
Ruang pertemuan itu tidak cukup besar dan 15 orang menggunakan jubah hitam dan topeng rubah hitam, sedang berkumpul di sana mereka membahas laporan dari penjaga gerbang bahwa ada kultivator bebas hanya satu orang wanita mengawal 3 orang tanpa kultivasi.
Menurut taksiran mereka 1 orang pemuda dan 2 orang wanita muda adalah anak orang kaya dari segi penampilanya dan di kawal oleh seorang kultivator muda dengan Ranah Penyempurnaan Inti Tingkat Tinggi awal.
Setelah penjelasan itu di terima dengan jelas dari penjaga, merek melakukan pergerakan dan menunggu kabar dari penjaga gerbang kapan mereka berempat keluar dari kota.
***
Feng Syhun masih berdiri di hadapan 5 orang yang sudah di lumpuhkan olehnya.
"Apa benar kau tidak mau membuka mulut siap yang memberi perintah penghadangan terhadap kami?" ucap Feng Syhun dengan santai.
Lalu Feng Syhun membuka topeng rubah hitam yang di pakai orang itu dengan paksa, terlihatlah muka yang sangar dan bengis dari orang yang topengnya di tanggalkan dengan paksa oleh Feng Syhun.
Lalu Feng Syhun memakaikannya kembali pada orang itu.
"Mukamu lebih buruk dari topeng itu lebih baik aku melihat topeng saja, dari pada melihat mukamu yang sangat seram itu!" ucap Feng Syhun setelah memakai kan topeng itu kembali.
"Kurang ajar! Akan ku bunuh kau." bentak orang itu dengan ganas.
"Benarkah, bagaimana caranya kau membunuhku? Aku jadi penasaran." ejek Feng Syhun.
Setelah kata-kata itu Feng Syhun ucapkan orang-orang yang memakai jubah hitam dan topeng rubah hitam kini membisu tidak lagi bersuara.
"Yakin tidak mau memberi tahukan pada kita, siap yang memberi perintah kepada kalian untuk menghadang jalan kami?" Feng Syhun masih tetap bertanya untuk mengorek informasi.
"Sampai matipun aku tidak akan memberitahukan pada kalian!"
"Baiklah bila begitu, matilah!" setalah Feng Syhun selesai mengucapkan kalimat itu.
Tanganya bergerak memotong leher orang itu dengan pedang yang dia keluarkan langsung dari cincin penyimpanan.
Feng Syhun memegang Pedang Inti Api yang berwarna merah menyala dengan aura yang cukup kuat keluar dari pedang itu.
Seketika kepala dari salah satu orang yang menghadang itu menggelinding! Sedangkan tubuhnya masih tegak berdiri tanpa kepal.
Setelah beberapa lama tubuh tanpa kepala itu akhirnya jatuh dengan suara keras yang terdengar akibat tubuh itu berbenturan dengan tanah.
Bing Zuan Shi masih mematung melihat itu semua dia tidak begitu percaya dengan pandangannya, melihat Feng Syhun membunuh orang dengan mata tanpa berkedip sama sekali, Bing Zuan Shi saat pertama kali melihat Feng Syhun dia berfikir bahwa Feng Syhun adalah orang yang tidak suka kekerasan. Tapi kini dia merubah pandangnya seketika setelah menyaksikan itu semua.
Feng Syhun mendekati salah satu orang berjubah hitam dan bertopeng rubah hitam, dia menggerakkan tangan dengan cepat dan menyentuh bagian tertentu salah satu dari mereka.
Seketika orang yang tadi di sentuh kini bisa berbicara dan langsung meminta ampunan pada Feng Syhun untuk melepaskan mereka.
__ADS_1
Feng Syhun yang mendengar itu tidak langsung terpengaruh oleh ratapannya.
"Katakan siap yang memberi perintah kepada kalian untuk menghadang jalan kami?" ucap Feng Syhun dengan pertanyaan yang sama.
"Baik tuan, akan saya beritahu." ucap orang itu dengan nada gemetar.
"Katakan!" perintah Feng Syhun dengan tenang.
"Kami di perintah oleh pimpinan tertinggi dari Kelompok Rubah Hitam!" jawab orang itu.
"Kelompok macam apa itu?" gumam Feng Syhun.
"Untuk apa menghadang kami?" ucap Feng Syhun pada orang itu.
"Kami di perintahkan untuk merampok tuan dan teman-teman tuan lalu para wanita di bawa ke markas!" ucap orang itu berharap setelah berkata jujur Feng Syhun mau melepaskannya.
"Kurang ajar!" makian Feng Syhun pada mereka.
Tanpa ada kata-kata lagi Feng Syhun menebas leher mereka semua dengan cepat.
Dia sangat kesal bila mendengar orang bertujuan menyandra wanita dan di jadikan budak nafsunya kelak, itu yang paling Feng Syhun benci.
Pemberitahuan Sistem telah mendapatkan Poin pun menggema di benak Feng Syhun.
Feng Syhun lalu mengambil topeng rubah hitam salah satu dari Kelompok Rubah Hitam, tidak lupa dia mengambil cincin penyimpanan yang mereka pakai dan membakar merka semua menggunakan Elemen Inti Api yang Feng Syhun punya. Tubuh Kelompok Rubah Hitam terbakar habis tanpa sisa.
Akhirnya Feng Syhun memilih untuk kembali lagi ke Kota Tanpa Nama dengan maksud menyelidiki apa yang terjadi di dalam kota itu.
"Gege apa kita akan kembali ke kota itu?" Ye Yue bertanya setelah mendengar ucapan Kelompok Rubah Hitam yang menghadang mereka.
"Iyah Yue'er, ayo kita kembali ke kota itu!" ucap Feng Syhun semangat.
"Apa kita nantinya tidak akan terlambat datang ke kota Kekaisaran Han?" Bing Zuan Shi bertanya untuk menghilangkan ketegangan dalam dirinya.
"Tidak perlu memikirkan maslah keterlambatan Zuan Shi, kita masih banyak memiliki waktu luang!" jawab Feng Syhun.
Mereka berempat akhirnya melesat pergi kembali lagi ke Kota Tanpa Nama, tidak membutuhkan waktu lama karena merka memang belum jauh keluar dari Kota Tanpa Nama.
Tadi mereka hanya berjalan beberapa mil saja dari gerbang kota sehingga untuk kembali ke kota tidak memakan waktu yang cukup lama.
Setalah sampai di gerbang Kota Tanpa Nama penjaga gerbang sangat terkejut dengan kedatangan mereka kembali. Karena bila orang sudah di incar oleh Kelompok Rubah Hitam tidak akan ada yang bisa lolos, bilapun bisa kabur hanya nyawanya saja yang kabur dari tubuhnya.
"Apa mungkin mereka belum bertemu para pengejar itu dan sudah kembali lagi ke sini?" gumam penjaga itu.
__ADS_1
"Hay kenapa kalian kembali?" ucap salah satu penjaga gerbang, dia sekaligus langsung waspada dengan memperhatikan gerak-gerik dari Bing Zuan Shi.
Karena dalam pandangan mereka hanya Bing Zuan Shi saja yang menurut mereka hebat dan patut untuk di waspadai pergerakannya.
Merek berfikir bagaimana mereka bisa lolos dari Kelompok Rubah Hitam, apa mereka belum di cegat atau bisa jadi karena wanita yang menjaga mereka sangatlah ahli.
"Kami akan masuk kembali ada barang kami yang tertinggal di rumah makan!" ucap Feng Syhun.
Lalu dia hendak menyelonong masuk tapi di tahan oleh dua penjaga gerbang dengan muka bengisnya.
"Bila kalian hendak masuk ke kota bayar dulu pajak masuk tiap orang 10 koin emas, bila tidak membayar maka tidak di perbolehkan memasuki kota" ucap salah satu penjaga gerbang.
"Aturan macam apa itu kenapa paja masuk busa berubah sesuka hati?" bentak Feng Syhun hanya untuk memancing amarah mereka.
"Barang apa yang tertinggal sehingga kalian mau mengambil kembali ke dalam kota apakah sangat berharga?" ucap penjaga gerbang satunya.
"Tidak begitu berharag, kami hanya mau mengambil barang yang seperti ini!" jawab Feng Syhun sambil menunjukkan topeng rubah hitam yang dia ambil dari para Kelompok Rubah Hitam.
Denggiingggg...!
Pikiran kedua penjaga itu kosong!
"Ternyata merka bukanya belum bertemu dengan para pengejar tapi berhasil mengalahkan mereka!" gumam salah satu penjaga.
Setelah itu kedua penjaga itu saling melirik satu sama lain dan mengangguk kecil, tanda kode penyerangan langsung.
Setelah penjaga gerbang itu saling melirik dan mengangguk keduanya langsung menerjang dengan Teknik tangan kosong yang paling kuat yang merek miliki.
Baru beberapa langkah Feng Syhun langsung melambaikan tangan dan tubuh mereka terpental sangat jauh dan mati seketika tubuh mereka remuk di beberapa bagian seperti tertimpa beban yang sangat berat.
[Tuan telah membunuh 2 kultivator Ranah Penyempurnaan Tubuh Dunia Tingkat Rendah mendapatkan 1 juta Poin Kekayaan dan 2 juta Poin Ki]
Lumayan hanya menggerakan tangan dapat 1 juta Poin Kekayaan.
Tanpa memperdulikan dua penjaga gerbang yang sudah mati itu, mereka berempat berjalan memasuki kota seperti tidak terjadi sesuatu hal.
\=\=\=
LIKE' yah.
\=\=\=\=
Tunggu terus update selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih.
...