Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Gelombang Pasukan Bayangan 2


__ADS_3

\=


\=


Kota kekaisaran benua selatan, kota Jiang yang sebagai ibu kota sangat ramai seperti biasa dengan arus perdagangan berpusat di sana. Setelah adanya portal dimensi di halaman bagian samping istana kekaisaran benua selatan.


Meski di pimpin oleh satu Kekaisaran benua selatan cukup kuat untuk melindungi sebagian besar penduduk benua selatan, karena cukup banyak prajurit kekaisaran dan para kultivator yang bekerja di bawah nama kekaisaran benua selatan.


Hari ini kota Jiang di gemparkan dengan kedatangan murid Sekte Fajar Langit Dunia yang jumlahnya cukup banyak, meski bisa di katakan kelompok kecil apa bila dalam kondisi penyerangan ataupun perang.


Akan tetapi mendatangi benua selatan dan keluar dari portal dimensi membuat sejumlah orang yang melihat banyak timbul pertanyaan.


Karena tidak ingin menjadi pusat perhatian, Wu An langsung meminta pada penjaga portal untuk menemui Kaisar benua selatan agar lebih cepat pergi dari kota Jiang.


Wu An bertindak demikian karena ingin melaporkan bahwa dirinya dan rombongan yang di bawa ingin bergerak secara bebas! Dan memiliki surat izin dari kekaisaran benua selatan.


Hanya Wu An dan beberapa orang yang memiliki jabatan tinggi saja di pasukan bayangan Sekte Fajar Langit Dunia yang menemui Kaisar benua selatan, agar mereka bicara lebih serius.


Di ruang pertemuan pihak Kekaisaran benua selatan dan pasukan bayangan Sekte Fajar Langit Dunia bertemu, hanya ada 10 orang di ruangan itu.


Tiga dari pasukan bayangan Sekte Fajar Langit Dunia dan 7 dari kekaisaran benua selatan yang di temani dengan jendral, penasehat Kekaisaran dan beberapa menteri dari kekaisaran benua selatan.


"Maaf Yang mulia Kaisar benua selatan, kami datang tanpa undangan! Akan tetapi ini keputusan Patriak Sekte Fajar Langit Dunia karena sudah sangat mendesak dengan keadaan perampok Awan Hitam. Yang mulia juga sudah mengetahui sendiri pastinya!" ucap Wu An cukup panjang menjelaskan mengenai dirinya berada di sini.


"Ya Kami sudah mengetahui situasinya, tapi belum bisa sepenuhnya memberantas kelompok ini hingga ke akarnya karena belum mengetahui di mana markas mereka berada!" ucap Kaisar benua selatan dengan nada sedikit lesu.


Wajar saja Kaisar benua selatan berekspresi seperti itu, karena kelompok ini sangat bungkam lebih baik mati daripada membocorkan informasi tentang kelompok mereka.


Di tambah beberapa bulan terakhir kolom ini bergerak lebih aktif dan secara terbuka tidak seperti dulu bergerak dengan hati-hati dan sangat rapi tanpa meninggalkan jejak.


"Kami datang ke sini, ingin meminta izin menangkap atau membawa kepalanya salah satu anggota kami yang berkhianat dan sekarang menjadi pemimpin mereka!" ucap Wu An dengan antusias.


Setelah itu Wu An menjelaskan situasinya bahwa dia sudah mengetahui di mana markas kelompok rampok Awan Hitam berada, setelah memberitahu itu Kaisar benua selatan cukup kaget karena markas kelompok ini berada di hutan paling berbahaya menurut orang-orang kekaisaran benua selatan.


Karena di sana terdapat seperti kabut Ilusi, siap saja yang tidak bisa melawan ilusi itu akan mati mengenaskan dengan semua lubang yang ada di kepala mengeluarkan darah karena saking frustrasi.


Para kelompok rampok Awan Hitam sudah tau dan menemukan cara menghalaunya maka dengan itu mereka para kelompok itu tidak terpengaruh dengan kabur itu.

__ADS_1


Kabut itu mengelilingi gunung berapi, dan semua hutan yang mengelilingi gunung itu di penuhi kabur selebar beberapa kilo meter.


Setelah mendengar cerita dari Wu An, Kaisar benua selatan dengan cepat membuat dan memberikan surat izin untuk memiliki gerak bebas di benua selatan.


"Terimakasih Yang mulia Kaisar! Bantuan anda sangat membantu, kami undur diri untuk segera berangkat menuju lokasi tempat rampok Awan Hitam!" ucap Wu An.


Setelah menerima surat wewenang bergerak bebas Wu An dan dua petinggi pasukan bayangan Sekte Fajar Langit Dunia segera keluar dari ruang pertemuan dan menuju pasukan yang mereka tinggalkan tadi.


***


Tak jeda begitu lama, dari portal dimensi yang sama satu orang dengan pakaian serba hitam keluar dari portal dimensi itu.


Petugas portal memeriksa orang itu dan menerima identitas orang itu yang ternyata termasuk salah satu kultivator benua selatan, sehingga pemeriksaan cukup dan di biarkan untuk pergi.


Dengan gerakan sangat cepat orang itu bergerak di keramaian kota, orang-orang tidak begitu memperhatikan karena sudah hal biasa bagi para kultivator bergerak cepat mungkin karena memiliki waktu yang sempit.


Setelah keluar dari kota Jiang orang itu bergerak lebih cepat lagi bahkan seperti terbang tapi nyatanya lari dengan mengandalkan kecepatan dan meringankan tubuh yang tinggi.


Setelah memasuki hutan orang itu bergerak dengan begitu lincahnya berpindah dari satu pohon ke pohon yang lainya.


Bergerak di hutan itu cukup lama hingga akhirnya dia sampai di kaki gunung yang mulai memiliki kabut yang hitam.


Di antara kaki gunung dan puncak gunung terdapat gua yang di jaga beberapa orang dengan kekuatan yang cukup tinggi berjaga di depan gua.


Kedatangan satu orang dengan pakaian tertutup beberapa penjaga itu langsung waspada, dan menghadang orang itu dengan sigap.


"Siap kau, apa kepercayaan di tempat ini?" ucap salah satu penjaga dengan menghunuskan tombak pada orang yang berpakaian serba hitam dan tertutup itu.


Tanpa sepatah katapun, orang itu langsung menunjukkan lencana yang menunjukkan identitas cukup tinggi di organisasi Awan Hitam.


Penjaga itu cukup terkejut karena melihat lencana itu, yang menunjukkan bawa dia adalah orang berpengaruh di organisasi yang merak gabung sekarang.


"Maaf senior, aku tidak bermaksud...!" ucap salah satu penjaga gerbang gua dia antara kaki gunung dan puncak gunung.


Omongan penjaga itu terpotong karena orang yang berpakaian tertutup itu mengangkat tangannya agar tidak perlu di permasalahkan.


Setelah mengangkat tangan orang itu langsung berlalu dari pintu gua, dan segera memasukinya.

__ADS_1


Penjaga itu serempak memberikan hormat pada orang yang baru memasuki gua itu.


"Memang kelakuan para petinggi kita rata-rata sangat aneh!" ucap salah satu penjaga berbicara pada teman yang di sebelahnya.


Temanya yang di ajak berbicara tidak menjawab hanya menganggukkan kepala tanda setuju setelah itu mereka semua fokus kembali menjaga keamanan.


Di dalam gua itu cukup besar bahkan seperti bukan berada di dalam gua sungguhan, memiliki ruangan yang cukup besar dan penerangan cahaya yang cukup dari batu kristal yang mengaluarkan cahaya.


Dari arah luar orang berpakaian serba hitam melepas topi bambu yang bertengger di kepala, dia menghampiri penjaga di salah satu pintu ruangan.


"Panggilkan pemimpin dan petinggi lainya untuk berkumpul sekarang!" ucap orang itu, tak banyak bicara lagi dia langsung pergi menuju ruangan tempat biasa para anggota berkumpul membahas sesuatu yang penting.


Penjaga itu tidak berani menegur meski orang yang memberikan peringatan terlihat sedikit arogan, tanpa pikir panjang dan menjawab "baik!" penjaga itu segera masuk ke ruang yang di jaga itu.


Tak berapa lama para petinggi dan pemimpin tertinggi memasuki ruangan itu, dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda.


Setelah semu orang yang di panggil berada di sana, orang tersebut segera berbicara.


"Maaf semua, aku mengumpulkan kalian dengan segera karena sebentar lagi markas kita di datangi tamu dari Sekte Fajar Langit Dunia!" ucap orang itu dengan cepat tanpa basa-basi.


"Apa? Mereka pasukan bayangan Sekte itu kah?" ucap pemimpin kelompok rampok Awan Hitam.


Di begitu kaget karena pasukan bayangan adalah pasukan yang paling susah di tebak kekuatan sebenarnya.


Padahal dirinya pernah berada di Sekte itu dan masuk sebagai salah satu petinggi pasukan bayangan Sekte Fajar Langit Dunia tapi pasukan itu di bagi menjadi beberapa kelompok dan jarang bertemu antara sesama anggota.


Bahkan identitas sesama anggota saja susah untuk di cari dan di kenali, karena hanya Patriak Sekte dan wakil Patriak Sekte saja yang hapal dan memiliki data lengkap pasukan bayangan.


Semuanya orang kini memandang pemimpin tertinggi mereka yang berucap dengan begitu terkejut dan dari posisi duduk hinga sampai berdiri.


\=


Bersambung.


\=


LIKE' dan komentar.

__ADS_1


Terimakasih.


....


__ADS_2