Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Genosida Bangkit Sepenuhnya


__ADS_3

\=


\=


Semua pasukan yang di bentuk oleh sembilan kesatria dewa sudah di pulangkan kembali oleh Feng Syhun, beserta sembilan kesatria dewa!.


Mereka di tugaskan untuk bersiap siaga di alam dewa untuk membendung gelombang serangan apa saja terutama dari alam kegelapan, Feng Syhun memberikan perintah tersebut karena sudah merasakan perkembangan dari benih pasukan terkuat sudah semakin banyak dan cukup mengerikan.


Feng Syhun merasakan itu karena, sekarang pintu gerbang portal dimensi semua alam yang terhubung pada alam dimensi miliknya semakin hari semakin melemah dan Energi Ki hitam sudah semakin banyak yang masuk ke alam kegelapan.


Feng Syhun lebih memilih untuk membuat kota-kota besar selanjutnya yang akan mereka gunakan untuk menjemput para manusia di alam fana, karena Feng Syhun memperkirakan bahwa dua kota tersebut tidak akan mampu menampung semua orang yang ada di alam fana.


Bahkan Feng Syhun memiliki angan-angan untuk menyelamatkan orang-orang yang ada di alam lain, meskipun mereka belum tentu bisa di selamat setidaknya Feng Syhun akan tetap berusaha.


Hari yang terlewat lebih cepat 10 hari dengan alam lain memberikan keuntungan Feng Syhun untuk membuat kota-kota besar lainnya di alam dimensi lebih cepat, akan tetapi Feng Syhun tidak menyadari bahwa kebangkitan Genosida seutuhnya sudah di mulai di ruang dimensi penyegelan Genosida.


Di ruang dimensi penyegelan Genosida.


Altar batu yang memiliki batu bulat hitam pekat bergetar hebat, asap tipis yang semakin banyak keluar dari semua retakan yang ada pada batu itu semakin lama asap hitam tipis itu semakin menebal.


"Ha-ha-ha-ha-ha-ha..!!" suara tawa yang menggema dari segal penjuru ruangan itu muncul dan getaran pada Alta batu semakin kuat.


Bahkan Altar itu sudah mengalami keretakan hampir hancur, terkena getaran yang sungguh kuat.


"Liu Xiaobo, pengorbanan mu sungguh sia-sia di hadapan mataku!" ucap Genosida yang kini sudah semakin terlepas dari segel pengekangan.


Segel yang awalnya sangat kuat kini sudah semakin rapuh.


"Kematian mu, hanya di tebus beberapa puluh ribu tahun saja aku tersegel sungguh kematian yang sia-sia!" lanjut Genosida yang sudah semakin kegirangan karena sebentar lagi dirinya akan bebas dari segel yang m mengurungnya.


Genosida sangat senang karena orang yang di anggap bisa menekan dirinya kini sudah mati dan dia yakin bahwa setelah dirinya bebas tidak akan ada lagi orang yang akan bisa mengalahkan dirinya di kemudian hari.


Semua kekuasaan, semua makhluk, semua alam akan bertekuk lutut di hadapannya! Memikirkan itu saja Genosida sudah sangat senang.

__ADS_1


Genosida akan menjadikan alam kegelapan alam yang satu-satunya ada di dunia kultivator ini, agar tidak ada lagi orang atau makhluk yang bisa menyaingi atau melawan dirinya.


Waktu berlalu kini asap tebal memenuhi ruang dimensi tempat penyegelan Genosida, dan setelah itu suara sangat keras tercipta.


Kraak...


Kraak...


Kraak..


Baammm..??


Retakan pecahan benda yang sangat keras terdengar beberapa kali dan di akhirat dengan suara ledakan yang cukup menggema di ruangan itu.


Asap hitam menyebar ke segala arah akibat ledakan besar itu, setelahnya muncul dengan tiba-tiba aura yang sangat gelap dan hitam sangat jelas di sana.


"Ha-ha-ha-ha-ha-ha..!!" ledakan tawa yang memekakkan telinga bila saja ada orang di ruangan itu.


"Akhirnya, aku bangkit sepenuhnya!" ucap orang itu setelah suara tertawa panjang menghilang entah tertelan apa.


Di atas altar batu yang kini sudah hancur berkeping-keping, berdiri seorang dengan sikap yang sombong mata merah menyorot tajam dengan kulit sedikit hitam, tubuh itu menyerupai manusia tapi dengan tanduk kecil di kedua sisi dahi miliknya.


Makhluk itu memandangi tangan dan semua tubuh yang dia miliki dari kaki hingga ke badan, setelah itu dia menggelengkan kepalanya dan sedikit mendesah kecewa.


"Haaahh, meskipun aku bebas tapi tubuh dan kekuatan ku menyusut jauh!" ucap Genosida.


Dia mendongak ke atas langit-langit, setelah itu senyum puas langsung tercetak di wajahnya yang sangat garang dan menyeramkan.


"Aura ini, aku yakin dengan adanya aura ini tubuh ku akan pulih seperti pada masa puncaknya dengan cepat!" gumam Genosida.


Setelah itu dia menghilang begitu saja tanpa adanya gerakan sedikitpun dari tubuhnya, benar-benar kemampuan yang tidak dapat di bayangkan oleh orang biasa.


***

__ADS_1


Di alam kegelapan, yang kini semakin gelap dari beberapa hari sebelumnya! Banyak dari mereka para siluman kultivator yang masih hidup mengalami perubahan besar akibat gerhana matahari rutin dan meningkatnya energi Ki hitam yang begitu besar.


Semua siluman yang menyerap Energi Ki hitam dengan berlebihan tidak bisa memiliki kendali sendiri, mereka saling serang satu sama lain yang di anggap lemah di matanya.


Meskipun banyak luka yang masing-masing terima tapi mereka tetap bangkit kembali, regenerasi kulit dan daging merah yang koyak oleh senjata maupun cakar musuh kembali menyatu dengan cepat.


Darah dengan yang keluar dari pertemuan itu langsung menguap dan memperkuat aura kematian pada energi Ki yang ada di sana.


Dari udara dekat dengan istana yang dulu di gunakan genosida memimpin alam kegelapan muncul seperti portal dimensi dan setelah gelombang dan kegelapan itu hilang kembali.


Di sana menyisakan sesosok makhluk yang mirip dengan manusia, tapi tubuh berwarna gelap dan mata merah tajam.


"Hemm, jadi ini yang di namakan gerhana matahari rutin? Setelah aku mengalami sendiri rasanya sangat nyaman!" ucap Genosida yang sudah sampai di alam kegelapan.


Genosida sekarang sudah di alam kegelapan, setelah dirinya merasakan Energi Ki hitam yang terkandung di dalam gerhana matahari rutin sangat merasakan kenyamanan.


Bahkan dia langsung turun ke bawah dan memejamkan mata, padahal di kejauhan terdengar beberapa pertempuran tapi dia lebih menginginkan ketenangan setelah merasakan Energi Ki hitam yang sesungguhnya.


"Ini adalah Energi Ki hitam yang sangat murni, daripada aku menggunakan teknik terlarang untuk menyerap Energi Ki hitam dari para siluman Energi Ki hitam ini malah lebih kuat dan menyegarkan!" gumam Genosida masih dalam posisi duduk bersila dan mata terpejam.


"Semenjak aku hidup, ini pertama kali aku melihat langsung gerhana matahari rutin! Aku sangat beruntung bisa bangkit dengan tepat waktu, jika tahu akan seperti ini dampaknya dan aku belum bisa lepas dari segel terkutuk itu maka aku akan menyesal sampai kapanpun!" lanjut Genosida dalam lamunannya sambil merasakan efek dari Energi Ki hitam yang dia serap.


Cukup lama Genosida melakukan penyerapan itu, bahkan sekarang tubuhnya mengalami perubahan besar yang tadinya memiliki bentuk seperti manusia sekarang sepertinya campuran sesuatu yang mengerikan.


Hingga sampai saat beberapa waktu berlalu, tanduk yang tadinya kecil sekarang sangat besar dan hitam legam di ujung yang tajam berwarna merah.


Seakan tanduk itu seperti senjata yang sangat mengerikan, bahkan setelah Genosida membuka matanya dia langsung mengelus tanduk itu dengan seringai yang sangat tajam.


\=


\=


LIKE' 👍.

__ADS_1


Terimakasih.


...


__ADS_2