
Di kamar VIP penginapan Toyapubu Feng Syhun akhirnya terlelap tidur karena merasa lelah setelah membantai sekte Teratai Darah.
Ye Yue masih di kamar mandi entah apa yang di lakukan di dalam! sehingga sangat lama keluar dari sana, hari menjelang malam Ye Yue baru keluar sudah memakai pakaian tidur.
Ye Yue yang keluar dari kamar mandi mengetahui Feng Syhun sudah terlelap tidur langsung menghampiri kasur bagian sebelahnya dan memilih mengikuti tidur di sebelahnya.
Malam menjelang pagi udara di desa Pinus sangat dingin karena di sana hampir menjelang musim salju. Meskipun bukan musim salju tapi di Benua Utara sangat dingin setiap harinya karena di bagian paling Utara dari Benua di sana terdapat salju abadi.
Samudra luas di sebelah utara Benua Utara sepertiganya membeku total sepanjang tahun, tapi masyarakat di sana hampir sudah terbiasa dengan udara yang sangat dingin. Kebanyakan masyarakat di sana mempunyai elemen api! elemen Es di sana jarang di temukan meski daerah di sana berunsur Es.
Yang memiliki elemen Es sangat di takuti di daerah utara Benua Utara. Karena bertarung di sana menggunakan elemen Es untuk kemenangan sangatlah mutlak.
Feng Syhun terbangun dari tidurnya yang menurut dia sangat nyaman, dia merasakan udara sangatlah dingin tapi Feng Syhun tidur begitu hangat. Setelah menyadari apa yang membuat begitu hangat dia tertegun karena tubuhnya di peluk oleh Ye Yue.
Seketika bayangan kembali terulang! dengan bayangan gunung kembar terpampang dengan megahnya, menjulang tinggi menantang serasa mengganjal di pelupuk matanya. Kejadian kala pagi hari itu sangat tidak bisa terlupakan dengan mudah, karena terbawa suasana. Feng Syhun membalas pelukan Ye Yue.
Ye Yue yang entah merasakan atau tidak? pelukannya di balas Feng Syhun, dia malah mengeratkan pelukannya.
Feng Syhun yang di peluk semakin erat tambah menegang dan entah kapan yang menegang itu mengendur! dan entah sampai kapan mereka seperti itu.
Sampai hari menjelang siang dan matahari menjulang tinggi udara mulai menghangat,
Ye Yue membuka matanya perlahan dan melihat mukanya berhadapan dengan Feng Syhun sangat dekat, hatinya langsung berdebar tidak karuan. Ye Yue tidak mau melepaskan momen ini dia memandangi paras rupawan Feng Syhun dengan lekat.
Sudah sekian lama Ye Yue memandangi paras rupawan Feng Syhun, tak lama kemudian Feng Syhun membuka matanya dan di sambut senyuman manis dari Ye Yue.
"Selamat pagi Gege!" ucap Ye Yue.
"Pagi Yue'er." balas Feng Syhun dengan senyuman pula.
Feng Syhun yang sadar dengan posisinya sekarang lalu berucap.
"Maaf Yue'er aku memelukmu, karena udara di sini sangat dingin!" sambil beringsut dari posisi semula dan duduk bersila di kasur masih menghadap Ye Yue.
"Iyah Gege, tidak mengapa!" ucap Ye Yue sambil ikut bangun dari tidurnya, dengan hati berdebar-debar.
Mereka berdua saling pandang satu sama lain,
__ADS_1
"Kita selanjutnya menuju keman Gege?" ucap Ye Yue pada Feng Syhun, untuk memecahkan kecanggungan di kamar itu.
"Kita sudah tau informasi bahwa penyerangan Kekaisaran Benua Utara akan di lancarkan 5 hari dari sekarang, kita harus kembali ke Benua Barat secepatnya!." ucap Feng Syhun menatap serius pada Ye Yue.
Ye Yue hanya menganggukkan kepala, Feng Syhun berjalan menuju kamar mandi tidak perlu lama dia sudah keluar dengan baju yang berbeda.
Ye Yue juga sama dia di kamar mandi tidak lama karena hanya mencuci muka dan ganti baju yang sederhana tanpa banyak hiasan. karena akan bepergian agar tidak ribet, tapi tetap menampilkan kesan yang anggun.
"Sebelum kita kembali ke Benua Barat kita mencari makan di rumah makan terdekat dan kembali menemui orang tuamu dulu Yue'er!" ucap Feng Syhun setelah melihat Ye Yue keluar dari kamar mandi.
"Baik lah Gege" jawab Ye Yue singkat.
Lalu mereka berdua keluar dari kamar menuju resepsionis untuk mengembalikan kunci kamar, resepsionis sekarang! masihlah wanita yang kemaren menerima mereka.
Resepsionis yang melihat Feng Syhun datang mendekat dia senyum manis ke arah Feng Syhun, Ye Yue yang melihat itu langsung menampilkan wajah sedikit marah.
Meskipun tugas resepsionis penginapan selalu ramah pada tamu tapi karena dia sama-sama wanita mana senyum yang ramah dan mana yang menggoda, sehingga Ye Yue menunjukan wajah tidak senang pada resepsionis penginapan tersebut.
Feng Syhun yang tidak tau akan senyuman menggoda hanya biasa saja! dia menyerahkan kunci lalu mengucapkan terimakasih, Ye Yue yang melihat Feng Syhun tidak menanggapi senyuman wanita resepsionis itu tertawa senang di dalam hati.
"Untunglah Gege orangnya tidak mudah tergoda orang!" batin Ye Yue.
Ye Yue yang mendengar ajakan Feng Syhun langsung mengangguk dan memeluk tangan Feng Syhun lalu mengajak berjalan keluar penginapan.
Wanita resepsionis yang melihat itu entah karena senyuman nya tidak di balas atau ada sesuatu menjadi jengkel di hatinya.
***
Desa Xiangrikui di rumah orang tua Ye Yue, Ye Wan masuk dalam rumah dengan tergesa-gesa mencari keberadaan istrinya. Xiang Yun!
"Yun'er di mana kamu?," Ye Wan berteriak memanggilnya karena kondisi rumah yang tidak terlalu besar jadi teriakan Ye Wan menggema ke seantero rumah.
"Aku di halaman belakang!" ucapnya Xiang Yun.
Xiang Yun sedang menyirami tanaman bunga matahari, meskipun bunga matahari bisa hidup tanpa menyerap air yang banyak tapi Xiang Yun selalu menyirami di pagi hari, itu adalah aktifitas yang dia gemari sejak kecil.
Karena di desa itu di tiap puncak bukit yang berada di sana di tumbuh oleh bunga matahari, sehingga Xiang Yun sejak kecil sudah suka akan bunga matahari.
__ADS_1
Bunga matahari adalah simbol dari desa Xiangrikui sejak desa itu di dirikan, sampai sekarang pun orang-orang mengenal desa Xiangrikui dengan bunga matahari.
Ye Wan menuju halaman belakang dan segera menemui istrinya,
"Yun'er aku sudah mengetahui asal-usul dari calon menantu kita!" ucap Ye Wan dengan antusias.
Xiang Yun langsung menoleh pada suaminya!.
"Benarkah, dari Keluarga seperti apakah dia?" ucap Xiang Yun, berharap Feng Syhun berasal dari keluarga yang baik.
"Dia berasal dari keluarga luar biasa!" ucap Ye Wan dengan nada sedikit bergetar, karena sudah mengetahui kebenaran tentang Feng Syhun.
Ya.!! Ye Wan selama seharian penuh mencari informasi tentang Feng Syhun, menurutnya anak muda yang memiliki harta sekian banyak. Tidak lah sederhana asal-usul nya.
Bahkan jumlah yang di berikan pada dirinya saja di anggap hadiah kecil, sedangkan jumlah yang di berikan pada Ye Wan hampir setara dengan harta simpanan keluarga bangsawan di kerajaan Wu.
"Keluarga luar biasa bagaimana maksudnya??" ucap Xiang Yun kurang paham dengan penjelasan suaminya.
"Apa kamu ingat Yun'er berita Keluarga bangsawan di Kota Wangwungu yang 5 tahun lalu menghilang keberadaanya, dan kasus hilangnya tidak di ketahui pihak kerajaan Xu maupun Kekaisaran Qing?" ucap Ye Wan bertanya pada istrinya.
"Berita itu yah?? aku mulai ingat!. Benar juga di berita itu keluarga bangsawan bermarga Feng, telah menghilang dari kota terbesar di kerajaan Xu." gumam Xiang Yun.
Setelah Xiang Yun selesai dari gumamnya dia langsung kaget, bagaimana bisa ada seorang keluarga Feng yang masih ada? sedangkan di beritakan satu keluarga menghilang di bantai.
Xiang Yun semakin penasaran dengan Feng Syhun.!!!
\=\=\=
LIKE' yah.
\=\=\=
Terimakasih buat para pembaca Noval ini.
Maaf kemaren hanya bisa up satu capter 🙏.
Tunggu terus update selanjutnya.
__ADS_1
....