Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Sayap Cahaya Pemusnah


__ADS_3

\=


\=


Dewa perkasa dan dewi kesederhanaan masih tercengang dengan perkataan Zius barusan, entah itu mereka salah dengar atau Raja Zius yang salah bicara, yang pasti keduanya sangat terkejut.


"Yang mulia Zius apa yang anda katakan barusan?" Dewa perkasa sangat penasaran dengan ucapan Zius yang baru saja di ucapkan.


"Apa maksudnya akhir dari alam dewa sejati ini?" lanjut dewa perkasa lebih memperjelas.


Dewi kesederhanaan juga sangat menantikan penjaelas dari Raja Zius, karena dia juga ingin tahu jawaban Zius atas ucapannya barusan.


"Sebenarnya, kejadian seperti ini sudah di prediksi dalam sejarah alam dewa sejati oleh orang-orang terdahulu! Di dalam sejarah itu tercatat, bahwa akan ada sekelompok orang yang datang dengan salah satu dari mereka, memiliki sayap cahaya pemusnahan maka alam ini akan berakhir!" ujar Zius masih melihat ke atas, tatapan dirinya seperti kosong.


Yang di lihat Zius maupun semau orang adalah Ye Yue, dia terbang ke atas cukup tinggi dan menumbuhkan sayap yang sangat panjang dan lebar.


Sayap ini terbuat dari cahaya yang di padatkan, setelah membentang begitu panjang dan lebar seketika di kepakan sekali oleh Ye Yue, bunyi desingan seperti ribuan pedang bergegas terdengar.


Bahkan Feng Syhun langsung mengerutkan dahinya dan sedikit memejamkan matanya, karena telinganya seperti di tusuk ribuan jarum.


"Apa ini kekuatan sebenarnya dari Yue'er?" gumam Feng Syhun.


Dia masih memandang ke atas bahkan semua orang hampir memandang ke atas bersamaan, ketika Ye Yue mengepakkan sayap sekali bunyi desingan sangat keras dan angin panas sangat kencang berhembus ke segala arah.


Dewi kemarahan sanggat tertekan dengan perubahan yang dia alami Ye Yue saat ini, karena dirinya yang paling dekat dengan Ye Yue sehingga dampak dari itu semua dia rasakan olehnya lebih kuat.


Baru saja mundur perlahan, Ye Yue dari atas memandang dirinya sangat tajam! Mata yang putih keemasan memandang dirinya seperti hendak menusuk dalam tubuh dirinya seketika.


Tidak terasa keringat dingin mengucur ke dahi miliknya, dewi kemarahan sampai tidak bisa berkata-kata, padahal dirinya paling suka dan paling tidak bisa menahan berkata kasar dan makian terhadap musuhnya, namun entah kenapa sekarang lidahnya terasa kelu.


Setelah pandangan Ye Yue yang menusuk dirinya, dia langsung mencoba menguatkan.


"Kau yang bilang aku gadis lemas, akan ku tunjukkan siapa yang lemah sebenarnya!" ucap Ye Yue dengan tenang.


Suaranya begitu menggema, bahkan semua orang bisa mendengar sangat jelas ucapan Ye Yue barusan.


"Terima ini, serangan bulu sayap cahaya pemusnah!" ucap Ye Yue.


Dengan gerakan sangat cepat sayap itu mengepak dua kali lalu ratusan bulu dari sayap cahaya itu melesat keluar.


Wooss..

__ADS_1


Wooss..


Ratusan bulu itu awalnya berpencar begitu jauh seperti tidak terarah bahkan berkesan seperti serangan membabi buta, tapi setelah melesat cepat bulu bercahaya itu langsung mengarah ke satu titik dan itu mengarah ke dewi kemarahan.


Semua orang baru menyadari setelah bulu cahaya yang seperti pedang tajam itu langsung mengarah ke dewi kemarahan dengan ujung yang runcing mengarah ke bawah.


Bulu yang tadinya terpental ke segala arah akibat kepakan sayap yang begitu cepat, kini langsung fokus mengarah ke dewi kemarahan.


Ye Yue dari atas langsung melambaikan tangannya, setelah lambaian tangan dari Ye Yue.


Bulu tajam terbang ke arah dewi kemarahan dengan di iringi suar menderu yang sangat mencekam.


Dewi kemarahan langsung terkesiap sebentar lalu memegang erat pedang panjang miliknya bersiap menghadapi serangan bulu cahaya milik Ye Yue.


"Adik hati-hati, aku sangat malu jika tidak bisa melindungi mu!" ucap dewa pemalu langsung bergerak dengan kecepatan secepat yang dia miliki.


Setelah bulu itu hampir mengenai dewi kemarahan, dewa pemalu hampir sampai dan dia langsung mengibas dengan kipas yang di gunakan sebagai senjata, angin kencang berhasil menggoyahkan laju bulu itu sehingga berbelok arah.


Wooss..


Namun masih cukup banyak yang tidak terkena dampak kibasan kipas dari dewa pemalu itu.


Tring..


Tring..


Meskipun dewi kemarahan sudah menangkis cukup banyak, bulu cahaya yang kerasnya menyamai logam beberapa tetap mengenali tubuhnya.


Ehhkk..


Dewi kemarahan menahan sakit di beberapa bagian tubuhnya karena banyak yang terkoyak, akibat tergores bulu cahaya itu, yang paling parah ada tiga bulu yang menancap sangat dalam di bahu sebelah kanan dan satu bulu di bagian paha dan betisnya.


Setelah itu dia langsung jatuh berlutut menahan rasa sakit yang sangat menyengat itu, karena bulu itu sangat panas! Bahkan kulit yang terkenal tusukan dari bulu itu tidak mengeluarkan darah melainkan langsung gosong seperti terbakar.


Di tambah energi dalam bulu cahaya itu mengacaukan energi Ki milik dewi kemarahan! Agar tidak bisa menahan rasa sakit yang di rasa.


"Kurang ajar kau bocah lemah!" ucap dewi kemarahan.


Dia langsung mencabut bulu itu dengan cepat, namun bulu itu setelah di cabut mengoyak daging itu seperti anak panah yang mekar, sehingga sangat sakit lagi.


"Aaahhhkk..!" Teriak dewi kemarahan.

__ADS_1


Karena setelah menancap, bulu yang tadinya runcing secepatnya mekar ke sisi kiri dan kanan, untuk mengunci ke dalam daging.


Jurus ini sangat mengerikan, di cabut mengoyak daging yang tertusuk! Sedangkan di biarkan menyiksa dengan panas yang sangat mengerikan.


"Cepat kakak bantu aku mencabut bulu ini!" ucap dewi kemarahan.


Dia sudah tidak kuat menahan rasa sakit daging yang seperti terbakar itu, karena tidak bisa menahan rasa sakit yang di rasa dengan energi Ki miliknya membuat dia lebih memilih di cabut keren setelah di cabut rada sakit itu bisa sedikit di tahan.


Dewa pemalu langsung mencabut bulu yang ada di paha dan betis dewi kemarahan.


"Aaakkkh..!"


Teriak dewi kemarahan, sangat kesakitan karena dia merasa empat bulu yang di cabut sekaligus, di kaki dua dan di dada sebelah kanan dua juga.


Di dada sebelah kana dia sendiri yang mencabut, meskipun sudah siap dengan rasa sakitnya namun tetap saja dia merasakan sakit yang sangat parah.


Setelah sarang itu Ye Yue tersenyum, tapi bagi orang-orang penghuni alam dewa sejati senyuman itu sangat mengerikan.


"Yue'er, itu sangat mengejutkan!" ucap Feng Syhun kepada Ye Yue dari bawah cukup jauh.


Ye Yue menengok ke arah Feng Syhun dan kembali tersenyum, bagi Feng Syhun senyuman itu sangat nyaman dan menyenangkan tapi bagi tujuh dewa-dewi dan Zius maupun 200 pasukan itu adalah sebuah senyuman ancaman.


Setelah melihat senyuman Ye Yue, Feng Syhun langsung mengalihkan pandangan pada Zius! Dia sudah meyakinkan bahwa Ye Yue tidak terjadi apa-apa terhadap dirinya.


Menurut Feng Syhun itu hanya peningkatan kekuatan Ye Yue saja sehingga tidak perlu di khawatirkan sama sekali.


Yang ingin dia lakukan sekarang adalah menjalankan misi terlebih dahulu, baru menyusun langkah lain.


Feng Syhun memegang pedang empat mata dengan erat, lalu mengalihkan Energi Ki pada pedang itu cukup banyak.


Seketika pedang itu mengeluarkan asap tipis, seperti hendak terbakar oleh Energi Ki milik Feng Syhun saat ini.


"Saatnya menyelesaikan misi!" gumam Feng Syhun dengan tatapan mata yang tajam mengarah ke Zius.


Zius yang masih memandang Ye Yue kini merasakan ancaman yang lebih berbahaya di rasakan, akhirnya Zius sadar lalu memandang Feng Syhun! Zius cukup terkejut.


Bahkan tidak terasa dirinya mundur satu langkah karena tertegun dengan pandangan tajam Feng Syhun.


\=


\=

__ADS_1


...


__ADS_2