
\=
\=
Feng Syhun masih menghunuskan pedangnya ke arah langit-langit, hingga akhirnya Feng Syhun menabraknya dengan sangat keras.
Boommm...
Setelah itu Feng Syhun masuk ke dalam ruangan yang seperti lautan bening, kesadaran dirinya kini kembali ke masa kecil, saat masih berada di kediaman keluarga Feng! Feng Syhun sendiri tidak mengingat masa sekarang.
Yang dia rasakan saat ini memeng dia kembali ke bayangan masa kecil dirinya, bahkan dirinya seperti hilang ingatan.
Feng Syhun sedang termenung di sebuah perpustakaan, karena di sana dirinya banyak menghabiskan waktu masa kecilnya.
Dia belajar banyak sejarah Kekaisaran Qing! Namun dia lebih memilih sejarah tentang keluarga Feng di mas lalu.
Sedangkan tubuh asli Feng Syhun sekarang sedang terkapar di ruangan yang seperti cermin, dia sana terpantul dirinya dan lautan yang luas dan hening.
*
"Sampah keluarga, keluar kau dari perpustakaan! Percuma kau belajar sampai mati pun tidak akan membuat kau menjadi orang yang hebat, sampah tetaplah sampah!" ejek Feng Luo.
Dia langsung tertawa bersama anak-anak keluarga Feng lainnya yang setia mengikuti apa kata Feng Luo.
Di ejek seperti itu Feng Syhun hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya ke arah buku yang sudah di letakkan di atas meja baca.
"Hai, apa kau tuli? Kaka Feng Luo menyuruh mu keluar ya keluar! Jangan coba membantah." bentak salah satu pengikut Feng Luo.
Feng Luo berdiri dengan angkuhnya, dia sedikit mengangkat dagunya karena merasa dirinya paling hebat dan berkuasa.
"Braaakk..!! Apa kau pikir jika anak kepala keluarga, kau begitu hebat?" bentak Feng Syhun pada Feng Luo.
Entah mengapa Feng Syhun sangat ingin membentak dan melawan Feng Luo, namun itu langsung dia lakukan.
Padahal di hatinya dia ingin mengalah terhadap Feng Luo karena terpuruk keadaan dirinya, tapi entah mengapa di dalam hatinya yang terdalam bahwa dia tidak boleh mengalah terus menerus! Karena itu akan melemahkan mental dan hatinya kelak.
Adanya dorongan itu membuat Feng Syhun semakin berani!.
"Ini bukan seperti diri ku?" gumam Feng Syhun.
Namun keberanian dirinya sangat membara di dalam hatinya, sehingga rasa takut yang biasanya dia tunjukkan menghilang begitu saja.
"Dasar sampah, kau berani membentak ku! Akan ku laporkan kepada ayah ku!" jawab Feng Luo dengan wajah yang menghitam.
Dia tidak menyangka bahwa Feng Syhun yang biasanya pendiam dan menurut apa yang dirinya ucapan kini malah berbalik membangkang.
"Adukan saja, aku tidak akan takut maupun gentar!" jawab Feng Syhun dengan datar.
__ADS_1
Kini dia merasa hatinya sangat teguh dengan pendirian saat ini, hanya ucapan Fang Luo yang seperti ini, tidak akan membuat dirinya takut.
"Berani-beraninya kau!"
"Hajar dia sampai berlutut dan meminta ampun!" bentak Feng Luo.
Dia memberikan perintah pada anak-anak keluarga Feng lainnya yang mengikuti dirinya dengan patuh.
Feng Syhun tidak takut, dirinya malah maju beberapa langkah siap bertarung dengan mereka semua.
Tiga anak lainnya langsung bergerak mengepung hendak mengeroyok Feng Syhun, pukulan mereka datang bersamaan dari segala arah.
Feng Syhun langsung menghindar dan segera memukul balik salah satu dari mereka.
Baaammm..!
Pukulan itu sangat keras hingga dada lawan yang terkena pukulan langsung melesak ke dalam, sampai beberapa tulang rusuk patah, anak itu terbang dan menghantam tembok perpustakaan lalu mati di tempat.
Feng Syhun langsung tersentak karena telah membunuh seseorang dari keluarga Feng dan dia bangun dari tak sadarkan dirinya saat ini!.
"Huff, itu hanya bayangan masa lalu! Tapi mengapa aku tadi melawannya?" gumam Feng Syhun tidak mengerti.
Saat sedang berpikir kejadian barusan, bayangan dari dirinya yang di pantulan itu, kini hidup! Bahkan sangat nyata seperti dirinya yang lain.
"Siapa kau?" ucap Feng Syhun cukup kaget.
"Siapa aku? Aku adalah dirimu!" jawab dia dengan tegas.
"Ha-ha-ha-ha, hatimu sangat lemah! Pendirian mu tidak yakin, bagaimana kau bisa melindungi semuanya jika hatimu lemah seperti ini!"
Jawab bayangan Feng Syhun dengan sangat tenang.
"Bagaimana? Menjadi orang baik itu melelahkan bukan? Marilah ikut aku, kita akan menguasai dunia ini dalam genggaman kita!"
Bayangan Feng Syhun berusaha merayu Feng Syhun untuk melakukan apa yang dirinya perintahkan.
"Peduli apa, mati saja kau!" jawab Feng Syhun.
Dia langsung menyerang dengan kecepatan tinggi dan menggunakan Energi Ki sangat banyak.
Baammm..
Dua pukulan saling beradu, gelombang kejut sangat mengerikan mengibarkan pakaian Feng Syhun meskipun sudah di lapisi dengan Energi pelindung.
"Sangat kuat..!" Feng Syhun sangat kaget.
"Percuma saja kau menyerang sampai begitu kuat pun aku akan menahannya! Karena sekuat apa dirimu maka sekuat itukah aku!" bayangan Feng Syhun tersenyum dengan halus.
__ADS_1
Seperti tidak ada beban di senyuman itu, dia tenang tanpa emosi! Sedangkan Feng Syhun yang asli sudah sedikit gemetar.
Karena tidak percaya dengan ucapan bayangan dirinya, Feng Syhun terus menyerang dengan gencar bahkan setelah mengeluarkan kembali pedang empat mata miliknya, lawan juga memegang pedang yang sama.
"Bagaimana bisa?" gumam Feng Syhun tidak percaya.
Dia dengan tekad yang kuat, langsung menyerang kembali dengan sangat cepat namun semua serangan itu nihil tidak mengenai dirinya sama sekali.
Meskipun Feng Syhun memiliki Energi Ki yang sangat banyak, bahkan untuk berkurang saja hal yang sulit terjadi.
Namun tubuh Feng Syhun memiliki batas, dia sudah sedikit melambat dalam serangannya dan nafasnya sedikit tidak beraturan.
"Lihat, kau saja kelelahan! Tidak seperti diriku makhluk yang suci, tanpa kelemahan!" ucap bayangan Feng Syhun.
"Makhluk suci, aku pikir kau adalah makhluk rendahan!"
Di sela-sela serangan Feng Syhun masih sempat berkomunikasi dengan bayangan dirinya.
Sampai beberapa lama bertarung dirinya tidak bisa memberikan luka gores sedikitpun, meskipun dirinya sama-sama tidak terlalu namun dia sedikit kelelahan setelah bertarung cukup lama.
"Ini sama saja melawan diri sendiri! Sehingga tidak akan bisa menang dengan mudah." gumam Feng Syhun.
Kini dia mundur cukup jauh, lalu memandang sekeliling tempat itu.
"Bagaimana mungkin tempat ini tidak rusak sedikitpun meskipun aku menggunakan seluruh kemampuan ku?"
Feng Syhun baru sadar seketika, setelah menyadari itu dia langsung tersenyum melihat bayangan dirinya yang memang sangat mirip.
Bahkan seperti pantulan dari jernihnya air di danau yang tanpa riak air sedikitpun.
*
*
*
Di luar pagoda sembilan tingkat.
Liuliu, Ye Yue, Xi Jinping dan Wang Long kini berdiri tenang tidak lagi menyalahkan biksu tua di hadapannya.
Itu karena mereka sudah mendengar semua cerita tentang leluhur dirinya saat itu.
"Aku percaya anda tidak tahu menahu tentang pagoda sembilan tingkat sialan itu, baiklah lebih baik kita menunggu Gege Syhun di sini dengan tenang! Aku yakin Gege akan baik-baik saja." ucap Ye Yue.
Dia cukup mengerti, dengan perasaan biksu tua itu! Karena dirinya beberapa tahun terakhir ini, setelah bertemu Feng Syhun selalu menjalin hal-hal yang di luar logika.
\=
__ADS_1
\=
...