
\=
\=
Genosida memandang dua siluman yang ada di hadapannya dengan tatapan tajam dan sangat ingin menguliti hidup-hidup, karena keduanya belum juga sadar bahwa mereka sedang berhadapan dengan Genosida siluman yang begitu kejam dan kuat.
"Apa kalian ingin tetap melawan ku?"
Genosida bertanya sambil menyeringai dan di ikuti oleh kilatan mata yang begitu tajam, seakan menunjukkan bahwa dia memandang keduanya begitu rendah.
Keduanya langsung melawan Genosida kembali, karena sudah tergiur oleh kehebatan yang akan mereka miliki masing-masing! Tapi hanya beberapa gerakan saja Genosida sudah membunuh dua siluman itu dengan mudah, seakan tidak memiliki kesulitan apapun.
Hanya tersisa satu siluman dari lima yang tadinya bertarung, karena dia adalah salah satu yang paling memiliki kewaspadaan sejak awal.
Dia langsung berlutut dan meminta ampunan kepada Genosida secepatnya, karena masih ingin hidup meskipun berada di bawah kepemimpinan Genosida nantinya yang penting dia mengikuti yang lebih kuat dari dirinya.
Setelah mendapatkan pengakuan dari satu-satunya siluman yang tersisa dari lima lainnya, Genosida langsung bergerak kembali mencari keberadaan yang cukup kuat! Mengingat dengan kekuatan yang dia miliki saat ini menemukan mereka semua cukup mudah.
Bahkan menambah pengikut terhadapnya cukup gampang karena sudah ada beberapa yang mengikuti dirinya, akhirnya cukup mudah menekan mereka semuanya.
Setelah wilayah yang cukup luas Genosida jelajahi dan kuasai, dia berucap dengan lantang.
"Aku berikan kesempatan kepada kalian semua, saling bertarung lah jika dalam waktu dua hari bisa bertahan hidup maka akan menjadi pengikut ku! Tapi jangan coba-coba di antara kalian untuk lari, bila di ketahui oleh ku maka kematian pasti menimpa kalian!" ucap Genosida pada mereka semua.
Para siluman yang ada di sana yang sudah di kumpulkan oleh Genosida jelas kaget, tapi mereka mau berbuat apa lagi? Menyangkal pun tidak berani karena mengetahui bahwa Genosida seperti raja kegelapan yang tidak memiliki perasaan bahkan bisa di lihat dari aura dan sorot matanya untuk sekarang.
Setelah mengucapkan beberapa kata itu, tanpa mendengar alasan apapun, maupun penjelasan apapun dari mereka semua! Genosida langsung terbang menjauh ke arah lain.
Melihat kepergian Genosida, para siluman yang berkumpul itu langsung saja melakukan pertarungan untuk menunjukkan siapa dia antar mereka semua yang berhak bertahan hidup untuk dua hari ke depan.
Di kejauhan Genosida hanya tersenyum puas dengan hasilnya, karena mereka semau mengikuti perintahnya! Dengan tetap terbang menjauhi kerumunan siluman yang saling baku hantam dia menuju banyak kota lainnya untuk melakukan hal yang sama.
Guna memilih pasukan terkuat di antara siluman yang menerima benih pasukan terkuat, dari alam kegelapan ini.
***
Beberapa hari telah berlalu dengan cepat.
__ADS_1
Feng Syhun yang sekarang sudah membangun lima kota lainya yang baru, akhirnya memilih istirahat di temani oleh Ye Yue, di halaman belakang istana yang ada di kota Gong Dao.
Keduanya memandang ke arah gunung yang menjulang cukup tinggi.
"Yue'er, apa kamu sudah merasakan kangen dengan ibu dan ayah?" ucap Feng Syhun memecahkan keheningan yang cukup lama.
Entah mengapa Feng Syhun merasakan perasaan yang cukup kangen dengan ibu dan ayahnya, rasanya ingin bertemu untuk melepas rindu karena sudah tidak bertemu dengan mereka cukup lama.
"Gege, aku sebenarnya sangat kangen dengan mereka! Tapi kita di sini sangat jauh jarak di antara kita dengan mereka." keluh Ye Yue pada Feng Syhun.
Sebenarnya Ye Yue sudah merasakan kangen dan ingin bertemu dengan orang tuanya, maupun dengan orang tua Feng Syhun akan tetapi untuk membahas ini terlebih dahulu dengan Feng Syhun dirinya tidak memiliki keberanian sehingga lebih memilih memendam perasaan ini.
"Yue'er, bagaimana jika kita menjemput mereka ke sini agar bisa bertemu dengan kita kapanpun! Sepertinya aku rasa alam fana sudah tidak aman lagi untuk mereka kedepannya." tanya Feng Syhun setelah memikirkan dengan matang pemikiran tersebut.
"Gege Syhun, benarkah Gege akan menjemput mereka kemari?" tanya Ye Yue dengan sangat antusias kerena tidak begitu yakin dengan ucapan dari Feng Syhun itu adalah kebenaran.
"Ya kenapa tidak, karena aku sangat yakin di sinilah tempat yang paling aman nantinya!" ucap Feng Syhun memberikan penjelasan.
Mereka berdua berbicara banyak di sana, sampai membahas bagaimana cara menyampaikan keberadaan Feng Ying kepada orang tua mereka masing-masing.
Apakah akan membuat sedikit kejutan agar orang tua mereka cukup terharu atau bagaimana, antara Feng Syhun dan Ye Yue membuat banyak rencana untuk menyampaikan keberadaan Feng Ying pada orang tua mereka masing-masing! Akhirnya lebih memilih untuk membuat seperti sebuah kejutan.
***
Portal teleportasi khusus muncul di alam fana, benua barat tepatnya di pinggiran hutan mati di desa Bianyuan! Setelah cukup jelas dengan penglihatan di sana Feng Syhun dan yang lainya melihat desa itu masih seperti yang dulu hanya terdapat rumah besar yang pernah di tempati Feng Syhun dan orang tuanya.
Akan tetapi kini rumah itu semakin tambah besar, bahkan hingga menjangkau ke dalam desa.
Penjagaan di sana sekarang cukup ketat, banyak pasukan yang di bentuk oleh Feng Shui langsung berpatroli di sekitar rumah besar itu dan desa Bianyuan.
Melihat ada portal dimensi yang muncul secara acak membuat beberapa dari mereka yang melihat kejadian itu cukup waspada.
Tiga pasukan muda yang sedang berpatroli di sekitar desa Bianyuan dan rumah besar milik tuan Feng Shui, langsung bergegas mendatangi dengan senjata menghunus ke arah Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping.
"Siapa kalian?" ucap salah satu dari mereka.
Pasukan keamanan desa itu cukup muda, dan semangat dalam melakukan tugas cukup tinggi tapi mereka tidak mengetahui siapa yang mereka hunuskan senjata.
__ADS_1
"Aku siapa?" ucap Feng Syhun cukup bingung sambil menunjuk dirinya sendiri.
Setelah itu dia menengok ke kanan dan kiri di mana Liuliu dan Ye Yue berdiri saat ini, seakan minta pendapat mereka karena Feng Syhun tidak tahu harus bersikap seperti apa.
"Iyah siapa lagi jika bukan kalian, ini adalah kawasan tuan Feng Shui! Tidak sembarang orang bisa masuk dan kalian sudah menerobos dengan lancangnya!" ucap pasukan muda itu yang tadi membentak menanyakan siapa Feng Syhun dan yang lainya.
Jika saja pasukan ini lebih senior dan mengetahui sejarah dua tahun yang lalu pasti mengenal Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping.
Tapi mereka bekerja baru beberapa bulan di muka saja sehingga tidak mengenal siapa itu Feng Syhun dengan baik, hanya mengenal nama bahwa Feng Syhun adalah tuan muda mereka akan tetapi tidak kebal dalam bentuk wajah.
"Aku Feng Syhun, anak dari Feng Shui dan Lin Ling!" ucap Feng Syhun mengenalkan pada mereka karena dia tidak ingin berdebat begitu lama.
Yang tadi bertanya dengan membentak dan menghunuskan senjata kini mendengar ucapan Feng Syhun yang mengaku anak dari tuanya Feng Shui, dia langsung tertawa terbahak-bahak.
Kedua temannya hanya senyum-senyum saja, mereka berdua sebenarnya masih janggal kenapa kempat orang di depannya tidak memiliki kultivasi, dan melihat salah satu dari wanita itu menggendong bayi.
Tapi meskipun tidak memiliki tingkat kultivasi, kenapa mereka bisa muncul tiba-tiba seakan bumi memunculkan mereka dari dalamnya.
Feng Syhun dan yang lainya tidak marah kepada mereka yang sedang menertawakan dirinya dan yang lainya, seakan dia tahu bahwa ini adalah hal klasik! Setelah tahu siapa dirinya barulah mereka akan berlutut meminta ampunan.
Karena sudah tidak ingin berdebat terlalu lama dan tidak ingin mengurusi masalah klasik, akhirnya Feng Syhun mengajak Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping untuk masuk ke dalam kediaman orang tuanya karena sudah cukup kangen dengan mereka.
Tapi baru melangkah beberapa langkah saja ketiganya menyerang Feng Syhun dan yang lainya, tapi Feng Syhun menghentikan mereka hanya dengan tekan aura saja.
Ketiganya langsung ambruk dan berlutut serta memuntahkan darah segar lalu tidak sadarkan diri, Feng Syhun tidak begitu peduli dia terus melanjutkan langkahnya yang masih cukup jauh dari gerbang utama rumah orang tuanya, sesampainya di gerbang utama Feng Syhun kembali di cegat tapi oleh penjaga senior di sana yang sudah bertahun-tahun bekerja mengikuti Feng Shui.
"Tuan muda Feng, selamat datang kembali!" ucap penjaga gerbang itu yang sudah mengenali Feng Syhun cukup lama.
Dia sebenarnya cukup kaget dengan kedatangan Feng Syhun dan yang lainya, karena tuanya Feng Shui sedang mengunjungi mereka tapi yang di kunjungi malah kembali.
\=
\=
LIKE'👍.
Terimakasih.
__ADS_1
...