Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Komandan Pasukan Keamanan Tercengang


__ADS_3

\=


\=


"Minggir Semua, beri jalan masuk! Tolong minggir Semua." ucap salah seorang pasukan keamanan kota Zang.


Orang-orang yang sedang berkerumun langung minggir ke dua sisi, karena mereka tahu yang memberi perintah orang-orang keamanan kota Zang.


Pasukan keamanan kota Zang memasuki rumah teh sederhana dengan lancar tanpa halangan berarti! Dan yang berjalan di posisi paling depan adalah komandan pasukan keamanan.


Dari arah dalam pemilik rumah teh sederhana langsung berlari menuju pasukan keamanan kota Zang berada, karena posisi gazebo dan pintu depan cukup jauh.


"Selamat datang tuan-tuan keamanan kota Zang! Ada yang bisa saya bantu!" ucap pemilik rumah teh sederhana.


"Anda siapa tuan?" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.


"Saya pemilik rumah teh sederhana ini tuan!" ucap pemilik rumah teh sederhana, menjelaskan.


"Baiklah ini cukup kebetulan!" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.


"Kami datang ke sini karena menerima laporan, bahwa di sini terjadi keributan yang sangat besar!" lanjut komandan pasukan keamanan kota Zang.


"Itu benar tuan! Rumah teh sederhana kami di datangi gerombolan rampok hutan mati!" ucap pemilik rumah teh sederhana.


"Apa gerombolan rampok hutan mati, dia mana mereka sekarang?" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.


"Untungnya mereka semua sudah di bereskan dan mereka ada di sana tuan!" ucap pemilik rumah teh sederhana itu.


Pemilik rumah teh sederhana sambil menunjuk tangannya ke arah gazebo yang besar agar komandan pasukan keamanan kota Zang bisa melihat dengan jelas.


"Apa rampok hutan mati sudah di bereskan, siap orang yang begitu gila itu?" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.


Komandan pasukan keamanan kota Zang sangat tercengang dengan penuturan pemilik rumah teh sederhana, karena gerombolan rampok hutan mati sangat sulit di tangani sejak dulu karena mereka ahli dalam hal berkelit dan bersandiwara.


Tapi sekarang mereka bisa di bereskan dan komandan pasukan keamanan kota Zang sangat tercengang, "Siapa orang yang bisa membereskan gerombolan rampokan hutan mati itu?" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang, dalam benaknya.


Komandan pasukan keamanan kota Zang menengok ke arah yang di tunjukkan oleh pemilik rumah teh sederhana, dan setelah melihat dia cukup kaget karena di depan gazebo itu cukup banyak mayat yang berserakan.


"Mari tunjukan aku ke sana!" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.


Dia berucap demikian hanya untuk basa-basi saja.


Meski cukup jauh setelah orang-orang yang berkerumun memberi jalan dan arah pandang terlihat lah jelas di sana bekas sisa-sisa pertempuran.

__ADS_1


Komandan pasukan keamanan kota Zang mendatangi gazebo itu hendak melihat lebih jelas, dan di ikuti oleh banyak anak buahnya.


Setelah sampai, dia memeriksa cukup banyak mayat itu dengan seksama dan dia benar-benar kagum dengan orang yang melawan perampok hutan mati itu! Karena perampok itu yang selama ini dia cari dan ingin di tangkap hidup atau mati olehnya.


"Bereskan semua mayat-mayat ini, dan bawa ke markas pasukan keamanan kota Zang!" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang, kepada anak buahnya.


Para anggota pasukan keamanan kota Zang langsung bergerak membereskan mayat itu dengan cepat, dan di masukan kedalam cincin penyimpanan khusus.


Komandan pasukan keamanan kota Zang, setelah memberi perintah dia mendekati pemilik rumah teh sederhana itu dan bertanya kepadanya.


"Jika boleh tahu siapa orang yang membereskan gerombolan rampok hutan mati itu?" tanya komandan pasukan keamanan kota Zang.


"Itu tuan, nona cantik yang mengenakan hanfu berwarna putih!" ucap pemilik rumah teh sederhana.


Komandan pasukan keamanan kota Zang menengok ke arah gazebo yang di tunjuk oleh pemilik rumah teh sederhana, dan dia baru sadar saat dia ingat dia membeku.


"Apa hanya seorang gadis muda?" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang di benaknya.


"Sebentar!!" ucapnya tanpa sadar.


Setalah itu komandan pasukan keamanan kota Zang, buru-buru menghampiri gazebo itu dengan cepat.


Di dalam gazebo Feng Syhun, Ye Yue dan yang lainya seakan tidak terganggu oleh kedatangan pasukan keamanan kota Zang, mereka seperti acuh tak acuh.


Hanya Ye Wan dan Xiang Yun yang memperhatikan gerak-gerik dari pasukan keamanan kota Zang, mereka berdua yang selalu melirik ke arah luar gazebo memandang kedatangan mereka.


"Tuan-tuan dan nona-nona, maaf mengganggu kembali!" ucap pemilik rumah teh sederhana.


Feng Syhun, Ye Yue menengok seakan mereka tidak tahu keadaan sekitar saja!.


"Ada apa tuan?" ucap Feng Syhun singkat.


"Saya mengantar tuan komandan pasukan keamanan kota Zang, ingin bertemu dengan nona yang berada di sebelah anda tuan?" ucap pemilik rumah teh sederhana.


Setelah Feng Syhun, Ye Yue menengok dan di samping mereka ada Liuliu, komandan pasukan keamanan kota Zang itu langsung tercengang di buatnya!.


"Tu-tuan anda kah itu?" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.


Dia pernah melihat dan mengawal mereka bertiga saat mengunjungi kediaman walikota kota Zang, dan dia masih sangat ingat bahwa tuan Zang Wun sangat menghormati orang yang kini ada di depannya.


Dia masih sangat ingat wajah dan nama Feng Syhun maupun Ye Yue dan Liuliu!.


"Tuan Feng, salam dari ku!" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.

__ADS_1


Dia langsung memberi salam hormat dengan menangkupkan kedua tangan di depan dada, dan sedikit membungkukkan badannya.


Feng Syhun dan Ye Yue keheranan dia lupa terhadap orang yang tadi memberi hormat kepadanya.


"Tuan, dia adalah orangnya Zang Wun! Walikota kota Zang kita pernah bertemu di kediaman walikota kota Zang!" ucap Liuliu.


Setalah di beritahu oleh Liuliu, Feng Syhun dan Ye Yue kini mengingatnya! Siapa orang yang ada di depannya sekarang.


"Apa yang memusnahkan perampok hutan mati ini adalah tuan Feng?" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.


"Bukan yang melakukan Yue'er!" jawab Feng Syhun sambil mengarahkan pandangan ke arah Ye Yue.


Karena komandan pasukan keamanan kota Zang adalah orang yang berpengalaman sehingga dia langsung paham siapa yang membantai kelompok rampok hutan mati.


Karena komandan pasukan keamanan kota Zang hanya kenal nama dengan, Feng Syhun dan kepada Ye Yue maupun Liuliu hanya kenal wajah saja dan untuk bertanya nama pada mereka maupun kepada walikota kota Zang saat di kediaman walikota kota Zang dia sangat segan! Dan takut di kira lancang.


Dia bingung mau berbicara apa, akhirnya dia hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja.


Pemilik rumah teh sederhana cukup heran bahkan komandan pasukan keamanan kota Zang mengenal keluarga ini, dan sangat menghormati anak muda yang berbicara dengannya! Ini sungguh gila menurut dia.


Berarti informasi bahwa keluarga ini adalah keluarga orang-orang penting Sekte Fajar Langit Dunia bisa jadi itu adalah berita benar adanya.


"Ada keperluan apa tuan komandan mendatangi kami di sini?" tanya Feng Syhun, karena melihat komandan pasukan keamanan kota Zang sangat canggung terhadapnya.


"Ahh tiada tuan! Tadinya saya hanya ingin mengintrogasi orang yang berhasil memusnahkan rampok hutan mati, setelah yang melakukan tuan saya cukup tenang! Sehingga memberi laporan kepada tuan Zang Wun lebih mudah meski tanpa interogasi!" jawab komandan pasukan keamanan kota Zang.


"Bila ingin mengintrogasi Ye Yue tak mengapa tuan komandan!" usul Feng Syhun.


"Tidak-tidak itu sudah tidak di perlukan tuan Feng, Maaf terlalu lama mengganggu anda dan yang lainya kami akan kembali dan mohon izinkan membawa mayat perampok hutan mati itu!" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.


Dia berbicara cukup hati-hati terhadap Feng Syhun dan yang lainya takut salah ucapan.


Feng Syhun hanya mengangguk tanda setuju! Komandan pasukan keamanan kota Zang langsung pergi dan pemilik rumah teh sederhana ikut pergi juga.


\=


\=


LIKE' yah.


Terimakasih buat para pembaca novel ini, tunggu terus update selanjutnya.


Beri dukungan dengan hadiah dan vote.

__ADS_1


Terimakasih.


...


__ADS_2