena Raja mereka sudah menang dalam pertarungan duel satu lawan satu dengan musuh.
"Apa yang aku bilang Raja Zius pasti menang lihat saja, lawan tidak bisa berkutik dengan serengan Raja Zius itu!" ucap salah satu dari mereka dengan senyum bangga dan menunjuk-nunjuk ke arah tembok besar di mana tempat Feng Syhun jatuh karena terkena hantaman tombak petir yang sangat banyak.
"Ya aku tidak menyangka bahwa Raja Zius sangat kuat seperti itu, bahkan ini pertama kali aku melihat pertarungan hebat antara dua penguasa!" teman lain yang ada di 200 pasukan itu menimpalinya.
"Sebentar, kenapa Raja Zius tidak senang sudah mengalahkan musuhnya?" ucap mereka yang memperhatikan dengan serius.
"Ya kau benar, seharusnya Raja Zius senang dengan pencapaian ini! Tapi kenapa ini tidak malah sebaliknya?" ucapan mereka akhirnya membuat cukup banyak orang yang bingung.
"Sebentar, jangan-jangan!" ada yang langsung kaget dan memiliki pikiran liar.
Tapi belum juga mereka membahas yang serius di antara mereka, dari tembok itu keluar orang yang mereka sangat kenal.
"Uhukk..!!" debu ini menggangguku.
"Huff, hampir saja! Itu serangan yang fatal dan ini luka yang paling besar yang aku alami setelah hari itu!" gumam Feng Syhun dengan membuang nafas yang berat.
"Sial..!" maki Zius entah terhadap siapa.
Dia langsung mengeratkan giginya satu sama lain dan menggenggam erat trisula tombak petir miliknya.
"Bocah ini, benar-benar sangat kuat! Kau harus waspada tinggi!" ucap Zius dengan memandangi Feng Syhun dengan lekat-lekat.
Pandangan matanya sudah sangat merah hampir menyamai warna darah saking marahnya melihat Feng Syhun bisa bangun lagi tanpa cedera luar yang berarti.
Feng Syhun keluar dari kepulan debu dan menepuk-nepuk pakaian yang kotor dan mengelap bibir yang mengeluarkan darah di sudut mulutnya.
"Kau sudah punya kesempatan menyerang ku, jadi sekarang giliran ku untuk menyerang mu!" Feng Syhun berucap sambil mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi.
Setelah itu langsung muncul pedang empat mata yang notabenenya senjata paling kuat yang Feng Syhun miliki saat ini.
Semua orang dari alam dewa sejati langsung tertegun, bahkan Zius saja yang jarang gentar melihat senjata baru kali ini dirinya merasa terintimidasi dari sebuah pedang.
__ADS_1
"Bocah ini memiliki senjata yang sangat bangus! Kekuatan yang tinggi, berapa beruntungnya bocah ini?" gumam Zius setelah mengamati sebentar.
"Zius terimalah ini!" Feng Syhun langsung mengangkat pedang di atas kepalanya siap untuk menebas.
Wooss..
Feng Syhun menghilang dari pandangan semua orang! Dia langsung muncul di hadapan Zius dengan pedang mengarah pada leher Zius dengan sangat cepat.
Trang..
Baaammm..!
Tebasan pedang empat mata berbenturan dengan trisula tombak petir, bunyi seperti suara logam besi beradu sangat kencang, lalu di susul dengan ledakan energi Ki yang sangat kuat.
Feng Syhun mundur beberapa langkah akibat benturan dari serangan kuat itu, sedangkan Zius langsung terpental sangat jauh hingga kembali menghantam tanah dengan sangat kuat.
Tanah meninggalkan lubang yang sangat besar dan bergetar hebat akibat benturan itu.
Feng Syhun tidak tinggal diam dia langsung kembali menyerang Zius lebih ganas lagi, dengan gerakan cepat Feng Syhun mengejar jatuhnya Zius ke dalam daratan.
Zius yang baru bangun dari jatuhnya di kagetkan kembali oleh Feng Syhun yang sudah muncul di sampingnya.
Dia langsung menendang kepala Zius, karena Zius tidak siap dengan serangan itu, dia hanya bisa menangkis dengan sebelah tangan dan kemabli terpental sangat jauh, kini Zius mendarat dekat dengan 200 pasukan dirinya.
Melihat Zius di permainkan seperti itu membuat 200 pasukan sangat kagat, orang-orang yang tadinya sudah sangat bangga dengan Rajanya itu, kini dirinya berdiri mematung.
Kedua kaki mereka bergetar karena takut, mata mereka hampir melompat melihat itu saking tidak percayanya.
"Siapa sebenarnya, dia?" jawab salah satu orang yang tegang, dari salah satu 200 pasukan.
"Apa kau tidak dengar dari awal, dia adalah penguasa alam fana!" jawab teman yang di sebelahnya, dengan bentakan.
"Iya! Kalau itu aku tahu, tapi apa alam fana semenakutkan itu?" ucap orang yang tadi bertanya.
"Mana ku tahu!" jawab yang tadi membentak dengan entengnya.
Hampir semuanya dari 200 pasukan itu membicarakan Feng Syhun, bahkan untuk membantu Raja Zius bangun saja mereka tidak sempat karena sibuk ngerumpi.
Sampai saat bentakan Zius menyadarkan mereka semua dari percakapan satu sama lain.
"Pasukan bodoh, cepat bantu aku serang bocah itu!" bentakan Zius menggelar sampai 200 pasukan mematung.
__ADS_1
Bahkan 7 dewa-dewi saja sampai melongo! Apa ini Raja Zius yang di bilang sangat hebat dan berkuasa? Kenapa sampai minta bantuan kepada bawahannya dalam berduel.
Meskipun Zius sudah berteriak sangat kencang tapi 200 pasukan yang di bawanya tidak bergerak untuk menyerang sama sekali.
"Cepat serang!" Zius membentak ulang.
"Baik Yang mulia!" salah satu dari mereka akhirnya menjawab karena takut dan bergerak menyerang ke arah Feng Syhun.
Akibat ada salah satu dari mereka yang berani menyerang, membuat keberanian lainnya muncul kini 200 pasukan akhirnya membantu Zius melawan Feng Syhun seorang diri.
Sebagai bahwa dari Zius, tujuh dewa-dewi juga hendak bergerak membuat tapi baru beberapa langkah bergerak untuk melawan Feng Syhun dan membantu Zius, dari arah samping muncul empat orang menghadang mereka.
"Jika kalian ingin melawan tuan Feng Syhun! Jangan lupakan kami." ucap Liuliu yang berdiri paling depan.
"Kami tidak akan membiarkan kalian melawan Gege sendirian!" bentak Ye Yue sangat marah.
"Kalian kalah jumlah, kalian akan mati di tangan kami!" bentak dewi kemarahan.
"Itu belum tentu! Bagiku jumlah hanyalah angka!" jawab Liuliu dengan senyum meremehkan.
Karena tidak ingin banyak berbicara lagi Ye Yue langsung maju melawan dewi kemarahan karena dia yang paling dekat dengan jangkauan Ye Yue.
Liuliu melawan dua dewi lainnya, sedangkan Xi Jinping kebagian yang paling berat melawan dewa keperkasaan dan dewa pemalu.
Sedangkan Wang Long kini melawan dewa ketawa dan dewa sedih! Karena dia yang tersisa sehingga mau tidak mau hanya mereka lawannya.
Mereka bertarung melawan musuh masing-masing! Yang pertama terdesak adalah dewi kemarahan.
"Kurang ajar, aku pikir dia gadis yang lemah dan cengeng!" ucap dewi kemarahan dalam benaknya.
"Apa kau sudah kesusahan melawannya ku?" ucap Ye Yue dengan senyum di wajahnya.
Dia dengan pedang cahaya di tangannya tidak mudah untuk di kalahkan serangan Ye Yue seperti sedang menari dengan bebas untuk melawan dewi kemarahan, sampai dia sangat kewalahan meladeni serangan Ye Yue yang terlihat lembut namun tajam dan mematikan.
Sedangkan di bagian lain Feng Syhun yang di serang oleh 200 pasukan, hanya memukul mereka satu persatu dan di kirim terbang ke berbagai arah oleh hantaman tangan kosong Feng Syhun.
Dia tidak menggunakan pedangnya untuk melawan 200 pasukan itu.
\=
\=
__ADS_1