Absolut Sistem Pemandu Kultivasi

Absolut Sistem Pemandu Kultivasi
Rampok Hutan Mati


__ADS_3

\=


\=


Di dalam rumah teh sederhana segerombolan orang yang memiliki tampang sangar dan kejam masih berdiri di ambang pintu rumah teh sederhana.


Dia sedang menunggu pemilik rumah teh sederhana itu, dan hendak melakukan pemerasan yang menurut mereka tidak ada keamanan dari pihak pribadi maupun dari pihak benua tengah.


Karena sasaran mereka adalah pebisnis kecil dan orang-orang yang berada di sana tentunya!.


Dari dalam kantornya pemilik rumah teh sederhana itu datang tergesa-gesa karena mendengar ada orang yang mencari pemilik rumah teh sederhana dengan cara mengancam dan merusak properti di rumah teh sederhana itu.


"Maaf tuan-tuan semuanya! Aku adalah pemilik rumah teh sederhana ini, ada yang bisa saya bantu?" ucap pemilik rumah teh sederhana itu dengan sedikit terbata-bata.


"Apa kau yang memiliki rumah teh bobrok ini?" ucap ketua kelompok dari orang-orang itu.


Hati pemilik rumah teh sederhana itu sedikit sakit dan marah di bilang rumah teh sederhana yang di milikinya bobrok, tapi di tidak memiliki keberanian untuk melawan karena tampang dari orang-orang itu sangatlah garang dan kejam.


"Benar tuan!!" jawab pemilik rumah teh sederhana.


"Cepat sediakan tempat untuk kami bersantai dan menikmati hidangan!" ucap ketua kelompok gerombolan itu.


Pemilik rumah makan itu langsung menyiapkan apa yang mereka minta dia mengerahkan pegawai nya, dan dirinya sendiri pun ikut dalam menyiapkan yang di butuhkan.


Setelah beberapa saat tempat yang di butuhkan sudah beres, pemilik rumah teh sederhana itu langsung memanggil gerombolan itu dan membawa ke tempat yang sudah di sediakan tadi.


"Mari tuan ini tempatnya, tunggu sebentar hidangan sedang kami siapkan dengan cepat!" ucap pemilik rumah teh sederhana itu dengan sangat ramah.


"Sudah kau boleh pergi!" bentak salah anggota kelompok itu.


Pemilik rumah teh sederhana itu langsung pergi kembali ke ruang kerjanya lagi.


"Ketua sepertinya rumah teh sederhana ini cukup menarik, banyak orang-orang lemah di sini yang berkunjung, apa kita hanya diam saja melihat mangsa di depan mata?" ucap salah satu anggota lainya.


"Benar itu ketua ini adalah kesempatan langka!" ucap teman di sebelahnya.


Karena cukup banyak dari anak buahnya banyak yang setuju dengan usulan tersebut akhirnya ketua kelompok gerombolan itu setuju saja! Awalnya dia hanya ingin bersantai saja dan menikmati hidangan dengan gratis.

__ADS_1


"Apa rencana yang akan kita buat?" ucap ketua kelompok gerombolan itu.


"Pengunjung di sini sedang ramai-ramainya bagaimana bila kita rampok mereka semua?" ucap salah satu anak buahnya.


"Benar ketua itu usul yang sangat baik kita bisa kaya mendadak!" menimpali teman yang lain.


"Ha-ha-ha idemu sangat bagus kita mulai saja sekarang! Kau, kau ke arah sana dan kau bersama ku ke arah lain!" ucap ketua kelompok gerombolan membagi anggotanya.


Ketua kelompok gerombolan itu membagi dua tim yang satu ke arah kiri yang gazebo mereka tempati sedang yang satunya lagi ke arah berlawanan lainya.


Meskipun rumah teh sederhana itu di bilang kecil tapi untuk rumah teh cukup besar hanya saja konsep yang di usung sederhana.


Mereka adalah Orang-orang rampok hutan mati, yang cukup di takuti di sepanjang hutan mati bagian selatan benua tengah.


Mereka tidak pernah di brantas oleh orang-orang pemerintah benua tengah atau orang-orang Sekte Langit Penguasa terdahulu karena kelompoknya selalu menyuap Patriak Sekte Langit Penguasa.


Dan selalu memberi imbalan yang baik kepada Patriak Sekte Langit Penguasa terdahulu, sehingga pihak Sekte Langit Penguasa beralasan mereka selalu saja lolos.


Di tambah aliran mereka juga sejalan dengan watak asli Patriak Sekte Langit Penguasa terdahulu, yang memang adalah siluman.


Mereka cukup meresahkan hutan mati bagian selatan banua tengah, karena orang yang lewat di bagian itu selalu menjadi sasaran rampok mereka.


Nah sekarang lah waktunya mereka beraksi lagi memasuki kota setelah sekian lama mereka tidak berbuat onar di kota Zang ini.


"Semuanya dengar bila kalian tidak mau mati sia-sia segera serahkan barang bawaan anda dengan aman!" bentak ketua perampok hutan mati.


Orang yang lagi asyik menikmati keindahan rumah teh sederhana itu kini menengok dengan seksama ke arah suara bentakan berasal.


Termasuk keluarga Feng Syhun yang memang paling dekat posisi gazebo mereka dengan gazebo yang di gunakan oleh para perampok hutan mati.


Karena dua gazebo itu adalah yang terbaik dan ukuran paling besar di antara puluhan gazebo lainya, karena gazebo itu muat lebih dari 10 orang sekaligus dan berada di koridor utama.


Semua orang yang menengok awalnya hanya acuh tak acuh saja tapi salah satu dari mereka ada yang pernah menjadi korban perampok hutan mati dahulunya.


Dan dia masih sangat ingat wajah para prampok hutan mati itu!.


"Apa kalian prampok hutan mati?" ucap salah satu pengunjung yang mengenali mereka.

__ADS_1


"Hahahaha,,!! Mata kau begitu tajam saudara bila kau menurut maka kau lah orang pertama yang aku ampuni dan ku biarkan lolos dan hidup bebas lagi!" ucap ketua prampok hutan mati.


"Baik-baik tuan akan ku serahkan semua yang aku bawa kali ini!" jawab orang itu dengan nada terbata-bata karena cukup ketakutan.


Orang yang mengenal itu hanya pedagang antar benua yang tidak memiliki kultivasi yang tinggi sehingga dia wajar bila ketakutan dengan ancaman yang di berikan oleh ketua kelompok rampok hutan mati itu.


"Hey,,,!! Siap kalian kenapa aku harus memberi kalian harta yang aku punya?" jawab Feng Syhun.


Ya Feng Syhun setelah mendengar itu menjadi kesal di buatnya! Baru juga akan enak menikmati suasana asri yang sejuk dan tenang tapi ada saja orang yang mengganggunya.


"Ha-ha-ha, apa kau anak kecil yang baru lepas dari tete ibumu? Sehingga tidak mengenal kami si rampok hutan mati?" bentak ketua kelompok rampok hutan mati itu.


Feng Syhun hanya menyunggingkan senyum kecut saja, "dia memang terlihat muda tapi tidak semuda itu, baru lepas dari tete ibunya apa dia pikir aku itu bayi?" Ucap Feng Syhun dalam benaknya.


"Aku tidak mengenal orang seperti mu! Dan kenapa juga aku harus kenal kalian toh tidak ada untungnya?" ucap Feng Syhun.


"Tenang saja Syhun'er ayah akan bereskan mereka dengan cepat!" ucap Ye Wan dengan tenang.


"Tidak perlu ayah yang turun tangan untuk melawan orang lemah seperti mereka! Hanya membuang tenaga ayah Wan saja!" ucap Feng Syhun melarang Ye Wan melawan gerombolan rampok hutan mati.


Orang-orang rampok itu sangatlah marah mendengar ucapan Feng Syhun barusan, bahkan prampok yang berjalan dan di beri tugas ke arah lainpun kini kembali berkumpul di sana karena mendengar ribut-ribut yang cukup ramai.


Para pelayan rumah teh sederhana yang mendengar kelompok yang baru datang dengan merusak properti adalah rampok hutan mati yang sangat di takuti, dia kembali menemui pemilik rumah teh sederhana di ruang kerjanya.


Dia hendak menyampaikan berita duka yang dia dengar barusan, kenapa di katakan berita duka karena prampok itu terkenal sangat kejam.


Bahkan bisa membawa semua harta tanpa sisa dari korbannya!.


\=


\=


LIKE' yah.


Terimakasih buat para pembaca yang ini.


Jangan lupa beri dukungan untuk novel ini dengan cara memberi hadiah atau vote yang anda miliki.

__ADS_1


Sekali lagi Terimakasih.


...


__ADS_2