
\=
\=
Setelah menarik kembali bawahnya ke alam kegelapan, Genosida menyuruh siluman bawahnya untuk meningkatkan kekuatan yang di miliki masing-masing individu, selagi alam kegelapan memiliki anugerah kegelapan yang luar biasa.
Genosida menunda cukup lama hingga hampir satu minggu di alam kegelapan sedangkan perbedaan waktu di alam legenda dengan alam dewa adalah alam dewa setengah hari lebih lambat dari alam kegelapan.
Dengan adanya gerhana matahari rutin di alam kegelapan selama sebulan penuh, dan munculnya benih pasukan terkuat membuat ras siluman tiga kali lebih kuat dari para manusia maupun manusia yang mempunyai kekuatan dewa.
Meskipun jumlah manusia kini lebih banyak tapi tidak menjamin untuk menang, di tambah manusia lebih banyak yang lemah dan mempunyai sifat naif berusaha melindungi sesama.
Sedangkan para siluman tidak memiliki sesuatu yang untuk di lindungi, mereka hanya berambisi untuk menjadi yang paling kuat jika rekan dan keluarga mereka mati! Maka itu salah mereka sendiri karena terlalu lemah.
*
Satu minggu telah terlewati di alam kegelapan, kini Genosida mengumpulkan bawahnya kembali di istana miliknya.
Sekitar 6 ribu pasukan siluman yang masih hidup dan mengalami peningkatan yang sangat mengerikan, kini berdiri dan berbaris rapi di halaman tengah istana milik Genosida.
"Semuanya, aku yakin kemampuan kalian tidak akan mudah di hadapi oleh manusia rendahan! Dan pasukan yang tidak kembali ke alam kegelapan, sesuai pengamatan ku mereka musnah di alam itu oleh manusia! Sebenarnya aku enggan untuk percaya bagaimana bisa manusia rendahan mengalahkan ras siluman meskipun ras siluman terlemah sekalipun.!"
"Maka dari itu kekuatan kalian meningkat pesat, maka hancurkan ras manusia dan alam yang mereka tinggali, dan kita menjadi satu-satunya ras yang berkuasa di dunia kultivator ini!"
Ucapan motivasi Genosida cukup membuat banyaknya pasukan semakin semangat dan ingin langsung unjuk gigi di hadapan manusia.
"Baiklah kita berangkat ke alam dewa, dan hancurkan semuanya!" bentak Genosida setelah itu dia tersenyum dengan mengerikan.
"Liu Xiaobo, aku akan menghancurkan apa yang kau lindungi!" gumam Genosida.
"Kau telah mengurung ku sedemikian lama! Maka ini akibatnya."
Suara sorak bergemuruh di sana, para siluman langsung berubah begitu liar setelah mendengar ucapan dari ceramah singkat Genosida itu.
Genosida langsung mengerahkan kemampuan miliknya untuk berusaha membuka portal dimensi antar alam agar sampai ke alam dewa! Alam ini sangat sulit untuk di masuki oleh Energi Ki hitam seperti menolak.
Tapi untuk balas dendam dirinya, Genosida akan menggunakan cara apa saja! Meskipun itu teknik terlarang sekalipun, meski dampak dari menggunakan teknik terlarang itu mengurangi masa hidup maupun mengurangi kekuatan dirinya Genosida tidak begitu peduli.
Genosida maju ke depan pilar portal dimensi yang ada di sana, kali ini dia menggunakan portal dimensi yang ada di luar dia halaman tengah.
Genosida menggoreskan jarinya pada tanduk yang berwarna merah membara yang tumbuh di dahi miliknya agar bisa melukai tangannya sendiri untuk menggunakan teknik terlarang, agar bisa sampai ke alam dewa dirinya akan menggunakan teknik terlarang bernama kutukan darah.
__ADS_1
Genosida menggunakan metode ini karena dirinya, pernah menghisap habis darah dan esensi kehidupan dari seseorang yang pernah tinggal di alam dewa cukup lama yaitu Gong Ouu.
Teknik itu bisa membuka alam portal dimensi antar alam apabila ada darah orang yang pernah tinggal di sana, itu sebagai penunjuk arah.
"Gong Ouu, kau bawahan ku yang paling berguna ternyata!" gumam Genosida setelah memejamkan mata.
Dia melukai jarinya dan menggoreskan darah itu di pilar portal dimensi membantuk lambang yang rumit.
Karena tubuh Genosida sudah banyak berevolusi, sehingga hanya tanduknya sendiri yang bisa menggores jarinya karena tidak ada senjata yang akan mampu menembus kulitnya itu dengan mudah.
Genosida membentangkan kedua tangannya lebar-lebar, dan langsung menghisap semua Energi yang terkandung dalam alam kegelapan itu.
Seketika semua Energi yang ada langsung terhisap masuk ke dalam tubuh Genosida seperti air yang terhisap sesuatu dari lubang yang dalam dan lebar.
"Heemmmkk..!"
Genosida mengeram dengan kuat karena menahan Energi Ki hitam yang sangat banyak pada tubuhnya, dia langsung mengumpulkan pada tangan kiri kanan dan menempelkan pada pilar yang sudah di berikan darah miliknya sebelum memulai ritual itu.
Pilar portal dimensi itu langsung teraliri energi yang besar dari tubuh Genosida, langsung memancarkan gelombang hitam pekat dan memuncak setelah itu terdengar letupan kecil beberapa kali.
Bluup..
Bluup..
Belum juga selesai prosesnya, Genosida sudah terengah-engah dan sedikit mengeluarkan darah dari mulutnya.
Tubuh Genosida meskipun sangat kuat tapi apabila di jadikan untuk perantara perpindahan energi dia juga ada batasnya.
"Sial teknik terlarang kutukan darah ini sangat kuat!" gumam Genosida di sela-sela dirinya melakukan teknik terlarang itu.
Para siluman yang menyaksikan itu ada yang kagum ada yang ketakutan, tapi rata-rata mereka melihat dengan bengong karena tidak mengerti apa yang sedang di lakukan Genosida di sana.
"Haaaaahhkk..!!"
Genosida berteriak dengan sangat kencang setelah teknik terlarang itu hampir sampai di puncaknya, seketika setelah teriakan Genosida berhenti terdengar ledakan yang teredam.
Baaammm...
Lingkaran yang tadinya terbentuk di sekitar pilar portal dimensi kini meledakkan ruang dan waktu dan saat ini terpampang lorong yang panjang dan besar seperti tidak berujung.
Genosida jatuh berlutut dan memuntahkan darah hitam kental, seketika!.
__ADS_1
"Yang mulai Genosida! Apa anda baik-baik saja?" ucap salah satu komando di pasukan yang baru itu.
Genosida mengangkat tangannya tapi tidak mengeluarkan suara apapun, karena belum sepenuhnya bisa mengendalikan energi yang sekarang kacau di tubuhnya.
Setelah beberapa saat semua siluman masih belum ada yang berani bergerak, hanya memandangi lorong yang besar dan panjang yang menembus ruang dan waktu.
"Kalian semua, cepat masuk ke dalam portal dimensi itu, karena mempertahankan bentuk sebesar ini sangat berat!" ucap Genosida pada semuanya.
Dia cukup geram karena para bawahannya seperti orang bodoh yang tidak tahu maksud dirinya saat ini.
Perintah Genosida sudah di kumandangkan dengan segera semuanya masuk ke dalam portal dimensi yang sudah terbuka dengan cukup besar.
Meskipun besar tapi mereka masuk tidak langsung semuanya, malah bergiliran karena semakin mengecilnya lingkaran portal dimensi yang terbentuk.
"Cepat Semuanya masuk, bergegaslah!" bentak Genosida cukup marah.
Dia marah karena bawahan dirinya tidak bergegas masuk ke dalam portal dimensi, padahal dirinya sedang berjuang sangat keras.
"Baik Yang mulia..!"
"Baik Yang mulia..!"
Jawab masing-masing dari anak buah Genosida! Dengan semangat tinggi.
Setelah semuanya masuk ke dalam portal dimensi Genosida langsung bernafas lega, karena perjuangan dirinya membuka portal dimensi antar alam ke alam dewa tidak sia-sia.
Yang dia pikirkan sekarang dirinya dan pasukannya bisa sampai ke alam dewa sekarang, untuk pulang kembali ke alam kegelapan dapat di pikirkan nanti.
Menurut dia sangat mudah karena dia sangat hafal dengan kondisi alam kegelapan.
Jika saja hanya dirinya yang pergi ke alam kegelapan, pasti tidak seberat sekarang! Karena tidak perlu membuat portal dimensi yang besar dan selama ini dalam durasinya.
Genosida masuk paling terakhir, dan setelah itu portal dimensi langsung menutup dengan cepat! Energi Ki hitam yang ada di alam kegelapan langsung berangsur-anggsur normal kembali seperti tadi.
\=
\=
LIKE'. 👍.
Terimakasih.
__ADS_1
...