
Portal dimensi terbentuk dan terbuka lalu memunculkan pemuda yang entah dari mana asalnya, tubuh pemuda itu setengah badanya hitam dan seakan sangat keras untuk di gores dengan benda tajam sekalipun tidak akan terluka.
Sedangkan tubuh sebelahnya kini seakan memar di beberapa bagian dan cukup banyak luka gores.
Dia mendarat dengan kedua kakinya lalu kaki yang sebelah kanan sekan terkulai tanpa tenaga untuk menopangnya.
"Bocah tengik, bila saja setengah dari tubuhmu tidak aku kuasai maka kau tidak akan sampai di sini dengan keadaan yang baik2 saja!" ucap orang itu entah kepada siapa dia berucap karena di sana dia hanya sendirian.
Dari teguran itu pun tidak ada yang menjawab sama sekali hanya keheningan yang menemani dirinya di ruangan tak berpenghuni itu.
"Ha-ha-ha-ha...!!! Sepertinya aku kedatangan bawahan yang lama aku tak menjumpai nya!" tawa yang menggema di seantero ruangan yang gelap dan mencekam itu.
Orang yang baru muncul bukanya takut malah dia memasang senyum sang sulit untuk di artikan, karena tubuh yang berwarna hitam itu mengulas senyum sedang yang sebelahnya tidak melakukan pergerakan sehingga senyum itu tidak enak untuk di pandang.
Dengan adanya senyum itu bibir yang sebelah kiri langsung menonjolkan taringnya karena di bagian gigi sebelah kiri memiliki taring sedang di sebelah kanan tidak.
"Aku sangat mengenali suara dan aura ini apakah tuan ada di sini?" gumam orang itu.
"Hay kenapa masih berdiri apa kau sudah tidak mengenali tuanmu ini?" ucap orqng yang tadi berbicara.
"Maaf tuan bukanya aku tidak mengenali anda tapi kekuatan ku yang tidak bisa menjangkau keberadaan tuan di mana!" ucap orang yang baru datang dari portal dimensi.
"Mendekat lah di altar batu, dan berlutut lah!" sura itu menggema lagi.
"Untung saja anak ini sedang tidak sadarkan diri bila tidak aku harus bersusah payah untuk berlutut denganmu tuan!" ucap orang yang Beru muncul dari portal dimensi.
Setelah itu dia berlutut di hadapan altar batu.
"Maaf tuan Genosida apa anda bisa menampakan diri di hadapan hamba ini?" ucap orang itu.
"Sayang sekali masih belum bisa aku menampakan diri di dunia ini! Itu semua karena perang ribuan tahun yang lalu, setalah kau terbunuh olehnya dan aku tersegel olehnya!" gema suara itu menjelaskan yang tidak lain adalah suara raja siluman kehancuran Genosida.
"Apa tuan bisa menceritakan kejadian waktu itu? siapa tau aku bisa membantu tuan terbesar dari belenggu segel yang mengekang kebebasan tuan!"
"Akan aku ceritakan padamu!" ucap Genosida.
Lalu dia menjelaskan apa yang terjadi di masa itu, dan di menjelaskan bagaimana cara membebaskan dirinya dari segel yang membelenggu selam ribuan tahun itu.
__ADS_1
*
Liuliu, Feng Syhun, Ye Yue dan dua marga Han sudah sampai di pusat dari Sekte Langit Penguasa karena jalur itu di tunjukan oleh Liuliu yang tadinya sudah menyusup tempat itu sehingga mereka memasukinya tanpa sulit, bahkan tidak ada halangan sama sekali.
"Liuliu sepertinya aura itu terpancar dari aula ini?" ucap Feng Syhun.
"Benar tuan tapi bukan di dalam aulanya melainkan dari ruang bawah tanah di bawah aula ini!" ucap Liuliu menjelaskan lebih detail tempat aura itu keluar.
"Mari kita masuk ke dalam ruang bawah tanah itu!" ajak Feng Syhun kepada semuanya.
"Baik Gege!" jawab Ye Yue tanpa beban.
"Kaka Feng bagiman bila di dalam adalah sarang dari siluman itu?" ucap Han Shou sedikit ketakutan.
"Kaka Shou, bicara apa kamu ini adalah wilayah utama Sekte Langit Penguasa! Bagiman bisa ada siluman di dalamnya?" ucap Han Shen, dia tidak terima Sekte Langit Penguasa yang slama ini untuk belajar di katakan ada sarang siluman.
"Sudah jangan ribut-ribut, mari masuk kita buktikan saja di dalam ada apa?" ucap Feng Syhun.
Lalu dia melangkah masuk terlebih dahulu, di dalam aula itu kosong tidak ada seorangpun hanya ada beberapa meja pertemuan dan dekorasi ruangan biasa.
"Tuh kan sudah ku bilang di sini tidak ada siluman atau semacamnya!" ucap Han Shen masih dengan pembelaan nya.
"Lalu bagaimana kita memasuki ruang bawah tanah yang ada di bawah ini? Sedangkan kita tidak tau cara masuknya!" ucap Han Shen.
Tanpa menjawab pertanyaan Han Shen, Feng Syhun langsung menggerakan tangannya menempel pada lantai aula dan lantai itu bergerak lalu membentuk lorang ke bawah dan menembus ruangan yang cukup luas dan di terangi dengan Cahya pelita yang cukup terang.
Pada saat lorong itu terbentuk dengan sempurna dan Feng Syhun hendak langsung melompat akan tetapi Liuliu menghentikan dengan segera.
"Tahan tuan! Masih ada labirin Formasi yang melindungi tangan itu!"
Setelah berucap demikian Liuliu menggerakan tangannya mendorong ke bawah dan letupan cukup keras menggema di ruang bawah tanah dan ruang aula pertemuan leluhur Sekte Langit Penguasa.
"Mereka benar-benar hebat!" gumam Han Shen yang berdiri paling belakang di antara mereka.
"Baiklah sekarang boleh memasukinya tuan!" ucap Liuliu.
Di dalam ruang bawah tanah Patriak Sekte Langit Penguasa dan dua penatua Sekte Langit Penguasa yang sedang bermeditasi memulihkan diri mendengar letupan yang cukup kuat sehingga mereka bertiga langsung tersadar dari alam meditasinya.
__ADS_1
"Ada apa dengan ruangan ini Patriak?" ucap tetua pertama Sekte Langit Penguasa.
"Aku juga tidak tau tetua mari kita selidiki ada kejadian apa sebenarnya!" ucap Patriak Sekte Langit Penguasa.
"Tapi bila terjadi sesuatu dan membahayakan, kita harus waspada karena kekuatan kita belum pulih secara total!" ucap tetua kedua memperingatkan.
"Maksud tetua kedua, Sekte Langit Penguasa kita ada yang menyuap kah?" ucap Tetua pertama, yang menanggapi omongan tetua kedua.
"Bukan seperti itu! Tapi kita harus waspada akan sesuatu hal yang kita belum tahu." ucap tetua kedua memberi penjelasan.
"Sudah-sudah mari kita periksa bersama dan tingkatan kewaspadaan!" tegur Patriak Sekte Langit Penguasa.
Lalu mereka bertiga keluar dari ruangan yang memiliki batu zamrud merah darah sebagai lantai utamanya.
Di aula pertemuan kini Feng Syhun mulai melompat turun memasuki bawah tanah, dan di ikuti oleh Liuliu, Ye Yue dan kedua marga Han.
Mereka berlima berdiri di ruangan yang cukup luas dan tidak terlalu tetang karena ruangan itu hanya di terangi pelita lampion yang sederhana.
Udara di ruangan itu cukup pengap membuat aliran darah tidak mengalir dengan lancar dan membuat sesak jalur pernafasan, dan seakan ada aura penekanan pada tubuh mereka.
Itu semua di rasakan oleh Han bersaudara karena tingkat kultivasi mereka yang di bilang masih cukup rendah.
Saat tiba di ruangan itu Feng Syhun dan Liuliu merasakan ada 3 pergerakan yang mengarah ke pada mereka.
"Sepertinya memang ada sesuatu hal yang di sembunyikan Sekte Langit Penguasa di ruang bawah tanah ini!" ucap Feng Syhun.
"Sesuatu hal apa itu Gege?" ucap Ye Yue penasaran dengan ucapan Feng Syhun barusan.
"Tenang Yue'er kamu akan mengetahuinya segera!" jawab Feng Syhun dengan mengulas senyum ke arah Ye Yue.
\=
\=
LIKE' yah.
Terimakasih.
__ADS_1
...