
Di rumah makan yang baru saja di tinggal kan oleh Feng Syhun dan yang lainya, kepala keamanan kota Zamran datang bersama anak buahnya untuk menemui anaknya dan teman-teman anaknya yang menurut informasi oleh pelayan rumah makan di bikin babak belur oleh orang asing.
Setelah mendengar berita itu dia langsung bergegas menuju rumah makan tersebut, pasalnya ini bukan pertama kali anaknya membuat onar tapi kepala keamanan tidak membayangkan anaknya akan babak belur.
Karena menurut dia bahwa anaknya cukup hebat dan menyandang nama dirinya pula sehingga di percaya tidak sembarangan orang berani berurusan dengan anaknya itu.
Tapi kali ini di mendengar bahwa anaknya di bikin terkapar bersama teman-temannya, ini membuat dia naik darah.
Setelah sampai di rumah makan itu melihat anaknya dan teman-teman nya masih tergeletak di lantai rumah makan membuat dia meledak amarahnya.
"Siapa yang berani membuat anak ku seperti ini?" bentak kepala keamanan ke semua orang yang berada di sana!.
Semua orang yang di bentak hanya terdiam mereka semua takut terkena masalah dan berurusan dengan kepala keamanan kota Zamran, dia itu terkenal sangat kejam kepada orang yang berani berbuat maslah denganya, ini pula lah yang membuat anaknya menjadi besar kepala dan bersifat arogansi.
"Cepat jawab jangan hanya diam!" bentak kepala keamanan kota Zamran lanjut nya.
Dari dalam ruangan pemilik rumah makan berjalan dengan terpogoh-pogoh menghampiri kepala keamanan kota Zamran.
"Maaf tuan kepala keamanan, orang yang membuat anak tuan seperti demikian sudah pergi ke arah selatan tuan!" ucap pemilik rumah makan itu.
"Siap namanya apa ka tau?" ucap kepala keamanan kota Zamran itu dengan nada tinggi.
"Maaf tuan aku tidak tahu mereka siapa!" ucap pemilik rumah makan itu.
"Tapi kami memiliki namanya, di daftar masuk rumah makan di sana tertera Feng Syhun!" lanjut ucapan pemilik rumah makan.
"Ahhh..!! Aku baru mendengar marga Feng di Benua Tengah ini!" ucap kepala keamanan seakan dia merenung.
Karena dia hanya mendapatkan informasi yang kurang akurat akhirnya dia pergi dengan hati yang sangat dongkol.
Dia membawa anaknya dan teman-teman nya ke tabib yang handal karena tabib sedang melakukan tugas pemeriksaan di alun-alun kota dan dirinya juga sedang bertugas di sana.
Akhirnya anaknya di bawa ke tenda medis di alun-alun Kerajaan Sahoi.
Karena di sana acara sudah selesai dan Tetua dari Sekte Langit Penguasa juga sudah pergi untuk kembali ke sekte mereka, sehingga di alun-alun Kerajaan Sahoi kini sudah cukup sepi.
Di tenda pengobatan anak dari kepala keamanan kota Zamran dan teman dari anaknya kini di periksa.
Tapi setelah memeriksa teman-teman dari anak kepala keamanan kota Zamran tabib itu tidak begitu kaget karena itu penyebabnya adalah menahan tekanan yang cukup besar.
__ADS_1
Sedangkan setelah memeriksa kondisi anak kepala keamanan kota Zamran tabib istana Kerajaan Sahoi ini begitu kaget.
Tabib itu sangat kaget karena semua maridian anak dari kepala keamanan kota Zamran ini di bekukan secara sempurna sedikit sekali orang yang bisa membukanya itupun harus melalui proses yang cukup lama.
"Maaf tuan kepala keamanan kota, anakmu ini di lumpuhkan jadi saya tidak bisa menyembuhkan nya!" ucap tabib istana Kerajaan Sahoi.
"Bagaimana bisa? Anda kan tabib paling hebat di Kerajaan Sahoi ini!" ucap kepala keamanan kota Zamran tidka percaya akan perkataan tabib istana Kerajaan Sahoi itu.
"Saya benar-benar minta maaf! karena saya memang tidak memiliki kemampuan itu." ucap tabib istana Kerajaan Sahoi dengan jujur dan menundukkan kepalanya.
"Lalu siap tuan tabib yang bisa menyembuhkan anak ku?" ucap kepala keamanan kota Zamran.
"Di Benua Tengah ini ada tabib di ujung paling selatan, dia sangat terkenal kehebatan nya dalam mengobati segala macam penyakit! Coba saja pak kepala keamanan mencari dia." ucap tabib istana.
"Dan 1 lagi orang yang telah mengunci jalur maridian anak pak kepala keamanan sendiri yang bisa membukanya tanpa repot, karena orang itu yang melakukan maka dengan mudah pula orang itu bisa membukanya.!" lanjut ucapan tabib istana Kerajaan Sahoi itu.
*
Di sisi lain para Tetua Sekte Langit Penguasa dan 12 peserta yang lolos dari ujian masuk tahap pertama kini mulai bergerak menuju tempat dimana Sekte Langit Penguasa di dirikan.
Dari jarak yang sangat jauh tanpa di rasakan oleh mereka semua empat orang sedang menguntit mereka dengan tenang.
Karena kultivasi Feng Syhun berada di Dewa Merah *6 dia bisa merasakan persepsi hingga puluhan mil jauhnya.
"Kaka Feng Syhun, apa Kaka bisa mengetahui pergerakan mereka dari jarak yang sangat jauh seperti ini?" ucap Han Shou meragukan Feng Syhun.
"Apa kau meragukan ku Han Shou?" ucap Feng Syhun tenang tanpa menoleh dari pandangan jalanya.
"Bukan seperti itu Kaka Feng, tapi ini begitu jauh kenapa kita tidak memperpendek jarak saja!" usul Han Shou pada Feng Syhun.
"Tidak bila kita memperpendek jarak takutnya mereka bisa menyadari pergerakan kita, ini adalah kesempatan terakhir untuk menemukan di mana Sekte Langit Penguasa itu di sembunyikan.!" ucap Feng Syhun.
"Baik lah kaka kami mengikuti saran mu saja!" akhirnya Han Shou berkata demikian karena sudah tidak ada kata-kata lagi untuk menyanggahnya.
Benar saja yang di katakan Feng Syhun para tetua itu tidak menyadari bahwa mereka di kuntit dari jarak yang sangat jauh.
Para Tetua Sekte Langit Penguasa dan rombongan nya terus jalan dengan kecepatan sedang karena mereka tidak memburu waktu, begitupun dengan Feng Syhun dan teman-teman nya dia mengikuti dengan tenang.
Hingga beberapa lama mereka memasuki ke wilayah pusat Benua Tengah karena para Tetua Sekte Langit Penguasa adalah orang dalam mereka memasuki wilayah pusat Benua Tengah dengan mudah tanpa halangan.
__ADS_1
Feng Syhun memberitahu kepada Ye Yue dan Liuliu untuk menurunkan Ranah kultivasi Hinga ke Ranah Tubuh Dunia Tingkat Tinggi agar lebih mudah memasuki wilayah pusat Benua Tengah.
"Yue'er, Liuliu Kuta turun Ranah kultivasi ke tahap Tubuh Dunia Tingkat Tinggi, agar memasuki wilayah pusat Benua Tengah lebih mudah!" ucap Feng Syhun pada keduanya.
"Baik Gege!" ucap Ye Yue.
"Baik tuan!" ucap Liuliu.
Setelah mereka tiba di wilayah pusat Benua Tengah mereka di berhentikan oleh para penjaga gerbang.
"Tunggu tuan-tuan dan nona-nona, tunjukan dulu izin masuk kalian!" ucap salah satu penjaga gerbang.
"Izin masuk yang seperti apa tuan?" ucap Feng Syhun.
"Bila tidak memiliki kalian semua harus membayar 3 kali lipat pajak masuk!" ucap penjaga yang satunya.
"Baiklah berapa pajak yang harus kami bayar untuk 4 orang yang tidak memiliki izin masuk?" tanya Feng Syhun.
"Per orang dari kalian harus membayar 15 keping koin emas!" ucap penjaga itu.
Tanpa banyak tanya lagi Feng Syhun mengeluarkan sekantung koin emas yang jumlahnya lebih dari 60 keping emas, dia melemparkan pada mereka.
"Itu aku berikan lebih dari cukup!" ucap Feng Syhun.
Tanpa banyak kata lagi Feng Syhun langsung hendak masuk tapi penjaga itu menahan.
"Tuan dan nona ini plakat giok kalian sebagai tanda izin masuk!" ucap penjaga itu sambil menyerahkan giok hijau semu putih.
Setelah menerima itu Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu dan Han Shou memasuki pusat wilayah Benua Tengah.
\=
\=
LIKE' yah.
Terimakasih buat para pembaca Noval ini.
..
__ADS_1