
\=
\=
Ribut-ribut di depan gazebo yang di tempati oleh Feng Syhun dan keluarganya membuat orang-orang antusias untuk menontonnya, tapi mereka tidak ingin ikut campur.
Yang pertama mereka cukup takut dengan nama perampok hutan mati sedang yang kedua mereka ingin melihat kehebatan Feng Syhun dan orang-orang yang bersamanya.
Karena hampir semua orang yang ada di rumah teh sederhana itu tau kehebatan Feng Syhun, maka dari itu mereka ingin melihat apa Feng Syhun mampu menghadapai perampok hutan mati, karena sudah dari dulu Sekte Langit Penguasa yang sekarang berubah menjadi Sekte Fajar Langit Dunia tidak pernah berhasil menangkapnya.
Dan kelompok perampok hutan mati selalu bisa kabur dari kejaran orang-orang Sekte Langit Penguasa!.
Karena mereka melihat langsung kehebatan Feng Syhun di kompetisi pertarungan antara benua, yang begitu memukau dan mencengangkan!.
Membuat orang-orang itu berfikir apa Feng Syhun mampu mengalahkan gerombolan rampok hutan mati dengan mudah apa akan terjadi pertemuan yang sangat dahsyat.
"Apa kau yakin anak muda Feng Syhun bisa mengalahkan para perampok hutan mati?" ucap salah seorang pengunjung di gazebo lain.
"Apa kau bodoh? Feng Syhun sangat kuat pada aksi terakhir di arena pertarungan antara benua saja, sangat mengerikan! bisa menarik jurus mematikan wanita cantik yang sangat hebat kan?" jawab teman yang tadi di ajak bicara oleh orang sebelahnya.
"Iyah aku memang melihatnya, tapi apa kau tidak ingat sejak dulu perampok itu selalu lolos dari kejaran Sekte Langit Penguasa?" jawab orang yang bertanya pertama.
"Memang ingat tapi aku memiliki pemikiran buruk, terhadap orang-orang yang mengejar itu seperti di sogok saja oleh mereka dengan harta!" jawab temanya enteng.
"Ada benarnya juga kata-kata mu teman!" jawab orang satunya.
Baru saja mereka akan melanjutkan perbincangan di antara mereka tapi di depan gazebo yang Feng Syhun tempati kini mulai memanas dan mereka akhirnya lebih memilih menyudahi percakapan mereka dan memilih fokus menonton saja.
"Bocah apa kau meremehkan ku?" bentak kepala rampok hutan mati.
"Memang! Kalian semua tidak pantas melawan orang tua kami!" ucap Feng Syhun.
"Gege, ayah cukup aku saja yang melawan mereka!" ucap Ye Yue.
Kelompok rampok hutan mati sangat marah mendengar perkataan Feng Syhun dan Ye Yue! Menurut mereka itu adalah penghinaan yang sangat berlebihan.
Merak adalah kelompok rampok yang di takuti di sepanjang hutan mati di bagian selatan benua tengah.
__ADS_1
" Apa? Orang-orang ini hanya akan melawan kami hanya dengan satu bocah perempuan!" ucap salah satu anggota rampok hutan mati.
"Sudah sejak di kompetisi pertarungan antara benua tanganku sudah gatal!" ucap Ye Yue.
Setelah Ye Yue berucap dia berjalan keluar gazebo dari Feng Syhun, Ye Wan maupun yang lain tidak melarang keinginan Ye Yue itu.
Mereka hanya perlu mendukung dan menonton saja, bila Ye Yue kesulitan menghadapi mereka baru lah mereka akan ikut turun tangan.
"Bocah manis! Dari pada melawan kami lebih baik puaskan kami saja, itu lebih baik! Ha-ha-ha-ha." ucap ketua kelompok rampok hutan mati, dan dia langsung tertawa keras.
Ha-ha-ha-ha..!!
Semua anak buah rampok hutan mati itu tertawa berbarengan mendengar perkataan ketua mereka dan ikut menimpali ketua mereka yang tertawa lepas.
Dari dalam ruangan tempat kerjanya pemilik rumah teh sederhana itu keluar dan dia sangat ketakutan, karena mendapat info bahwa yang tadi membuat kekacauan adalah kelompok rampok hutan mati.
Bahkan yang bikin lebih ketakutan yaitu kelompok rampok itu mulai beraksi merampok pengunjung yang ada di rumah teh sederhana nya!.
Setelah melihat sendiri dia baru percaya sepenuhnya pada pegawai rumah teh sederhana miliknya, dia hanya bersembunyi di pinggiran memperhatikan perdebatan kelompok rampok hutan mati dengan kelompok yang di duga orang penting dari Sekte Fajar Langit Dunia.
Ye Yue yang mendengar omongan ketua kelompok rampok hutan mati, bahwa dia lebih baik melayani kepuasan mereka semua menjadi tambah marah.
Woosss...!!
Boommm..!!
Suara benturan yang sangat kuat terjadi begitu saja di lantai depan gazebo, dan kini debu mulai mengepul meski tidak terlalu tebal.
Tawa orang-orang itu seketika langsung berhenti bersama dengan dentuman keras di sana!.
Hanya ada suara dentuman satu kali dan suara tawa mereka langsung menghilang seketika, orang-orang itu langsung menyebar mundur karena dentuman itu terjadi di depan mereka persis.
"Apa yang terjadi?" ucap seseorang kelompok rampok hutan mati pada temanya.
"Aku juga tidak tau apa yang terjadi barusan!" jawab teman sesama kelompok perampok hutan mati.
Setelah debu menghilang dengan sempurna di bawa tiupan angin semilir di rumah teh sederhana, kini mereka melihat di depannya! Ketua kelompok rampok hutan mati dalam posisi tergeletak di tanah dengan kepala amblas ke dalam tanah.
__ADS_1
Dan Ye Yue berpose menantang mereka sedang menginjak kepala kelompok yang sudah hampir tidak terlihat karena amblas masuk ke dalam tanah, bahkan tanah di sana membentuk cekungan retak yang cukup dalam.
Kondisi ketua kelompok rampok hutan mati belum di ketahui apakah sudah mati atau hanya tidak sadarkan diri!.
Semua anak buah kelompok rampok hutan mati langsung tercengang melihat ketua mereka yang biasa mereka andalkan dan di sanjung-sanjung setiap ketua mereka bertarung.
Tapi kini belum juga bertarung sudah di buat terkapar tidak berdaya!.
"Sekarang giliran kalian para rampok kelas teri untuk merasakan apa yang ketua kalian rasakan saat ini!" ucap Ye Yue dengan menunjuk mereka semua.
Beberapa dari mereka ada yang hampir jatuh karena lutut mereka bergetar akibat ketakutan akan ancaman Ye Yue, bahkan untuk berbicara saja mereka tidak mampu.
"Jangan bengong cepat kepung dia dan habisi bersama-sama, dia hanya seorang diri dan cuma bocah ingusan belaka!" ucap salah satu teman rampok hutan mati.
"Benar mari kita bantai beramai-ramai, itu lebih baik!" jawab teman satunya lagi.
Dua orang yang tadi berbicara kini mengambil senjata andalan mereka dari cincin penyimpanan masing-masing.
Semua kelompok rampok hutan mati kini mengikuti dua orang temanya yang mengambil senjata, dan bersiap untuk menyerang Ye Yue yang masih berdiri dengan posisi menginjak kepala ketua mereka.
"Mau maju sekalian yah, baiklah itu lebih baik tidak merepotkan untuk membantai kalian satu-satu!!" ucap Ye Yue.
"Kurang ajar, mari teman serang dia dengan serentak!" ucap orang yang paling di muka.
Setalah ucapan itu selesai orang yang lebih dari sepuluh orang itu menerjang menuju Ye Yue dengan sebat dan senjatanya masing-masing!.
\=
\=
LIKE' yah.
Terimakasih buat para pembaca novel ini.
Dukung dengan cara memberi like, komentar hadiah dan vote.
Tunggu terus update selanjutnya.
__ADS_1
...