
\=
\=
Mu Yan masih berdiri mematung dan terus saja mengumpat dalam hatinya, dia terus merutuki kebodohan sendiri. Karena sudah meremehkan kekuatan dari Sekte Fajar Langit Dunia.
Awalnya dia sangat yakin bisa menguasai dengan mudah karena sudah mengambil kepercayaan cukup banyak dari pasukan bayangan, dia mencoba menghasut kepada mereka semua bahwa anak-anak yang sangat kuat di balik Sekte Fajar Langit Dunia sudah menghilang dan tidak akan pernah di temukan atau kembali ke Sekte.
Memang banyak yang percaya dengan hasutan Mu Yan, dan setelah di berikan obat penawar bahwa mereka bebas dari ancaman pil pengekang jiwa pelebur raga oleh Patriak! Mereka yang memiliki hati kotor dari awal langsung mendukung pemikiran Mu Yan.
Dan terjadilah pemberontakan dan kekacauan di internal cukup parah, tapi setelah itu mereka yang memberontak akhirnya di singkirkan.
"Andai saja aku bergerak lebih hati-hati dan diam-diam, pasti Sekte Fajar Langit Dunia sudah berada di genggaman ku sekarang!" jerit Mu Yan dalam hati.
"Pemimpin, bagaimana ini?" ucap salah satu petinggi kelompok Rampok Awan Hitam cukup keras.
Mu Yan tersadar dari lamunannya setelah salah satu petinggi memanggilnya barusan, deng sigap Mu Yan menengok pada petingginya tersebut.
"Te-tentu saja kita akan menyerang balik!" jawab Mu Yan sedikit terbata-bata.
Karena dari hati Mu Yan yang paling dalam dia tidak yakin bisa menang, dan kemungkinan menang 5%.
Karena Mu Yan sangat tau seperti apa kekuatan keduanya dari pasukan bayangan dan kolom rampok Awan Hitam, dirinya untuk menghadapi dua orang dari pasukan bayangan Sekte Fajar Langit Dunia di pastikan kalah telak.
Sedangkan melawan seluruh rampok Awan Hitam dirinya bisa mampu seimbang meski bisa di katakan sedikit terdesak.
Akan tetapi dia yakin bisa mengalahkan seluruh anggota rampok Awan Hitam dengan susah payah, tapi untuk menang melawan dua dari pasukan bayangan Sekte Fajar Langit Dunia itu tidak mungkin.
Para kelompok rampok Awan Hitam sudah bersiap siaga di depan pintu gua yang memang memiliki tanah datar yang cukup luas, dengan petinggi rampok Awan Hitam berada di ambang pintu gua.
Mereka terus mengawasi banyak pasukan yang bergerak dengan cepat menuju ke sarang mereka dari kaki gunung.
Mereka semua belum bisa merasakan tingkatan ranah orang-orang yang sedang menuju ke tempatnya karena jarak mereka memang masih cukup jauh untuk mendeteksi musuh berada di tingkatan mana harus masuk dulu dalam jangkauan persepsi kultivator itu sendiri.
Sedangkan jarak persepsi mereka paling jauh hanya 500 meter itupun yang memiliki Mu Yan salah satunya, dan yang terendah 10 meter itu anggota kroco.
***
__ADS_1
"Apa rencana penyerangan kita bocor? Mereka semua sudah siap siaga di atas sana!" ucap Wu An pada orang kepercayaan dirinya sambil menuju ke arah atas di mana terletak gua sarang rampok Awan Hitam.
"Aku rasa merak tau kedatangan kita setelah kita tiba di benua selatan ini pimpinan!" jawab orang kepercayaan Wu An mengutarakan pendapatnya setelah menganalisa.
"Hemm, bisa jadi seperti itu!" gumam Wu An sambil tetap bergerak cepat.
"Semuanya! Kita hampiri sampai di tempat target, bantai semua yang kalian temui!" ucap Wu An pada pasukan bayangan Sekte Fajar Langit Dunia yang ada di belakangnya tanpa menoleh.
Wu An tidak bicara membentak tapi mereka semua bisa mendengar dengan jelas, bisa di katakan pendengaran masing-masing individu pasukan bayangan Sekte Fajar Langit Dunia sangat terlatih.
"Baik pimpinan...!!!" jawab mereka semua hampir serempak.
Dengan semangat yang menggebu-gebu semuanya menambah kecepatan gerak mereka, hingga kini ada yang memilih terbang karena musuh sudah terlanjur melihat mereka sehingga tidak nanggung-nanggung mereka memunculkan diri.
Hanya butuh beberapa saat saja sampai semua pasukan bayangan Sekte Fajar Langit Dunia sudah sampai di tanah datar depan pintu masuk gua.
Meski cukup lebar tenah datar itu tapi sebagai dari pasukan bayangan Sekte Fajar Langit Dunia ada yang hinggap di pepohonan sekitar yang cukup menjulang tinggi, mereka memilih mengambil jarak terlebih dahulu.
Mereka yang di pohon berencana melepaskan beberapa senjata rahasia seperti pisau atau belati, agar bisa membunuh tanpa menyentuh lawan dan bersusah payah.
"Cukup berani juga kalian datang ke markas rampok Awan Hitam benua selatan?" suara dari belakang kelompok rampok Awan Hitam.
Beberapa pasukan bayangan yang melihat Mu Yan langsung geram, itu di karenakan merak pernah di khianati dan di jadikan umpan olehnya, untunglah Patriak Sekte Fajar Langit Dunia mengampuni nyawanya.
Tapi gara-gara itu semua mereka di berikan Segel Pengabdian! Memang segel pengabdian tidak seberbahaya pil pengekang jiwa pelebur raga.
Tapi segel pengabdian di pasang di dantian mereka jika mereka berkhianat maka kultivasi mereka akan meledak dan mereka akan menjadi cacat seumur hidup.
Sebagai Kultivator lebih baik mati daripada cacat seperti itu, karena mereka tidak mau hidup sebagai orang biasa yang akan selalu di tindas dari segala sisi.
Kini korban dari ke egoisan Mu Yan sangat marah dan mereka ingin sekali memenggal kepala Mu Yan dengan pedang dan tangannya sendiri.
"Kau masih bisa bersikap sombong seperti biasanya Mu Yan, meski di hadapkan dengan kenyataan seperti ini?" ucap Wu An yang berdiri paling depan.
Sebenarnya Mu Yan sedari awal juga sudah hancur harapan setelah tau yang datang pasukan bayangan elit Sekte Fajar Langit Dunia.
Tapi untuk memperteguh kelompok rampok Awan Hitam dia seakan paling tegar dan berlagak so hebat, padahal niat di hatinya jika ada kesempatan dia akan kabur.
__ADS_1
Kelompok rampok hutan mati yang hanya bisa merasakan persepsi 10-30 meter saja masih tenang karena mendengar ucapan pemimpin mereka Mu Yan, di karenakan pasukan bayangan berdiri mengambil jarak sekitar 100 meter dari orang-orang kelompok rampok Awan Hitam.
Tapi mereka yang bisa merasakan ranah kultivasi pasukan bayangan yang kini di hadapan mereka, langsung berkeringat dingin! Karena banyak di antara pasukan yang akan menyerang setara dengan pemimpin mereka.
Bahkan tiga di antar mereka lebih kuat, kini di pikiran pasukan rampok Awan Hitam terbesit seperti Mu Yan untuk lari secepatnya.
Tapi untuk lari sekarang mustahil, jika lolos dari pasukan itu dan Mu Yan juga lolos maka mereka akan terus di buru dan cepat atau lambat akan mati juga.
"Apa yang membuatmu berpikir bisa mengalahkan kami semua?" jawab Mu Yan karena sudah kehabisan kata-kata.
Dia tidak ingin melemahkan semangat juang kelompok rampok Awan Hitam, tapi Mu Yan tidak tau 20% dari kelompoknya sudah ciut nyali.
"Hanya beberapa bulan kau tidak berada di Sekte sudah menjadi bodoh seperti ini Mu Yan!" ucap Wu An dengan senyum mengejek di wajahnya.
"Sudah aku tak perlu basa-basi dari mu, Semua serang jangan tinggalkan satu ekor pun dari mereka!" perintah Wu An pada pasukannya.
Wu An berkata cukup keras agar meruntuhkan semangat dari kelompok rampok Awan Hitam.
Setelah ucapan Wu An selesai, dari atas pohon berlesatan banyak sekali senjata rahasia ada yang berbentuk pisau ada yang berbentuk jarum dan ada yang berbentuk piringan kecil bergerigi.
Semua senjata rahasia itu bergerak seakan tidak menimbulkan suara menderu padahal jumlahnya sangat banyak.
Ini menandakan bahwa orang yang melemparkan menyalurkan Energi Ki cukup banyak pada senjata itu.
Kelompok rampok Awan Hitam langsung bergerak maju tapi seketika banyak yang berhenti mematung!
\=
\=
LIKE' dan komentar.
Terimakasih buat para pembaca novel ini.
Yang sudah memberi gift dan dukungan aku ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya.
Tunggu terus update selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih.
...