Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Sembilan Kesatria Dewa Berkumpul


__ADS_3

\=


\=


Di istana kaisar dewa lima dari sembilan kesatria dewa langsung bergegas ke tempat di mana para pasukan yang terbentuk dari gabungan banyak sekte dan pasukan istana kaisar dewa sedang berjaga.


Karena tempatnya cukup jauh dari daratan pusat, lima dewa dari sembilan kesatria dewa menggunakan portal dimensi yang ada di istana kaisar dewa untuk berangkat ke sana.


Bila melakukan perjalanan dengan terbang cukup jauh, dan lagi daratan pusat di larang untuk terbang di atasnya! Dan itu aturan agar di daratan pusat tetap aman dan terkendali dari serangan.


Jika ada penyusup yang masuk ke daratan ini maka akan terdeteksi oleh orang-orang di istana kaisar dewa.


Mereka berlima dengan cepat menggunakan portal dimensi untuk ke sana dan mereka tahu tentang ini karena sebuah panggilan darurat dari Tian menggunakan artefak khusus.


Sesampainya di tempat di mana Tian dan pasukan lainnya berada, kelima dewa itu sangat kaget! Karena di sana sudah banyak sekali para siluman yang turun dari atas langit yang pecah.


Meskipun belum terlihat semuanya, tapi mereka yakin siluman itu akan bertambah banyak seiring berjalannya waktu.


Dan kelimanya bisa melihat bahwa Tian dan tiga lainnya sudah mulai terbang ke arah siluman yang mulai banyak muncul di alam dewa.


"Cepat kita harus bantu mereka!" ucap salah satu dari mereka berlima segera berteriak.


Keempat dari sembilan kesatria dewa itu tidak menjawab, melainkan langsung bergerak terbang ke atas.


Tian dan ketiga lainnya merasakan sahabat dirinya sudah datang membantu sehingga jadi lebih tenang, karena elemen dari sembilan kesatria dewa itu bisa saling berkombinasi serangan! itu di dukung elemen mereka yang saling berhubungan dan bisa mempertajam serangan.


"Kalian akhirnya datang juga, aku kira kalian akan terlambat datang!" ucap Tian sambil menengok ke bawah.


Di mana teman-teman dirinya saat ini berada, dan dirinya sudah mulai berhenti di titik ketinggian tertentu! Begitupun dengan para siluman yang berhenti di titik tertentu karena jalan mereka turun di hadang oleh sembilan kesatria dewa dan beberapa pasukan. Mereka saling jaga jarak serangan.


"Bagaimana mungkin, sahabat sendiri sedangkan melakukan pertarungan hidup dan mati, kami hanya berpangku tangan?" ucap Fang (Dewa angin) yang terkenal sangat setia kawan.


Fang berbicara seperti itu sedikit mewakili yang lainya, lalu mereka mengangguk serempak.


"Untung lah, sembilan kesatria dewa sudah berkumpul! Kita bisa lebih bersemangat bertarung mempertahankan alam dewa!" kepala sekte pagoda tunggal langsung berteriak senang berusaha memberikan semangat pada pasukan lain dan tentunya untuk menggerakkan kepal sekte lainya.


Para pasukan masih terkesiap di bawah dan belum ada yang mengambil gerakan untuk terbang menyusul sembilan kesatria dewa yang kini sudah berada di udara.

__ADS_1


Belum juga bergerak dari tiga penjuru arah banyak sekali pasukan yang datang ke tempat di mana pos penjagaan barat berada.


Dari arah timur yang paling banyak karena dua pasukan yang bergabung, dari pos bagian timur dan pasukan yang berjaga di pusat penjagaan bersamanya.


Sebenarnya, para manusia di alam dewa rata-rata memiliki persepsi yang tajam terhadap ras siluman, dan mereka meningkat itu karena adanya asosiasi pemburu siluman yang sudah berdiri lama! Jadi wajar saja para master ini saling mengasah kemampuan masing-masing agar lebih mudah dalam melakukan misi.


Tian dan sembilan kesatria dewa lainnya sangat kagum dengan kecepatan mereka mengetahui bahwa siluman datang ke alam dewa berada di bagian barat, dan juga kagum terhadap mereka karena masih terus terjaga meskipun sudah hampir satu minggu berjaga non stop meskipun itu bergantian namun tetap melelahkan.


"Apa itu siluman, dalam wujud aslinya?" ucap salah satu pasukan yang baru datang dengan pasukan besar.


"Sepertinya iyah, karena aku juga belum pernah melihat! Baru kali ini." jawab temanya.


Memang master generasi muda tidak pernah melihat wujud dari siluman yang asli, hanya melihat dan tahu bahwa siluman memakai wujud manusia biasa.


Para siluman semakin girang setelah datangnya banyak manusia dari tiga penjuru.


"Aku tidak menyangka akan bersenang-senang terus menerus seperti ini!" ucap siluman yang paling bawah sedang memandangi manusia dengan ganas.


Dia adalah salah satu siluman yang berhasil memusnahkan kehidupan manusia di alam raja, sehingga melihat banyaknya manusia dirinya semakin semangat.


Meskipun banyak dari mereka terlihat lebih kuat dari orang-orang yang pernah dirinya lawan tapi setelah peningkatan kekuatan tiga kali lipat setelah berkultivasi seminggu lalu dia semakin percaya diri.


Para siluman juga belum berani langsung menyerang, karena belum ada perintah dari pemimpin mereka yaitu Genosida!.


Setelah Genosida muncul dari portal dimensi, dirinya terlihat sangat pucat dan langsung batuk beberapa kali lalu memuntahkan darah sangat banyak dari mulutnya.


"Sial menggunakan teknik terlarang itu sangat beresiko tinggi, jika saja tidak terpaksa tidak akan aku gunakan sama sekali!" geram Genosida menahan marahnya.


Baru saja keluar dari portal dimensi, setelah itu dirinya batuk lalu muntah darah! Portal dimensi yang ada di belakangnya langsung menutup dengan rapat. Bahkan langit yang terlihat retak kini kemabli normal seperti sediakala.


Genosida menengok dan memandang langit langsung yang tadi ada retakan dan portal dimensi dirinya buat kini sudah normal kembali hanya bisa tersenyum kecut.


"Pantas saja alam ini sangat susah di tembus ternyata ini penyebabnya?" keluh Genosida.


Meskipun demikian cepat tubuhnya meregenerasi sel-sel yang tadi sudah terluka parah, tapi menurut Genosida ini sangat lambat karena luka dari menggunakan teknik terlarang tidaklah sama dengan luka lain.


Uhukk..

__ADS_1


Uhukk.


Genosida batuk beberapa kali, meskipun sudah merasakan mendingan tapi tetap saja dia tidak bisa menahan luka parah itu.


"Kalian semuanya, cepat musnahkan manusia yang ada di alam ini!" ucap Genosida pada semau pasukan dirinya.


Setelah ucapan itu jatuh, para siluman langsung meluncur dengan cepat menyerang manusia mana saja yang menurut mereka masuk dalam jangkauan serangan dirinya.


Melihat para siluman itu bergerak menyerang, sembilan kesatria langsung mengambil senjatanya masing-masing dan mulai ikut menyerbu.


Sembilan kesatria dewa tahu cara menghadapi para ras siluman, karena mereka cukup berpengalaman dengan para siluman terdahulu.


Saling terbenturnya senjata dari sembilan kesatria dewa dengan senjata para siluman dan cakar mereka, membuat gelombang kejut yang tinggi di sana.


Orang-orang yang di bawah melihat siluman sebanyak itu menyerang sembilan kesatria dewa mereka langsung marah dan berteriak segera membantu membunuh siluman.


"Serang! Bantu tuan Tian dan sembilan kesatria dewa lain!!" ucap salah satu dari mereka entah siapa.


Hampir semuanya terbang dan melawan siluman, hanya dalam gebrakan pertama para manusia banyak yang berjatuhan mati.


Tain dan sembilan kesatria dewa lainya juga sangat kaget saat beradu senjata terhadap siluman.


"Apa mereka sekuat ini?" ucap Tian dan cukup kaget, dia ingat betul bahwa siluman dulu sangat lemah bahkan saat dirinya masih terbilang cukup lemah ketimbang saat ini saja sudah bisa menghadapi 10 siluman sekaligus dengan mudah.


Sedangkan sekarang menghadapi 10 siluman sekaligus sangat susah bahkan membunuh satu siluman cukup sulit karena di ganggu oleh siluman lainnya.


Setiap Tian menebaskan pedangnya ke arah leher dari siluman, dari arah belakang maupun sampai datang serangan mendadak sehingga dirinya harus menghindari dengan cepat.


Setelah beberapa serangan yang cermat saja yang bisa membunuh siluman, itupun hanya satu atau dua siluman saja dalam beberapa bentrokan senjata.


"Sial mereka semua cukup kuat apa aku yang semakin melemah saat ini?" ucap Tian pada benaknya.


\=


\=


LIKE'👍.

__ADS_1


Terimakasih.


...


__ADS_2