
\=
\=
Dewi Kemarahan masih sangat marah, dia bertahan mati-matian untuk mempertahankan kekuatan dirinya saat ini dan terus berusaha membunuh Ye Yue namun belum terlaksana juga.
"Sial, efek elemen ini akan segera berakhir! Jika aku kehabisan Energi Ki maka aku pasti mati." gumam dewi kemarahan saat sudah bangun.
Sorot mata dirinya menunjukkan kebencian, di sisi lain dirinya merasa ketakutan! Karena tidak bisa membalas kekalahan ini.
Sedangkan melihat Ye Yue yang masih berdiri sehat, membuat dirinya terpukul hebat.
Di tambah setelah memperhatikan sekeliling, saudara-saudara dirinya terlihat begitu mengenaskan menahan mati-matian serangan lawan masing-masing.
"Apa ini akhir dari hidup kita?" ucap dewi kemarahan dalam benaknya.
Dia lalu terbayang masa kecil yang sedang terlunta-lunta karena keanehan pada dirinya dan semua saudaranya, karena mereka memiliki ekspresi hanya satu saja.
Itu pun berbeda-beda, dan dia mengingat lagi kejadian lampau saat di selamatkan Zius, yang di awal bertemu dengan dirinya terlihat orang yang sangat kejam.
Meskipun sedang sedih, dalam pandangan kosong dewi kemarahan! Hanya ekspresi marah yang dia tunjukkan saat ini.
Saat sedang melamun sejenak seperti itu, dari arah depan datang serangan Ye Yue dengan begitu cepat.
"Jika kau ingin melamun, maka melamun lah di alam kematian!" ucap Ye Yue, sambil menebaskan pedangnya ke arah dewi kemarahan.
Dewi kemarahan bisa menghindari dengan cepat, meskipun dirinya tidak sigap tapi dalam mode menggunakan api biru seperti itu dia dapat refleks dengan cepat.
Teknik yang di lakukan dirinya adalah teknik rahasia, yang hanya bisa di lakukan oleh dewi kemarahan saja! Karena dirinya memiliki elemen khusus.
Elemen api biru, yang panasnya berada di urutan nomer 3 dari semua api yang ada di dunia kultivator ini.
"Aku siap mati, tapi dengan kau wanita tak berguna!" geram dewi kemarahan.
Dia menghindar sedikit, lalu langsung menyerang kembali dengan tangan kosong dan pedang miliknya yang masih di kobari api biru miliknya.
Setelah kemarahan besar! Dewi kemarahan dia menujukan bahwa kekuatan itu masih bertahan dan sangat kuat.
Ye Yue, menghindari serangan tangan kosong itu dengan mudah tapi tidak dengan tebaskan yang mengarah ke dadanya.
Dengan pedang cahaya miliknya yang memancar terang, dia langsung menyilangkan depan dada untuk membendung serangan ganas itu.
__ADS_1
Boooommmm...
Ledakan Energi Ki kembali terulang, dan itu juga terjadi di mana-mana! Di pertarungan Feng Syhun dengan dewa perkasa, di pertarungan Xi Jinping dengan dewa sedih, pertarungan dewa ketawa maupun di pertarungan Liuliu melawan dewi kesederhanaan dan dewi manja.
Tapi sayangnya, pihak tujuh dewa-dewi sangat terdesak karena mereka sudah babak belur! Meskipun di alam ini mereka di anggap pasukan paling kuat, tapi di hadapan Feng Syhun dan yang lainya mereka hanya cukup kuat.
Uhukk..
Dewi kemarahan terpental cukup jauh kembali, langsung batuk karena tidak kuat menahan tekanan serangan dari pertahanan Ye Yue yang sangat kuat.
Setelah muntah darah api biru yang menyelimuti dirinya mulai mengecil, tidak seperti sebelumnya berkobar begitu besar.
"Aku sudah mencapai batasnya! Maaf kakak aku tidak bisa membangkang mu!" keluh dewi kemarahan.
Bukan hanya elemen api biru miliknya yang mengecil, namun kobaran api di hatinya juga sudah mengecil hingga dia menyerah untuk bisa menang.
Namun baru juga bangun, dia baru sadar bahwa Ye Yue sudah ada di depan matanya! Dengan pedang cahaya yang membumbung tinggi siap menebas lehernya.
Slaazz..
"Aaakkkh..!" Sura tercekat dewi kemarahan karena lehernya di tebas dengan begitu kuat.
Leher dewi kemarahan langsung tertebas dengan sempurna, kepala itu langsung jatuh ke tanah dan elemen api biru yang semenjak tadi sudah meredup kini padam total.
Di tempat lain juga, Liuliu sudah mendesak dewi kesederhanaan dan dewi manja! Karena kekuatan mereka berdua adalah yang paling lemah.
Di tambah mereka melawan Liuliu yang sangat kuat, puncaknya setelah mereka berdua melihat Kaka mereka di bunuh oleh Ye Yue.
Mereka berdua kehilangan konsentrasi terhadap Liuliu yang sekarang sebagian lawannya, sehingga membuat Liuliu memiliki peluang besar.
Di tambah sejak tadi Liuliu sudah berada di atas angin.
Pedang Liuliu, mengarah dengan cepat menusuk salah satu dari mereka di bagian dantian dan dengan cepat menyerang satunya lagi dengan tendangan yang begitu kuat.
Begitu tusukan pedang Liuliu di cabut dewi kesederhanaan langsung jatuh dan mati, Liuliu langsung bergerak dengan cepat dan mengejar dewi manja yang terpental cukup jauh karena tendangan dirinya.
"Kau juga tidak akan ku biarkan lolos!" bentak Liuliu setelah dekat dengan dewi manja terkapar.
"Tid-tidak aku tidak rela!" ucap dewi manja terbata-bata.
Dia hanya bisa mengucapkan kata-kata terakhir itu saja karena Liuliu langsung menebas lehernya.
__ADS_1
Setelah itu Liuliu memandang ke sekitar melihat keadaan, di melihat Feng Syhun yang sedang menggempur habis-habisan dewa perkasa.
"Kau tidak akan bisa membunuh ku bocah, jika hanya segitu kekuatan yang kau miliki!" ucap dewa perkasa dengan seringai yang tajam.
Padahal dirinya sudah babak-belur sangat parah, tapi masih bersikap arogan dan tidak menerima kekalahan begitu saja.
"Lihat lah dirimu, kau sudah kalah dari sejak awal jika aku tidak menahan kekuatan ku! Aku hanya ingin kau bersedia mengikuti ku!" jawab Feng Syhun masih dengan tenang.
"Ha-ha-ha, jangan harap aku mengikuti bocah ingusan! Lebih baik aku mati bersama Raja Zius dan saudara ku sekalian!"
Masih dengan wajah yang tidak menerima kekalahan, dia terus memanggil Feng Syhun dengan sebutan bocah.
Karena dia tahu, kuwalitas tulang Feng Syhun yang belum genap 20 tahun! Sedangkan dirinya sudah berumur ribuan tahun.
Sehingga wajar mengatakan Feng Syhun adalah bocah!.
"Baiklah jika kematian yang kau inginkan!" keluh Feng Syhun.
"Akan ku kabulkan dengan cepat!"
Feng Syhun langsung mengeluarkan kekuatan tekanan yang sangat tinggi, dia gunakan untuk menekan dewa perkasa.
"Braaakk..!"
Dewa perkasa langsung berlutut, karena sudah tidak kuat lagi bertahan, bahkan kapak dirinya dia lepaskan.
"Sial kekuatan apa ini? Bocah ini begitu gila! Kultivasi apa yang dia kembangkan hingga mencapai puncak seperti ini!" keluh dewa perkasa.
Baru saja selesai dengan keluhan dirinya, Feng Syhun datang dengan cepat! Langsung membelah kepala dewa perkasa.
Slaazz..
Dewa perkasa mati tanpa menimbulkan suara yang tidak perlu, karena dia begitu kaget dengan kekuatan Feng Syhun. Dirinya pikir Feng Syhun sudah mengerahkan seluruh kekuatan dirinya, ternyata masih di tahan cukup dalam.
Begitu juga Xi Jinping dan Wang Long, mereka berdua juga telah membunuh dewa ketawa dan dewa sedih sebelum Feng Syhun membunuh dewa perkasa.
Itulah mengapa dewa perkasa lebih memilih mati daripada hidup mengikuti Feng Syhun.
Kini tujuh dewa-dewi telah mati, di alam dewa sejati! Kali ini tidak ada lagi pengikut Zius yang kuat! Karena hanya mereka saja pengikut inti Zius dan sudah di basmi di sini.
\=
__ADS_1
\=
...