
\=
\=
Ledakan itu hingga menggetarkan dinding tabir pelindung yang di buat oleh Liuliu, bahkan sedikit mengalami keretakan di bagian yang terkena ledakan yang di akibatkan benturan siluman pelahap jiwa dan dinding tabir pelindung.
Feng Syhun setelah melakukan serangan itu langsung mundur beberapa langkah ke belakang, dia ingin melihat apa serangan barusan cukup membuat dia sekarat atau tidak berpengaruh sama sekali.
Feng Syhun setelah melihat keadaan siluman pelahap jiwa itu mulai memburuk keadaannya, dan Energi Ki hitam yang keluar dari dirinya mulai menipis dia tersenyum lebar seakan senang mengalahkan lawan yang sangat kuat.
Siluman Pelahap Jiwa kini bersandar di dinding tabir pelindung dengan mata yang memang hitam kini tambah mengerikan karena sudah setengah sadarkan diri, bahkan tombak yang tadi untuk menahan serangan dari Feng Syhun kini terpental cukup jauh.
Jangankan untuk menggapai senjatanya dan melawan balik Feng Syhun, untuk menengadah ke arah muka Feng Syhun saja sangat berat hanya bisa melihat bagian lantai dan kaki Feng Syhun saja, itu pun sangat samar-samar tanpa bisa melihat seluruh badan apa lagi muka Feng Syhun.
"Apa aku kalah oleh bocah kecil seperti dia?" ucap siluman pelahap jiwa dalam benaknya.
Dia untuk berkata saja sangat sulit dan seperti kekurangan energi, apa lagi untuk mengancam dan melawan seperti di awal dia bangkit.
"Ternyata orang-orang di alam fana ini! Sudah berkembang pesat setelah ribuan tahun yang lalu!" ucap siluman pelahap jiwa.
Di luar dinding tabir pelindung, Ye Yue yang mulai merasa takana yang berat, energi dari musuh Feng Syhun melemah.
Ye Yue sangat gembira dalam hatinya dan dia tidak sengaja mengeluarkan air mata kebahagiaan.
"Gege akhirnya kamu selamat dari bahaya!" gumam Ye Yue.
Feng Syhun berjalan mendekati siluman pelahap jiwa dengan tenang dan masih waspapda di kedua tangan kanan dan kirinya di alirkan Energi Ki ke dalam pedangnya! Takut-takut siluman itu menyerang dengan mendadak.
"Baiklah saatnya aku menyelesaikan pertarungan ini dengan tebasan terakhir!" ucap Feng Syhun sedikit keras.
Agar siluman pelahap jiwa bisa mendengar dengan jelas apa yang akan Feng Syhun lakukan.
"Tunggu, tunggu jangan kau berani bunuh aku bocah!" ucap siluman pelahap jiwa dengan dada bergetar.
Setelah dalam keadaan seperti itu dia juga merasa takut dengan kematian kedua setelah ribuan tahun lamanya tanpa memiliki raga.
__ADS_1
"Bila kau berani bunuh aku di sini akan ku habisi kau di kebangkitan kembali ku yang akan datang!" ucap siluman pelahap jiwa.
Dia mengancam Feng Syhun seperti itu agara Feng Syhun mau berfikir dua kali dan berhenti berniat membunuhnya!.
Tapi dasar Feng Syhun yang tau tabiat siluman yang di tiap-tiap omongannya tidak pernah di pegang dengan sebenar-benarnya, jadi di tidak akan percaya.
Lagi pula juga dia tidak takut sedikitpun dengan kebangkitan yang ke tiga apa ke empat! Dia tidak peduli sama sekali.
"Ha-ha-ha,,,!! Apa kau pikir setelah ini kau akan bangkit lagi?" ucap Feng Syhun bertanya.
Dia bertanya demikian terhadap siluman pelahap jiwa karena berniat tidak akan membuat sukma dar siluman pelahap jiwa itu utuh dan bisa menempel pada benda lain dan kabur lalu bangkit lagi.
Siluman Pelahap Jiwa sedikit tercengang dengan ucapan Feng Syhun barusan karena dia sadar bila dirinya tidak kabur dan menempelkan sukmanya sedikit pada sesuatu maka dirinya tidak akan bangkit kembali.
Sedangkan di sana tidak ada benda yang bisa dia berikan sukmanya, bila memberi hanya sedikit maka akan memakan waktu ratusan tahun agar bisa bangkit kembali dengan wadah yang baru!.
Itu pun akan banyak sekali perubahan tidak akan sekuat sekarang dalam kebangkitan ke tiga darinya.
"Jangan bunuh aku! Bagaimana bila kita melakukan perjanjian, aku akan setia menjadi pengikut dan budak mu!" ucap siluman pelahap jiwa harap-harap Feng Syhun mau menerimanya.
Dia berencana setelah dirinya di bebaskan dan menjadi budaknya bisa melahap Feng Syhun sedikit demi sedikit tanpa Feng Syhun sadari nantinya.
"Sial anak ini susah juga untuk di klabuhi!" ucap siluman pelahap jiwa pada benaknya.
"Jangan banyak omong kosong, mati saja sana dengan tenang!" ucap Feng Syhun.
Setalah berucap demikian Feng Syhun melakukan tebasan dengan gerakan sangat cepat den tepat di bagian lehernya!.
Feng Syhun menebas dengan mengalirkan Energi Ki dan elemen api terhadap salah satu pedangnya, pedang inti api yang tadinya berwarna merah seperti lahar yang tidak mencolok kini semakin membara warnanya, pedang itu berwarna merah tua seperti lahar yang menyala dan seakan sangat panas.
Zlasss...!!
Tebasan itu mengenai leher dari siluman pelahap jiwa dengan sempurna, dan kepala dari siluman itu terjatuh ke lantai dan menimbulkan bunyi benturan yang tidak keras.
Karena siluman pelahap jiwa sudah kehabisan Energi Ki hitam yang dia miliki dia tidak bisa melindungi lehernaya dengan menggunakan metode mengeraskan tubuh seperti logam.
__ADS_1
Sehingga Feng Syhun sangat mudah menebas leher itu, di tambah Feng Syhun mengalirkan Energi Ki dan elemen api terhadap pedang yang tadi untuk menebas.
*Ding
[Tuan telah membunuh siluman ranah kaisar raja tingkat tinggi mendapatkan 16,2 juta poin kekayaan dan 18 juta poin ki]
Feng Syhun cukup kaget dengan pemberitahuan sistem di benaknya karena dia sudah cukup lama tidak mendengar mendapatkan poin kekayaan maupun poin ki.
Tapi bukan itu yang Feng Syhun kagetkan akan tetapi tingkat kultivasi siluman pelahap jiwa yang Feng Syhun cengangkan.
Karena siluman pelahap jiwa hanya berada di Ranah kaisar raja tingkat tinggi, akan tetapi dia begitu kuat dan bisa mengimbangi kekuatan dirinya yang berada di Ranah dewa kuning *6.!
"Sangat mengerikan, hanya berada di ranah kaisar raja tingkat tinggi bisa menandingi kekuatan ku yang berada di ranah dewa kuning *6 ini benar-benar mengerikan!" gumam Feng Syhun tidak percaya.
"Bagaimana bila dia berada di ranah yang sama atau hanya berbeda beberapa tingkatan-tingkatan kecil saja! Pasti aku akan di buat mati konyol!" lanjut Feng Syhun bergumam.
Setelah siluman itu mati kedua kalinya tabir penghalang itu menghilang, karena Liuliu yang menghilangkan pelindung itu dari luar.
Liuliu langsung menghampiri Feng Syhun dan mengambil cincin warisan setan dan tombak trisula tiga warna dari siluman pelahap jiwa lalu menyimpan di penyimpanan sistem milik Feng Syhun.
"Tuan aku simpan senjata dan aterfak milik siluman pelahap jiwa kedalam penyimpanan sistem!" ucap Liuliu memberitahukan kepada Feng Syhun.
Feng Syhun hanya mengangguk sebagi jawaban untuk Liuliu, dia masih memikirkan kenapa bisa siluman pelahap jiwa sangat kuat hanya hanya di ranah kaisar raja tingkat tinggi, dan dia tidak bisa mendeteksi tingkat kultivasi siluman pelahap jiwa pada saat bertarung.
Itulah yang ada di benak Feng Syhun yang masih begitu penasaran.
\=
\=
LIKE' yah.
Terimakasih buat para pembaca novel ini.
Tunggu terus update selanjutnya.
__ADS_1
Maaf kemarin hanya up 1 capter!.
...