
\=
\=
Feng Syhun masih sibuk melawan 200 pasukan yang datang menyerang dirinya seperti air hujan yang turun dari langit, akan tetapi Feng Syhun tidak membunuh mereka! Dia hanya membuat mereka tidak sadarkan diri maupun tidak bisa bergerak, karena kaki mereka di patahkan olehnya maupun mereka terluka organ dalamnya karena terkena serangan energi Ki cukup besar dari Feng Syhun.
Setelah 150 pasukan banyaknya dari 200 pasukan di bikin tumbang, kini hanya tersisa 50 pasukan yang sedang gemetaran hebat, karena sudah merasakan ketakutan akan kekuatan dan kengerian serangan Feng Syhun.
"Kenapa berhenti? Ayo siapa lagi yang ingin menyerang ku, maka akan aku habisi?" ucap Feng Syhun pada 50 pasukan yang tersisa yang berdiri mematung di depan Feng Syhun.
Zius yang ada di belakang mereka kini sudah bangun, karena Feng Syhun di hadang oleh 200 pasukan sehingga membuat dirinya beberapa saat bisa bernafas lega.
Meskipun hanya sesaat mereka semua menahan Feng Syhun untuk menyerang dirinya, itu sudah cukup untuk dirinya mengumpulkan kekuatan yang terkuras cukup banyak.
Dia kini berdiri dengan tatapan membunuh pada Feng Syhun, dirinya tidak menerima kekalahan mutlak yang baru saja terjadi.
"Capat serang bocah itu, apa kalian mau membangkang atas perintah ku?" ucap Zius dengan bentakan yang sangat kuat.
Suara Zius seperti sambaran petir menggelar di gendang telinga masing-masing dari 50 pasukan yang tersisa.
Mereka semua merasa dilema, karena maju kena mundur juga kena! Maju akan di hajar Feng Syhun yang tidak terkalahkan dan tidak kenal ampun pada musuhnya.
Sedangkan mundur juga akan kena hantaman raja merek, Raja Zius! Sehingga wajar mereka dilema seperti itu.
"Apa tidak ada yang maju, jika tidak maka menyingkir lah dari hadapan ku!" ucap Feng Syhun dengan tenang, meskipun tenang dan suara Feng Syhun biasa saja tapi.
Feng Syhun sisipkan energi Ki pada suaranya, sehingga suara itu seperti berada di depan lubang telinga mereka, mereka semua mendengar dengan jelas kata-kata Feng Syhun.
Karena Feng Syhun sudah mengancam, akhirnya mereka semua tanpa sadar langsung minggir dari hadapan Feng Syhun, bahkan tidak memikirkan ancaman Zius sama sekali.
Mungkin itu karena alam bawah sadar mereka tertekan hebat dan sangat takut dengan Feng Syhun, sehingga mereka semua mundur ke samping kanan dan kiri dari Feng Syhun membuka jalan antara Feng Syhun dan Zius.
"Pasukan sampah tidak berguna, akan ku bunuh kalian semua karena mengabaikan perintah ku!" bentak Zius pada pasukan miliknya seperti dia hendak mengamuk hebat.
Tapi belum juga bergerak dari tempatnya dia berdiri Zius langsung merasakan bahaya mendekat.
"Urusan kau dengan ku belum selesai! Jangan membuat urusan baru yang belum tentu kau hadapi!" ucap Feng Syhun setelah dengan cepat bergerak ke arah Feng Syhun.
Dirinya dan Zius kini hanya berada beberapa langkah saja! Feng Syhun langsung menebas dengan tebasan tanpa suara miliknya.
Akan tetapi Zius bukanlah orang yang lemah dan bisa di kalahkan dengan mudah, dia langsung membendung serangan Feng Syhun yang senyap dan mematikan dengan trisula tombak petir miliknya.
__ADS_1
Trang..!
Baaammm..
"Serangan apa itu?" ucap Zius saat dirinya terpental jauh, dia sangat kaget.
Tapi pikiran dirinya belum juga pulih dari serangan barusan Feng Syhun sudah berada di depannya dengan pukulan tangan kiri sudah mengarah pada dirinya.
Woss..
Suara udara yang pecah karena pukulan Feng Syhun sangat cepat sampai merobek udara akibat gerakan pukul tangan kosong Feng Syhun.
Traaak..
Boommm.
Pukulan Feng Syhun beradu dengan trisula tombak petir milik Zius, ledakan besar terjadi saat pukulan beradu lalu Zius langsung terlempar begitu jauh dan menghantam tembok besar pelindung hutan raja hantu.
Feng Syhun tidak berhenti di sana, dia langsung melambaikan tangan, luncuran tombak es mengarah pada kepulan debu yang ada di tembok besar pelindung hutan raja hantu.
Baaammm.
Baaammm.
"Itu untuk balasan yang tadi kau lakukan padaku!" ucap Feng Syhun usai menyerang Zius.
Dirinya langsung tersenyum, karena balas dendam dengan cara yang sama dan lebih menyakitkan itu menyenangkan.
50 pasukan yang tersisa yang masih bugar langsung mematung, karena saking kagetnya! Dengan terus di kagetkan seperti ini. Entah mengapa mereka semua melihat Zius sekarang di kalahkan hatinya cukup senang.
Apa karena mereka sudah di ancam akan di bunuh sehingga sudah tidak memiliki kesetiaan pada pemimpinnya.
*
Sedangkan tujuh dewa-dewi yang sedang terdesak melawan Ye Yue, Liuliu, Xi Jinping dan Wang Long langsung kaget melihat itu.
"Yang mulia!" ucap dewa perkasa setelah menengok ke arah Zius jatuh.
"Hey, terlalu sombong mengabaikan lawan mu di sini!" ucap Xi Jinping pada dewa perkasa dengan nada dingin.
"Susul lah tuan mu itu!" lanjut Xi Jinping, belum juga kata-kata ini selesai pukulan tangan kana Xi Jinping mendarat di perut dewa perkasa.
__ADS_1
Baaammm..
Uhukk..
Pukulan yang sangat keras mendarat di perut dewa perkasa, dewa perkasa langsung tersedak oleh nafasnya dan terlempar jauh bahkan hampir menabrak tembok besar yang tadi di tabrak Zius, lalu memuntahkan darah segar begitu banyak.
"Gawat nyawa Yang mulia Zius terancam!" ucap dewi kesederhanaan setelah merasakan Energi Ki Zius mulai melemah.
"Apa kau menghawatirkan raja mu, lalu mengabaikan nyawamu! Ya aku mengerti karena aku pun sama!" Ucap Liuliu dengan nada sedih.
Dia melancarkan serangannya yang ganas karena serangan itu menggunakan hampir sepertiga kekuatan yang di miliki Liuliu.
Dia meninju kiri kana, dan pukulan itu mengarah pada dewi kesederhanaan dan dewi manja.
Karena mereka berdua kurang fokus akhirnya terkena serangan yang mengerikan itu! Kedua langsung terpental jauh dan memuntahkan darah sangat banyak.
Liuliu tidak mengejar mereka berdua karena dia tahu dua dewi itu pasti mengalami luka yang sangat fatal, akibat serangan barusan.
"Dasar Raja bodoh, mengaku saja kuat! Melawan bocah ingusan kalah!" ucap dewi kemarahan.
Dia sebenarnya khawatir tapi untuk mengekpresikan dengan raut wajah yang sedih dan kaget dia tidak bisa, apalagi dengan kata-kata yang simpati dirinya hanya bisa berkata memaki dan kasar belaka.
Tapi meskipun seperti itu dia tidak menurunkan kewaspadaan terhadap serangan Ye Yue, meskipun sedari tadi terdesak dia masih bisa mengatasi dengan kemampuan dirinya saat ini.
Begitu juga dengan dewa ketawa dan dewa sedih dia seperti mengejek satu sama lain tapi dia tidak mudah mengendurkan kewaspadaan terhadap serangan Wang Long.
Sehingga hanya luka luar yang kecil dan luka dalam yang ringan yang kedua dewa itu terima dari Wang Long.
"Dia cukup tangguh meskipun seperti tidak saling peduli tapi mereka berdua bekerja sama dengan baik dalam hal serangan!" gumam Wang Long, memuji dewa ketawa dan dewa sedih.
Tapi meskipun dia sangat serasi dan saling mendukung dalam serangan melawan Wang Long, Wang Long adalah orang yang sudah berpengalaman dalam bertempur sejak dulu kala.
Akhirnya Wang Long memukul dua dewa itu hingga mengerang dan susah untuk bangkit kembali, untuk melawan Wang Long yang masih sangat bugar dan tidak memiliki luka sedikitpun.
Mereka bertujuh sangat khawatir terhadap Zius, karena baru kali ini mereka melihat bahwa nyawa Zius terancam.
Sedari dulu Zius bertarung selalu mendominasi dan menang dengan mudah, tapi kali ini hanya melawan orang yang terlihat masih bocah-bocah tapi Zius di kalahkan.
\=
\=
__ADS_1
...