
Orang yang ada di ruangan tempat makan murid luar halaman beladiri no 15 itu masih tercengang dengan informasi yang di sampaikan oleh Liuliu barusan.
"Liuliu apa itu sungguh?" ucap Feng Syhun.
"Ini benar-benar sungguh tuan!" ucap Liuliu sangat yakin.
"Baiklah mari kita selidiki bersama!" ucap Feng Syhun setelah itu langsung berdiri dari kursinya.
Empat orang yang bersamanya pun langsung mengikutinya tanpa bertanya lagi hendak kemana.
"Gege apa kita akan membantai habis isi Sekte Langit Penguasa ini?" ucap Ye Yue dengan wajah yang sangat semangat.
"Sepertinya tidak Yue'er kita akan membantai orang yang tau bila petinggi Sekte Langit Penguasa ini adalah siluman!" ucap Feng Syhun.
Mereka berempat terus mengobrol di saat berjalan keluar dari halaman beladiri murid luar no 15 itu, tanpa mereka sadari banyak orang yang memandang dari kejauhan.
Karena saking banyaknya mata yang memandang mereka berlima! Akhirnya merak berlima pun langsung menyadari akan tatapan mereka semua.
Di halaman beladiri murid luar no 15 itu! Han Shen lumayan banyak mengenal orang, sehingga dia menghampiri salah satunya yang di kenalnya dan bertanya.
"Apa yang kalian semua pandangi dari kami ini?" ucap Han Shen.
"Maaf saudara Shen, aku mengatakan ini. Kalian sedang di cari oleh salah satu tetua dari Sekte Langit Penguasa ini karena sudah berani membunuh salah satu anak dari mereka!" ucap orang yang tadi di tanya oleh Han Shen.
"Kalian semu harus hati-hati sepertinya salah satu Tetua Sekte Langit Penguasa sangat marah!" lanjut orang itu memberi nasihat.
"Ahh terimakasih saudara atas informasinya dan nasihatnya!" ucap Han Shen pada orang itu.
Han Shen setelah mendengar semua cerita dari Kaka nya dia sudah tidak bersemangat lagi belajar dan menjadi murid Sekte Langit Penguasa ini, dia lebih memilih jalan pulang ke Benua Utara dengan Kaka nya itu.
Han Shen memberikan informasi itu kepada semua orang yang bersamanya tadi dan tanggapan Feng Syhun tidak sesuai yang di harapkan Han Shen.
"Apa itu benar Han Shen, bila itu benar maka ini adalah kesempatan bagus untuk batu loncatan!" ucap Feng Syhun setelah mendengar penjelasan Han Shen.
"Ayo Gege sudah lama aku menahan kekuatan ini!" ucap Ye Yue dengan semangat yang tinggi.
"Apa mereka semua gila yah? Sedang di incar salah satu tetua Sekte Langit Penguasa ini malah semakin gembira." gumam Han Shen.
__ADS_1
*
Kejadian sebenarnya dia arena pertarungan halaman beladiri murid luar no 15, di datangi oleh beberapa Tetua dia adalah tetua 17 yang merupakan ayah dari pemuda narsis, dia mendapatkan berita bahwa anaknya mati mengenaskan di arena pertarungan.
Tentu itu sangat marah dan memberi perintah pada bawahannya untuk mencari pelaku yang membunuh anaknya itu dan dia sendiri yang akan membuat perhitungan dengan pelaku itu.
Tapi setalah cukup lama di sana dan menanyakan siap pelaku dari ini semua kepada salah satu penonton pertarungan itu dia sangat tidak mempercayai nya.
Karena Tetua 17 Sekte Langit Penguasa itu mendengar bahwa yang membunuh anaknya adalah seorang gadis muda cantik dan umurnya pun kira-kira masih di bawah 18 tahun.
Informasi ini lah yang membuat Tetua 17 Sekte Langit Penguasa itu begitu penasaran dan akan melihat sendiri apakah gadis yang membunuh anaknya sehebat itu.
"Akan aku bunuh dengan tanganku sendiri kau bocah tengik!" ucap Tetua 17 Sekte Langit Penguasa.
"Semuanya susuri halaman beladiri no 15 ini apa bila masih belum di temukan cari ke halaman lain jangan sampai bajingan tengik ini lolos!!" ucap Tetua 17 Sekte Langit Penguasa kepada bawahan.
"Baik tetua!" ucap anak buah itu secara sigap.
*
"Patriak kenapa aura di sini begitu dingin apa yang akan di lakukan di dalam sana?" ucap Yuan Yu yang mulai penasaran dengan di ajaknya masuk ke dalam ruangan bawah tanah.
"Jangan tanyakan banyak hal dulu!" jawab Patriak Sekte Langit Penguasa.
Jawaban Patriak Sekte Langit Penguasa itu sangat tidak memuaskan buat Yuan Yu tapi Yuan Yu memilih diam, karena dia tidak terlalu berani untuk menyinggung Patriak Sekte Langit Penguasa meskipun dasar sifat Yuan Yu itu sombong tapi dia sangat waspada akan suatu hal.
Sebenarnya dia sudah waspada saat memasuki ruang bawah tanah dan merasakan fluktuasi dalam jiwanya terganggu seakan ada kekuatan yang meledak keluar dengan paksa.
Setelah dia memasuki ruang yang memiliki batu pualam di setiap sisi dinding dan atapnya sedangkan lantai itu terbuat dari batu zamrud merah darah, dan di batu zamrud itu tersusun teleportasi yang cukup besar.
Setelah memasuki ruangan itu Yuan Yu merasakan tekanan yang berat pada jiwa dan badannya, dia langsung memegang kepalanya sangat erat dengan kedua tangannya.
Yuan Yu sampai menjerit kesakitan, sedangkan ketiga orang yang tadi yaitu patriak Sekte Langit Penguasa, tetua pertama dan tetua kedua hanya memasang senyuman puas di wajahnya.
"Akhirnya beraksi juga yang menempati jiwa bocah itu!" ucap Patriak Sekte Langit Penguasa.
"Patriak bila di sini masih kurang sempurna kita bisa teleportasi dia di tempat tuan Genosida!" usul Tetua pertama.
__ADS_1
"Sebentar kita tunggu dulu siapa yang menempati jiwa anak itu setelah tau baru kita teleportasi dia ke tempat tuan Genosida!" jawab Patriak Sekte Langit Penguasa.
"Baiklah Patriak aku hanya mengusulkan keputusan ada di tangan anda!" ucap tetua pertama.
Sedangkan tubuh Yuan Yu setengah dari badannya sudah berwarna kehitaman dan muncul tanduk kecil di sisi dahi sebelah kiri, mata yang sebelah kiri sudah berwarna semerah darah dan muncul taring yang cukup panjang di mulut sebelah kiri.
Sedangkan badan sebagian kanan masih normal tidak ada yang berubah sedikitpun.
"Siapa kau berani sekali menempati tubuhku? Jangan harap kau bisa merebut jiwa dan tubuhku ini!" ucap Yuan Yu dengan suara yang cukup parau dan susah payah.
"Ha-ha-ha...!! Kau cukup tangguh juga anak nakal aku suka sifat dan gaya mu itu!" suara dari mulut Yuan Yu tapi berbeda dengan yang barusan.
Suara itu lebih berat dan menggema seakan memiliki Energi Ki yang sangat besar, dan aura yang keluar sangat mendominasi di tempat itu.
Bahkan Patriak Sekte Langit Penguasa dan para tetua Sekte Langit Penguasa seakan tertekan dengan aura itu.
"Aura yang sangat kuat benar2 bukan siluman biasa yang menempati jiwa anak itu!" ucap Patriak Sekte Langit Penguasa.
"Mohon jelaskan siapa tuan yang menempati tubuh Yuan Yu?" ucap tetua kedua karena dia sudah sangat penasaran.
Mata kiri Yuan Yu yang sudah berubah menjadi merah darah dan pupil yang hitam pekat memandang ketiga orang yang tidak jauh berdiri darinya.
"Kalian belum berhak untuk tau siapa aku ini, tapi aku merasakan bahwa kalian adalah satu ras denganku, lambat laun kalian akan tau!" ucap Yuan Yu yang sebelah kiri.
"Bajingan siapa kau kenapa bisa berbicara menggunakan mulutku?" ucap Yuan yang asli.
"Kau akan tau bocah tengik setelah aku melahap semua jiwa mu itu!" ucap jiwa yang berbeda dari diri Yuan Yu.
\=
\=
LIKE' yah.
Terimakasih.
...
__ADS_1