
\=
\=
Pagi hari menyapa di benua langit, burung berkicau menyambut kedatangan pagi itu! Feng Syhun langsung bangun begitu saja dari tidurnya, dan di samping dirinya Ye Yue masih tertidur pulas.
Feng Syhun dengan segera membersihkan dirinya, dan dia keluar di balkon kamar itu! Dia menghirup udara segar dengan sangat tenang.
Dia sudah cukup lama tidak merasakan perasaan yang tenang seperti ini, entah kapan Feng Syhun juga sudah cukup lupa.
Itu di karenakan di setiap dia berpijak, di sana ada masalah! Akan tetapi dia tetap menjalankan dan membereskan masalah itu dengan apa yang dia bisa.
Tidak lama kemudian, Ye Yue terbangun langsung menghampiri Feng Syhun yang sedang bersantai di balkon penginapan.
"Selamat pagi Yue'er!" ucap Feng Syhun pada Ye Yue yang segera ikut duduk di tempat yang sama dari Feng Syhun.
"Pagi Gege!" jawab Ye Yue singkat.
"Sudah tidak perlu melamun, cepat bersihkan dirimu Yue'er. Lalu kita akan mencari makan di luar!" ucap Feng Syhun memerintahkan pada Ye Yue.
Dengan sedikit malas akhirnya Ye Yue menjalankan apa yang di perintahkan oleh Feng Syhun, setelah beres mereka keluar dan mengajak Liuliu, Xi Jinping dan Wang Long keluar untuk mencari makan sekaligus melihat-lihat isi kota Cahaya di siang hari.
Tak lama mereka semua sudah sampai di rumah makan yang cukup besar, dan memesan makanan yang tersedia di sana.
Mereka makan cukup tenang tidak ada gangguan karena kota Cahaya itu adalah kota yang terkenal paling aman di daratan timur.
Entah itu karena kota ini, adalah kota yang di tinggali oleh Dewi Cahaya, atau karena memang orang-orangnya yang selalu ramah tanpa memikirkan suatu permasalahan.
***
Di kediaman Shui Liu Xiang, pagi ini sudah mulai sibuk di tambah Shui Liu Xiang menerima data siapa saja yang menjadi korban dan mati dalam perang dengan daratan selatan, dan itu cukup menyita waktu para petinggi dari daratan timur dan juga Shui Liu Xiang.
Shui Liu Xiang memberi perintah, pada orang-orangnya untuk melanjutkan pekerjaan! Karena dirinya akan menemui anaknya kembali yang sudah tinggal lagi di ruang dimensi miliknya.
Shui Liu Xiang bisa mempunyai ruang dimensi setelah melewati pengetahuan puncak tentang elemen cahaya, maka dari itu dia bisa memiliki ruang dimensi sendiri meski ruang itu seperti alam kekosongan belak.
Tapi itu merupakan perjuangan yang sangat bagus, dan kenapa ruang dimensi itu cukup mudah di tembus dari luar, oleh orang yeng lebih hebat darinya.
Yaitu saat dia melahirkan pernah di tembus oleh orang tua berbaju putih dan berambut putih dan panjang, di tambah aura itu sampai bocor.
Karena ruang dimensi itu belum sempurna terbentuk, dan itu di karenakan tingkat kultivasi Shui Liu Xiang masih di ranah dewa.
Shui Liu Xiang sudah berada di ruang dimensi miliknya, dan langsung melihat anaknya yang sedang berlarian bermain bersama Dewi Sutra Cahaya Intan.
"Liu, kemari nak!" ucap Shui Liu Xiang setelah melihat anaknya dan segera memanggil.
__ADS_1
Liu Xiaobo yang melihat ibunya ada di sana langsung berlari kepada Shui Liu Xiang dan segera memeluknya.
"Ibu.!!" ucap Liu Xiaobo.
"Sini, E'Rzi mari kita makan!" ucap Shui Liu Xiang.
Sebenarnya Shui Liu Xiang melihat perubahan Liu Xiaobo untuk saat ini masih tetap terkejut, tapi dia menahan diri dan mulai ingin membiasakan diri melihat keanehan pada anak laki-lakinya.
Karena Liu Xiaobo sekarang sudah setara dengan anak 10 tahun pada umumnya, bahkan benar-benar mirip tidak ada yang janggal.
Mereka berdua makan di sana dengan riang, di temani Dewi Sutra Cahaya Intan di samping mereka.
***
Di hutan kematian, muncul portal dimensi dengan aura kegelapan yang sangat kental, bahkan para hewan buas yang ada di sana menjauh dari munculnya portal dimensi yang secara tiba-tiba itu.
Muncul setelahnya 10 siluman dengan bentuk hampir menyerupai campuran manusia dan hewan buas serigala salju. Yang memiliki bulu putih hampir kecoklatan.
Dia adalah para siluman khusus yang di kirim oleh para petinggi, dari bawahan Raja Kehancuran Genosida!.
Ada tiga kelompok siluman yang di perintahkan untuk ke alam lain yang berbeda, mereka yang di utus adalah para siluman yang kuat-kuat dari para ras siluman tertinggi.
Mereka menapaki hutan kematian, dan para hewan buas langung berlarian karena takut akan tekanan yang di rasakan keluar dari siluman yang datang itu.
***
"Yue'er, Liuliu apa kalian merasakan tekan ini?" ucap Feng Syhun setelah menelan makanan yang sedang di kunyah.
"Apa mereka juga ada di alam ini?" ucap Ye Yue pada Feng Syhun.
Ye Yue bertanya demikian karena dia sudah yakin bahwa yang sekarang tekanan itu di rasakan adalah Energi Ki hitam milik siluman.
Dia tahu akan hal itu karena dia pernah bertemu beberapa kali dengan siluman saat sedang bersama Feng Syhun.
"Sepertinya setiap alam ada saja siluman yang memang musuh alami dari para kultivator!" ucap Feng Syhun.
"Tuan apa kita harus menghadapi mereka di alam ini?" ucap Liuliu bertanya pada Feng Syhun.
"Aku cukup penasaran, segera kita lihat seperti apa wujud siluman di alam ini!" jawab Feng Syhun.
Dengan cepat mereka menyelesaikan makannya dan segera membayar lalu pergi dengan cepat ke arah hutan kematian dimana aura itu muncul.
Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu, Xi Jinping dan Wang Long kini sudah sampai di pinggiran hutan kematian di bagian barat daratan timur, mereka merasakan tekanan itu semakin kuat dan sedang mendekat ke arahnya dengan cepat.
"Cepat masuk lebih dalam kita lihat meraka di sana!" ucap Feng Syhun dengan semangat.
__ADS_1
Feng Syhun semangat karena dia sudah cukup lama tidak membunuh siluman, sehingga Feng Syhun saat ini sangat bersemangat.
Setelah masuk cukup dalam dan di sana terlihat banyak binatang buas yang berlarian menjauh kesana kemari seperti sedang di buru oleh para pemangsa.
"Tuan cukup kita tunggu di sini, merak sedang mengarah ke kita dan sepertinya merak sudah merasakan keadaan kita di sini!" ucap Liuliu memberitahu Feng Syhun dan semuanya.
"Baiklah, Liuliu!" ucap Feng Syhun menjawab singkat.
Lima orang itu berdiri di sana dengan tenang, merak berdiri di atas batang pohon yang tinggi agar bisa melihat ke segala arah dengan jelas.
Dari kejauhan muncul 10 siluman dengan tubuh setengah manusia dan setengah hewan serigala salju dengan cepat berhenti di tempat tidak jauh dari Feng Syhun dan yang lainya berada, dengan muka buasnya mereka memandang liar ke arah Feng Syhun dan yang lainya berdiri di atas pohon.
"Ha-ha-ha-ha-ha,,,, Aku menemukan korban pertama dari orang penghuni alam ini!" ucap salah satu dari ke 10 siluman itu dan di sebelum berucap tertawa terbahak-bahak terlebih dulu.
"Kau memang sangat pintar mencari mangsa kawan!" ucap salah satu temannya mendukung.
"Jangan lupa, di analisis terlebih dahulu sebelum memangsa mereka!" ucap kapten tim pasukan siluman serigala salju.
Siluman yang tadi ingin memangsa dengan cepat hanya menganggukkan kepalanya dengan kecil tanda dia menyetujui ucapan kapten timnya.
Not.
\=\=\=\=
(E'Rzi) Adalah panggilan untuk anak laki-laki oleh orang tuanya, dari panggilan Tionghoa.
Apa bila ada salah penulisan mohon maaf, hanya mengetahui sepenggal.
\=\=\=\=
\=
Bersambung.
\=
LIKE' dan komentar yah jangan lupa.
Terimakasih buat para pembaca novel ini.
Tunggu terus update selanjutnya.
Maaf untuk kemarin tidak update karena akhir bulan.
Terimakasih.
__ADS_1
...