
\=
\=
Feng Syhun terus bergerak dengan cepat, saking banyaknya serangan yang terus datang Feng Syhun sampai terkena serangan beberapa kali, namun tidak di rasakan oleh Feng Syhun.
"Sial, kenapa serangan ini semakin banyak!" keluh Feng Syhun sambil terus menghindar.
Meskipun banyak serangan namun arena itu tidak meninggalkan bekas pertarungan yang banyak dan mengerikan! Hanya terlihat kepulan asap tipis saja yang ada.
"Sebenarnya dari mana serangan ini berasal, kenapa aku tidak bisa merasakan keberadaan mereka yang menyerang?" Feng Syhun masih terus berpikir di dalam benaknya.
Dengan terus menghindar serangan yang semakin banyak, Feng Syhun mulai sadar bahwa serangan itu terus mengarah ke dirinya dari segala arah.
"Apa semua serangan ini mengincar aura keberadaan ku?"
Setelah berpikir demikian Feng Syhun sambil terus bergerak dan menghindari, pikiran dirinya masuk ke dalam sistem.
Dia terus mencari apa yang pikir dirinya bagus untuk menghadapi ini, namun sampai beberapa saat dia belum menemukan.
"Sial ini terlalu banyak daftar teknik, andai saja ada Liuliu pasti lebih mudah!" keluh Feng Syhun.
Feng Syhun terus mencari, dengan susah payah sendiri! Karena sejak di serang pertama kali, Feng Syhun tidak bisa menghubungi Liuliu.
Meskipun terus mencoba namun tetap saja tidak bisa, akhirnya Feng Syhun menyudahi untuk mencoba menghubungi Liuliu.
Setelah cukup lama Feng Syhun menemukan teknik yang di inginkan benaknya, menurut dia mungkin ini bisa menghentikan serangan.
"Akhirnya ketemu juga kau, aku sudah mencari mu sejak tadi!" ucap Feng Syhun.
Dia langsung memilih dengan cepat.
*Ding.
[Apa tuan akan membeli teknik gerakan cepat tanpa aura keberadaan?]
Feng Syhun langsung membelinya dengan segera, dia tanpa berpikir panjang dan melihat lagi harga yang di tetapkan.
Karena poin kekayaan miliknya sanggat banyak, sehingga kali ini dia tidak memperdulikan soal harga! Karena di saat ini dia bergantung pada teknik itu.
Setelah sudah di beli, Feng Syhun langsung mengerti cara menggunakan teknik itu, sehingga dia langsung mempraktekkan dengan cepat.
"Baiklah, mari kita lihat apa bisa berguna!"
Pertama Feng Syhun menghilangkan hawa keberadaan miliknya, dia dengan cepat bergerak zig-zag menghindari serengan.
Setelah menghindari serangan beruntun itu, waktu terlewat beberapa lama! Lalu serangan itu semakin menghilang karena tidak bisa merasakan keberadaan Feng Syhun.
__ADS_1
"Berhasil, ternyata melawan labirin ini harus di kelabui terlebih dahulu!"
Saat dia berucap demikian dia langsung merasakan sangat samar aura yang keluar dari ruang kosong, tanpa menunggu lama! Feng Syhun mengeluarkan pedang empat mata dan menebas dengan kekuatan tinggi.
Slaazz..!
Tebasan sekali serang Feng Syhun lancarkan.
Boommm..
Ruang hampa itu bergetar hebat, karena terkena serangan Feng Syhun barusan! Saat Feng Syhun sedikit kehilangan keseimbangan karena terdampak getaran itu pedang empat mata di tangan Feng Syhun langsung tertarik ke atas dan menancap di retakan barusan.
"Bagaimana bisa pedang ini tertarik sesuatu yang begitu kuat ada apa di balik ini?" gumam Feng Syhun.
Dia merasakan pedang dan dirinya terhisap kembali seperti di awal dirinya terhisap oleh pagoda hitam di dalam kuil langit kuno.
Karena sudah retak di awal dan kini pedang empat mata menancap di sana bahkan seperti terhisap sesuatu, membuat retakan itu semakin besar.
Brake..
Labirin ruang hampa pecah belah, Feng Syhun langsung merasakan tekanan berat! Cahaya di sana sangat menyilaukan mata sehingga pandangan Feng Syhun kini menggelap seketika.
"Apa lagi ini? Aku tidak bisa melihat apa-apa!" ucap Feng Syhun di sela-sela dirinya terhisap sesuatu yang sangat terang.
*
Di luar pagoda sembilan tingkat.
"Liuliu, lihat pagoda hitam itu mengeluarkan sedikit cahaya!" ucap Ye Yue.
"Ya nona Yue, aku melihatnya! Semoga saja ini pertanda baik!" jawab Liuliu dengan tanpa menatap Ye Yue yang berada di sampingnya.
Setelah beberapa saat cahaya itu meredup kembali, namun menyisakan warna pada pagoda sembilan tingkat yang hitam pekat.
Kini warna hitam itu sedikit memudar, tidak lagi sepekat di awal sebelum Feng Syhun terhisap.
"Tuan biksu tua, apa kau tidak mengetahui pertanda apa ini?" Liuliu berucap setelah cahaya di pagoda sembilan tingkat hitam itu hilang sepenuhnya.
"Maafkan saya nona, saya tidak tahu sama sekali dengan kejadian ini! Karena ini pertama kalinya."
"Tapi akan aku ceritakan tentang kuil ini kenapa berdiri di sini dan kenapa kaum kami yang menjaganya!" lanjut biksu tua itu berucap.
"Apa hubungannya dengan Gege Syhun yang ada di dalam sana?" ucap Ye Yue sedikit kesal karena orang tua itu tidak memberikan jawaban yang di tanyakan Liuliu.
Ye Yue cukup kesal dengan keadaan sekarang, dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu Feng Syhun yang ada di dalam pagoda sembilan tingkat hitam.
Dia sebenarnya ingin masuk, namun orang yang menjaga kuil langit kuno sejak lama saja tidak mengetahui sama sekali bagaimana cara masuk ke dalam pagoda sembilan tingkat itu.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, sejak awal kita datang anda mengatakan sudah menunggu Gege Syhun! Apa maksudnya itu semua?" Akhirnya Ye Yue mengubah pertanyaan dirinya.
Dia ingin mengetahui maksud ucapan dari biksu tua itu sejak awal, barang kali ada petunjuk untuk menyelamatkan Feng Syhun.
"Soal itu yah, apa nona bersedia mendengarkan cerita panjang tentang rasa kami?"
Biksu tua itu masih berbicara dengan tenang, meskipun sebenarnya dia cukup khawatir dengan sosok anak muda yang terhisap itu.
*
*
*
Di alam dewa.
Orang-orang yang sudah tenang kembali paska penyerangan dari siluman beberapa waktu lalu, orang-orang yang tidak tahu tentang kejadian itu kini menjadi tahu.
Mereka mendapatkan cerita dari para master yang mengikuti pertarungan di daratan terpencil di alam dewa.
Sedangkan penduduk alam dewa hanya merasakan dampaknya saja, namun setelah di beritahu oleh para master yang selamat dan pulang kembali ke sekte mereka masing-masing berita ini menjadi gempar.
Kini para master muda yang di awal meremehkan Feng Syhun, menjadi memuja kaisar dewa mereka yang baru.
Pasalnya, Feng Syhun memiliki kekuatan yang di atas ekspetasi mere selama ini! Mereka menganggap dirinya hebat dan paling tinggi.
Setelah melihat kehebatan siluman dan kehebatan kaisar dewa mereka, barulah mereka menyadari bahwa dirinya hanyalah semut di hadapan Feng Syhun.
Di istana kaisar dewa.
Sembilan kesatria dewa sedang berkumpul, mereka sedang membahas tentang Feng Syhun yang sampai sekarang belum kembali.
"Saudara Tian, apa kau merasakan Energi Ki di alam ini mulai meningkat lalu kembali menyusut seperti semula?" ucap dewa petir (Shan).
Dia yang paling sensitif dalam mendeteksi Energi Ki di sekitar dirinya, maupun di sekitar alam dewa.
"Ya aku merasakan itu, aku kira itu hanya pergerakan Energi Ki biasa!" jawab Tian.
Lalu dua orang itu saling memandang ke saudara kesatria dewa lainnya, apa mereka merasakan hal yang sama apa itu benar hanya pergerakan Energi Ki saja seperti yang di ucapkan oleh Tian.
"Ya aku merasakan, tapi aku yakin ini bukan hanya pergerakan Energi Ki saja! Namun ada hal lain yang lebih besar!"
Fang dewa angin langsung berbicara mengagetkan semuanya yang ada di sana.
"Sesuatu yang lebih besar yah! Apa ini ada hubungannya dengan tuan Feng Syhun, sial jika saja aku bisa menyusul beliau di mana, sudah ku lakukan sejak awal!" gumam Tian sedikit keras sehingga kesatria dewa lainnya bisa mendengar itu semua.
\=
__ADS_1
\=
...