
\=
\=
Pintu gerbang yang sangat besar kini terbuka cukup lebar, Feng Syhun langsung masuk ke dalam karena menurutnya sudah cukup membuka pintu itu.
Lalu pintu kembali tertutup perlahan demi perlahan, setelah tertutup sempurna pintu itu langsung menghilang.
"Sial bagaimana aku keluar nanti?" ucap Feng Syhun langsung mengeluh, karena pintu itu menghilang dari tempatnya.
"Sebentar, kan memang aku sejak tadi tidak bisa keluar! Kenapa baru sekarang aku merisaukan tentang pintu!" lanjut Feng Syhun berucap sambil menepuk dahinya.
Setelah lama berbicara sendiri, akhirnya Feng Syhun sadar! Bahwa di sana bisa melihat semua alam.
Feng Syhun berpikir itu adalah sebuah ilusi belaka, namun setelah dia dapat merasakan semuanya dia cukup heran.
Feng Syhun saat ini mulai bisa merasakan dengan nyata alam lain, seperti alam fana, alam raja, alam dewa dan alam dewa sejati yang baru saja Feng Syhun kunjungi beberapa waktu lalu.
Setelah di pikir ulang setelah bisa merasakan dengan benaknya, alam lain itu seperti alam dimensi sistem miliknya, dirinya bisa merasakan dengan nyata! Bahkan orang-orang yang sedang berbuat jahat di sana Feng Syhun bisa merasakan dengan sempurna.
Karena penasaran dan Feng Syhun sudah merasakan kangen terhadap anaknya dan orang tuanya, dia langsung memfokuskan untuk merasakan ke alam fana dan menuju ke benua barat.
Kini Feng Syhun bisa merasakan keberadaan anaknya sedang bersama ibunya, Feng Syhun sangat tidak menyangka akan seperti ini.
Bayangan anaknya dan ibunya terasa nyata di benaknya, seperti dia merasakan aura milik Liuliu yang bergabung dengan sistem! Karena begitu nyata.
"Apa yang terjadi dengan ku sekarang?" ucap Feng Syhun yang tidak begitu mengerti.
Feng Syhun terus merasakan, sampai ke benua tengah, benua utara, benua selatan dan benua timur.
Setelah selesai Feng Syhun merasakan itu semua, Feng Syhun melihat di atas langit yang seperti tidak berujung ada sebuah cahaya yang membentuk sosok manusia bersayap.
Sosok itu terbuat dari cahaya yang sangat menyilaukan, bahkan Feng Syhun tidak bisa memandang itu dengan jelas.
"Sosok apa itu? Aku tidak bisa merasakan keberadaan sosok itu!" gumam Feng Syhun.
Dia lalu memaksakan untuk menengadah ke atas, karena semakin penasaran dengan sosok yang muncul itu! Karena yang tadinya cahaya yang tidak memadat seperti itu sehingga membuat Feng Syhun bertanya-tanya.
"Nak, akhirnya kau berhasil sampai di tingkat sembilan puncak keabadian ini!" ucap sosok itu.
__ADS_1
Suaranya begitu menggema, seakan-akan datang dari arah mana saja! Sampai-sampai Feng Syhun seperti mendengarkan ucapan beberapa orang.
"Tingkat Sembilan Puncak Keabadian?" gumam Feng Syhun mengulangi kata-kata sosok itu.
"Siapa kau, apa maksudnya puncak keabadian yang kau ucapkan?" tanya Feng Syhun karena tidak mengerti.
"Nak, kau tidak perlu mengetahui siapa diri ki ini! Yang lebih penting sekarang keluarkan pedang empat mata yang kau miliki!"
Suara itu langsung menggema di seluruh tempat itu.
Feng Syhun langsung tertegun, karena sosok bercahaya itu mengetahui tentang pedang empat mata miliknya.
Akhirnya dia sedikit waspada, takutnya ini adalah jebakan musuh! Feng Syhun mengeluarkan pedang empat mata miliknya dan memegang dengan erat pedang itu.
Saat setelah pedang itu berada di genggaman Feng Syhun, ada sebuah prasasti batu muncul! Namun di dalamnya tidak terdapat banyak tulisan, hanya ada cekungan membentuk pedang empat mata dan di atasnya tertulis.
PUNCAK KEABADIAN.
Feng Syhun melihat prasasti itu cukup keheranan, karena cekungan di sana begitu mirip dengan pedang miliknya sehingga dia meneliti dengan tajam.
"Puncak keabadian!" gumam Feng Syhun membaca tulisan yang tertera di prasasti itu.
"Apa kau sudah membacanya nak, sekarang masukan pedang mu pada cekungan itu! Maka kau akan menjadi kultivator abadi." ucap sosok bercahaya itu.
Setelah pedang di letakkan, cahaya yang membentuk sosok manusia bersayap yang terbang di atasnya langsung melesat masuk ke dalam tubuh Feng Syhun.
Feng Syhun tidak begitu mengetahui kejadiannya sehingga dia tidak menghindar maupun menahan.
Setelah di masuki olah cahaya itu Feng Syhun tetap berdiri di sana dengan mata yang langsung memutih, seperti tidak sadarkan diri! Akan tetapi tubuh Feng Syhun tetap berdiri tegak tidak bergeming sedikitpun.
*
*
*
Di luar pagoda sembilan tingkat.
Tekanan besar kini menghilang di areal pagoda sembilan tingkat! Setelah pintu tingkat sembilan yang tadi Feng Syhun buka, yang kini menutup kembali dan menghilang entah kemana.
__ADS_1
Puncak pagoda sembilan tingkat yang tadi bercahaya terang kini mulai meredup, lalu meninggalkan warna keemasan pada pagoda itu seperti warna pada keseluruhan dari pagoda sembilan tingkat itu.
Semua orang yang ada di sana melihat perubahan bentuk dan warna pagoda sembilan tingkat menjadi terkagum-kagum.
Pasalnya yang tadinya berwarna hitam pekat, dengan aura dingin yang menusuk hati masing-masing orang.
Kini aura itu berganti dengan aura yang menghangatkan dan tenang di tubuh maupun pikiran, orang-orang yang masih memiliki kultivasi lemah langsung mengambil posisi meditasi.
Karena mereka merasa Energi Ki yang sangat murni.
"Hey, apa kau tidak ingin berkultivasi? Di sini Energi Ki sangat menenangkan, bahkan untuk memikirkan teknik yang belum sempurna sangatlah membantu!" ucap salah satu dari mereka.
"Ya kau benar, ini sangat menghangatkan tubuh! Bahkan dantian milik ku seperti semakin kokoh, seakan di bentuk pondasi yang baru!" jawab salah satunya.
Liuliu, tidak memperhatikan itu semua! Karena itu tidaklah bermanfaat untuk Liuliu sekarang, namun dia memerhatikan terus menerus aura milik Feng Syhun saat ini.
Yang Liuliu rasakan, aura Feng Syhun meningkat drastis! Bahkan aura itu terasa sangat tebal.
"Tuan, apa yang anda temukan di dalam sana?" ucap Liuliu mencoba berbicara dengan Feng Syhun.
Namun setelah di tunggu beberapa saat Feng Syhun tidak menjawabnya, meskipun Liuliu mencoba beberapa kali lagi namun tetap tidak menjawab pertanyaan darinya.
"Apa yang terjadi dengan Gege Syhun, Liuliu?" ucap Ye Yue khawatir.
Karena dia melihat reaksi yang menghawatirkan di paras Liuliu, sehingga dia bertanya untuk memastikan keadaan Feng Syhun dan juga dirinya ingin mengetahui.
"Tidak apa-apa nona Yue, hanya saja tuan Feng Syhun tidak menjawabnya!" keluh Liuliu.
Dia berucap tidak apa-apa karena dia bisa merasakan aura Feng Syhun yang tidak sedang bertarung maupun terancam, jadi Liuliu tetap tenang.
Meskipun Ye Yue dan Liuliu sedikit menghawatirkan Feng Syhun lagi, tapi kali ini Xi Jinping dan Wang Long tenang-tenang saja.
Mereka berdua tahu, bahwa tuanya sedang melakukan sesuatu di dalam sana, bahkan dirinya saja tidak bisa masuk ke dalam pagoda sembilan tingkat itu! Berarti sedang melakukan misi yang penting seorang diri.
Jadi mereka berdua tenang berdiri di samping Ye Yue dan Liuliu.
Sedangkan di belakang mereka biksu senior yang tidak ikut pergi di awal kini beberapa dari mereka melakukan meditasi, sedangkan biksu muda tidak ada yang tersisa mereka semua meninggalkan arena pagoda sembilan tingkat karena tekanan besar di awal.
\=
__ADS_1
\=
...