Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Tombak Trisula Tiga Warna


__ADS_3

\=


\=


Siluman Pelahap Jiwa kini berdiri di tepi ruangan tempat mereka bertarung, dia menyunggingkan senyum lebar yang mengerikan.


Dengan mulut yang lebar dan gigi taring semua yang dia perlihatkan dan di miliki, semakin mendukung tingkat keseraman yang dia miliki.


Dia mengeluarkan senjata yang cukup aneh, dari cincin warisan setan yang di miliki saat ini.


"Bocah apa kau lihat senjata yang aku pegang sekarang? Ingatlah namanya karena kau akan mati di ujung senjata ini!" ucap siluman pelahap jiwa.


"Senjata Ini adalah Tombak Trisula Tiga Warna!!" lanjut siluman pelahap jiwa pada Feng Syhun.


"Nama yang aneh, jelas-jelas itu hanya memiliki dua warna." ucap Feng Syhun begitu keheranan dengan ucapan siluman pelahap jiwa.


Jelas Feng Syhun keanehan dengan nama tombak yang di pegang oleh siluman pelahap jiwa, karena nama tombak itu Trisula Tiga Warna, bila Trisula Dua Warna lebih cocok karena hanya memiliki dua warna pada bagian mata tombak dan badan tombak.


Mata tombak itu berwarna emas sedang badan tombak berwarna perak cerah!.


"Ha-ha-ha-ha,, bodoh aku belum selesai berucap! Kenapa ini di namakan trisula tiga warna karena tombak tiga mata ini memiliki dua warna dan setiap di gunakan memakan korban dan warna ketiga itu adalah merah darah dari korbannya!" ucap siluman pelahap jiwa dengan bangga.


Feng Syhun hendak tertawa keras tapi takut dosa! Sehingga dia hanya menahan tawa itu sebisa mungkin.


Kenapa tidak tertawa jelas-jelas itu tombak mata tiga dua warna, malah di beri nama trisula tiga warna kan melawak yang memberi nama.


"Bila kali ini tombak trisula itu tidak memakan korban besok ganti nama menjadi trisula dua warna!" ucap Feng Syhun.


"Keparat, kau meledek senjataku bocah tengik??" tanya siluman pelahap jiwa.


Meski dirinya yang bukan memberi nama tombak itu tapi setelah Feng Syhun mengungkit nama tombak itu dia menjadi marah.


"Jangan banyak omong lagi, mampus lah!!" ucap siluman pelahap jiwa.


Dia menerjang dengan tusukan rombak trisula tiga warna itu dengan sangat cepat bahkan hampir melebihi kilat!.


Tring..!!


Tring..!!!


Suara benturan senjata terus terjadi gelombang kejut yang sangat besar menabrak tabir pelindung dan kembali lagi ke asalnya hingga pertarungan itu berjalan cukup lama!.

__ADS_1


Feng Syhun nafasnya mulai tersengal dan kurang beraturan, sedangkan siluman pelahap jiwa sudah kembang kempis nafasnya.


"Sampai di mana sebenarnya kekuatan bocah tengik itu, semua serangan ku yang menggunakan begitu besar Energi Ki hitam masih bisa di bendung?" gumam siluman pelahap jiwa, dia bertanya pada diri sendiri karena saking kagetnya.


Di luar tabir pelindung Ye Yue sungguh sangat tegang, dia tidak pernah melihat Feng Syhun bertarung begitu lama melawan musuhnya, baru kali ini dia melihat itu.


Setalah melihat kejadian ini dia baru sadar kenapa Liuliu menahan dia untuk masuk bila dia masuk takutnya dia hanya menjadi beban terhadap Feng Syhun nantinya.


Orang-orang di luar masih merasakan. . dan mengamati pertarungan dua orang yang ada di dalam ruangan itu.


Yaitu Feng Syhun dan siluman pelahap jiwa, meskipun pertarungan itu mengerikan, tapi karena tabir pelindung yang di buat Liuliu pertarungan itu tidak berdampak pada sekitar.


Bahkan getaran saja tidak di rasakan oleh orang-orang di luar Sekte Fajar Langit Dunia,.


Bila saja pertarungan itu di lakukan di alam bebas dan tempat terbuka pastilah dampak yang di timbulkan bisa sangat parah bahkan kota dan kerajaan bisa hancur olehnya!.


"Huff,,!! Cukup melelahkan, belum pernah aku bertarung hingga lelah seperti ini?" ucap Feng Syhun pada diri sendiri juga.


Mereka berdua sama-sama tenggelam dalam pikiran masing-masing, siluman pelahap jiwa masih arogan dan tak percaya, sedangkan Feng Syhun masih belum yakin bahwa dirinya mengalami kesulitan yang cukup lumayan.


Setelah mengambil nafas yang cukup panjang Feng Syhun, kembali menyerang dengan cepat dan tebasan pedang menyilang dengan kekuatan yang hampir penuh.


Woosss...!!


Tring..


Dia membentangkan tombak trisula tiga warna di depan badannya dengan posisi horizontal, untuk membendung serangan ganas Feng Syhun! Tapi dengan sisa kekuatan yang semakin menipis yang di miliki oleh siluman pelahap jiwa.


Membuat dia terpental jauh ke belakang dan membentur dinding tabir pelindung.


Boommm..!!


Suara benturan keras seperti ledakan yang hebat akibat badan siluman pelahap jiwa membentur dinding tabir pelindung yang di buat oleh Liuliu.


Uhuk,, uhuk..!!


Siluman Pelahap Jiwa memuntahkan darah yang begitu banyak, darah itu berwarna hitam tidak seperti darah kultivator pada umumnya.


Itu di sebebkan karena tubuh kapten tim benua selatan susah di kuasai penuh oleh siluman pelahap jiwa sehingga tubuh itu berubah drastis ke bentuk siluman seutuhnya.


"Sial bagaimana aku bisa kalah? Dan tabir pelindung sialan aku tidak bisa keluar untuk kabur!" gumam siluman pelahap jiwa dengan susah dan menahan sakit yang cukup parah.

__ADS_1


Dia merasakan organ tubuhnya bagian dalam serasa hancur dan tubuh bagian luar serasa remuk bahkan hampir merasakan dirinya tidak bertulang.


Feng Syhun, masih berdiri di tempatnya dengan tenang! Sebenarnya dia cukup kaget itu tadi pukulan Energi Ki yang hampir semua dia keluarkan tapi siluman pelahap jiwa masih bisa bertahan, dan tidak mati.


"Benar-benar tangguh apa masih banyak siluman yang seperti ini dahulu?" gumam Feng Syhun tidak bisa mempercayai itu semua.


Memang dahulu saat perang besar antar ras siluman dan ras manusia di dalam dunia kultivator para siluman lebih unggul dan lebih hebat, bahkan sebagian kalangan atas ras siluman begitu tangguh.


Maka dari itu, ras manusia hanya mampu menyegel pemimpin dari ras siluman dana setelah itu sisanya mereka bantai!.


Karena ras siluman sudah tidak memiliki pemimpin pada saat itu sehingga mereka kurang fokus dan percaya diri sehingga mental mereka melemah dan mudah di hancurkan oleh gabungan kultivator manusia.


Jika saja pemimpin siluman tidak di segel terlebih dahulu sudah di pastikan bahwa ras manusia akan musnah pada waktu itu.


"Baiklah akan aku bereskan dia sekarang!" ucap Feng Syhun.


Siluman pelahap jiwa yang masih bisa mendengar ucapan Feng Syhun langsung waspada tapi untuk bergerak di sudah tidak begitu mampu.


Woosss...!!!


Feng Syhun menghilang dari pandangan siluman pelahap jiwa, dan tiba-tiba muncul di samping kanan dengan tebasan dua pedang yang saling bertumpukan di depan siluman pelahap jiwa.


Siluman Pelahap Jiwa dengan usaha yang dia punya mengeluarkan semua sisa Energi Ki hitam dan menggerakkan tombak trisula tiga warna untuk membendung tebasan itu.


Tranngg..!!


Boommm..!!


Suara dentingan beradunya senjata menggema kembali, dan ledakan besar terjadi lagi karena posisi siluman pelahap jiwa masih menyandar pada dinding tabir pelindung.


\=


\=


LIKE' yah.


Terimakasih buat para pembaca novel ini.


Mohon dukungannya yah dengan vote yang kalian miliki.


Terimakasih atas segalanya semoga terhibur dengan novel ini.

__ADS_1


...


__ADS_2