Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Orang Bodoh Sejati


__ADS_3

\=


\=


Feng Syhun dan Liuliu masih mengorek informasi dari penasehat kekaisaran benua selatan, dan penasehat kekaisaran benua selatan berbicara dengan sejujurnya karena ingin dirinya dan keluarganya selamat dari kekangan siluman pelahap jiwa.


Meski sudah di beritahu bahwa siluman itu sudah mati dan akan sulit untuk berenkarnasi kembali tapi penasehat kekaisaran benua selatan tetap saja merasa takut akan kehadiran siluman pelahap jiwa atau yang lainya.


Mereka semua akhirnya memilih keluar karena sudah selesai dengan urusan di sana, Feng Syhun menyerahkan urusan penasehat kekaisaran benua selatan kepada Bai Lian dan Bai Yang.


"Paman Bai Lian dan paman Bai Yang, tolong urus penasehat kekaisaran benua selatan! biarkan dia beristirahat dan setelah itu perbolehkan dia pergi menemui kaisar benua selatan." ucap Feng Syhun sebelum dia keluar dari ruang bawah tanah Sekte Fajar Langit Dunia.


"Baik tuan Feng Syhun, akan saya perhatikan perintah tuan!" jawab Bai Lian.


"Baik tuan Feng Syhun, serahkan sisanya kepada kami!" jawab Bai Yang melanjutkan ucapannya Bai Lian.


"Baiklah, tolong yah paman!" jawab Feng Syhun.


Setalah mengatakan itu mereka berempat keluar terlebih dahulu! Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping.


Mereka keluar di temani oleh Bai Yang untuk membukakan pintu dari ruang bawah tanah itu, meskipun Feng Syhun dan yang lainya tau tapi menurut Bai Yang itu tidak baik dan kurang sopan.


*


Lu Weng masih sangat memikirkan informasi barusan yang di sampaikan oleh orang kepercayaan nya, bahwa wanita yang dia incar yaitu Ye Yue adalah keluarga dari orang penting Sekte Fajar Langit Dunia.


Sampai dia akhirnya memilih keluar dari rumah penginapan yang di sewa beberapa hari kedelapan, dia keluar hendak mencari informasi yang menurut dia masih sangat janggal.


Dia keluar menuju rumah makan karena penginapan itu sekaligus menyediakan rumah makan agar orang yang menginap tidak repot mencari jauh keluar bila sedang membutuhkan makan.


Karena dia seorang tuan muda bangsawan, setelah datang langsung memasuki lantai dua yang di peruntukan untuk para kalangan atas, dan bangsawan saja.


Dia duduk di pojok bagian depan dekat jendela, tapi di bagian sedikit tengah Lu Weng mendengar pembicaraan dua orang yang sedang membicarakan kejadian pembantaian kelompok rampok hutan mati di rumah teh sederhana kemarin.


Karena tuan muda Lu Weng penasaran dengan siap nama dan identitas yang membantai kelompok rampok hutan mati itu, akhirnya dia bergeser dan berpindah ke meja orang yang sedang mengobrol.


"Apa boleh akau gabungan di meja kalin? Tenang masalah makanan aku yang bayar!" ucap Lu Weng dengan nada yang sedikit sombong.

__ADS_1


"Apa urusanmu?" jawab orang yang tadi mengobrol dengan temannya.


"Ah tidak teman!! Aku hanya penasaran dengan orang yang kalian bicarakan!" ucap Lu Weng.


"Apa kau tidak tau siap mereka?" ucap orang yang satunya lagi.


"Tidak apa kau tau teman? Bagilah informasi yang kalian miliki!" ucap Lu Weng.


Dua orang itu saling pandang dan seakan ragu ingin memberitahu kan orang yang tiba-tiba datang dan mencoba ingin tahu apa yang di bicarakan mereka.


Lu Weng yang memang bergerak dengan uang dia langsung menawarkan mereka berdua untuk tukar informasi dengan beberapa keping koin emas.


"Begini saja teman! Aku akan kasih kalian berdua 100 koin emas tapi ceritakan siap orang yang membantai kelompok rampok hutan mati di rumah teh sederhana kemarin?" ucap Lu Weng.


Dua orang itu saling pandang dan akhirnya dia menganggukkan kepalanya tanda setuju!.


Mereka berdua tau satu orang ini adalah tipe orang manja yang hanya mengandalkan uang belaka karena tuan muda itu hanya memiliki tingkat kultivasi penyempurnaan inti tingkat sedang.


Untuk orang yang sudah berumur di atas 20 tahun mempunyai kultivasi di tingkat penyempurnaan inti tingkat sedang itu bisa di sebut kultivator malas.


Lu Weng mengeluarkan kantung hitam berisi koin emas berkisar seratus lebih dan dia melemparkan kepada salah satu dari mereka.


"Itu berisi seratus lebih koin emas, sisanya bonus untuk kalian!" jawab Lu Weng dengan entengnya.


Keduanya melihat kedalam kantong yang tadi di lempar oleh tuan muda itu, dan keduanya cukup tercengang karena yang di ucapkan tuan muda itu benar adanya.


"Baiklah akan aku berikan informasi yang kau minta!" ucap orang yang tadi menangkap lemparan kantong kain berisi koin emas.


"Katakan sekarang!" pinta Lu Weng tidak sabaran.


"Yang aku tahu, wanita cantik dan hebat itu bernama Ye Yue berasal dari benua utara, tujuan ke benua tenggah aku tidak tahu! Sepertinya dia hanya melihat kompetisi antara benua." ucap orang yang tadi menangkap kantong isi koin emas.


"Kau! Ku sarankan bila ingin melihat dia dan mengetahui informasi lebih dalam, datanglah ke final kompetisi pertarungan antara benua besok di alun-alun kota Zang ini!" ucap, saran orang yang satunya lagi.


"Hemmm,, kenapa aku tidak terpikirkan sebelumnya ide seperti ini!" gumam Lu Weng.


"Besok yah? Hari final pertarungan kelompok antar benua!" lanjut Lu Weng.

__ADS_1


Kedua orang itu hanya mengangguk menyetujui ucapan Lu Weng, mereka sangat senang hanya beberapa ucap kata saja bisa mendapatkan uang yang cukup banyak.


"Ha-ha-ha, baiklah saudara mari kita makan! Cepat pesan apapun yang kalian mau aku yang traktir!" ucap Lu Weng, mengagetkan mereka saja yang masih tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


"Ba-baik saudara! mari kita makan." jawab salah satu dari mereka.


Lalu mereka memanggil pelayan rumah makan itu dan memesan cukup banyak makanan yang mahal, mereka berani memesan itu semua karena akan di traktir oleh Lu Weng.


Tidak membutuhkan waktu lama makanan yang mereka hidangkan sudah datang, dan hampir saja meja itu penuh.


Bahkan mereka berdua memesan arak putih yang cukup mahal yang jarang sekali mereka minum sebelumnya!.


"Ha-ha-ha-ha, hanya beberapa kata yang tidak berguna bisa dapat uang, makan dan minum yang enak! Benar-benar orang bodoh yang sejati." ucap salah satu dari mereka di dalam benaknya.


Mereka bertiga makan bersama dengan lahap seperti sudah mengenal begitu lama dan seakan mereka sangat akrab sebelumnya.


Padahal mereka belum kenal sama sekali sebelumnya, dan baru bertemu juga kali ini tapi karena dua orang itu berkata dan selalu mengiyakan semua omongan tuan muda itu meski mereka tidak tau apa maksud dan tujuannya.


Ya itulah sifat dari Lu Weng, dia cepat sekali akrab bila sering di puji dan di sanjung! Apa lagi terhadap kehebatan dan kekayaannya dirinya yang notabennya seorang bangsawan!.


Setelah makan mereka lanjut mengobrol meski menurut dua orang itu tidak penting tapi sudah menghasilkan uang dan makan enak dan puas mereka tetep meladeni obrolan dari Lu Weng yang tidak bermutu sama sekali menurut mereka!.


\=


\=


LIKE' yah.


Terimakasih buat para pembaca novel ini.


Terimakasih atas dukungan yang kalian berikan.


Tunggu terus update selanjutnya.


Sekali lagi Terimakasih.


...

__ADS_1


__ADS_2