Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Hancurnya Rampok Awan Hitam


__ADS_3

\=


\=


Para anggota kelompok rampok Awan Hitam yang berada paling depan langsung berdiri mematung setelah itu tubuh mereka berjatuhan ke tanah ada yang jatuh dengan kepala pecah, akibat terkena pisau terbang leher terkoyak dan jantung tertembus oleh jarum yang ukurannya cukup besar.


Bahkan kejadian itu tidak terjadi sekali saja bahkan berulang beberapa kali, setelah korban dia pihak kelompok rampok Awan Hitam lebih dari ratusan barulah pasukan bertemu dan saling bertarung jarak dekat.


Setelah bertemu dan saling bertarung mereka langsung merasakan tekanan yang berat, dan bahkan para anggota yang tadi tidak bisa merasakan perbedaan ranah mereka kini bisa merasakan dengan jelas perbedaan itu.


"Kurang ajar kita di jebak oleh para petinggi!" ucap salah satu anggota rampok Awan Hitam yang memiliki pengetahuan cukup tinggi.


Bahkan banyak keluh kesah serupa yang di lontarkan oleh para anggota kelompok rampok Awan Hitam yang lain.


Mu Yan yang melihat itu semua langsung begitu kesal karena baru beberapa tarik nafas sangat banyak korban di pihaknya, sedangkan pihak pasukan bayangan Sekte Fajar Langit Dunia belum ada yang terluka sama sekali.


Yang dia rasakan ini buka pertarungan melainkan pembantaian sepihak. Mu Yan langsung memikirkan, memilih cepat kabur dari pertempuran ini adalah solusinya yang terbaik.


Sayang baru memikirkan itu di benaknya, dari depan datang Wu An dan dua orang kepercayaannya mereka bertiga mendarat dengan mulus di depan Mu Yan beberapa meter.


"Jangan coba-coba memilih untuk kabur Mu Yan, alam kematian sudah menunggumu begitu lama!" ucap Wu An setelah mendaratkan kakinya.


Wu An berkata demikian seakan dia begitu paham apa yang sedang di pikirkan oleh Mu Yan di benaknya.


"Kau ya akan mati bajingan!" ucap Mu Yan dengan langsung menerjang dengan pedang yang sedari tadi berada di tangannya.


Mu Yan menggunakan jurus terbaik saat ini yang dia pelajari di luar Sekte Fajar Langit Dunia, meski begitu kekuatan Mu Yan saat ini berada di bawah Wu An di tambah ada dua orang yang membantu di belakang Wu An untuk sekarang.


Meski jurus itu sangat kuat dan Mu Yan sudah mempelajari itu cukup baik tapi jurus itu dapat dia patahkan dengan mudah oleh Wu An.


"Lumayan juga jurus rahasia yang kau gunakan ini Mu Yan, apa kau berpikir bisa mengalahkan ku dengan ini?" ucap Wu An dengan senyum lebar menghiasi parasnya.


"Itu masih belum cukup menekan ku Mu Yan!" lanjut Wu An berkata.


"Dasar pengecut, apa seperti ini pasukan bayangan sekarang setelah aku keluar dari sana? Hanya bisa menyerang dengan keroyokan!" ucap Mu Yan agar bisa lolos dari kepungan tiga orang itu.

__ADS_1


Kini dirinya sudah memiliki beberapa goresan kecil di tubuhnya dan ada beberapa goresan cukup besar yang menggangu gerak tubuhnya.


"Untuk pengkhianat sepertimu tidak butuh aturan dalam pertarungan, lagipula apa kau tidak sadar siap yang mengeroyok di sini sebenarnya? Coba kau lihat sekeliling mu!" jawab Wu An dengan santai sambil terus mempercepat gerakan dirinya, dan mendaratkan beberapa serangan di tubuh Mu Yan.


Mu Yan tidak menengok untuk melihat sekitar dan mengendurkan kewaspadaan, karena dia sudah tau apa maksud perkataan Wu An untuknya.


Karena jumlah mereka yang banyak hampir 2 kali lipat lebih maka sudah di pastikan bahwa kelompok bayangan Sekte Fajar Langit Dunia yang di keroyok.


Tapi itu tidak berlangsung lama, karena cukup singkat saja banyak dari anggota kelompok rampok Awan Hitam banyak yang tewas mengenaskan.


"Sial benar-benar sial, apa aku akan mati di sini begitu saja?" ucap Mu Yan di benaknya.


Dia tidak begitu terima karena sudah hampir mendekati puncak kultivasi dan hampir menjadi penguasa tunggal Sekte Fajar Langit Dunia, tapi akan mati di sini dengan keadaan seperti ini.


Itu membuat pikiran Mu Yan sangat kacau, impian sejak dulu kini sirna dan harus terpendam dalam-dalam bersama jasadnya kelak, itupun jika jasad dirinya utuh dan di pendam dengan layak! Apa bila tidak, maka ya sudah nasib dirinya.


Di tambah kini sudah banyak luka sayatan dari kecil maupun besar yang di hasilkan oleh pertarungan dirinya dan tiga lainnya.


Ledakan kecil dan besar banyak terjadi setelah benturan Energi Ki saat bertarung, begitu juga dengan Wu An dan Mu Yan.


Serangan mereka berdua saat berbenturan menghasilkan ledakan besar dan membuat Energi Ki milik Mu Yan langsung kacau karena di tekan lawan bertiga sekaligus.


Tangan Mu Yan langsung putus seketika dan dengan wajah pucat pasif dia langsung mundur menjauh, dengan nafas terengah-engah Mu Yan mencoba menghentikan dengan Energi Ki miliknya.


Dengan bantuan Energi Ki miliknya yang cukup banyak dia bisa menghentikan pendarahan dengan cepat setelah melihat keadaan tangannya yang kini buntung hingga mendekati bahunya wajah Mu Yan langsung gelap.


"Bajingan kau Wu An akan ku bunuh kau dan akan ku jadikan makanan hewan tubuh busuk mu itu..!!" geram Mu Yan dengan nada yang sangat marah.


Seketika pikiran untuk kabur langsung hilang akibat cacat fisik yang dirinya dapatkan.


Tanpa pikir panjang dia langsung mengalirkan Energi Ki ke dalam senjata di tangan dan langsung menerjang Wu An dengan gelap mata, sebenarnya jika dia bisa berfikir jernih situs untuk bertarung kembali adalah salah satu kesalahan besar dirinya.


Itu karena kondisinya sudah cacat maka dirinya tidak memperdulikan lagi dengan itu semua yang penting bisa membunuh Wu An secepatnya.


"Mu Yan kau memang tidak bisa melihat situasi sekarang ternyata!" jawab Wu An atas bentakan dan serangan tajam Mu Yan.

__ADS_1


Dengan ucap itu terlontar Wu An juga langsung menyambut serangan Mu Yan dengan segenap kemampuannya, meskipun dia yakin akan menang karena kondisi Mu Yan sudah begitu mengenaskan tapi dia tidak ingin meremehkan itu semua.


Bahkan hanya Wu An saja yang melawan Mu Yan pasti akan kalah, di tambah bantuan dua orang kepercayaannya Wu An di sampingnya itu sangat mempermudah untuk menang.


Membuat Wu An dapat membunuh Mu Yan begitu mudah, di karenakan gerakan Mu Yan yang begitu kacau dan melawan tiga orang sekaligus sehingga hanya tiga serangan beruntun langsung bisa menewaskan Mu Yan.


Kini kepala Mu Yan yang terpisah dari tubuhnya hanya bisa melorotkan matanya tak percaya bahwa dirinya akan mati secepat ini sebelumnya menguasai Sekte Fajar Langit Dunia yang dia impikan sebelumnya.


Di masing-masing pertarungan lainnya juga hampir selesai, setelah Wu An dan dua orang kepercayaannya Wu An membantu pasukan bayangan lainnya pertarungan malah lebih cepat di bereskan.


Bahkan yang hendak kabur hanya lari beberapa puluh meter saja sudah kena di kejar dan di bantai tanpa ampun.


Itu semua menunjukkan bahwa ucapan pimpinan mereka bukan sekedar main-main bagi pasukan bayangan Sekte Fajar Langit Dunia.


Wu An tersenyum bangga karena ucapan dirinya cukup di dengar dan di patuhi oleh pasukan bayangan Sekte Fajar Langit Dunia.


Orang kepercayaan Wu An langsung menghampirinya.


"Pemimpin apa yang kita lakukan selanjutnya?" ucap salah satu orang kepercayaan Wu An.


"Geledah markas merek cari apa saja yang berharga, kita akan melaporkan pada Kaisar benua selatan dan Patriak Sekte Fajar Langit Dunia nantinya!" jawab Wu An setelah di tanya apa tindakan selanjutnya.


Wu An melangkah mendekati tubuh Mu Yan yang kini tanpa kepala dan tangan, setelah sudah di sampingnya Wu An langsung melambaikan tangan dan tubuh itu hilang dengan sekejap dan yang sama dia lakukan pada kepala Mu Yan.


Wu An menyimpan tubuh dan kepala itu di dalam cincin penyimpanan miliknya.


\=


\=


LIKE' dan komentar yah.


Terimakasih buat para pembaca novel ini.


Tunggu terus update selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih.


...


__ADS_2