
\=
\=
Semua pengawal bayangan tuan Wu Ying yang ikut bersama Wu Ying untuk membunuh dan merampas pedang elemen milik Feng Syhun kini sangat tercengang.
Bagaimana tidak, tuan muda Wu Ying yang di kenal jenius muda dan kekuatan dirinya sangatlah besar bisa mati hanya terkena kabut putih.
Bahkan para pengawal bayangan yang paling kuat saja bila berhadapan dengan tuanya itu, yaitu Wu Ying pasti akan kalah telak.
Bahkan bisa di bilang sangat mudah bagi tuan muda Wu Ying untuk membunuh pengawal bayangan terkuat itu bila dia mau.
Sehingga melihat Wu Ying di bunuh dengan mudah bahkan tidak seperti pertarungan, membuat para pengawal itu mundur ketakutan!.
Semua pengawal bayangan yang ada di kedai itu langung melarikan diri, tapi dua dari mereka di cekal oleh Wang Long!.
"Biarkan saja mereka kabur Wang Long, tapi suruh bawa pulang tuanya itu!" ucap Feng Syhun.
Dia sedang asik-asiknya makan dan merasa tenang malah di ganggu seperti itu, dan dia malas untuk membuat keributan yang besar sehingga memilih melepaskan para pengawal itu.
"Baik tuan!" ucap Wang Long.
Dia melemparkan dua orang yang di cekal tadi begitu saja, dan dengan cepat kedua orang itu membawa tubuh tuan muda Wu Ying dengan terpontang-panting.
Seperti tidak terjadi sesuatu! Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu, Xi Jinping dan Wang Long mengobrol kembali karena setelah makan paling enek berucap-cuap sesama teman atau keluarga.
Mereka tidak memperdulikan sorot mata ketakutan dari para pengunjung lain, orang-orang yang tadi mengutuk serapah kini membatin.
"Untung aku memaki mereka hanya dalam batinku" ucapnya orang itu masih membatin.
"Bila tadi langsung memaki di depan mereka, nyawa satu-satunya akan ku setorkan pada mereka!" lanjut orang itu membatin.
Suasana di sana begitu canggung bagi pengunjung kedai makan itu, hanya Feng Syhun dan yang lainya yang masih saja bersenda gurau.
"Pelayanan, berapa biaya semua yang kami pesan!" ucap Feng Syhun pada pelayan yang terlihat dari kejauhan, Feng Syhun berbicara sambil melambaikan tangan memanggil pelayan kedai makan.
Suara Feng Syhun tidak begitu kencang tapi semua orang bisa mendengar, pelayan itu dengan langkah berat mendatangi meja yang di gunakan oleh Feng Syhun.
Dengan membungkuk hormat, pelayan itu berbicara sedikit terbata-bata.
"Sem-semua yang tuan dan nona pesan seharga 250 batu kristal ki tingkat tinggi!" ucap pelayan kedai makan.
"Itu harga yang sangat mahal!" ucap Ye Yue sedikit keras suaranya.
"Itu-itu sesuai harga di kedai ini nona!" jawab pelayan kedai makan dengan ketakutan yang amat sangat.
Pelayan itu melihat Feng Syhun dan yang lainya seperti melihat dewa pencabut nyawa! Sehingga berdiri di depannya saja sudah begitu berat dan bergetar hebat.
__ADS_1
Feng Syhun yang tau bahwa pelayan itu begitu ketakutan, akhirnya membuka suara dan menyerahkan batu kristal ki tingkat tinggi yang tadi di sebutkan!.
"Ini terima, aku jamin sudah pas dengan jumlah yang kau sebutkan itu!" ucap Feng Syhun.
"Terimakasih tuan, saya mohon undur diri!" ucap pelayan kedai makan itu.
Setelah selesai berucap pelayan itu langsung berbalik dan kembali ke tempat kerjanya, sebenarnya dia sangat ketakutan saat sedang berhadapan dengan Feng Syhun maupun yang lainya.
Feng Syhun setelah membayar lebih memilih pergi dari kedai makan itu, dan kembali ke penginapan yang sudah di sewa kemarin.
Para pengunjung dan para pelayan yang ada di kedai makan itu langung bernafas lega, setelah melihat kepergian Feng Syhun, Ye Yue, Liuliu dan Xi Jinping terutama kepergian Wang Long.
Mereka langung bernafas lega, tanpa di tahan lagi seperti tadi! Pada saat masih ada Feng Syhun dan yang lainya.
Bisik-bisik mengenai Feng Syhun dan rombongannya langung terjadi di kedai makan itu bahkan sampai ke masyarakat luar dan bisa jadi besok atau lusa bisa satu kota besar mendengar.
***
Para pengawal bayangan tuan Wu Ying langung pulang ke kediaman keluarga Wu, mereka menemui Wu Lung untuk melaporkan dan memberitahukan keadaan.
Di ruang khusus pertemuan tokoh-tokoh penting Wu Lung baru saja selesai melakukan pertemuan untuk membahas penyerangan terhadap daratan timur, karena menurut dia sudah tidak ada waktu lagi.
Tok..tok..tok..!!
Pintu ruangan pertemuan di ketuk dari luar!.
"Ya masuk lah, ada hal penting apa?" ucap Wu Lung dari dalam, dia masih saja duduk di kursi kebesarannya.
Pengawal bayangan itu masuk dengan segera, dan memberi salam hormat pada Wu Lung.
"Tuan Wu Lung, ada berita buruk!" ucap pengawal bayangan tuan muda Wu Ying.
"Katakan kabar buruk apa!" ucap Wu Lung masih dengan duduk dan santai karena dia sering menerima laporan dari berbagai pihak.
"Baik tuan Wu Lung! Saya hanya akan memberitahukan bahwa tuan muda Wu Ying mati di bunuh orang!" ucap pengawal bayangan tuan Wu Ying.
"Oh,, Wu Ying mati di bunuh orang!" ucap Wu Lung dengan datar, dia mendengarkan ucapan itu kurang fokus karena pikirannya masih rumit terhadap rencana penyerangan daratan timur.
"Iyah tuan Wu Lung!" ucap pengawal bayangan tuan Wu Ying.
Setelah berfikir jernih dan mulai fokus! Wu Lung bergumam lagi "Wu Ying mati di bunuh orang yah!" seketika mata Wu Lung membuka lebar karena baru saja sadar.
Boommm..!!
"Apa, Wu Ying mati di bunuh orang?" bentak Wu Lung dengan garang.
Ledakan besar barusan adalah pecahnya meja besar ruang pertemuan, karena di pukul dengan pukulan keras oleh Wu Lung.
__ADS_1
Pengawal bayangan tuan Wu Ying sampai mundur beberapa langkah karena cukup ketakutan dengan amarah yang di perlihatkan dari tuan Wu Lung.
"Siapa yang berani membunuh anakku? Akan kubunuh dia hinga keturunan ke tujuh!" bentak Wu Lung kepada pengawal bayangan tuan Wu Ying.
"Maaf tuan Wu Lung, yang membunuh tuan muda Wu Ying adalah orang yang sama yang telah membantai pengawal bayangan tuan muda Wu Ying." ucap pengawal bayangan itu.
"Apa..??? Benar-benar bangsat!" bentak Wu Lung degan amarah yang meluap-luap.
"Di mana kejadiannya dan di mana tubuh Wu Ying sekarang berada!" ucap Wu Lung akhirnya ingat dengan anaknya.
Pengawal bayangan tuan Wu Ying langsung mengantar tuan Wu Lung kepada anaknya.
Sampai di tempat anaknya di baringkan Wu Lung lebih memilih memanggil tabib yang biasa menangani keluarga nya.
Tak berapa lama tabib itu datang, dan segera memeriksa Wu Ying dengan sangat teliti! Setelah cukup lama tabib itu berhenti dan mengatakan yang dia tau.
"Tuan Wu Lung, anak tuan memang sudah mati tapi di serang dengan cara apa hamba tidak tau! Tapi dari pemeriksaan ini kekuatan jiwa tuan muda Wu Ying rusak dan hancur bahkan kekuatan Energi Ki miliknya seakan terserap oleh pukulan yang di gunakan lawan untuk menyerang tuan muda Wu Ying!" ucap tabib itu menjelaskan.
Wu Lung tidak habis pikir, sedari tadi dia melihat bahwa anaknya tidak memiliki luka serangan apapun, dan itu membuat pikiran dirinya ganjal.
"Apa kau melihat Wu Ying terkena pukulan seperti apa?" ucap Wu Lung bertanya pada pengawal bayangan tuan muda Wu Ying.
"Yang saya lihat, tuan muda Wu Ying hanya diserang dengan terpaan kabut putih yang tebal!" ucap pengawal bayangan tuan Wu Ying.
"Apa?" ucap Wu Lung tak percaya.
Setelah itu dia merenung dan mengingat cerita leluhur keluarga Wu, bahwa bila ada guncangan cukup keras di kota Kabut maka orang-orang di kota itu terancam berbahaya nyawanya.
"Antarkan aku ke orang itu, belum tau siap Wu Lung ini!" ucap Wu Lung dengan nada yang sombong.
Dia ingin melihat sendiri seperti apa orang yang bisa membunuh anaknya itu, dan hanya terkena serangan kabut putih tebal.
Sebenarnya wajar dia sombong karena di benua langit itu dia termasuk dalam jajaran orang terkuat dan salah satu pimpinan kota besar atau sebuah negara.
\=
Bersambung.
\=
LIKE' dan komentar yah.
Terimakasih buat para pembaca novel ini.
Tunggu terus update selanjutnya.
Terimakasih.
__ADS_1
...