Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Kuil Pagoda Sutra


__ADS_3

\=


\=


Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping masih berada di luar gua yang cukup besar itu, karena Feng Syhun masih ragu untuk masuk kedalam gua yang mereka temukan! Akhirnya Liuliu, Ye Yue dan Xi Jinping hanya bisa menunggu.


"Apa di dalam gua ini, sesuatu yang memanggil Gege?" ucap Ye Yue memecahkan keheningan di sana.


"Benar Yue'er, tapi aku masih sangat ragu! Takut ini hanya sebuah ilusi kabut yang seperti di katakan Liuliu! Pada saat sebelum masuk ke kota Kabut ini." ucap Feng Syhun.


Dia takut itu hanya sebuah jebakan belaka, yang nantinya akan mempersulit dirinya! Sehingga Feng Syhun tidak mau langsung masuk begitu saja tanpa mempertimbangkan dulu.


"Kita telusuri saja tuan, bila sistem sudah mengidentifikasi maka itu benar bukan sebuah ilusi!" ucap Liuliu memberi dukungan agar Feng Syhun tidak bimbang.


Mendengar ucapan Liuliu seperti itu akhirnya Feng Syhun yakin dan mencoba menelusuri, dia berharap pemeriksaan ini tidak menimbulkan masalah yang besar nantinya.


Mereka berempat cukup hati-hati berjalan di gua yang penuh dengan kabut putih di sana, karena mata tidak bisa melihat akhirnya mereka berempat menggunakan persepsi miliknya untuk merasakan di sekitar.


Hanya Feng Syhun yang di tambah dengan menggunakan penglihatan sistem, karena melihat dengan penglihatan sistem bisa melihat dengan cukup jelas dan seakan kabut itu tidak mengganggu sama sekali.


Cukup jauh mereka masuk ke dalam gua itu, dengan hati-hati keempatnya berjalan di lorong gua yang mulai berkelok dan mulai sempit.


Sampai lah mereka di ujung gua itu, dari ujung gua ada sebuah kawah kecil dan kabut itu berasal dari sana! Herannya kawah itu berwarna biru seakan bukan kawah dari dalam gunung kabut ini.


"Kita sudah mentok memasuki gua ini, tapi di sini tidak ada aura seseorang pun?" ucap Feng Syhun pada Liuliu, Ye Yue maupun Xi Jinping.


"Tuan, lawanlah kekuatan jiwa yang memanggil itu apa akan ada perbedaan yang terjadi!" ucap Liuliu memberi saran.


Feng Syhun mengerutkan dahinya dan memandang Liuliu yang memberi saran karena dia tidak begitu tau maksud dari perkataan Liuliu itu.


"Maksud mu melawan yang seperti apa Liuliu?" ucap Feng Syhun dia tidak tau maksud yang di lawan itu seperti apa.


Karena baru pertama kali dirinya mengalami panggilan pada kakuatan jiwa miliknya, sebelumnya belum pernah terjadi sama sekali.


Sehingga Feng Syhun sangatlah awam dengan kekuatan jiwa pada dirinya, padahal kekuatan jiwanya dari dulu sudah sangat besar.


"Tuan alirkan saja kekuatan jiwa yang tuan miliki pada kekuatan jiwa yang memanggil pada tuan sedari tadi!" usul Ye Yue.


Feng Syhun tidak begitu mengerti menyerang menggunakan kekuatan jiwa, tapi setelah di coba barulah dia sadar seakan sedang mengalirkan Energi Ki tapi yang ini sangat berbeda bentuk dan pelaksanaannya.


Feng Syhun mengalirkan cukup kuat untuk mendorong kekuatan jiwa itu yang memanggil, karena sudah terhubung kekuatan jiwa milik Feng Syhun dan kekuatan jiwa Yang memanggil akhirnya beradu dan saling mendorong.


"Kekuatan jiwa yang saling dorong dengan ku sangat kuat Liuliu, aku bahkan hampir tidak kuat lagi!" ucap Feng Syhun kini dia sudah banyak mengeluarkan keringat dingin di dahinya.


Bahkan Ye Yue, maupun Liuliu belum pernah melihat Feng Syhun yang melawan sesuatu sampai separah ini sebelumnya. Karena musuh maupun maslah yang di hadapi sebelumnya hanya seperti mainan belaka.

__ADS_1


Setelah cukup lama melawan jiwa itu, dari kawah kecil biru yang ada di hadapan mereka yang mengeluarkan kabut putih kini berhenti mengeluarkan, dan berganti dengan hisapan seperti portal dimensi.


"Yue'er, hati-hati! berpegangan dengan Liuliu!" ucap Feng Syhun dengan mendadak.


Liuliu dengan seketika memegang sangat erat tangan Ye Yue, tanpa bertanya apa tujuan Feng Syhun memberi peringatan.


Syuuup..!!


Mereka berempat terhisap masuk ke dalam kawah kecil biru itu yang ada dalam gua yang mengeluarkan kabut putih.


Setelah menghisap Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping kawah biru itu kembali normal mengeluarkan kabut putih.


***


Seperti hutan yang sangat lebat di atas sebuah bukit yang tinggi, terdapat sebuah kuil tua dengan pintu gerbang sangat besar dengan lonceng berwarna emas menghiasi pintu gerbang itu, tangga menurut yang sangat jauh bahkan mata memandang saja tidak terlihat di mana ujung tangga itu.


Karena bukan hanya bentuknya saja yang berkelok tapi juga terdapat beberapa kabut yang menutupi tangga itu.


Kuil itu begitu terlihat sepi tidak memiliki penghuni akan tetapi tanpa debu sedikit pun terdapat di sana seperti terawat dengan baik.


Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping tiba di sana, mereka cukup heran setelah memijakkan kedua kaki mereka.


"Gege Syhun, dimana kita berada sekarang?" ucap Ye Yue sedikit cemas terpatri di wajahnya.


"Tenang nona Ye Yue, kita akan tetap aman!" ucap Liuliu masih dengan posisi memegang tangan Ye Yue dengan cukup erat.


"Liuliu, apa kau mengetahui tempat apakah ini?" ucap Feng Syhun bertanya, dia tidak menanggapi pertanyaan Ye Yue barusan.


Goarrr...!!


Suara auman seperti auman singa, namun lebih dalam dan mengerikan terdengar dari dalam kuil yang bangunannya tersusun beberapa lantai.


Empat orang itu cukup penasaran dengan auman itu.


"Tuan Ini adalah Kuil Pagoda Sutra!" jawab Liuliu yang melihat lewat petunjuk sistem.


"Kuil Pagoda Sutra, kuil macam apa itu?" gumam Feng Syhun.


"Tuan bebaskan lah aku!" gema suara muncul dari dalam bangunan kuil itu.


Feng Syhun sedikit terkejut karena mendengar suara yang kini sangat jelas terngiang di benaknya, seakan suara itu ada di dalam pikiran dirinya tapi beras dari dalam kuil pagoda sutra.


"Liuliu apa kau mendengar suara memanggil kita ini?" ucap Feng Syhun bertanya pada Liuliu.


Liuliu hanya menggelengkan kepalanya, tanda dia tidak mendengar sesuatu. Ye Yue hanya melongo mendengar pertanyaan Feng Syhun terhadap Liuliu.

__ADS_1


Karena dia tidak mendengar apapun setelah tiba di depan bangunan kuil yang sangat besar ini.


"Suara itu sangat jelas Liuliu, Yue'er dan berasal dari dalam Kuil Pagoda Sutra itu!" ucap Feng Syhun sambil menunjuk ke arah kuil yang ada di hadapan mereka.


Karena cukup penasaran Feng Syhun langung lari memasuki kuil itu, Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping langung mengikuti kemana Feng Syhun pergi.


***


Di kota Kabut terjadi guncangan kecil, tapi guncangan ini sangat bisa di rasakan oleh orang-orang penduduk kota Kabut.


Wu Lung yang sedang berbicara dengan anaknya mengenai pedang elemen yang ingin Wu Ying miliki dari anak remaja yang Wu Ying coba bunuh dan rampas pedang itu darinya.


Yang tidak lain adalah Feng Syhun. Kini mereka berdua merasakan getaran itu! Karena ini pertama kali terjadi di kota Kabut membuat mereka berdua bertanya-tanya.


"Ayah getaran apa ini?" ucap Wu Ying pada ayahnya yaitu Wu Lung.


"Aku pun tidak tau getaran apa ini!" jawab Wu Lung.


Beberapa saat kemudian, datanglah seseorang dari luar dan langung melapor pada Wu Lung sebagi pemimpin kota Kabut.


"Tuan Wu, lapor! Kami melihat kabut dari Gunung Kabut mengalami perubahan dan gejolak tinggi!" ucap orang yang barusan datang dan menemui Wu Lung.


"Apa kau yakin. Apa getaran tadi berasal dari pusat Gunung Kabut? ucap Wu Lung bertanya pada orang yang barusan datang.


Orang yang barusan datang adalah orang kepercayaan Wu Lung, dia di tugaskan untuk menerima laporan dari luar agar tidak langsung terhadap dirinya.


"Dari laporan yang hamba terima seperti itu tuan, dan getaran itu bisa di pastikan dari Gunung Kabut itu!" ucap orang kepercayaan Wu Lung.


"Peristiwa macam apa lagi ini?" ucap Wu Lung dengan sangat frustrasi dengan kasar dia mengacak-acak rambutnya.


Wu Ying yang melihat ayahnya cukup kacau seperti itu, tidak berani bertanya sembarangan! Karena baru pertama kali ini dai melihat ayahnya menghadapi masalah dengan sangat kacau.


Biasanya, sesulit apapun masalahnya ayahnya itu tetap tenang meski menghadapi dengan di selingi amarah, tapi tidak sekacau kali ini.


\=


Bersambung.


\=


LIKE' dan komentar yah.


Terimakasih buat para pembaca novel ini.


Tunggu terus update selanjutnya.

__ADS_1


Terimakasih.


...


__ADS_2