
\=
\=
Orang kepercayaan Lu Weng, datang menemui tuanya kembali setelah mendapatkan orang yang mau untuk membunuh seseorang yang penting bayaran itu tinggi maka di langsung melaksanakan tugas.
"Tuan muda Lu Weng, kami menemukan orang yang mau melakukan tugas itu!" ucap orang kepercayaan Lu Weng.
Setalah mendapatkan perintah untuk mencari orang yang mampu membunuh Feng Syhun, dia langsung bergerak dengan cepat dan hanya memerlukan beberapa jam untuk menemukan orang-orang itu.
Orang kepercayaan Lu Weng menemukan pembunuh bayaran paling sadis di benua tengah, mereka selalu berhasil membunuh targetnya, meskipun tingkat kultivasi merek tertinggal beberapa tahapan kecil.
Karena kelompok pembunuhan bayaran ini bermain secara pengamatan dan berkelompok satu sama lain.
Mereka di kenal sebagi kelompok Gagak Hitam, karena menyerang secara berkelompok dan sangat brutal, itulah nama kelompok pembunuhan bayaran itu.
Setiap target bila tidak mati oleh kelompok terendah maka kelompok yang lebih tinggi akan mengambil alih hingga target terbunuh.
Apa bila sampai kelompok tertinggi tidak bisa membunuh target juga maka kelompok bayangan yang di pimpin langsung oleh ketua kelompok Gagak Hitam akan bergerak.
Maka dari itu kelompok ini sering di gunakan oleh orang-orang picik yang hanya mengandalkan kekayaan untuk membunuh dan melancarkan aksinya dan memperkaya diri.
Salah satunya adalah tuan muda Lu Weng dia sangat mengandalkan kekayaan yang di miliki keluarga nya, sehingga bersikap sombong dan angkuh.
Memandang semua orang di bawah dirinya, hanya orang-orang kaya lainya lah yang di merasa segan. Karena dia belum pernah merasakan susahnya merasakan siksaan yang mati pun tidak hidup pun enggan.
Bila saja dia merasa hal seperti itu pastikan dia tahu kalau kekuatan uang itu tidaklah berarti di dunia fana ini!.
"Siapa kah mereka itu?" jawab Lu Weng dengan sangat senang karena rencana yang di idam-idamkan akan segera terwujud.
"Mereka adalah Kelompok Gagak Hitam, pembunuh bayaran paling sadis dan tidak akan meloloskan targetnya sampai target itu benar-benar terbunuh!" jawab orang kepercayaan Lu Weng menjelaskan kehebatan kelompok Gagak Hitam itu.
"Tapi nilai bayaran yang tuan muda keluarga tidak sedikit!" lanjut orang kepercayaan Lu Weng.
Dia berbicara seperti itu untuk memastikan tuanya mau dan dia bisa sedikit memanfaatkan situasi ini agar dirinya juga mendapat kan lebih banyak keuntungan juga.
"Apa kau tidak percaya. Kalau aku tidak sanggup membayar itu?" tanya Lu Weng dengan sedikit melotot dan nada meninggi.
"Bukan-bukan seperti itu tuan muda Lu! Tapi ini memang sangat mahal, dan aku percaya bahwa tuan muda Lu sangat kaya!" jawab orang kepercayaan Lu Weng.
"Ha-ha-ha bagus-bagus, bila kau percaya! Segera urus itu dengan cepat." perintah Lu Weng.
__ADS_1
Lu Weng adalah orang yang sangat gila pujian sedikit saja di puji maka langsung terbang, seakan dunia dia sendiri yang paling hebat.
"Bawa ini untuk pembayaran di muka!" ucap Lu Weng melemparkan cincin penyimpanan pada orang kepercayaan nya.
Dengan sigap orang kepercayaan Lu Weng menangkap cincin penyimpanan itu dan memeriksa dengan teliti isi dari cincin itu.
Setelah dia tau apa isinya, orang kepercayaan Lu Weng memasang senyum yang penuh arti.
"Terimakasih tuan muda Lu, akan ku laksanakan tugas ini dengan baik! Taun muda tunggu saja kabar baik dari ku." ucap orang kepercayaan Lu Weng.
Setalah itu dia pergi dengan hati yang berbunga-bunga karena hari ini dia menang banyak dari tuan mudanya itu.
Dari dulu dia memang tidak suka dengan sifat tuan mudanya yang arogan dan kasar tapi dia tetap bertahan dengan tuan muda Lu Weng karena dia dapat di bodoh dengan hal seperti itu.
*
Di perbatasan kota Zang bagian timur Feng Syhun terus merasakan pergerakan orang-orang yang sangat mencurigakan.
Sehingga dia berbisik pada Ye Yue.
"Yue'er, kita berjalan kaki saja, keluar kota Zang ini! Karena ada yang mengikuti kita!" ucap Feng Syhun berbisik pada Ye Yue.
Setalah berbisik seperti itu Feng Syhun mengambil sekantong koin emas, dan di lemparkan pada dua penjaga gerbang itu.
"Untuk uang tips karena susah memberi kami informasikan, terimakasih sebelumnya!" ucap Feng Syhun pada kedua penjaga gerbang kota Zang.
Penjaga gerbang itu menangkap isi kantong itu dan setelah mendengar bunyi gemerincing di dalam kain dua penjaga gerbang itu langsung tahu apa yang terdapat di dalam kantung merah itu.
"Terimakasih tuan muda atas kebaikan anda!" ucap salah satu penjaga gerbang itu dengan sigap.
Dan yang satu lagi juga mengucapkan dengan kata-kata yang hampir sama dan segera memberi hormat selayaknya orang besar akan meninggalkan sebuah acara.
Feng Syhun hanya melambaikan tangan dan berucap ramah.
"Tidak perlu berlebihan, hanya uang kecil saja!" ucap Feng Syhun lalu dia melangkah pergi.
Feng Syhun berjalan santai dan di ikuti oleh Ye Yue di sampingnya dan di belakang mereka mengekor Liuliu dan Xi Jinping.
Feng Syhun sengaja berjalan demikian agar orang yang mengikuti bergerak dengan cepat dan di tau apa tujuan mereka mengintai dirinya dan yang lainya.
Setelah Feng Syhun dan yang lainya cukup jauh, dari berbagai arah keluar banyak orang dan beberapa dari mereka langung mengejar Feng Syhun dan yang lainya.
__ADS_1
Mereka menggunakan pakaian serba hitam dan tudung kepala yang hitam pula sebagian wajah mereka di tutup agar tidak terlihat jelas oleh orang-orang.
Dan beberapa dari mereka mendatangi penjaga gerbang dan langsung mengacungkan pedang pada leher salah satu dari penjaga gerbang itu.
"Katakan secepatnya dan sejujurnya, hendak pergi keman mereka berempat?" ucap salah seorang yang berpakaian serba hitam itu dan memakai tudung hitam di kepalanya.
Penjaga gerbang itu langsung takut dan berbicara dengan cepat.
"Mereka hendak pergi ke kota teratai biru tuan!" ucap orang yang di acungi pedang di depan lehernya.
"Apa itu benar?" ucap orang yang menggunakan pakaian serba hitam.
"Be-benar tuan, merak benar menuju kota itu!" jawab penjaga gerbang satunya lagi.
Yang di acungi pedang di depan lehernya hanya mengangguk mengiyakan omongan dirinya yang berbicara jujur.
Lalu orang itu pergi begitu saja dengan berkelebat sangat cepat!.
Dua penjaga itu langsung bernafas dengan kasar karena saking kagetnya dan merasa lega karena nyawa dirinya sudah terselamatkan.
"Hufff..!! Untung saja dia tidak meminta sekaligus uang tips yang di beri tuan muda tadi!" ucap salah seorang penjaga gerbang yang tadi memegang uang yang di berikan oleh Feng Syhun.
"Benar juga kau, nyawa kita selamat dan uang itu juga, kita hati ini sangat apes dan sangat beruntung!" ucap orang yang tadi sudah di acungi pedang di depan lehernya.
"Apa kau tau sebenarnya siapa orang yang berpakaian serba hitam itu?" ucap penjaga gerbang yang memegang uang tips dari Feng Syhun.
"Tidak aku tidak mengetahui itu!" jawab satunya.
\=
Bersambung.
\=
LIKE' dan komentar yah.
Terimakasih buat para pembaca novel ini.
Tunggu terus update selanjutnya.
...
__ADS_1