
\=
\=
Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping sudah sampai di pusat kota teratai biru, di sana terdapat halaman cukup luas dan bila kota ini terus beroperasi dan banyak penduduk mungkin di sini bisa di bilang alun-alun kota teratai biru.
Karena banyak terdapat beberapa bangunan dari kedai makanan, dan rumah penginapan tapi sekarang itu hanya tinggal bangunan usang yang tidak terurus bahkan bisa di bilang itu hampir rusak di beberapa bagian.
Meski ada beberapa yang masih menginap di sana tapi itu hanya orang yang kebetulan melewati kota teratai biru ini dan itupun sudah kemalaman di jalan sehingga membutuhkan penginapan.
Feng Syhun berdiri di tengah-tengah halaman yang luas itu, dan dengan menggunakan elemen tanah miliknya dia membentuk lubang yang cukup lebar di permukaan tanah itu menuju ke bawah.
Setelah terdapat lubang cukup dalam lubang itu membentur suatu dinding misterius lubang itu sangat dalam, bahkan dinding itu memiliki warna biru gelap karena susah untuk di lihat dengan jelas dari atas, itu karena di dalam sana begitu gelap.
Sedikit orang yang memang masih setia menetap di kota teratai biru itu tidak berani ikut campur urusan empat pemuda yang ada di halaman luas dan sedang melakukan hal yang menurut mereka aneh.
Hanya beberapa dari mereka berbisik-bisik saja tanpa berani melarang ataupun memberi teguran.
Tidak lama kemudian setelah Feng Syhun selesai dengan membuat lubang cukup besar pada tanah di tengah-tengah halaman itu,
dari kejauhan pak tua penjaga gerbang kota teratai biru datang dengan cepat menemui Feng Syhun dan yang lainya.
"Nak, apa yang kalian lakukan di sini?" ucap pak tua penjaga gerbang kota teratai biru.
"Pak tua, kami sedang melakukan penelusuran kota teratai biru ini! Dan sudah meminta izin pada walikota kota teratai biru!" ucap Feng Syhun yang di tanya oleh pak tua penjaga gerbang kota teratai biru.
Setelah mendengar penjelasan dari Feng Syhun pak tua penjaga gerbang kota teratai biru hanya bisa diam dan pasrah apa yang akan di lakukan oleh Feng Syhun selanjutnya dia hanya bisa mendukung dan melihat.
Itu karena bila walikota kota teratai biru sudah memberi izin maka semua penduduk maupun yang lain hanya bisa mengikuti apa kata walikota kota teratai biru.
Pak tua penjaga gerbang dia datang ke tempat Feng Syhun melakukan penelusuran karena dia mendapatkan laporan dari beberapa orang penduduk kota teratai biru itu, bahwa ada empat pemuda yang sedang melakukan kegiatan aneh.
Karena meras dia sebagi penjaga dan keamanan kota teratai biru ini maka jiwanya terpanggil untuk melakukan tugasnya dengan baik tidak melalaikan.
Dan setelah sampai di sana yang di bicarakan orang-orang bahwa ada empat pemuda dan pemudi yang aneh adalah Feng Syhun dan lainya.
__ADS_1
Dengan segera pak tua penjaga gerbang kota teratai biru menegur kepada Feng Syhun, tapi jawaban Feng Syhun sudah cukup membuat pak tua penjaga gerbang itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi sehingga dia hanya bisa diam.
"Baiklah bila walikota kota teratai biru sudah memberi izin maka aku hanya bisa mendukung!" ucap pak tua penjaga gerbang kota teratai biru.
"Baiklah pak tua, kami semua akan memasuki lubang yang kami buat ini, bila lubang ini tertutup seperti sedia kala pak tua penjaga gerbang, kembali bekerja seperti biasa saja!" ucap Feng Syhun memberi nasehat.
Tanpa menunggu Jawaban dari pak tua penjaga gerbang kota teratai biru, Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping langung melompat turun ke bawah kedalam lubang yang sudah di buat oleh Feng Syhun.
Karena lubang itu cukup dalam memasuki bawah tanah sehingga cukup gelap, Ye Yue langung mengeluarkan cahaya pada ujung jari telunjuknya! Seketika lubang itu langung terang benderang.
Akan tetapi mereka berempat masih melayang turun ke bawah dan belum ada tanda-tanda, mereka sampai ke dasar dari lubang yang Feng Syhun buat.
Setelah beberapa saat mereka berempat melayang jatuh ke bawah, mereka semua merasakan sudah sampai di dasar lubang dan menyentuh suatu dinding yang keras.
Karena sudah sampai di dasar, Feng Syhun melihat ke atas dan hanya terlihat titik kecil cahaya yang bersumber dari lubang di permukaan halaman kosong kota teratai biru.
Dengan segera Feng Syhun menyentuh tanah di bagian pinggir lubang itu, dan sekita lubang di atas mereka langsung tertutup dengan rapat dan sempurna.
Pak tua penjaga gerbang itu melihat tanah yang tadi berlubang, kini sudah tertutup rapat dan sempurna seperti sedia kala! Pak tua penjaga gerbang kota teratai biru itu mengingat kata-kata Feng Syhun bahwa bila tanah berlubang itu tertutup rapat kembali maka dia harus bekerja seperti biasa lagi.
"Liuliu, dinding ini sebenarnya terbuat dari apa Liuliu. Kenapa begitu keras?" ucap Feng Syhun pada Liuliu.
Di sana cukup terang karena Ye Yue menerangi dengan cahaya yang dia keluarkan di ujung jari telunjuknya, dan di sana semua terlihat dengan terang.
Feng Syhun mencoba melakukan penyaluran pergerakan dengan elemen tanah dan menggunakan cukup besar Energi Ki yang dia salurkan akan tetapi dinding itu tidak berubah dan merespon sama sekali.
"Sepertinya terbuat dari suatu bahan langka dan mungkin ini adalah sebuah aterfak penyimpanan!" ucap Liuliu menduganya.
Tapi dugaan Liuliu tidaklah melesat dinding itu memang terbuat dari bahan yang langka dan hanya terdapat di jaman dahulu kala yang terdapat hanya di alam dewa!.
"Lalu bagaimana kita bisa masuk ke dalam?" ucap Feng Syhun karena dia tidak begitu mengerti.
"Karena kita tidak mengetahui bagaimana cara membukanya maka dengan satu cara kita harus menjebolnya!" ucap Liuliu memberi saran.
"Yasudah akan ku lakukanlah segera!" ucap Feng Syhun mengiyakan saran Liuliu.
__ADS_1
Lalu dia hendak segera menjebol dinding itu akan tetapi Liuliu menghentikan dengan lambaian tangan dan berucap.
"Tunggu tuan, bila ini benar-benar Aterfak Penyimpanan maka kekuatan tuan tidak akan bisa menembus dinding ini!" ucap Liuliu.
Feng Syhun tertegun dengan ucapan yang di katakan oleh Liuliu dia hendak tidak mempercayai ucapan Liuliu tapi logika pikiran dirinya menolak dan memilih percaya, karena sejak bertemu dengan Liuliu dia tidak pernah berbohong pada dirinya.
"Bila tidak bisa terus harus bagaimana?" ucap Feng Syhun selanjutnya.
"Kami berdua tuan yang akan menjebolnya!" ucap Liuliu menjawab pertanyaan Feng Syhun.
Setelah menjawab itu Liuliu menoleh pada Xi Jinping! Tanpa berkata sepatah katapun hanya menganggukkan kepalanya Xi Jinping langsung mengerti maksud Liuliu.
Liuliu dan Xi Jinping berjalan sedikit menjauh Feng Syhun dan Ye Yue! Dia berdiri berhadap-hadapan dan dengan kekuatan penuh milik mereka berdua menghantamkan pukulan itu pada dinding yang pijaki.
Boommm..!!
Suara ledakan benturan Energi Ki yang sangat kuat terdengar.
Bahkan tanah yang berada di hadapan mereka dan di atas mereka seakan hendak runtuh menutupi celah yang tidak seberapa itu akan tetapi Feng Syhun menahan itu semua menggunakan pengetahuan elemen tanah miliknya sehingga celah itu tetap terbentuk dengan aman.
\=
Bersambung.
\=
LIKE' DAN KOMENTAR YAH.
Terimakasih buat para pembaca novel ini.
Tunggu terus update selanjutnya.
Terimakasih.
....
__ADS_1