
\=
\=
Setelah pergi dari gazebo yang di tempati Feng Syhun dan keluarganya, komandan pasukan keamanan kota langsung membawa anak buahnya hendak pergi dari rumah teh sederhana.
Sebelum keluar di memberi pesan kepada pemilik rumah teh sederhana!.
"Tuan, jamu keluarga Feng dengan sebaik mungkin! Jangan sampai dia kecewa terhadap rumah teh sederhana ini." ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.
"Baik tuan komandan pasukan! Pesanmu akan ku laksanakan!" jawab pemilik rumah teh sederhana.
"Jika sudah mengerti aku pergi dulu!" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.
"Terimakasih atas nasehatnya tuan!" ucap pemilik rumah teh sederhana.
Padahal komandan pasukan keamanan kota Zang sudah melangkah pergi dan sudah hampir mencapai pintu keluar rumah teh sederhana.
"Siapa sebenarnya tuan Feng dan keluarganya itu, hingga komandan pasukan keamanan kota Zang saja bisa begitu menghormati mereka?" gumam pemilik rumah teh sederhana.
Setelah itu di tidak memikirkan lebih lanjut lagi karena hari ini sudah banyak sekali tekankan pada pikirannya, dia ingin bersantai barang sebentar di ruang kerjanya.
Setelah keluar dari rumah teh sederhana komandan pasukan keamanan kota Zang membawa beberapa pasukan untuk menemani dirinya melapor pada walikota kota Zang.
Sedangkan sisanya di suruh bertugas kembali mengamankan kita Zang tentunya.
Baru beberapa langkah dari rumah teh sederhana dari belakang sudah ada yang memanggil.
"Tunggu Komandan pasukan keamanan!!" ucap orang yang berada di belakang sisa pasukan yang hendak pergi ke pusat kota Zang.
Komandan pasukan keamanan kota Zang menengok ke belakang karena dari arah itulah suara itu bersumber.
"Siap anda kenapa memanggilku?" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.
"Ahh..!! Mohon maaf tuan aku terlalu lancang, bahkan belum memperkenalkan diri!." ucap orang yang memanggil, komandan pasukan keamanan kota Zang.
"Perkenalkan, nama ku Lu weng!" ucap orang yang tadi memanggil.
Dia adalah Lu weng, orang yang terpesona dengan Ye Yue, dia adalah tuan muda keluarga bangsawan dari kerajaan Sahoi di bagian utara benua tengah.
"Aku tidak mengenal kau! Ada keperluan apa?" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.
"Aku adalah tuan muda dari keluarga bangsawan di bagian utara benua tengah di pemerintahan kerajaan Sahoi!" ucap Lu Weng. Menjelaskan apa yang orang tidak tau.
__ADS_1
"Apa mau kau, dan untuk apa mencegat ku di sini?" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.
Komandan pasukan keamanan kota Zang tidak peduli dengan namanya bangsawan atau apa, yang dia hormati cukup orang-orang Sekte Fajar Langit Dunia karena dia berasal dari sana sejak kecil.
Dia anak yang cukup berbakat tapi dia kurang beruntung dalam hal ekonomi, dan dia dari dulu adalah anak yang brandal dan susah di atur.
Tapi setelah masuk Sekte Langit Penguasa terdahulu dia menemukan mentor dan pembimbing yang baik, dan senior yang selalu mendukung yaitu Zang Wun.
"Tenang tuan, aku hanya butuh informasi saja dari anda dan aku akan memberi cukup banyak uang kepada anda tuan komandan pasukan!" ucap Lu Weng.
"Informasi apa yang kau inginkan?" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.
"Cepat katakan aku tidak banyak waktu!" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang dengan sedikit tinggi nadanya.
"Aku ingin informasi wanita yang membantai kelompok rampok hutan mati!!" ucap Lu Weng sedikit menyeringai setalah berbicara.
"Apa yang kau inginkan dari wanita itu?" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.
"Aku hanya ingin informasi pribadinya, tuan komandan pasukan pasti tau kan?" ucap Lu Weng.
"Meskipun aku tau aku tidak akan memberikan informasi sedikitpun padamu." ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.
"Ku peringatan padamu jangan sampai kau menyentuh dia sedikitpun, bila kau tidak ingin mati dengan utuh badanmu!" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang memperingati.
"Maksud ku jangan sampai kau menyentuh dia sedikitpun bila tidak ingin mati muda!" ucap komandan pasukan keamanan kota Zang.
Lu Weng langsung takut dengan omongan komandan pasukan keamanan kota Zang, bahwa bila mendekati dan menyentuh Ye Yue akan mati muda dan tidak utuh tubuhnya.
Tapi setelah ingat dengan paras Ye Yue dan pesonanya dia menjadi kalap dan lupa akan peringatan dari komandan pasukan keamanan kota Zang.
Tanpa banyak pamit, komandan pasukan keamanan kota Zang langsung meninggalkan Lu Weng di sana sendirian.
Karena sudah tidak bisa di ajak kerja sama akhirnya Lu Weng menyerah dan tidak menghentikan komandan pasukan keamanan kota Zang.
"Dasar pegawai rendahan, sok tidak butuh uang! Dan berani-beraninya dia mengancam ku seperti itu!" ucap Lu Weng dengan kesalnya.
Akhirnya dia masuk kembali ke rumah teh sederhana kembali karena hendak melakukan curi-curi pandang ke pada Ye Yue sebisa mungkin.
Di gazebo tempat Feng Syhun dan keluarganya berkumpul Liuliu mendengar percakapan Lu Weng dan komandan pasukan keamanan kota Zang!.
"Tuan, di luar ada orang yang ingin mengorek informasi tentang nona Ye Yue!" ucap Liuliu kepada Feng Syhun, lewat telepati sistem.
"Iyah Liuliu, aku juga mendengar! Aku cukup penasaran dengan orang itu." jawab Feng Syhun.
__ADS_1
Feng Syhun menitik fokuskan perhatian nya kepada Lu Weng karena Feng Syhun bisa merasakan Energi Ki yang di miliki Lu Weng.
"Yue'er, ada orang yang ingin mengerti tentang mu!" ucap Feng Syhun berbisik kepada Ye Yue.
Ye Yue menengok ke arah Feng Syhun dan langsung bertanya!.
"Apa maksud Gege, ada orang yang ingin mengerti tentangku?" ucap Ye Yue.
"Aku masih belum tau Yue'er apa keinginan dia mungkin dia terpesona dengan kehebatan mu waktu melawan gerombolan rampok hutan mati!" ucap Feng Syhun, mencoba menggoda Ye Yue.
"Apa Gege Syhun, cemburu dengannya?" ucap Ye Yue sambil tersenyum.
Tanggapan Ye Yue tidak seperti yang Feng Syhun pikirkan, yang Feng Syhun pikirkan Ye Yue akan merasa penasaran dengan orang itu akan tetapi malah penasaran dengan perasaanya.
Feng Syhun hendak berucap lagi akan tetapi ucapnya sudah di potong oleh ayahnya.
"Syhun'er, tadi apa kamu mengenal orang yang memimpin pasukan keamanan datang ke rumah teh sederhana ini?" ucap Feng Shui.
"Tidak ayah, aku tidak mengenal dirinya! Akan tetapi aku dan di pernah berjumpa di kediaman walikota kota Zang!" jawab Feng Syhun.
Feng Shui hanya mengangguk-anggukan kepala, dia sedang berpikir!.
Anaknya di benua tengah kini sudah sangat populer dan cukup mengenal orang-orang yang berkumpul di kota maupun Sekte Fajar Langit Dunia.
Bahkan sudah bisa di katakan anaknya ini sudah memimpin Sekte Fajar Langit Dunia yang sebagi Sekte penguasa benua tengah ini.
Mereka terus saja berbincang-bincang apa yang mereka ingin katakan, hingga sore hari mulai datang dan mereka pergi dari rumah teh sederhana itu.
Sebenarnya pemilik rumah teh sederhana itu tidak ingin di bayar semua yang mereka pesan tapi Feng Syhun tetap memberikan bayarnya kepada pemilik rumah teh sederhana itu bahkan memberi lebih dari cukup.
Setelah Feng Syhun dan yang lainya pergi cukup jauh, pemilik rumah teh sederhana itu bergumam.
"Seandainya benua tengah ini di pimpin oleh orang-orang seperti itu aku yakin benua tenggah akan menjadi benua yang paling sejahtera!"
\=
\=
LIKE' yah.
Terimakasih buat para pembaca novel ini.
Tunggu terus update selanjutnya.
__ADS_1
...