
\=
\=
Ribuan orang tetap fokus berkultivasi di tempat yang Feng Syhun tentukan, karena mereka mengingat terus akan teguran dari kaisar dewa dan sembilan kesatria dewa yang mengingatkan pada mereka semua agar tetap di tempat ini dan hanya pergi di sekitar daerah sini saja.
Beberapa dari mereka yang merasa sudah menaiki tingkat yang lebih tinggi akhirnya memilih berjalan di daerah sekitar, siapa tahu dirinya menemukan harta yang berharga berupa tanaman herbal atau semacamnya.
Memang dari mereka banyak yang menemukan tanaman herbal yang bagus, bahkan umur tanaman herbal itu sesuatu yang tidak bisa di perkirakan dengan aroma dan bentuk saja.
Menurut mereka hanya bisa menbak-nebak umur dari tanaman yang di temukan lebih dari ratusan bahkan ada yang hampir mencapai ribuan tahun.
Mereka semua adalah kultivator di alam dewa yang sudah hidup minimal ratusan tahun, sehingga sudah sangat familiar dengan tanaman herbal langka dan sangat tua.
Tapi melihat tanaman itu cukup asing, hanya sekilas saja mereka mengerti.
Sebenarnya mereka tahu itu dengan pengetahuan di perpustakaan masing-masing sekte meraka, dan beberapa yang telah mereka lihat langsung di pelelangan tapi mereka tidak mampu untuk membelinya karena harga herbal itu sangat mahal.
Bila ingin membelinya mereka perlu mengeluarkan uang tabungan yang sudah lama mereka kumpulkan, tapi jika itu barang yang memuaskan rata-rata kultivator tidak memikirkan uang itu, yang di pikirkan adalah kekuatan dirinya bisa berlipat ganda lebih kuat.
"Saudara tertua, apa kakak tidak tahu alam apa ini?" ucap salah satu orang yang sedang berjalan mengelilingi tempat di sana untuk mencari tanaman herbal langka.
"Ahh, aku meskipun lebih tua dari kalian beberapa puluh tahun tapi belum pernah pergi ke alam lain selain alam dewa!" ucap orang yang tadi di tanya.
Dia adalah Kaka tertua dari satu perguruan yang sama, namun umur mereka terpaut jauh lebih dari 10 tahun.
Mereka berdua yang mengikuti hanya bisa mengangguk mengerti, meskipun kaka seperguruannya itu lebih kuat tapi mereka tau bahwa dia tidak pernah pergi ke alam lain.
Hanya saja pikiran orang tadi menanyakan alam apa ini, berharap kaka seperguruan mereka tau dari buku-buku sejarah! Namun sayang dia juga tidak tau. Mengingat pengalaman Kaka tertua mereka lebih banyak mengantongi pengalaman.
"Alam ini memiliki herbal langka seperti rumput liar saja, aku sangat menyukainya! Bila saja kita tinggal di sini lebih lama maka aku yakin ranah kultivasi ku akan meningkat dengan tajam!" ucap orang yang ke tiga yang dari tadi hanya mendengarkan saja.
"Siapa sebanyak kaisar dewa kita ini, bisa memiliki alam yang begitu menakjubkan?" ucap Kaka tertua dari ketiga saudara seperguruannya itu.
__ADS_1
"Awalnya juga dari pertama bertemu aku tidak begitu percaya bahwa Yang mulia kaisar dewa yang di kenalkan oleh sembilan kesatria dewa sangat kuat! Untung saja aku tidak ikut meremehkan Yang mulia." ucap orang yang tadi bertanya alam apa yang mereka tempati.
"Sudahlah, jangan membahas yang itu! Jangan membuat ku takut kembali!" jawab Kaka pertama mereka.
Mereka bertiga kini sudah sangat takut dengan Feng Syhun, akibat perlakuan Feng Syhun di halaman istana kaisar dewa yang membuat ketiganya muntah darah dalam awal pertemuan mereka.
Bahkan bukan hanya mereka, tapi hampir semua pasukan besar yang berkumpul! Sehingga bisa di yakini bahwa Kaisar Dewa bisa membinasakan mereka dengan mudah.
Mereka bertiga berjalan menyusuri tempat itu meskipun tidak berjalan jauh tapi mereka menemukan banyak tanaman herbal yang berguna untuk dirinya.
Bukan hanya ketiga orang itu saja tapi banyak dari mereka yang melakukan hal yang sama dan menemukan tanaman herbal yang baik untuk kultivasi masing-masing dari mereka.
Kini para pasukan itu berpencar berjauhan, dana yang sedang bermeditasi menyerap khasiat dari tanaman herbal yang mereka temukan ada yang lagi fokus untuk banyak menyerap Energi Ki ada yang mengobrol ringan sambil berjalan mencari sumber daya untuk kultivasi masing-masing.
Bila saja di izinkan lebih jauh maka orang-orang itu pasti sudah menjelajahi kemana saja yang mereka inginkan, sayang itu di larang keras.
***
Feng Syhun yang membawa sembilan kesatria dewa menuju kota Gong Dao sudah sampai dengan cepat setelah meninggalkan ribuan pasukan yang cukup jauh dengan kota itu, karena kecepatan terbang Feng Syhun sangat cepat bahkan sembilan kesatria dewa mengikuti gerakan Feng Syhun sangat kuwalahan.
Itu karena sembilan kesatria dewa sangat kagum dengan bangunan yang besar megah dan klasik yang terlihat dengan jelas meskipun dari luar tembok kota Gong Dao.
Sambil masuk ke dalam kota Gong Dao, sembilan kesatria dewa terus saja matanya menelusuri keseluruhan kota itu dengan seksama, mereka terus saja memuji apa yang mereka lihat sekarang.
"Yang mulai Kaisar, tempat apa ini? Bukan hanya Energi Ki yang tebal tapi juga memiliki kota yang sangat megah dan klasik!" ucap dewa api(Huo).
Dia yang sangat antusias, karena perangainya yang selalu ceplas-ceplos dan gembira melihat seperti ini dia cukup antusias dan sangat senang.
"Nanti aku jelaskan, setelah tiba di istana Kekaisaran!" ucap Feng Syhun singkat tanpa menoleh.
Jika saja yang berbicara bukan Feng Syhun, sudah di oleh Huo karena tidak memandang dirinya sebagai dewa api yang di hormati.
Dengan sifatnya yang asal-asalan dia sering langsung meledak amarahnya bila ada orang bersikap sombong di depannya! Tapi bila orang itu lebih kuat dan setara maka akan hormat dan sedikit sopan.
__ADS_1
Tapi berbeda dengan Feng Syhun yang di anggap seperti tuanya, dia tidak berani bersikap sombong apa lagi tidak memandang Feng Syhun.
Hanya kata-kata saja yang di dengar dia akan melakukan perintah itu dengan baik, bukan hanya Huo tapi semua sembilan kesatria dewa akan bersikap demikian.
Terus berjalan dan melihat keindahan kota mereka akhirnya sampai di penyerangan kapal yang akan di gunakan untuk menyebrang.
Sebenarnya di benak masing-masing sembilan kesatria dewa ingin bertanya kenap harus menggunakan kapal, bila hanya untuk menyebrang danau yang hanya berjarak beberapa kilometer saja bukan cukup dengan terbang.
Tapi mereka tidak berani bertanya hanya mengikuti apa perintah dan saran Feng Syhun saja, dan mereka kini hampir sampai di pulau yang di tuju.
Setelah hampir sampai akhir Tian bisa merasakan ada sedikit samar dari formasi pelindung tingkat tinggi di sekeliling pulau ini.
Dengan begini mereka memahami kenap harus menggunakan kapal yang di sediakan, karena itu jalaur paling aman tapa merusak formasi pelindung itu.
Mereka memandang Feng Syhun semakin kagum dengan apa yang tuanya miliki untuk saat ini, bahkan sebagian pengikut paling lama pada Liu Xiaobo Tian dapat melihatnya bahwa Liu Xiaobo tidak sehebat tuanya yang baru ini.
Sampailah mereka di istana Kekaisaran yang sangat megah dan besar, dengan halaman tengah yang cukup besar bisa menampung ratusan ribu pasukan, dan di lengkapi dengan tempat latihan yang bagus.
"Istana ini sangat bagus!" gumam Tian yang memandang sekeliling dengan seksama dan meneliti.
Dia hendak bertanya! 'kenap kota dan istana sangat sepi bahkan tidak ada orang satupun, sebenarnya ini alam apa?' itulah yang ada di benak Tian dan salah satu dari sembilan kesatria dewa.
Akhirnya mereka di ajak masuk ke ruangan yang sepertinya di buat untuk berkumpul dan pertemuan penting.
Feng Syhun langsung duduk dan memerintahkan kepada sembilan kesatria dewa untuk duduk juga! Sembilan kesatria dewa langsung mengikuti perintah tanpa basa-basi lagi.
\=
\=
LIKE'. 👍
Terimakasih.
__ADS_1
...