
\=
\=
Feng Syhun yang sudah sampai di pusat hutan raja hantu kini melihat adanya kuil tua, namun terlihat sangat terawat.
Setelah Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu, Xi Jinping dan Wang Long mulai mendekati di dalam sana keluar seorang biksu tua.
Dia menggunakan pakaian yang lusuh namun bersih berwarna kuning ke emasan, mata biksu tua itu seperti tertutup oleh kantung mata dan alisnya yang cukup panjang.
Kumis dan janggutnya begitu panjang, muka keriputnya tidak bisa di tutupi dengan ketenangan dirinya.
Feng Syhun sangat penasaran dengan orang itu, sehingga dia dengan cepat maju.
"Tuan, apa kami boleh bertanya kuil apakah ini?" Feng Syhun langsung saja ke intinya.
Dia ingin segera tahu kuil apa itu dan apa yang ada di dalam kuil tua.
Biksu tua itu tidak langsung menjawab melainkan dia membuka lebar-lebar matanya yang memang cukup tertutup oleh kantung matanya.
"Nak, kau sudah kami tunggu begitu lama!"
Feng Syhun cukup kaget, karena dia baru saja sampai di hutan raja hantu namun biksu tua itu malah seakan dia sudah menunggunya sejak lama.
"Aku sudah di tunggu? Tapi maaf tuan! Aku tidak kenal dengan tuan biksu!" Feng Syhun tidak mengerti jalan pikiran biksu tua itu.
"Aku pun tak kenal tuan, namun orang yang bisa menjebol formasi pelindung hutan raja hantu ini! Adalah orang yang di takdirkan!"
Sebenarnya biksu tua itu enggan percaya, karena umur orang yang bisa menjebol formasi pelindung hanya anak berumur belum genap 20 tahun.
Namun itu kenyataan, sehingga dia bersikap hormat! Jika orang lain yang masuk seperti Zius kala itu pasti sudah di hadang oleh biksu tua dan beberapa muridnya.
"Apa ada cara lain untuk masuk ke hutan ini? Maaf jika aku merusaknya karena tidak tahu cara masuk yang di izinkan, karena aku merasakan aura yang memanggil diriku untuk masuk ke dalam hutan ini sehingga aku masuk dengan cara paksa!" jawab Feng Syhun.
Sebenarnya dia tidak berniat masuk dengan cara yang kasar, namun dia tidak tahu cara masuk dengan tidak merusak formasi pelindung.
Mendengar jawaban Feng Syhun, biksu tua itu semakin kaget karena Feng Syhun benar-benar biasa merasakan aura yang memanggil seseorang.
__ADS_1
Secara turun temurun, di Kuil Langit Kuno mengetahui sejarah! Dan mereka menerima itu, bahwa nantinya akan ada orang yang masuk ke dalam kuil dengan mudahnya tanpa halangan meskipun kuil di jaga begitu ketat.
Orang itu datang karena adanya panggilan dari dalam kuil, para pemimpin biksu hanya menyampaikan kebenaran terhadap penerus satu sama lain.
Sehingga informasi yang sedari awal tidak akan pernah berubah hingga detik ini, meskipun sudah ribuan tahun di wariskan turun temurun.
"Tak apa, abaikan saja. Mari masuk tuan!" ajak biksu tua itu.
Dia kini semakin percaya dengan Feng Syhun, karena dia berhasil merusak formasi pelindung dan dia juga bisa merasakan aura yang memanggil, padahal dirinya dan para leluhur dahulu tidak mengetahui dan merasakan aura apa yang di maksud itu.
Dan mereka di sini juga tidak tahu sedang menjaga apa, namun karena leluhur mereka mengabdikan diri! Sehingga mereka menjalani dengan patuh.
"Apa tidak masalah, baiklah terimakasih tuan!" ucap Feng Syhun sambil memberikan hormat.
Dia lalu mengajak Ye Yue, Liuliu, Xi Jinping dan Wang Long masuk ke dalam kuil!.
Mereka berempat mengikuti Feng Syhun masuk ke dalam kuil bersama dengan biksu tua, setelah masuk ke dalam kuil itu kini suasana di sana sangat berbeda seperti desa biasa.
Sebenarnya kuil ini hanya tampilan depan, dan di belakang kuil itu terdapat perkampungan kecil, di sana ada beberapa anak yang sedang berlatih beladiri.
Feng Syhun dan yang lainya masuk ke dalam kuil dan melihat bagian belakang kuil itu cukup kaget, mereka pikir akan menemukan suasana yang sepi tanpa anak-anak dan wanita.
Karena ini kuil maka orang di sana akan mengkultuskan dewa namun semua itu beda dari pemikiran Feng Syhun dan yang lainya.
Namun yang lebih kaget adalah Feng Syhun, dia melihat pagoda yang hitam pekat itu seakan sangat familiar.
"Jika di lihat, sepertinya pagoda itu mirip dengan pagoda sembilan tingkat namun warnanya sangat hitam berbanding terbalik dengan pagoda sembilan tingkat!" gumam Feng Syhun.
Dia langsung maju mendekati pagoda yang mirip dengan pagoda sembilan tingkat namun hanya warnanya saja yang sedikit berbeda.
Feng Syhun masuk terus memandangi pagoda hitam itu, sampai dia tidak terasa ada yang medekati dirinya.
"Tuan, apa ada yang salah dengan pagoda sembilan tingkat itu?" ucap biksu tua, pemimpin kuil langit kuno itu.
Feng Syhun menengok! "Tuan biksu! Aura yang memanggil berasal dari pagoda itu!" Feng Syhun menunjuk ke arah pagoda hitam di depannya.
"Aura yang memanggil dari pagoda sembilan tingkat itu!" ucap biksu tua itu sambil berpikir keras.
__ADS_1
Memang dari ribuan tahun lamanya, pagoda itu tidak pernah di masukin sama sekali! Karena ada larangan sejak awal, sehingga mereka tidak berani sedikitpun untuk masuk.
Liuliu, memandangi pagoda itu seperti yang di miliki oleh tuan Liu Xiaobo yang sekarang sudah di miliki oleh Feng Syhun.
"Tuan, apa anda tidak merasa bahwa pagoda ini sangat mirip dengan yang tuan miliki?" tanya Liuliu.
"Ya, aku sudah merasakan sejak awal! Namun aku tidak terlalu memperdulikan itu Liuliu, tapi aura ini begitu mengganggu pikiran ku!" keluh Feng Syhun.
Dia sudah cukup terganggu dengan kondisi seperti ini namun belum tahu apa yang harus dia lakukan.
Karena penasaran dia akhirnya mengeluarkan pedang Empat Mata miliknya, dengan kekuatan pemangil yang sudah terhubung dengan pedang itu pedang Empat Mata langsung muncul melayang di hadapan Feng Syhun.
Baru juga Feng Syhun memeng pedang itu langsung bergetar hebat, setelah tidak adanya formasi pelindung pedang itu langsung menerbangkan Feng Syhun yang sedang memegangi dirinya ke arah pagoda hitam dengan kecepatan kilat.
"Apa yang terjadi, aku terbawa arus energi yang sangat kuat!" keluh Feng Syhun saat dirinya terbang dan masuk ke dalam pagoda hitam.
"Tuan!" ucap Liuliu yang memang sangat dekat berdiri di samping Feng Syhun.
Namun dirinya tidak bisa menghentikan itu sama sekali, karena kejadian itu begitu cepat dan tidak mudah di tebak.
"Gege.!!" Ye gan langsung tertegun, dia khawatir di dalam sana ada bahaya yang mengancam.
"Tuan..!" Wang Long dan Xi Jinping hanya bisa memanggil tuanya itu.
Ke empat orang itu langsung menangkap ke arah biksu tua dengan wajah garang miliknya masing-masing.
"Apa yang kau lakukan terhadap taun Feng Syhun?" ucap Liuliu dan Xi Jinping.
Biksu tua itu sedikit bergetar karena tekanan yang di keluarkan dari Liuliu, Xi Jinping dan Wang Long.
Namun dirinya tidak takut, karena dia juga tidak tahu apa yang terjadi terhadap Feng Syhun.
\=
\=
...
__ADS_1