
\=
\=
Alam dewa.
Kini sembilan kesatria dewa dan para kultivator master maupun kepala sekte dan murid elit yang sudah di pilih untuk membendung serangan dari alam kegelapan masih terus berjaga dengan sangat waspada.
Mereka sudah berjaga beberapa hari yang lalu tapi belum juga muncul tanda-tanda serangan yang sudah di rasakan oleh Feng Syhun bakal terjadi dengan waktu dekat, namun kini belum muncul juga di alam dewa ini.
Ada beberapa dari mereka yang sudah mengeluh karena beberapa hari ini belum mengairi sawah karena tugas yang mendadak ini.
"Sial apa kata-kata Yang mulia Kaisar dewa benar, bahwa alam dewa akan di serang? Aku rasa itu hanya ketakutan Yang mulia saja!" ucap salah satu dari mereka yang di tugaskan dari sekte kecil yang sedang berpatroli di beberapa titik yang sudah di tentukan.
"Hay kau jangan asal bicara?" ucap temannya yang sedang menjalankan tugas bareng.
"Bagaimana tidak, kita di sini sudah beberapa hari tapi alam dewa tetap tenang dan terkendali! Jika tahu seperti ini lebih baik tidur di rumah ada yang menghangatkan, tidak seperti di sini kita kedinginan!" keluh orang yang pertama berbicara.
"Apa kau tidak heran, sebenarnya aku masih belum terlalu percaya bahwa bocah kecil itu adalah Kaisar dewa yang memiliki kemampuan hebat!" lanjut orang itu.
"Bodoh jangan keras-keras berbicara seperti itu, apa kau tidak melihat situasi? Di sini ada beberapa dari sembilan kesatria dewa, apalagi ada tuan Tian yang begitu mengerikan! Jika kau ketahuan berbicara seperti tadi maka tamat riwayatmu!" ucap temannya mengingatkan.
Tapi orang yang di ingatkan tetap saja tidak perduli malah dirinya lebih keras berbicara dan cukup memprovokasi Kaisar Dewa maupun sembilan kesatria dewa lainnya.
"Hey, apa kau tidak merasa bahwa kita di permainkan? Mereka diam dan santai di tempat yang nyaman dan kita berjaga di pinggiran hutan seperti ini!" keluhnya cukup keras.
Dia cukup emosi karena selama beberapa hari ini selalu berjaga dan berpatroli tidak jelas.
"Aku sarankan, kau jangan berbicara terlalu kencang!!" ucap temannya masih memperingati.
Setelah itu mereka berdua merasa tekanan yang mencekam dari arah belakang cukup jauh! Mereka berdua langsung waspada dan menengok ke arah belakang.
Mereka berdua cukup kaget, terutama yang tadi mengingatkan kepada rekannya! Tapi yang tadi berbicara memprovokasi hanya terkesiap sesaat lalu seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dan cukup tenang.
Mereka berdua melihat dewa langit (Tian) yang kebetulan lewat di sana untuk merasakan ada kehadiran tanda-tanda serangan atau tidak, tapi yang dia temukan malah ada dua orang yang sedang bergosip ria.
Tian cukup marah oleh ucapan salah satu dari mereka, karena masih tidak percaya dengan Feng Syhun yang menjadi Kaisar dewa dan mulai memprovokasi temannya.
__ADS_1
"Apa yang kalian katakan tadi?" ucap Tian dengan cukup geram.
"Ti-ti-tidak ada tuan Tian!" jawab temanya yang tadi memperingati.
Dia yang menjawab adalah salah satu murid elit dari sekte besar sehingga sudah pernah melihat Tian dan mengerti kengerian dari Tian.
Tapi yang tadi berbicara memprovokasi adalah murid elit baru dari sekte kecil, sehingga baru pertama kali melihat Tian secara langsung! Dia merasakan kengerian tapi berusaha tetap tenang.
"Aku hanya berbicara menurut berita yang beredar tuan Tian, jadi anda jangan langsung menghakimi kita.!" ucap orang yang tadi berbicara memprovokasi sok polos.
Dia seolah-oleh tenang tapi jantungnya cukup bergemuruh dan detakan yang tidak normal karena begitu cepatnya.
"Apa kau bilang, sesuai berita yang beredar? Apa kau yang menyebarkan berita?" jawab Tian dia menambahkan tekanan dalam nada bicara dan energi tekanan juga Tian tambah.
"Maafkan kami tuan Tian, kami mengaku salah!" jawab orang yang tadi mengingatkan.
Tian tidak memperdulikan orang yang tadi karena dia tau bahwa dia berbicara terus mengingatkan temannya.
Meskipun dirinya tidak di tekan secara langsung karena berdiri cukup dekat satu sama lain dengan rekannya, sehingga cukup banyak merasakan dampak dari tekanan itu.
Keringat dingin sudah mengucur pada dahi orang yang tadi memprovokasi, karena sudah tidak bisa menahan lagi dia akhirnya jatuh berlutut dan memuntahkan darah cukup banyak dari mulutnya.
Karena sudah berlutut akhirnya orang itu meminta maaf karena tidak terlalu percaya dengan Kaisar dewa yang sekarang, yaitu Feng Syhun.
Setelah melihat orang itu meminta maaf, Tian pergi begitu saja dan kembali ke tempat dirinya berdiam diri di bangunan yang cukup besar yang di bangun di sana.
"Dasar katak dalam tempurung!" ucap Tian di benaknya, dia melangkah meninggalkan mereka berdua.
Setelah melihat Tian pergi, kedua orang itu langsung bernafas lega terutama yang tadi berbicara memprovokasi.
"Untung tuan Tian memaafkan kita, jika tidak maka kita akan mati muda!" ucap seseorang yang tadi mengingatkan.
"Ahhhh, aku selamat! Aku baru saja melakukan itu dengan istriku sekali jika aku mati aku akan sangat rugi!"
Dia tadi berbicara sedikit kesal dengan memprovokasi juga, karena dirinya baru melakukan sekali dengan istrinya tapi sudah di panggil untuk mengikuti tugas patroli yang tidak penting ini sehingga wajar sedikit emosional.
Sambil mengobrol dengan nada pelan mereka berdua langsung menjalankan tugas yang sebelumnya sempat tertunda karena konflik kecil.
__ADS_1
Tian kembali ke tempat biasa dirinya tempati, tapi setelah berpikir beberapa saat akhirnya menemui beberkan dari sembilan kesatria dewa untuk melakukan diskusi.
Mereka bersembilan tidak semua ikut melakukan penjagaan, ada dari mereka yang tetap berada di istana kaisar dewa untuk tetap melaksanakan tugas di sana.
Kini Tian dengan beberapa sembilan kesatria dewa lain mulai membicarakan tentang permasalahan tadi.
Tian terus menjelaskan masalah kecil yang dia hadapi tadi, tapi yang dia pikirkan bukan masalah kecil tadi melainkan dampak besar yang akan terjadi bila para masyarakat maupun para petinggi Sekte yang ikut berjaga di sini mulai merasa bahwa mereka di permainan oleh kaisar dewa.
Tapi Tian percaya bahwa ucapan Feng Syhun tidaklah main-main.
"Apa mereka tidak mempercayai Yang mulia Kaisar dewa Kaka Tian?" ucap salah satu sembilan kesatria dewa. (Shan) dewa petir.
"Aku rasa mereka bukan tidak mempercayai, tapi mulai meragukan ucapan Yang mulia Kaisar dewa!" keluh Tian terhadap mereka semua.
"Semuanya, jangan terlalu khawatir aku yakin ucapan dari Yang mulia Kaisar dewa pasti benar! Kita mempercayai bukan tanpa bukti, jika tuan Liu Xiaobo percaya padanya maka kita harus percaya dengan mutlak!" ucap dewa cahaya, (Guang).
Dewa cahaya terkenal sebagai dewa yang tenang dan bijaksana, meskipun kemampuan dirinya di anggap sedikit lebih di bawah Tian tapi semua sembilan kesatria dewa sangat mempercayai dirinya.
Bahkan seringkali mengambil keputusan yang tepat jika yang lain tidak bisa memecahkan masalahmu, begitu pun saat ini.
Dia tepat tenang, bahkan setelah orang-orang banyak memprovokasi Kaisar Dewa dia tetap dalam pendirian tekadnya.
Jika dia bukanya lebih muda dari Tian dan yang lainya pastilah sudah menjadi pemimpin dari sembilan kesatria dewa yang di bentuk oleh Liu Xiaobo.
"Ya kau benar, saudaraku!" jawab Tian dengan pasti.
Akhirnya mereka bernafas dengan lega dan pembicaraan di akhiri lalu melakukan tugas masing-masing di sana.
Tian keluar dengan cepat setelah keluar dirinya memandang langit yang masih tenang biru hanya di hiasi sedikit awan! Tanpa sadar dia tersenyum.
"Ha'ahh...! Kenapa aku harus khawatir, seharusnya aku percaya dengan Yang mulia Kaisar dewa!" gumam Tian lalu melanjutkan langkahnya dengan tenang.
\=
\=
Terimakasih.
__ADS_1
...