
\=
\=
Bing Zuan Shi sangat hapal dengan suara yang memanggil dirinya dengan lantang, dia sangat malas untuk menjawabnya akan tetapi bagi dia untuk mengabaikan panggilan itu tidak bisa, karena bisa menyebabkan dirinya di pandang buruk oleh orang yang memanggil itu.
Akan tetapi bila panggilan itu di tanggapi takut salah tanggap orang yang sedang memanggilnya itu, untuk saat ini perasaan Bing Zuan Shi sangat dilema.
Sudah gagal melakukan kultivasi di tambah ada maslah yang siap merecoki dirinya! dan membuat dia tambah kacau pikiran dan perasaannya.
"Tunggu Bing Zuan Shi!!" ucap suara itu kembali terdengar.
Bing Zuan Shi menghentikan langkahnya tapi dia tidak menengok ke arah belakang sedikitpun, karena di tau siap yang memanggil dirinya itu.
Ya yang memanggil dirinya adalah Han Shen!!.
Han Shen selama seharian itu mondar-mandir di dekat kamar Bing Zuan Shi dia hendak menggedor-gedor kamar Bing Zuan Shi tidak berani menurutnya itu sangat memalukan.
Karena tidak memiliki alasan yang kuat untuk menggedor dan memanggilnya keluar, pada saat sekarang dia sudah cukup lama menunggu akhirnya membuahkan hasil.
Maka dari itu dia tidak akan melepaskan momentum ini dengan mudah! Dia akan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan benar.
Ya meski hanya menurut dirinya seorang.
"Bing Zuan Shi tunggu!!" ucap Han Shen.
"Hendak kemana kamu Bing Zuan Shi?" ucap Han Shen.
Dia berbasa-basi dengan menanyakan keparluan yang akan di lakukan Bing Zuan Shi, agar setelah keperluan itu di ucapkan dia pun akan beralasan seperti yang Bing Zuan Shi butuhkan.
"Aku mau makan sudah cukup lapar!!" jawab Bing Zuan Shi singkat saja.
"Kebetulan sekali aku juga hendak makan apa kamu mau barang aku temani makan?" ucap Han Shen, padahal itu hanya akal bulus saja yang di ucapkan Han Shen.
"Tidak perlu, aku makan sendiri saja itu lebih baik!" ucap Bing Zuan Shi datar saja.
Ucapan itu seperti biasa saja tapi buat Han Shen itu sangatlah dingin seperti air es yang di siram pada besi yang panas langsung menguap dan membekukan besi itu.
__ADS_1
Itulah gambaran hati dan pikiran yang di alami Han Shen!.
Tanpa menunggu jawaban dari Han Shen, Bing Zuan Shi berjalan menuju rumah makan yang tersedia di penginapan Pelangi itu, Han Shen untuk mengejar lagi sedikit canggung di hatinya.
Tapi dasar orang yang tidak mau menyerah dan tahan akan rasa malu dan tebal muka, tetap saja Han Shen tetapi mengikuti Bing Zuan Shi ke rumah makan penginapan Pelangi.
*
Kembali ke Sekte Fajar Langit Dunia tepatnya di bawah tanah, Feng Syhun yang masih memandang dengan tajam ke arah siluman kapten tim benua selatan.
"Apa kau menginginkan cincin ini? Bila iyah akan ku berikan!" ucap Feng Syhun dengan santai.
Dia tahu bila cincin ini di berikan padanya maka hal buruk pada pertarungan yang akan dia alami cukup sulit tapi dia lebih berfikir untuk maju.
Bila tidak ada lawan yang sebanding maka akan sulit melihat kemampuan kita sudah sampai mana.
"Ha-ha-ha, aku memang menginginkan cincin itu dan aku pun adalah pemilik asli cincin itu, dan merebut darimu semudah membalikkan telapak tangan!" ucap siluman kapten tim benua selatan.
Feng Syhun cukup tertantang dengan ucapan siluman kapten tim benua selatan itu, dan akhirnya di berucap.
Wwooss...!!
Siluman kapten tim benua selatan menghilang dari tempatnya dan kini beberapa langkah di depan Feng Syhun, dia bergerak begitu cepat untuk kalangan di dunia fana, tapi di mata Feng Syhun dia hanya terlihat lari lamban dan hendak merebut cincin itu dari tangan Feng Syhun.
Hanya beberapa inci lagi tangan siluman kapten tim benua selatan menyentuh cincin itu, Feng Syhun menggenggam kan tangannya.
Dan berubah haluan memukul wajah dari siluman kapten tim benua selatan, karena siluman kapten tim benua selatan kurang fokus dan terlalu meremehkan lawan akhirnya dia terkana pukulan itu dengan telak.
Buummm...!!
Pukulan itu seperti pukulan biasa saja tapi Feng Syhun mengalirkan Energi Ki miliknya tiga perempat yang dia miliki saat ini.
Diri dari siluman kapten tim benua selatan itu langsung terpental jauh kebelakang dan membentur tembok penghalang, den cukup banyak dia muntah darah.
Siluman kapten tim benua selatan sangat kaget dengan kekuatan yang Feng Syhun miliki, karena hanya seperti itu dia bisa memukul mundur sangat jauh bahkan bisa melukai dirinya yang kini sudah sepenuhnya menguasai tubuh kapten tim benua selatan.
"Sial bocah ini bukan manusia biasa. Andai saja cincin itu ada padaku mungkin keadaan ini akan berbalik!" ucap kapten tim benua selatan cukup keras.
__ADS_1
Dia berucap sambil menyemburkan darah kembali dari mulutnya, dan dengan sigap di mengusap sisa darah yang menempel pada bibirnya.
Feng Syhun yang mendengar itu langsung tersenyum menyeringai dan seperti meremehkan ucapan dari siluman kapten tim benua selatan.
"Aku ingin melihat keadaan berbalik yang seperti apa yang kau maksud!" ucap Feng Syhun.
Sambil dia melemparkan cincin warisan setan kepada siluman kapten tim benua selatan, bahkan siluman kapten tim benua selatan saja tidak habis pikir dengan tingkah laku bocah yang di depannya itu.
Siluman kapten tim benua selatan menangkap cincin itu dengan sigap dan memakinya di jari kanan manis miliknya.
Dia begitu heran ada orang bodoh yang seperti bocah di hadapannya, dia menunggu saat-saat ini di benua selatan setelah menemukan tubuh yang cocok seperti ini tinggal dia meminta cincin yang kini dia pakai pada penasehat kekaisaran benua selatan agar kesempurnaan kebangkitan dirinya terwujud.
Dan inilah saatnya dia bangkit dengan sepenuhnya tanpa susah payah merebut cincin itu dengan kekuatan yang terbatas yang dia miliki saat ini.
"Hahaha, saatnya aku bangkit dengan kekuatan penuh ku, aku sangat merindukan saat-saat seperti ini!!" ucap siluman kapten tim benua selatan dengan sangat lantang.
Setalah cincin itu terpasang guratan hitam dan merah langsung keluar dari cincin itu dan menjalar ke seluruh tubuh kapten tim benua selatan, kini perubahan itu sangat drastis dan benar-benar seperti siluman yang seperti Feng Syhun lihat sebelumnya.
"Ha-ha-ha, kekuatan penuh ku akhirnya kembali setelah ribuan tahun lamanya!" ucap siluman kapten tim benua selatan.
Dia saat ini tidak memperdulikan sekitar ruangan itu dan tidak memperdulikan Feng Syhun sama sekali yang di pikirkan kebangkitan kekuatan dia yang sudah sepenuhnya penuh kembali.
Cukup alam dia tertawa sendiri dan mengoceh tidak karuan sendiri, sedangkan dia tidak ingat bahwa di depan dia ada jurang kematian yang dalam dan susah untuk bisa bangkit kembali.
Dia lupa di depan dia ada raja pencabut Sukma dari raga apa lagi bagi siluman seperti dia, bisa di katakan bertemu Feng Syhun seperti bertemu dewa kematian bagi para siluman.
\=
\=
LIKE' yah.
Terimakasih buat para pembaca novel ini.
Tunggu terus update selanjutnya.
...
__ADS_1