
\=
\=
Huli Jing melihat senjata yang paling di takuti oleh rasnya terdahulu termasuk dirinya, kini di tangan Feng Syhun memegang senjata itu membuat dia ketakutan setengah mati.
Senjata itu adalah senjata pusaka dewa terdahulu yang di ciptakan oleh dewa kematian yang sengaja di buat hanya untuk menghukum dan membunuh siluman Rubah Merah yang dulu sangat arogan dan berkuasa, dan yang pasti sangat licik dalam segala siasat.
Sehingga hanya senjata itu yang mampu menghentikan ras dari rubah merah, yang lebih di kenal dengan siluman pelahap jiwa.
Senjata itu mencekam karena banyak mengandung kekuatan jiwa yang kotor, sehingga seperti senjata hitam yang tidak baik di gunakan oleh kultivator.
Kini Feng Syhun memegang senjata Sabit Kematian, yang dulu dia dapatkan setelah melawan Feng Luo.
Feng Luo mendapatkan Sabit Kematian dari Genosida, inilah sebabnya siluman pelahap jiwa tidak bisa berkutik melawan Genosida Raja Kehancuran di alam kegelapan ini, meski Genosida memiliki senjata ini tapi dia bisa membunuh siluman Rubah Merah dengan cara lain meskipun lebih sulit.
Feng Syhun mengetahui ini karena pada saat memberikan kesempatan pada Huli Jing untuk memulihkan dirinya, dia menanyakan pada sistem miliknya dan mengetahui bahwa Rubah Merah abadi hanya bisa di musnahkan oleh senjata Sabit Kematian.
Seketika itu Feng Syhun ingat pernah mendengar senjata itu dan memiliki senjata itu, sehingga dia sangat yakin bisa membunuh siluman Rubah Merah itu dengan bantuan senjata Sabit Kematian.
"Apa kau takut dengan senjata ini?" ucap Feng Syhun pada Huli Jing sambil menghunuskan Sabit Kematian pada Huli Jing.
Huli Jing yang tau sangat berbahayanya senjata itu dia tanpa sadar mundur beberapa langkah dan mulai gemetar tubuhnya.
"Da-da, darimana kau dapatkan senjata terkutuk itu?" ucap Huli Jing terbata-bata sambil tangannya yang gemetar hebat menunjuk Feng Syhun yang kini berdiri dengan senyum lebar.
Senyum itu di artikan oleh Huli Jing sebagai senyuman yang begitu sangat menyeramkan, bahkan untuk memandang senyuman itu saja Huli Jing tidak memiliki keberanian.
"Kau tidak perlu tahu aku dapat dari mana senjata yang akan membunuh kau kali ini!!" jawab Feng Syhun dia mulai maju selangkah demi selangkah.
Begitupun dengan Huli Jing yang mundur semakin jauh.
"Jangan, ku mohon jangan bunuh aku tuan!!" ucap Huli Jing memohon yang kini sudah mulai berlutut tapi masih saja melangkah mundur menjauhi Feng Syhun.
"Ha'ahh.. Di mana sikap arogan yang kau tunjukkan tadi?" bentak Feng Syhun.
__ADS_1
Dia heran dengan sikap Huli Jing yang berubah 180 derajat setelah melihat Sabit Kematian, apa senjata itu sangat mengerikan bagi dia.
Setelah itu Feng Syhun sedikit mengingat pada saat dirinya bertarung dengan Feng Luo di pinggir hutan mati, Feng Luo sangat bangga dengan senjatanya yaitu Sabit Kematian yang di pegang dirinya.
Ternyata memang benar hanya menunjukkan senjata itu saja Huli Jing yang tadinya sangat arogan dan katanya siluman abadi kini sangat takut dan sampai memohon segala.
"Tidak tuan, maafkan hamba yang tidak tau tingginya gunung di depan mata! Ampun hamba dan hamba berjanji akan mengabdi pada tuan sampai kapanpun!" Huli Jing memohon pada Feng Syhun dengan terlihat begitu meyakinkan.
Tapi dirinya tidak berani mendekat pada Feng Syhun karena aura dari Sabit Kematian sangat menekan jiwa maupun kekuatan dari Huli Jing.
"Tuan, jangan percaya siasat licik dia! Bisa saja itu hanya tipuan!" ucap Wang Long dari kejauhan yang masih memandangi Feng Syhun maupun Huli Jing.
Xi Jinping hanya diam saja dia sangat percaya bahwa Feng Syhun akan mengambil keputusan yang tepat, mau dia membunuh Huli Jing atau memperbudak dirinya itu pasti yang terbaik! Sehingga dia sangat tenang hanya memasang wajah datar saja.
"Kau tenang lah Wang Long, aku tau apa yang harus ku perbuat!" jawab Feng Syhun pada Wang Long tanpa menoleh padanya.
Feng Syhun masih menatap tajam pada Huli Jing.
"Baiklah perkara membunuh dirimu atau tidak urusan mudah, tergantung jawaban yang kau berikan padaku memuaskan atau tidak!" ucap Feng Syhun.
"Apa kau tahu, keadaan Genosida? Dan kapan dia akan bangkit?" lanjut Feng Syhun menanyakan pada Huli Jing.
Huli Jing ragu untuk menjawab karena selain senjata Sabit Kematian Genosida masih memiliki teknik terlarang yang bisa menghisap habis kekuatan dirinya dan semua Energi kehidupan yang dia miliki.
Sehingga bisa jadi dirinya mati oleh Genosida, tapi yang paling dia takuti adalah Sabit Kematian yang kini ada di tangan Feng Syhun.
Sehingga dia ragu untuk menjawab dan pada akhirnya dia berani untuk menjawab pertanyaan Feng Syhun itu.
"Genosida, hanya membutuhkan satu lagi bahan agar dirinya bisa bangkit dengan sempurna! Sebenarnya dia sekarang juga sudah bisa bangkit tapi akan banyak mempengaruhi kekuatan dirinya sehingga dia lebih memilih menunggu bahan itu di dapatkan baru dia bangkit seutuhnya!" ucap Huli Jing sampai di situ dan dia menghentikan penjelasan pada Feng Syhun.
"Hanya itu saja yang aku tau Tuan!" lanjut Huli Jing berucap dai tidak mau memberikan jawaban lebih banyak karena bagaimanapun dia juga lebih berharap menjadi bawahan Genosida karena mereka sudah mengenal lama satu sama lain.
"Jawaban yang tidak begitu penting!" ucap Feng Syhun setelah berucap demikian dia bergerak maju dengan begitu cepat tanpa suara dan tanpa bisa di lihat oleh Huli Jing sekalipun.
Dia dengan kecepatan kilat bergerak dengan menggunakan teknik tebasan tanpa suara, yang biasa menggunakan pedang dia mencoba menggunakan Sabit Kematian.
__ADS_1
Dia menebas beberapa kali pada Huli Jing dan seketika kepala Huli Jing putus dari pangkal leher terus menebas beberapa kali dan memotong tubuh lainya seperti tangan dan badan bahwa memotong dada pada jantung Huli Jing.
Feng Syhun bergerak dengan begitu cepat hanya beberapa kedip mata saja dan dia sudah kembali ke tempat semula dia berdiri.
Tubuh Huli Jing kini hanya seperti seonggok tanah yang encer, tubuh itu seakan melepuh sampai ke tulang bahkan bentuk tubuh seperti kepala dan badan kini tidak terlihat hanya terlihat seonggok daging yang membusuk dan meleleh saja.
Huli Jing mati dan dia tidak sempat melawan seperti apa yang dia pikirkan dan rencanakan sebelumnya.
Wang Long melihat Tuanya membunuh siluman Rubah Merah itu tanpa berkedip dirinya merasa sangat senang, melihat tindakan itu Wang Long sangat setuju karena siluman tidak akan bisa di percaya.
Jangan siluman, manusia saja untuk di percaya sangatlah susah hanya orang-orang yang memiliki kekuatan dan kekuasaan yang mereka pandang! Sedangkan untuk orang-orang yang lemah rata-rata mereka tindas dan diskriminasi.
Feng Syhun langsung memasukkan senjata Sabit Kematian ke dalam penyimpanan sistem kembali, dia tidak menyangka senjata yang awalnya hanya menarik saja kini sangat berguna bahkan bisa membunuh siluman yang memiliki kekuatan abadi dari klan nya.
***
Di alam lain saat ini, alam yang sangat banyak para kultivator kuat di sini bahkan orang-orang alam lain menyebutnya alam dewa karena kehebatan dan tingginya tingkat kultivasi hingga ke ranah dewa jadi sewajarnya bila alam ini lebih terkenal alam dewa dan alam tertinggi di jajaran alam kultivator yang sekarang masih ada.
Di sebuah sekte kecil sekte yang mengandalkan kekuatan bertarung mereka di bantu oleh hewan parasit yang bisa mengendus dan memberikan informasi apa saja.
Meskipun sekte ini kecil dan kekuatan mereka tidak begitu hebat karena tetua sekte saja kekuatannya hampir setara dengan murid inti dari salah satu Sekte besar di alam dewa.
Tapi karena sekte ini memiliki informasi yang sangat luas bahkan hampir 3/4 luas alam dewa mereka tau berita yang sedang terjadi.
Sehingga untuk memusnahkan sekte ini sangatlah sulit, di tambah mereka selalu berpindah tempat dan tempat mereka sangat rahasia.
Di dalam kamar pribadi, seorang pemuda yang cukup tampan tersenyum dengan bangga.
"Akhirnya selama 100 tahun aku di sini, dan sekarang menemukan apa yang ku cari! Tuan ku aku akan membawakan hadiah itu untumu!" ucap pemuda itu dia baru saja menerima informasi itu dari hewan peliharaannya yaitu nyamuk pemakan Energi Ki hitam.
\=
\=
LIKE'.
__ADS_1
Terimakasih.
...