
Feng Syhun masih menghadapi siluman tetua pertama Sekte Langit Penguasa dengan tenang dan hanya menggunakan dua perlima dari kekuatan aslinya.
Sedangkan siluman tetua pertama dari Sekte Langit Penguasa sudah tersengal-sengal nafasnya dan dia melompat mundur jauh-jauh dari Feng Syhun dan di ikuti oleh Patriak Sekte Langit Penguasa yang sudah babak belur oleh Liuliu.
Yang masih sangat sengit bertarung adalah Ye Yue dan tetua kedua Sekte Langit Penguasa, mereka berdua tidak memperhatikan arean sekitar apa lagi orang yang sedang bertarung dengan musuh lain.
Keduanya tenggelam dalam keseriusan bertarung satu sama lain.
"Tetua kedua mundur dulu kita harus buat strategi!" bentak Patriak Sekte Langit Penguasa kepada tetua kedua karena masih sibuk bertarung melawan Ye Yue.
Setelah mendapat teguran itu tetua kedua Sekte Langit Penguasa pun langsung melompat mundur dan berdiri di samping dua rekan lainya.
"Patriak, tetua pertama ada apa dengan kalian ini kenapa bisa seperti ini?" ucap tetua kedua Sekte Langit Penguasa.
Dia sangat kaget karena melihat Patriak Sekte dan tetua pertama dalam keadaan mengenaskan terlebih lagi Patriak Sekte Langit Penguasa dia sudah banyak luka memar di berbagi penjuru plosok tiap tubuhnya.
"Kenap bisa seperti ini patriak?" lanjut tetua kedua menanyakan hal yang sama, karena dia sangat tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi dengan mereka.
"Wanita yang melawan ku dia itu sangat tangguh, dia melawanku tanpa menggunakan senjata sama sekali! Padahal aku sudah menggunakan golok penebas sukma milikku!" ucap Patriak Sekte Langit Penguasa.
"Ap-apa semengerikan itu patriak?" ucap tetua kedua tidak percaya.
Di sebrang lainya Ye Yue, Feng Syhun dan Liuliu berdiri berjajar dengan Feng Syhun di posisi tengah.
"Apa hanya seperti ini kekuatan sesosok siluman yang katanya akan membasmi umat manusia?" ucap Feng Syhun di tunjukan kepada ketiga siluman itu.
"Tidak ada cara lain Patriak kita harus menggunakan metode itu, setidaknya bila kita mati maka bawalah merek juga ikut bersama kita!" ucap tetua pertama Sekte Langit Penguasa.
Dia memberikan saran kepada Patriak Sekte Langit Penguasa, dan tetua kedua Sekte Langit Penguasa.
"Apa kau gila tetua pertama? ini sangat berbahaya bila kita tidak bisa membunuh mereka kita akan sia-sia tidak akan ada kesempatan untuk berengkarnasi lebih cepat bila mati dengan cara seperti itu." ucap Patriak Sekte Langit Penguasa.
__ADS_1
Dia tahu apa yang di maksud dengan menggunakan cara itu.
Sepertinya di pemikiran tetua pertama sudah tidak ada harapan untuk hidup lebih lama lagi. semenjak dia melawan Feng Syhun dan tidak adanya serangan yang berarti untuk Feng Syhun.
Jangan kan melukai memukul mundur pun tidak bisa, sehingga dia memikirkan bagai mana caranya agar Feng Syhun mati bila dia mati maka tetua pertama Sekte Langit Penguasa mati pun sudah tidak ada penyesalan nantinya.
"Patriak Nampaknya kita harus menggunakan teknik rahasia klan kita!" ucap tetua pertama Sekte Langit Penguasa.
"Itu sangatlah berbahaya, dampak kepada kita sangat merugikan." ucap Patriak Sekte Langit Penguasa.
"Tapi Patriak bila seperti ini terus kita bisa terbunuh kapan saja!" ucap tetua pertama.
Setelah pertimbangan cukup matang akhirnya Patriak Sekte Langit Penguasa menyetujui permintaan dari tetua pertama Sekte Langit Penguasa untuk menggunakan teknik rahasia klan Siluman.
Dari dalam cincin penyimpanan Patriak Sekte Langit Penguasa mengeluarkan Pil berwarna hitam kebiruan itu adalah Pil pemanggil Roh agung.
Roh agung yang di maksud klan Siluman adalah meningkatkan kekuatan secara cepat dalam jangka waktu tertentu dengan meminjam kekuatan dari roh leluhur mereka yang sudah mati.
Itu di sebabkan karena teknik ini sangat berbahaya bisa meningkatkan kekuatan secara pesat namun tubuh yang menerima kekuatan itu tidak bisa bertahan lama hanya beberapa jam sama setelah itu bila tubuh itu kuat hanya mengalami kelumpuhan tidak permanen dan bila tubuh itu biasa saja maka akan hancur seperti terkoyak dengan hebat dari dalam.
Patriak Sekte Langit Penguasa dan tetua pertama sudah yakin akan menggunakan teknik terlarang klan mereka namun untuk tetua kedua dia masih ragu karena dia belum merasakan kekalahan dari Ye Yue.
"Patriak Sekte, tetua pertama apa kah harus kita menggunakan teknik yang di larang itu hanya untuk menangani bocah tengik seperti mereka?" ucap tetua kedua.
"Tetua kedua anda belum merasakan tekanan serangan dari mereka jadi anda masih meragukan kekuatan mereka!" ucap tetua pertama yang mulai jengah dengan banyaknya omongan.
Di benak tetua pertama Feng Syhun ini sangatlah menakutkan dia hanya membendung tanpa menyerang tetapi bisa membuat dirinya babak belur.
"Liuliu bila melakukan peningkatan kekuatan dan bisa membahayakan Ye Yue nantinya kita harus selesai kan mereka dengan cepat cukup sampai di sini main-mainnya!" ucap Feng Syhun melalui telepati Sistem.
"Baik tuan aku mengerti!" jawab Liuliu.
__ADS_1
Tiga orang di depan mereka langung menelan pil hitam pemanggil roh, dan setelah itu aura yang sangat kuat entah datang dari mana memenuhi ruang bawah tanah yang cukup luas itu.
Ketiga tubuh para siluman itu di selimuti armor yang tipis berwarna hijau muda dan mulai melekat pada dirinya di tambah di beberapa bagian tubuh mereka tumbuh seperti rundingan yang mengeluarkan api hitam dan mengacuhkan Energi Ki di dalam ruangan bawah tanah itu.
Liuliu dan Feng Syhun meresakan adanya perubahan dalam udara dan Energi Ki di dalam ruangan itu tapi dia tidak terpengaruh sama sekali, Sedangkan Ye Yue mulai kacau Energi Ki dalam dantianya.
"Gege ini aura tekanan apa yang mengacaukan aliran darah dan Energi Ki di dalam dantian ku?" ucap Ye Yue pada Feng Syhun.
"Tanangkan dirimu Yue'er, Tutup jalan pernafasan mu dan lindungi dirimu dengan armor Elemen Cahaya yang kamu miliki!" ucap Feng Syhun memberi saran pada Ye Yue.
Setelah di beri saran oleh Feng Syhun Ye Yue akhirnya melakukan yang di arahkan oleh Feng Syhun barusan, setelah melakukan itu Ye Yue merasa sedikit teratur Energi Ki di dantianya dan muli bisa bergerak lancar aliran darahnya.
Akibat aroma yang di buat oleh Ye Yue di tubuhnya menggunakan Elemen Cahaya yang di milikinya tubuh itu sekan bercahaya cukup terang hingga hampir mengalahkan pelita lampion yang tergantung di beberapa sudut ruangan itu.
Para Siluman masih dalam masa pemanggilan dan mereka belum sepenuhnya bisa mengendalikan dirinya akan tetapi tekan yang di keluarkan sangatlah besar bila saja di sana masih ada orang yang di Ranah Roh Dunia Tingkat Tinggi yang merupakan tingkat paling tinggi di alam itu pastinya mereka semua langsung terkapar tidak berdaya akibat dari tekanan yang di keluarkan oleh 3 siluman.
Setelah pemanggilan Roh leluhur sempurna mata dari 3 siluman yang tidak lain Patriak Sekte Langit Penguasa dan kedua tetua Sekte Langit Penguasa itu membuka matanya dengan sempurna.
Pupuil mata itu berwarna hijau seperti warna Batu giok hijau dan warna di sekeliling nya berwarna coklat kehitaman sehingga membuat orang yang memandang mereka merasa sangat berat dan menakutkan.
"Ha-ha-ha sodara ku! Mari kita bertiga mengamuk sejadi-jadinya dengan kekuatan leluhur ini kita bertiga cukup untuk meratakan Benua Tengah!!" ucap Patriak Sekte Langit Penguasa dengan nada suara yang berat dan berkesan sombong.
\=
\=
LIKE' yah.
Terimakasih buat para pembaca yang sudah memberikan dukungan lewat Like komentar, hadiah maupun vote.
Sekali lagi Aku sebagai Author mengucapkan banyak terimakasih.😘
__ADS_1
...