Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Tubuh Cahaya Abadi Bangkit


__ADS_3

\=


\=


Tujuh dewa-dewi terdesak mundur seperti itu hanya karena Zius mengalami luka yang fatal, bahkan dewa perkasa sangat menderita luka yang sangat parah akibat serangan dari Xi Jinping.


Untung saja dia masih memegang kapak kemurkaan sehingga masih bisa menahan dan sedikit demi sedikit mengurangi rasa sakit yang di alami dirinya.


Dia mengalami luka dalam yang lumayan parah akibat serangan dari Xi Jinping, dirinya berjalan perlahan untuk melihat kondisi Zius yang sebenarnya.


Karena dirinya merasakan Energi Ki milik Yang mulia Zius mulai menghilang sedikit demi sedikit.


"Yang mulia Zius, bertahan lah!" ucap dewa perkasa sambil berjalan lebih cepat ke arah tembok yang sudah tidak jauh dari jatuh dirinya akibat di hantam sanggat keras oleh Xi Jinping.


Setelah berjalan dan sampai ke tembok besar pelindung hutan raja hantu, yang kini Zius berada! Debu yang berterbangan di sekitar sana kini mulia menghilang karena tertiup angin.


Setelah debu menghilangkan, tubuh Zius terlihat jelas dia banyak memiliki luka yang dalam tapi tidak mengenai titik yang berbahaya.


Itu karena Zius sudah menangkis dengan trisula tombak petir serang yang mengarah ke titik yang membahayakan nyawanya.


"Yang mulia Zius apa anda tidak apa-apa?" ucap dewa perkasa saat sampai di sana.


Zius memandangi dewa perkasa dengan tatapan yang sendu, lalu dia tersenyum dan langsung tertawa.


"Ha-ha-ha-ha, kau pikir aku mati hanya karena serangan lemah seperti ini?" ucap Zius dengan suara garangnya.


Di dalam tubuhnya langsung menggelar petir yang sangat kuat, setelah dia berbicara dalam mulut dirinya seperti aliran petir yang meningkat tajam.


Feng Syhun dari kejauhan melihat itu cukup terkejut! "Bagaimana dia bisa melakukan itu semua, serangan ku barusan bergerak sangat cepat! Dia bisa lolos dengan memindahkan serangan yang lain, sangat menarik!" ucap Feng Syhun saat memperhatikan tubuh Zius yang terluka parah.


Dia dapat melihat dengan jelas meskipun jarak di antara mereka sangat jauh.


Sedangkan di bagian yang lain, Ye Yue sedang sibuk melawan dewi kemarahan! Dia menyerang dengan ganas tapi hanya bisa mendesak, namun tidak menjatuhkan musuh dengan fatal.


"Haaahhh..!"


Ye Yue berteriak kencang sambil menyerang dengan sangat ganas mengundang pedang cahaya miliknya dan setiap serangan dirinya di tangkis dengan pedang panjang juga oleh Dewi kemarahan.

__ADS_1


Ye Yue melihat sekitar, hanya dirinya yang belum menjatuhkan lawannya dengan telak, sedangkan yang lain sudah selesai memojokkan lawan dan menjatuhkan mereka.


Setelah keinginan mengalahkan musuh semakin kuat, Energi Ki milik Ye Yue meningkat dengan pesat tanpa Ye Yue rasakan dengan jelas.


"Yang lain sudah selesai, sekarang giliran kau!" bentak Ye Yue karena sudah sangat marah.


"Akan kau andalkan apa gadis lemah!" bentak dewi kemarahan.


Dia lalu menertawakan Ye Yue, meskipun sangat kuat tapi mereka sepertinya cukup seimbang dalam hal penyerangan maupun pertahan.


Sedangkan dewi kemarahan lebih tua dari Ye Yue dan dirinya lebih banyak pengalaman pertempuran di bandingkan dengan Ye Yue! Sehingga unggul dari Ye Yue bukanlah sebuah prestasi.


Dari arah belakang Liuliu datang untuk membantu Ye Yue melawan dewi kemarahan.


"Nona Ye Yue, akan aku bantu melawan dia!" ucap Liuliu setelah sampai di belakang Ye Yue.


"Liuliu tidak perlu, akan ku kalahkan dia dengan kekuatan ku sendiri!" Ye Yue ingin dirinya lebih kuat, menurut dirinya agar dia bisa bersanding dengan Feng Syhun lebih pantas.


"Tapi nona Yue!" potong Liuliu.


"Liuliu, tolonglah beri aku kesempatan!" namun Ye Yue tetap menolak untuk di batu oleh Liuliu.


Sebenarnya Liuliu cukup khawatir bahwa Ye Yue akan kalah dan terluka, sedangkan dirinya ada di hadapannya saat ini, sehingga takut nantinya Feng Syhun menyalahkan dirinya tidak bisa menjaga Ye Yue dengan benar.


Dewi kemarahan langsung tersenyum simpul di wajahnya, dia tidak menyangka memiliki lawan yang bodoh dan pura-pura sok kuat.


"Gadis lemah sombongnya kau, kau hanya semut di mataku! Tidak ada artinya lawan seperti mu bagiku!" ucapan dewi kemarahan tidak seperti yang ada di hatinya.


Sebenarnya dia senang karena Liuliu tidak membantu, meskipun dia bisa melawan Ye Yue yang semakin lama semakin kuat. Jika di tambah Liuliu maka akan kalah telak.


Ye Yue langsung memegang erat pedangnya, dengan mengeratkan giginya karena dia menahan amarahnya yang setiap saat akan meledak.


Namun yang dia tahan Ye Yue bukanlah emosi dalam dirinya, melainkan kekuatan yang besar.


Pada saat puncaknya emosional itu tidak bisa di tahan lagi, rambut Ye Yue langsung berubah menjadi kuning keperakan.


Mata Ye Yue langsung berubah putih bening semuanya, pandangan dirinya seperti akan menenggelamkan semua yang dia pandangi, setelah itu dia langsung berlutut di tanah.

__ADS_1


"Apa ini? Jangan-jangan Tubuh Cahaya Abadi Bangkit?" gumam Liuliu melihat reaksi yang di alami Ye Yue.


Ye Yue berlutut sebentar tangan dirinya membentang ke atas, lalu melompat ke atas sangat tinggi, gerakan itu secepat cahaya bahkan mata telanjang dari dewi kemarahan tidak bisa melihat itu.


"Perasaan apa ini?" dewi kemarahan berucap dalam hati.


"Jurus tengik, tidak akan berguna pada ku bodoh!" bentak dewi kemarahan, dia berucap dalam hati dan mulutnya sanggat berbeda seperti bertolak belakang.


Feng Syhun yang tadinya melihat ke arah Zius, kini melirik ke arah Ye Yue yang kini sedang terbang di atas mereka semua dengan posisi sangat tinggi.


"Apa yang di lakukan Yue'er, auranya sangat berbeda?" gumam Feng Syhun.


Dia mengerutkan alisnya, dia mendongak dan melihat dengan teliti di atas dirinya saat ini Ye Yue terbang mengeluarkan sayap dari tubuhnya.


"Teknik apa itu, aku belum pernah melihat Yue'er seperti ini! Sangat luar biasa." gumam Feng Syhun kembali.


Semua orang hampir melihat ke atas dan mereka rata-rata cukup kaget dengan kejadian ini.


Hanya Zius, dewa perkasa dan dewi kesederhanaan yang tidak melihat ke atas mereka berdua membantu Zius yang terkenal jerat tombak es milik Feng Syhun, karena orang tidak memperhatikan dewi kesederhanaan langsung membantu kakaknya.


"Yang mulia Zius, anda tidak apa-apa kan?" ucap dewi kesederhanaan setelah sampai di samping mereka berdua.


"Ya, ini hanya luka kecil, tapi sepertinya kita akan menghadapi sesuatu yang besar! Apa kalian akan siap berkorban untuk ku?" tanya Zius dengan sangat serius.


Dirinya merasakan bahwa bukan hanya Feng Syhun yang sangat kuat, tapi semua orang yang datang ke alam ini sangat di luar dugaan dirinya.


Di tambah Ye Yue yang sedang berada di atas langit dia merasakan ini berbahaya, karena dia belajar sejarah bahwa jika ada dewi bersayap cahaya dan aura tekanan yang menyengat di energi Ki miliknya maka itu pertanda akhirnya alam dewa sejati berada.


Setelah mengingat kembali itu, Zius akhirnya bertekad akan berjuang sampai akhiri.


Dia mendongak ke atas, dengan wajah benar-benar kaget.


"Akhirnya, akhir dari alam dewa sejati tiba hari ini!" ucap Zius setelah memandang ke atas.


Dewa perkasa dan dewi kesederhanaan langsung kaget mendengar ucapan dari Raja mereka.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2