
Kine Ye Yue, Feng Syhun dan Han Shou mendatangi arena pertarungan di halaman beladiri murid luar no 15.
Sedangkan nak buah dari pemuda narsis yang akan menjadi lawan Ye Yue di pertarungan kali ini masih sibuk mondar-mandir memberikan pengumuman kepada semua anak murid di halaman beladiri murid luar no 15.
Setalah beberapa lama orang-orang dari halaman beladiri murid luar no 15 itu kumpul semua di arena pertarungan yang ada di halaman beladiri itu.
Ye Yue langsung saja menuju arena pertarungan dia berdiri di tengah-tengah arena dan memandang ke sekeliling penonton yang ada di sana.
"Hemm cukup banyak juga murid di halaman beladiri ini!" gumam Ye Yue.
Pemuda narsis itu setelah melihat Ye Yue naik dan berada di arena pertarungan dia juga bergegas naik pula.
Pemuda narsis itu berjalan dengan gayanya yang so keren dengan bergaya melambaikan tangan seakan dia adalah idola di halaman beladiri murid luar no 15 itu.
Sebenarnya rata-rata dari para penonton itu melihat gaya pemuda itu hendak muntah akan tetapi dia tidak berani berkomentar langsung hanya memaki dalam hati saja.
Karena pemuda itu masih kerabat dari salah satu Tetua di Sekte Langit Penguasa ini sehingga anak murid di halaman beladiri itu segan untuk berbuat maslah denganya.
"Barani juga wanita itu menantang dia, semoga saja wanita itu bisa membuat nya mengenaskan di pertarungan ini!" ucap salah satu dari para penonton.
"Kau benar aku ingin sekali melihat dia terkapar tidak berdaya, biyar gaya narsis nya hilang." jawab salah satu orang yang berdiri di sampingnya.
"Aku pun berfikir demikian." ucap orang lainya.
Di atas arena Ye Yue melihat pemuda narsis itu banyak bergaya membuat semakin jengah saja, karena sifat Ye Yue yang cukup bar-bar sehingga melihat hal yang seperti itu ingin dia menghajar habis-habisan.
Feng Syhun yang berdiri di samping Han Shou berbicara.
"Han Shou apa kau bisa merasakan aura adikmu yang mana?" ucap Feng Syhun.
Han Shou setelah di ingatkan lewat pertanyaan dari Feng Syhun akhirnya ingat, segara saja dia melacak dan mulai merasakan aura dari masing-masing orang yang berkumpul di arena pertarungan itu.
Setelah beberapa saat akhirnya Han Shou merasakan aura yang familiar di rasakan dan dia segera membuka mata lalu menengok ke arah yang aura itu pancarkan.
"Kaka Feng Syhun, ayo ikuti aku! aku sudah menemukan Han Shen." ucap Han Shou.
Belum juga ada jawaban dari Feng Syhun, dia langsung saja berjalan menuju tempat yang tadi dia sempat menengok.
Setelah sampai di belakang orang yang menurut Han Shou aurany di kenal dia mulai memanggilnya.
"Han Shen, apa itu benar dirimu?" ucap Han Shou dari arah belakang pemuda yang sedang memandang dengan lekat ke arah arena pertarungan.
Pemuda itu menengok ke arah belakang karena ada yang memanggil nya, setalah menengok ke arah suara itu. Dia begitu kaget karena merasa sangat mengenali dirinya.
__ADS_1
"Kaka Shou?" ucap pemuda itu yang tidak lain adalah Han Shen.
"Shen itu kah kau?" ucap Han Shou.
Merka berdua langsung berpelukan melepaskan rasa kangen antara Kaka beradik itu. Meski umur mereka Anya terpaut 3 tahun saja akan tetapi Han Shen sangat menghormati kakanya itu.
Begitupun sebaliknya Han Shou sangat menyayangi adiknya meskipun Han Shen adalah tipe orang yang sedikit bar-bar karena jarang mendengar dan menuruti perintah orang tuanya dan selalu berbuat yang menurut dia senangi.
Mereka berdua cukup lama berpelukan sampai merasa puas akhirnya keduanya selesai.
"Kenapa Kaka Shou bisa berada di sini bagaimana bisa apa Kaka masuk Sekte Langit Penguasa juga?" ucap Han Shen.
"Tidak ceritanya panjang! Ahh Iyah kenalkan ini Kaka Feng Syhun." ucap Han Shou sambil menunjuk ke arah Feng Syhun.
"Salam kenal aku Feng Syhun!" ucap Feng Syhun, sambil menangkupkan tangannya memberi salam hormat.
"Iyah salam kenal juga Kaka Feng! Aku Han Shen." ucap Han Shen membalas perkenalkan Feng Syhun.
"Apa dia di panggil Kaka olah Ka Shou? Aku rasa dia seumuran denganku!" gumam Han Shen sangat pelan, tapi Feng Syhun masih bisa mendengar dengan jelas.
Tanggapan Feng Syhun dengan gumaman itu hanya tersenyum kecil, dia tidak berkata sesuatu pun.
"Ayo Shen kita cari tempat yang aman Kaka banyak pertanyaan yang harus di tanyakan." ucap Han Shou mengajak adiknya itu untuk pergi.
"Mari Kaka ikuti aku!" ucap Han Shen.
Han Shen berjalan di depan karena dia yang cukup tau wilayah halaman beladiri murid luar no 15 itu.
Han Shou mengikuti langkah adiknya begitu pula dengan Feng Syhun, akan tetapi Feng Syhun sebelum melangkah mengikuti Han Shou dan Han Shen dia menoleh ke arah Ye Yue dan berkata pada Ye Yue lewat telepati Sistem.
"Yue'er, kami sudah menemukan Han Shen maka dari itu selesaikan dengan cepat!" ucap Feng Syhun pada Ye Yue.
"Baik Gege!" jawab Ye Yue.
Setelah mendengar ucapan Ye Yue dia sebenarnya ingin bersenang-senang dengan melawan pemuda narsis itu.
"Huff aku berniat ingin menyiksanya terlebih dahulu!" ucap Ye Yue sedikit kecewa.
Ye Yue sudah berhadap-hadapan dengan pemuda itu, dia melihatnya begitu jengah.
"Benar juga menurut Gege Syhun, bereskan dengan cepat bila lama-lama bisa muntah darah aku!" gumamnya.
"Mari kita mulai apa kau siap untuk sekarat?" ucap Ye Yue pada pemuda itu.
__ADS_1
"Hahahaha!!" tawa pemuda itu sebelum menanggapi omongan Ye Yue.
"Siap yang memberi keberanian pada mu nona cantik?" ucap pemuda itu.
"Sudah jangan banyak bicara yang tidak penting! Maja sekarang saja." jawab Ye Yue pada pemuda itu.
Setelah mendengar jawaban Ye Yue yang begitu merendahkan dirinya dia langsung meledak keluar amarah dalam dirinya.
"Nona cantik tadinya aku hendak mengampuni mu bila saja kau mau melayani ku dengan lembut dan penurut!" ucapan pemuda itu dengan wajah yang begitu marah.
Ye Yue mendengar ucapan itu menjadi ingin lebih cepat menghabiskan pemuda itu.
"Jangan banyak bicara yang tidak jelas, capat serang aku atau aku serang dirimu lebih dulu?" ucap Ye Yue.
"Kurang ajar, mati saja kau!" ucap pemuda narsis itu.
Pemuda itu menerjang dengan tangan kosong dengan mengalirkan penuh Energi Ki pada tangan kanannya dan menggunakan jurus yang begitu hebat yang dia miliki.
Memang gerakan pemuda itu begitu cepat sampai sulit buat di ikuti oleh para penonton di pinggir arena pertarungan.
Akan tetapi di mata Ye Yue gerakan itu sangatlah lambat dan mudah sekali untuk di tebak.
Sehingga Ye Yue tidak bergerak sama sekali dari tempatnya, dia menyambut pukulan tangan kosong pemuda itu dengan mudah.
Boooomm....!!!
Suara ledakan yang cukup besar karena benturan Energi Ki yang cukup tinggi.
"Uhuk uhuk uhuk!!" suara batuk yang begitu memilukan setelah suara ledakan hilang dari hasil benturan kekuatan itu.
Semau penonton mengira itu suara batuk dari Ye Yue yang mengalami kekalahan setelah debu mulai menghilang, Ye Yue masih berdiri tegak dan melihat pemuda yang menjadi lawanya berlutut dengan tangan kiri memegang dadanya yang mendeyut begitu sakit.
"Kurangajar kenapa dia begitu kuat, padahal aku merasakan dia hanya berada di Ranah Penyempurnaan Inti Ki Tingkat Menengah! seharusnya tidak sekuat ini!" ucap pemuda narsis itu.
\=
\=
LIKE' yah.
Maaf Author update jarang karena kekurangan ide, bila para pembaca mempunyai ide kereasi, untuk capter selanjutnya bisa tinggalkan di komentar Terimakasih.
...
__ADS_1