
Bing Zuan Shi masih memimpin jalan pada Feng Syhun, Ye Yue dan Liuliu mereka terbang sudah hampir 15 menit lamanya!
Kini desa Salju Perak sudah mulai terlihat dari kejauhan desa itu sungguh kecil hanya ada puluhan rumah saja dan ukuran rumah juga sangat kecil.
Rumah di sana terbuat dari batu pualam yang tidak mudah tertembus oleh udara dingin dan rumah itu tidak memiliki jendela seperti rumah pada umumnya, atap rumah pun berbentuk setengah lingkaran agar salju yang turun tidak menempel pada atap rumah.
"Apa itu desa Salju Perak yang kamu tempati selama ini Zuan Shi?" ucap Feng Syhun memecah keheningan.
"Iyah Kak!" jawabnya singkat.
Tidak memerlukan waktu lama merek berempat sudah sampai di desa Salju Perak dan mendarat langsung di depan rumah yang tidak terlalu besar dibandingkan dengan rumah-rumah lainya.
"Apa ini rumahmu saudari Shi?" ucap Ye Yue yang penasaran.
"Benar Kaka Yue! Ini rumahku." jawab Bing Zuan Shi.
Tidak ada obrolan lagi di antara mereka.
Bing Zuan Shi melangkah maju ke depan pintu rumah dan mengetuk keras pintu itu agar terdengar sampai ke dalam! Karena karakteristik rumah itu seperti kedap udara dan suara.
"Ayah, Ibu...!! Shi'er pulang." ucap Bing Zuan Shi dengan sedikit membentak.
Dari dalam rumah terdengar suara yang kecil hampir tidak terdengar oleh yang di luar dan pintu batu itu berderak mengeluarkan suara karena di geser untuk membukanya.
Setelah itu muncul laki-laki paruh baya dengan kulit yang putih sedikit pucat karena dari kecil sudah tinggal di daerah bersalju.
"Shi'er kamu sudah pulang man pamanmu kenap dia tidak terlihat bersama mu, dan siap mereka bertiga ini?" setalah keluar laki-laki paruh baya itu langsung menanyakan yang dia ingin tau.
"Apa paman belum kembali ke desa? Aku dan paman sudah terpisah selam 1 minggu." ucap Bing Zuan Shi sedikit kaget.
"Kenapa bisa? Sudah nak masuk dulu jelaskan di dalam rumah di sini terlalu dingin!." ajak Bing Lan ayah dari Bing Zuan Shi.
Lalu mereka berlima masuk ke dalam rumah itu dan langsung menutup pintu kembali untuk mencegah udara yang sangat dingin memasuki rumah tersebut.
Setelah kelimanya memasuki rumah mereka duduk di bangku sederhana yang lumayan hangat dan di dekat ruangan itu ada perapian Sebagi penghangat ruangan.
Ye Yue tidak menyangka bila sudah masuk rumah ternyata ruangan itu tidak terlalu sempit seperti yang dia bayangkan waktu di luar rumah.
__ADS_1
"Shi'er buatkan teh hangat dulu untuk teman-teman mu!" ucap Bing Lan.
"Baik ayah" jawab Bing Zuan Shi.
Bing Lan duduk di seberang mereka bertiga tapi hanya diam dia tidak tau harus berbicara apa dan di mulai dari mana.
Tidak membutuhkan waktu lama Bing Zuan Shi sudah membawa teh hangat yang memang sudah selalu siap karena itu adalah hal wajib untuk menghangatkan tubuh dalam kondisi cuaca seperti ini.
Bing Zuan Shi langsung menyajikan teh hangat itu pada mereka semua, dan duduk di samping ayahnya.
"Shi'er coba jelaskan pada ayah apa yang terjadi kenapa kamu tidak bersama pamanmu?" ucap Bing Lan
"Apa benar paman belum kembali ke desa?" ucap Bing Zuan Shi.
"Belum maka dari itu ayah ingin penjelasan dari mu!"
Baru juga Bing Zuan Shi mau menjelaskan kepada ayahnya tentang itu semua, dari luar pintu terdengar suara teriakan dari Bing An paman dari Bing Zuan Shi atau adik dari Bing Lan.
"Kaka Lan, Kaka Lan..!! Ada kabar gembira buatmu!" ucap Bing An dari luar rumah dan menggedor pintu dengan keras.
Bing Lan langsung bergegas membukanya dan menyuruhnya masuk! Setelah Bing An masuk ke dalam rumah dia melihat Keponakanya Bing Zuan Shi sudah ada di rumah jadi terkejut, setelah melihat Feng Syhun, Ye Yue dan Liuliu Bing An lebih dia lebih terkejut lagi.
"Sudah lah An mari duduk dan jelaskan dengan tenang!" ucap Bing Lan.
Bing An pun duduk dan menjelaskan bahwa dia baru saja datang karena setelah perekrutan itu dia membutuhkan 2 hari untuk menyelesaikan urusannya setelah itu bergegas pulang! Tapi di jalan 2 hari yang lalu ada badai salju jadi dia memilih berhenti dari perjalanan di tempat peristirahatan selama 1 hari. Maka dari itu dia terlambat 2 hari dari jadwal yang di agendakan olehnya.
Tapi tetap saja dia merasa bingung dengan keadaan sekarang kenap para petinggi Kekaisaran Han ada di desa ini dan bersama Bing Zuan Shi pula. Lalu karena sangat penasaran dia menanyakan hal itu pada keponakanya.
Kenapa Feng Syhun dan yang lainya tidak berpapasan di jalan sewaktu menuju desa karena arah yang di tempuh berlawanan.
Feng Syhun menyuruh Bing Zuan Shi untuk menjelaskan pada mereka berdua tentang apa tujuan dia datang ke sini dan hal-hal yang sudah Bing Zuan Shi alami.
Bing Zuan Shi pun menjelaskan pada ayah dan pamannya tentang apa yang dia alami semuanya dari dia di terima jadi Pasukan Kekaisaran Han dan berkultivasi selama 1 minggu, sampai dia bisa menerobos Ranah Penyempurnaan Inti Tingkat Tinggi! Karena mengkonsumsi Bung Lotus Es Abadi dan akhirnya kembali ke sini dengan menggunakan teleportasi.
Dan tujuan mereka kembali ke desa karena tuan Feng Syhun akan mengobati sakit yang di derita oleh Zang Zuan ibu dari Bing Zuan Shi.
Setalah cerita itu selesai barulah mereka berdua Bing Lan dan Bing An menyadari kalau kultivasi Bing Zuan Shi sudah sangat tinggi bahkan melampaui kultivasi mereka berdua!
__ADS_1
Bing Lan yang baru menyadari itu langsung memeluk anaknya dengan erat dia merasa sangat bangga dengan peningkatan dan keberhasilan anaknya menjadi Pasukan Kekaisaran Han.
Itu adalah sebuah pencapaian yang tinggi menurut Bing Lan. karena di umur yang muda sudah menembus Ranah Penyempurnaan Inti Tingkat Tinggi! bisa di katakan kini Bing Zuan Shi orang yang paling kuat di antara semua orang di bawah Patriak keluarga Bing saat ini
Setelah pembicaraan semuanya selesai Feng Syhun membuka suaranya!
"Maaf kalau boleh bisa aku memeriksa kondisi istri tuan Bing Lan sekarang?"
Feng Syhun sebenarnya dari tadi sudah merasakan di dalam kamar sebelah ada sosok keberadaan yang sangat lemah dan hampir ajalnya menimpa! Tapi di tahan untuk memotong pembicaraan mereka takut bila terlalu mengganggu kebahagiaan yang di alami.
Setelan di izin semua orang masuk ke dalam kamar si sebelahnya, di dalam kamar terkapar perempuan paruh baya dari tubuhnya terpancar hawa yang sangat dingin hingga kamar itu sampai terpengaruh olehnya bahkan tungku perapian penghangat ruangan saja hampir tidak terasa manfaatnya.
Feng Syhun mulai mendekat dan memegang tangan dari wanita paruh baya itu lalu dia sedikit menyunggingkan senyum kecil!.
"Ibu itu memang sangat sayang pada anaknya, lebih memilih menderita seperti ini dari pada harus anaknya yang menderita!" gumam Feng Syhun.
Setelah Feng Syhun memeriksa keadaan Zang Zuan dia langsung tau bahwa pada saat dia mengandung anaknya dia menyerap banyak hawa dingin yang di keluarkan Bing Zuan Shi pada saat masih janin, itu di sebabkan untuk menyelamatkan anaknya setelah lahir ketakutan dia kehilangan anaknya.
Bila saja Aura Bing Zuan Shi tidak di serap olah ibunya pada saat masih di kandungan dia akan kesusahan menahan Tubuh Es Abadi miliknya yang mungkin di umur kurang dari 10 tahun akan bangkit.
Di umur itu rata-rata belum membangkitkan potensi kultivasi para kultivator pada umumnya.
Zang Zuan takut kehilangan nyawa anaknya bila dia tidak kuat menahan efek bangkitnya Tubuh Es Abadi yang tau Bing Zuan Shi memiliki Tubuh Es Abadi hanya Zang Zuan dan Patriak keluarga sebelum paman dari Bing Lan.
Patriak Keluarga Bing sebelum Patriak yang sekarang menjabat dia mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan Bing Zuan Shi yang memiliki karakteristik Tubuh Es Abadi, dia menyalurkan semua tenaga dan Energi Ki yang dia miliki untuk menyegel dan menyedot sedikit demi sedikit aura dalam tubuh Bing Zuan Shi pada saat masih di kandungan.
Itu semua adalah untuk menyelamatkan nyawa anak yang di kandung sudah ada kejadian terdahulu di jaman nenek moyang mereka yang menimpa anak dengan tubuh khusus karena tidak ada yang mau berkorban demi itu sehingga dia lahir langsung dengan tubuh khusus tanpa segel dan di umur 10 tahun anak itu mati karena tidak sanggup menahan efek dari bangkitnya Tubuh Es Abadi.
Feng Syhun masih memeriksa kondisi wanita paruh baya itu dengan teliti.
\=
\=
Tunggu terus update selanjutnya.
Terimakasih.
__ADS_1
...