
\=
\=
Feng Syhun masih terlihat tenang meskipun sudah berhadapan dengan Genosida secara langsung, bahkan dirinya berdiri sangat dekat dan masuk dalam jangkauan serangan Genosida.
Feng Syhun melihat lubang yang sangat besar di daratan alam dewa hanya tersenyum kecut, setelah itu dia langsung terpikirkan ide yang menurut dirinya sangat tepat untuk melindungi alam dewa dari kehancuran yang sebenarnya.
"Liuliu, aku titipkan alam dewa ini padamu dan semua orang! Jangan sisakan satupun bantai semua siluman itu tanpa sisa!" ucap Feng Syhun melalui telepati sistem.
Liuliu yang mendengar perintah Feng Syhun melalui telepati sistem, langsung menengok ke arah Feng Syhun.
Dirinya kini sedang berhadapan dengan beberapa siluman dan satu komando, karena dirinya perempuan para siluman sedikit meremehkan sehingga mereka tidak terasa telah menggali kuburnya sendiri.
Mendengar perintah dari Feng Syhun, Liuliu langsung mengangguk mengerti! Dia akan memberitahukan kepada semuanya.
Karena Liuliu dan Xi Jinping adalah bawahan Liu Xiaobo sejak dulu, sehingga sembilan kesatria dewa dan para master kawakan pasti mengenal dirinya dan akan mempercayai dengan mutlak ucapan Liuliu.
Feng Syhun juga mengangguk ke arah Liuliu, melihat dirinya di abaikan membuat Genosida sangat geram.
"Berani-beraninya bocah ingusan mempermainkan diriku begitu saja!" Genosida langsung menyerang Feng Syhun kembali!.
Tapi dia langsung terkejut karena saat dirinya bergerak begitu cepat seperti teleportasi, malah Feng Syhun juga menghilang dari pandangan dirinya saat ini.
Dan kembali di kejutkan oleh kemunculan Feng Syhun yang berbeda di belakang dirinya.
"Kau ikut aku sebentar!" ucap Feng Syhun pada Genosida sambil memegang pundak Genosida.
Genosida tidak tahu apa yang di maksud oleh bocah itu, tapi merasakan ada yang aneh.
Wooss..
Tapi setelah itu dirinya sangat kaget dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini, dia memandang sekeliling hanya ada bocah itu sendirian dan di bawah saat ini banyak sekali tubuh yang sudah mati bermandikan darah yang hampir membeku.
Meskipun darah itu hampir membeku tapi Genosida yakin bahwa mayat itu belum lama mati.
"Apa yang kau lakukan bocah?" ucap Genosida sambil menjauh dari Feng Syhun.
Feng Syhun hanya tersenyum membiarkan Genosida menjauh dan menggelengkan kepalanya! lalu dia langsung berkata.
"Aku hanya melindungi alam dewa!" ucap Feng Syhun pada Genosida.
Feng Syhun juga awalnya cukup kaget dengan pemandangan yang ada di darat alam ini, padahal dirinya menggunakan teleportasi sistem secara cepat ke alam yang kosong tanpa penghuni manusia, tapi di pindahkan ke alam yang banyak mayat berserakan.
Setelah Genosida menjauh darinya yang tadi memang dirinya bersentuhan dengan Genosida, langsung mencari informasi dari sistem.
Setelah informasi dari sistem muncul pada benaknya, Feng Syhun juga cukup terkejut.
Ternyata Feng Syhun dan Genosida berpindah alam ke alam Raja! Padahal Feng Syhun meminta pada sistem di pindahkan ke alam yang tidak memiliki kehidupan.
__ADS_1
Tapi tidak menyangka akan di pindahkan ke alam Raja, karena alam raja sudah tidak memiliki penghuni manusia jadi sistem tidaklah salah! Karena Feng Syhun meminta di pindahkan ke alam tanpa penghuni manusia, selain alam fana.
Feng Syhun hanya bisa pasrah dan menghembuskan nafas berat.
Genosida juga tidak tahu apa yang terjadi, karena dirinya berpindah alam begitu cepat! Hanya dalam kedipan mata dan keterkejutan dirinya lalu langsung berpindah ke alam lain.
Genosida cukup berpengalaman dalam perpindahan ruang dan dimensi tapi tidak pernah merasakan yang secepat dan semudah ini.
"Ku hancurkan hingga tidak tersisa kau bocah!" geram Genosida setelah sadar.
Dia sangat marah karena untuk bisa masuk ke alam dewa dirinya sampai menggunakan teknik terlarang kutukan darah yang sampai merusak organ dalam pada tubuhnya.
Tapi bocah di depannya begitu mudah memindahkan dirinya ke alam lain! Ini membuat Genosida penasaran dengan bocah yang di depannya saat ini.
Di tambah Genosida cukup khawatir terhadap pasukan yang di tinggalkan dirinya di alam dewa, dia khawatir pasukan dirinya di musnahkan dan dirinya tidak bisa mencegah itu! Maka balas dendam yang sudah di impikan selama ini akan gagal dan sia-sia.
Sedangkan untuk sekarang kembali ke alam dewa tidaklah mungkin untuk dirinya, karena harus memusatkan pikiran dan menggunakan teknik terlarang kutukan darah kembali.
Meskipun tidak terlalu sulit karena hanya dirinya saja yang harus pindah, tapi Genosida yakin bocah yang di depannya tidak akan membiarkan itu terjadi.
"Coba saja jika kau mampu, Genosida Raja Kehancuran!" ucap Feng Syhun dengan nada ejekan.
Mendengar itu Genosida langsung murka semurak-murkanya! Dia menggertakan mulutnya sampai gigi yang banyak taringnya itu bergesekan satu sama lain.
"Mati kau bocah!" bentak Genosida.
Dia langsung bergegas dengan kecepatan maksimal dan serangan maksimal juga, dia mengayunkan gada penghancur dengan sangat deras.
Dua senjata beradu dengan sangat keras.
"Uhukk..!" Genosida terbatuk-batuk dan memuntahkan darah.
Buumm..Krak..Krak..!
Genosida langsung terdorong kebelakang dengan sangat jauh dan menghantam tanah lalu terpelanting kembali dan menghantam banyak pohon di hutan yang ada di daratan.
Begitu juga Feng Syhun mengalami kejadian yang sama, tapi dirinya masih berdiri tegak dengan pedang empat mata di depan dadanya di pegangi dengan erat oleh kedua tangannya.
Guratan panjang dan dalam di tanah, akibat gesekan kaki Feng Syhun yang sangat kuat dengan tanah dan banyak pohon tumbang maupun tercabut dari tanah akibat dorongan itu.
Genosida langsung bangkit dari tergeletak dirinya di salah satu pohon tumbang, dia sangat heran kenapa dirinya yang terpental begitu jauh.
Setelah melihat Feng Syhun tidak ada di sana dia langsung teringat akan menggunakan teknik terlarang kutukan darah agar bisa berpindah dari alam ini ke alam dewa lagi.
Saat berdiri dan hendak melukai tangan dirinya pada tanduk yang di miliki olehnya, dari arah samping pedang empat mata milik Feng Syhun mengarah pada tanggal dan tanduk dirinya.
Genosida akan bergerak menghindari, baru menarik tangannya belum sempat menghindarkan kepalanya dari tebasan itu tapi pedang empat mata itu sudah menebas buntung satu tanduk miliknya.
Cllang..!!
__ADS_1
Suara benda keras terpotong dengan sangat tiba-tiba.
Buummm..!!
Benturan kepala Genosida yang terdorong masuk ke dalam tanah begitu dalam, setelah itu Genosida langsung bangun dan memegangi tandukan.
"Bagaimana bias?" ucap Genosida tidak percaya karena sangat terkejut.
Karena tanduk miliknya yang sebelah kini bagian yang tajamnya buntung!.
"Sial senjata apa yang di gunakan bocah itu?" lanjut Genosida lalu menjauh dari Feng Syhun yang berdiri di ambang udara tidak jauh dari dirinya saat ini.
Genosida memandangi senjata yang di pegang oleh Feng Syhun saat ini cukup familiar dari aura yang di keluarkan oleh senjata ini.
Tapi dia tidak bisa mengenalinya dan bentuknya juga baru pertama kali dirinya lihat.
"Bocah ini benar-benar misterius! Pantas saja dirinya di sebut kaisar dewa oleh orang-orang alam dewa ternyata dia sangat hebat di usia semuda itu!" gumam Genosida.
Padahal dirinya tidak ingin mengakui bahwa bocah yang ada di hadapannya hebat, tapi itu kenyataan.
Orang yang bisa memotong tanduk dirinya yang sudah mengalami perubahan itu bukan orang dan senjata biasa.
Saat hendak di serang oleh Genosida, Feng Syhun langsung mengeluarkan senjata pedang empat mata, dan langsung melindungi dirinya dari serangan Genosida itu.
Feng Syhun menggunakan kekuatan hampir tiga perempat miliknya, dan setelah bertahan dari serangan itu.
Feng Syhun langsung bergerak menyerang juga, dia langsung bergegas sangat cepat menghampiri Genosida! Dan tidak di sangka Genosida sedang sedikit lengah jadi dirinya bisa memotong tanduk milik Genosida meskipun tidak banyak hanya ujung yang tajamnya saja.
"Senjata ini, sangat kuat! Bisa memotong tanduk Genosida ternyata. Berarti tidak sulit untuk memotong lehernya!" ucap Feng Syhun pada benaknya.
Genosida masih memegangi tandukan yang patah sambil memandangi Feng Syhun dari kejauhan.
"Itu baru tanduk mu Genosida, selanjutnya kepala atau leher mu yang ku potong. Maka jagalah baik-baik!" ucap Feng Syhun mencoba memprovokasi Genosida.
Lalu Feng Syhun menyeringai ke arah Genosida, senyum seringai itu Genosida mengartikannya adalah meremehkan dirinya saat ini.
"Bocah jangan kau paksakan keberuntungan yang kau miliki!" jawab Genosida atas ucapan Feng Syhun.
"Keberuntungan yah, jika itu benar maka aku orang paling beruntung di dunia kultivator ini!" Feng Syhun menjawab dengan senyuman puas.
Ternyata ucapan provokasi dirinya di makam mentah-mentah oleh Genosida.
\=
\=
Bantu LIKE' 👍.
Tunggu terus update selanjutnya.
__ADS_1
Terimakasih.
...