Abu-Abu

Abu-Abu
Seribu Kisah: Akhir danau pelangi


__ADS_3

Sosok Laras menerjang ke balik pintu batu. Mencari dan menemukan satu titik tempat yang menjadi tujuan utamanya untuk bisa mengembalikan keadaan lembah danau pelangi.


Sosok Laras melesat tanpa menghiraukan bagaimana Eren, Aksara, dan Zara menghadapi jutaan jiwa bermata kelam yang terus menggeliat dan memberikan serangan pada mereka bertiga. Membuat Aksara berkali kali menahan serangannya karena beberapa kali serangan yang dilancarkan Aksara membangkitkan jiwa-jiwa bermata kelam lainnya dari dasar lembah dibawah kakinya.


"Jangan menyerang kalau kau ingin melakukannya! Tapi lakukan saja ketika kau tidak mengharapkan apapun untuk itu!" Sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi tanpa lingkaran 7 bola api kebiruan di belakang kepalanya, terus melancarkan rantai bermata runcingnya ke semua penjuru.


"Kenapa aku susah mengerti apa yang kau maksudkan!"


"Disamping kiri mu!" teriak Zara kepada Aksara yang tengah mendebat Sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi tanpa lingkaran 7 bola api kebiruan di belakang kepalanya.


Serangan itu melepaskan beberapa jiwa dan membuat beberapa jiwa bermata kelam lainnya terpental kearah belakangnya. Terpental sampai melintas tepat dihadapan mata Laras yang sedang menuju ke dalam sebuah peti batu yang berada ditengah-tengah tanah tandus tersebut.


"Hampir saja!"


Laras menghentikan lajunya. Melayang dan turun perlahan pada tanah dibawah kakinya. Laras memandang kearah dimana Eren, Aksara dan Zara tengah menyerang jiwa-jiwa bermata kelam dihadapan mereka. Laras lebih dari percaya kepada tiga sosok yang selalu bersamanya selama ini. Terlebih pada sosok Eren yang selalu harus kehilangan banyak hal untuk bisa menyelamatkan hal apapun yang berada dibawah penjagaannya.


"Terima kasih." bisik Laras setelah sampai dihadapan peti batu lembah tersebut.


Laras mengeluarkan buku tua bersampul hitam, dua bulu emas, dan bola api kebiruan yang merupakan perwujudan dari bunga es abadi seribu tahun yang didapatnya bersama Eren. Sebelum bisa membentuk formasinya untuk membuka segel peti yang merupakan sumur dari lembah tersebut, Laras dihadang oleh bayangannya sendiri. Bayangan dengan keinginan menjadi dirinya yang jauh lebih baik lagi.


Hadapan bayangan dirinya dengan warna bola mata dan kilatan petir yang berbeda, Laras menyunggingkan senyum tidak biasa. Melanjutkan apa yang menjadi tugasnya. Namun begitu sebuah serangan mengarah pada salah satu dari kunci segel peti batu dihadapannya, Laras membuka pelindung dan menghadapi bayangannya sendiri. Bayangan dengan jiwa dan tubuh manusia utuh bersama sosok bayangan itu. Bayangan yang menampakan bagaimana Rein tersenyum jahat ke arah Laras.


"Aku telah membuat perjanjian dengan bayanganmu!" ucapnya penuh kebanggaan. "Aku akan menggantikan mu! Menjadi versi terbaik dari sosok mu yang tidak ada apa-apanya dibandingkan kami!" suara itu bergema seperti suara yang bersahut-sahutan pada ruang hampa.

__ADS_1


"Keinginan apa yang kamu punya sampai sebegitu kuatnya?"


"Apa yang menjadi keinginanku, bukanlah urusanmu!"


Tangan dari bayangan dihadapan Laras mengarah pada dirinya. Tangan dengan kilatan petir merah kehitaman itu menyerang dan beradu dengan petir ungu dari tubuh sosok Laras. Saling melemparkan serangan yang membuat kilatan-kilatan petir menyebar ke seluruh bagian lembah tanpa henti. Suara gemuruh terus menerus bersahut-sahutan bersamaan dengan kilatan petir yang menyambar disepanjang sisi lembah.


"Mau seberapa lama kamu melanjutkan semua ini!"


Laras menatap sosok dihadapannya dengan ekspresi datar. Ekspresi yang membuat sosok bayang dihadapannya menjadi semakin berang dan termakan oleh emosi. Lebih-lebih ketika satu serangan yang terarah pada Laras diterima oleh sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi tanpa lingkaran 7 bola api kebiruan di belakang kepalanya.


Sosok lain Eren bertahan dengan luka yang membuat setiap sisi jubahnya hangus terbakar oleh kilatan petir berwarna merah dihadapannya.


Kilatan petir dihadapannya perlahan melemah dan menampilkan wajah dari sosok Laras. Dua wajah yang sama persis. Hanya sisi wajahnya. Melihat wajah yang tampil dihadapannya, sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi tanpa lingkaran 7 bola api kebiruan di belakang kepalanya, menangkap bayangan wajah lain yang samar-samar tertutupi oleh wajah gadis yang mirip dengan Laras berambut pendek didunia manusia.


"Aku ambil kembali, apa yang harusnya memang punyaku!" ucap Laras mengabaikan kebingungan yang ditampilkan Eren dengan sosok bayangan dihadapannya. Sosok bayangan yang kini menampakan wajah penuh kesakitan dan air mata kesedihan. Namun sosok Laras tidak menyurutkan niatnya sama sekali untuk menghentikan hal apa yang sedang ia lakukan terhadap bayangan yang dihadapinya.


"Eren! Bukalah segel peti batu ini!" pinta Laras. "Aku percayakan hal ini padamu!"


Laras sama sekali tidak melepaskan tatapan matanya dari bayangan wajah Rein dihadapannya. Wajah yang menampilkan wajah penuh kesakitan tapi itu sepadan dengan perjanjian yang ia buat dengan sosok bayangan yang lahir dari keinginan Laras pada sisi lembah yang ingin ia kembalikan pada keadaannya semula.


"Siapa yang ingin kau hadapi?! Dia? Atau bayanganmu sendiri?!"


"Keinginanku!" jawab Laras yang terus mendekati sosok bayangan dengan wajah Rein yang perlahan mundur dari posisinya.

__ADS_1


Mengabaikan Laras dan bayangannya yang menyerupai wajah Rein, sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi tanpa lingkaran 7 bola api kebiruan di belakang kepalanya, merubah 7 buah rantai dibelakang tubuhnya menjadi bola api kebiruan. Membuat formasi dengan menyebar ke 7 bola api kebiruan itu pada setiap sisi peti. Menarik buku tua bersampul hitam dan bulu emas kedalam formasi. Terakhir membuat mekar bunga es abadi seribu tahun pada halaman buku yang terbuka dibantu dengan cahaya biru keemasan yang dipantulkan oleh formasi 7 bola api kebiruan miliknya.


Cahaya yang keluar dari bunga es abadi seribu tahun itu langsung menyerap ke 7 bola api kebiruan milik Eren. Membuat Eren kehilangan wujudnya sebagai sosok penjaga tertinggi dengan lingkaran 7 bola api kebiruan di belakang kepalanya. Dia berganti jubah dengan warna maroon. Mengembalikan sebagian wajahnya yang sebelumnya tertutup oleh topeng tengkorak manusia.


"Maaf untuk itu!" ujar Laras yang tanpa menoleh pada Eren.


"Kau harus mempertanggung jawabkan ini nanti!"


"Tentu!" jawab Laras mengabaikan senyum yang ditunjukan Eren pada dirinya.


Selama beberapa saat, bunga es abadi seribu tahun mekar dan membuka bagian dasar peti secara utuh. Membuat air mulai keluar dari dalamnya dan perlahan meluap bersama meningginya formasi kunci segel yang dibuat Eren.


Laras dan bayangannya bersama jiwa dan tubuh Rein masih tetap pada posisinya. Tidak sekalipun bayangan itu bisa bergerak leluasa setelah Laras mengunci tubuhnya dengan kilatan petir ungu kemerahan yang didapatnya dari menyerap kilatan petir bayangannya sendiri.


"Maaf!" ucap pertama Laras pada bayangan dihadapannya. "Tapi aku tidak mempunyai pilihan lain!"


Laras menarik bayangannya itu melayang ke udara. Menyerahkan bayangannya untuk dijaga oleh Aksara, lalu membenamkan semua jiwa bermata kelam kedalam air danau yang sudah memenuhi dataran tandus tersebut. Perlahan tanaman pada sisi danau tumbuh dengan subur. Bunga-bunga bermekaran, dan beberapa kehidupan dalam air mulai menggeliat dari dalam air yang mulai dalam.


Hanya beberapa saat, keindahan terjadi pada dataran lembah tandus yang berubah menjadi danau itu. Dengan banyaknya jiwa bermata kelam yang dikirimkan Laras pada danau itu, membuat air menjadi keruh dan menghitam Asal kehijauan menyeruak dari dalam air danau. Menyisakan bau kemenyan yang khas dan letupan warna kehijauan yang bersumber dari dalam peti batu tempat munculnya air pada lembah itu.


"Apa yang sudah terjadi?!"


...***...

__ADS_1


__ADS_2