
Mata itu terbelalak ketika titik serangan yang dilakukan sosok penyelinap rumah Rein langsung mengenai bagian lengan bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya. Serangan yang langsung membunyikan suara gemerincing dari wujud tangan pada bayangan hitam bermata biru itu.
Itu adalah sebuah suara gemerincing yang sama dari suara gemerincing yang dia dengarkan pada lembah terlarang ketika bayang hitam bermata kebiruan didalam lembah itu menolong dirinya dan juga Aksara. Juga merupakan suara gemerincing yang sama yang membuatnya mengingat dan merasakan rindu teramat sangat pada gadis yang kini terlelap didalam kamar sahabatnya.
Sosok gadis itu adalah Laras. Laras yang masih terlelap dan tidak menyadari adanya pertarungan didalam bagian rumah tersebut. Laras yang menjadi objek yang sangat dirindukan oleh sosok penyelinap. Dan sosok yang langsung terasa asing begitu sosok penyelinap menatapnya dari dekat.
Sosok penyelinap menghentikan aksinya untuk melempar serangan setelah mendengar suara gemerincing yang didengarkannya. Dia memfokuskan pandangannya ke arah sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu di sekujur bagian tubuhnya. Memastikan lagi kalau sosok itu adah sosok yang sama dengan sosok bayang hitam bermata biru pada sisi lembah terlarang yang membuatnya menjadi sosok penjaga tertinggi dengan lingkaran bola api berwarna kebiruan pada bagian atas belakang kepalanya.
"Apa mau mu?!"
Dia, Eren langsung menahan serangan dari bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada tubuhnya. Menahan tangan yang mengeluarkan suara gemerincing dan mendapatkan tatapan mata yang tajam dari sosok dihadapannya.
Menyadari ada emosi tak tertahankan dari dalam dirinya yang akan membuat sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu di sekujur tubuhnya itu, mungkin akan menyerang tanpa terkendali, sosok bayangan itu langsung memecah dirinya. Menguap ke udara dengan menyisakan kepulan asap seperti kepulan asap dari rokok atau dupa yang melayang ke bagian atasnya.
Eren tersentak kaget begitu genggaman eratnya kosong karena sosok yang digenggamnya memilih menghilang dari pandangannya dan dari salah satu ruangan rumah tersebut.
Seketika setelah kehilangan sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu di sekujur tubuhnya itu, Eren berubah menjadi sosok penjaga tertinggi dan langsung menguap tersedot oleh kepulan asap dari sosok bayang hitam itu.
Menyisakan dua dimensi yang berhubungan satu sama lain. Dimana sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu di sekujur tubuhnya itu memasuki ruang dimensi suatu kejadian yang melibatkan sosok sejati sang Penjaga sebagai seorang penjemput. Sementara sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi terpental pada sebuah ilusi dari sisi lembah dengan jalanan terapung yang menghubungkan sisi lembah yang satu dengan lembah lainnya.
Kedua sosok itu tertegun dengan pemandangan yang dilihatnya. Tersaji dengan begitu jelas dan nyata. Dimana kejadian itu mengungkapkan sebuah keterikatan dari satu kejadian yang mengubah takdir kehidupan begitu banyak jiwa didunia. Dan menjadi awal terlahirnya sosok dia yang terlarang pada semesta ini.
__ADS_1
Dimana pada bayangan ilusi yang dilihat oleh sosok bayang bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu menyaksikan bagaimana sebuah kecelakaan telah terjadi. Yang melibatkan begitu banyak kehidupan dari sosok yang dikenalnya sebagai sosok penjaga tertinggi yang ditolongnya pada sisi lembah yang dia kenal sebagai lembah buangan.
Bagaimana guncangan sebuah bus yang terguling-guling memakan begitu banyak korban jiwa. Bagaimana anak-anak kecil usia TK yang baru saja bernyanyi riang terguling dari kursi mereka dan teriakan histeris terdengar dimana-mana. Begitu bising dan kacaunya keadaan yang dilihatnya, sosok itu tertegun pada seorang bayi perempuan yang menggunakan bandana pink. Pandangan bayi perempuan itu sempat terpejam beberapa detik lalau sosok bayi itu membuka mata dan terpaku dengan pemandangan yang dilihatnya.
Sekilas sebelumnya, dalam pandangan bayi perempuan dengan bandana pink itu hanya ada tawa riang dengan nyanyian berkumandang dari semua penghuni bus. Begitu juga sosok sang bayi perempuan yang berada dalam dekapan sang ayah dibalik gendongan yang dikenakannya. Tangannya tengah dipegang untuk ikut bertepuk tangan dengan bergembira.
Senyum kedua orang tua itu saat mencandai sosok bayi perempuan dengan bandana pink itu terlihat begitu dekat dan familiar bagi sang bayi perempuan. Sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itupun merasakan sesuatu yang begitu hangat melindungi sosok bayi perempuan dengan bandana pink itu.
Tapi sedetik setelahnya, semua pandangan itu berubah kelam. Ada begitu banyak korban jiwa. Terlebih lagi anak-anak usia TK yang tanpa dosa.
Dalam pandangan sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya, kini melihat mata jiwa-jiwa disekelilingnya meratap kosong. Hening tanpa suara dan tanpa adanya gerakan yang berarti. Hanya berayun-ayun mengikuti hembusan angin yang terasa dingin dan menusuk.
Laju awan menjadi begitu cepat ditengah teriknya panas matahari seakan menyiratkan kekacauan mulai terjadi pada satu cerita kehidupan.
Dari pandangan matanya, terlihat jelas lebih banyak kematian yang tidak seharusnya telah terjadi. Lebih banyak korban jiwa yang jatuh dan lebih banyak takdir manusia yang berubah karena insiden kecelakaan itu.
Dalam pandangan mata yang berkisar disekelilingnya, sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi melihat sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya tengah berdiri disamping bayi perempuan dengan bandana pink.
Ditengah kegamangan yang ada, tangisan bayi perempuan dengan bandana pink terdengar cukup jelas. Dan seakan menjadi pertanda bagi jiwa-jiwa yang masih terikat pada kehidupannya itu, tangisan sang bayi seakan mengundang sesosok malaikat penjemput tertuju pada sosok bayi perempuan itu.
Bayi perempuan dengan bandana pink yang tengah dipeluk erat oleh kedua orang tuanya itu. Terlindungi dalam pelukan jiwa sang orang tua, bayi perempuan dengan bandana pink itu sesenggukan dan berusaha meraih wajah sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi yang berlutut dan menatap lekat kearah matanya. Matanya menangkap sosok tidak biasa pada ilusi yang dilihatnya.
__ADS_1
"Sejak kapan sosok itu disana?!"
Begitu akan meraih dan menghentikan apapun tindakan yang akan dilakukan sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu, sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi langsung tersedot pada dimensi lainnya.
“Kematian itu selalu bergandengan erat dengan satu cerita kehidupan.”
Suara itu menggema ditelinga sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi. Dan suara yang menggema membawa sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu, berpindah dengan sendirinya pada lembah yang dikenalinya sebagai lembah kesengsaraan.
Sosok lain Eren mengulangi kembali kejadian yang membawanya terpental ke lembah kesengsaraan. Tatapan matanya terpaku pada jajaran awan yang bergerak perlahan dan nampak begitu hampa. Kekosongan mengisi seluruh ingatannya. Suara-suara yang terdengar nyaring perlahan menjauh dan semakin tidak terdengar jelas. Dimatanya kini hanya nampak ruang kosong yang begitu gelap. Sangat gelap.
Melihat bagaimana kelamnya hukuman yang diterima oleh sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi, membuat sosok bayang hitam bermata biru dengan kilatan petir ungu pada sekujur tubuhnya itu, tergerak untuk menyusul sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi, melesat kebagian bawah lembah kesengsaraan yang tanpa ujung tersebut.
Satu demi satu bulu emas dari sayap sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi terlepas dan beterbangan di udara. Menampilkan cahaya ke emasan yang menghilang tertelan oleh kegelapan. Namun dari balik kegelapan yang dilihatnya, ada seberkas cahaya kebiruan dengan kilatan petir ungu yang seakan menuju kearahnya.
Perlahan memperlihatkan wajah yang sempat tertutup oleh kilatan cahaya petir ungu, sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi berusaha meraih tangan berupa kilatan cahaya biru dengan petir ungu yang mengitari sepanjang lengan itu.
Tangan itu diraihnya. Membuat sosok lain Eren mau tidak mau merubah wujud itu ke wujud sejatinya sebagai sosok Eren bersayap kepulan asap hitam berwarna pekat.
Sosok tangan dari cahaya kebiruan dengan kilatan petir ungu pada sepanjang lengannya itu, kembali ke wujudnya yang menyerupai manusia. Mempunyai tangan dan kaki yang utuh. Namun wujud itu masih berupa bayangan hitam yang hanya menampilkan bagian mata saja pada wajahnya.
Keduanya saling bertukar pandang. Yang satu memandang dengan menelisik seperti mengenali sosok yang kini masuk kedalam pelukannya. Dan mata kebiruan itu menatap dengan cara biasa. Mengingatkan sosok Eren dengan sosok yang baru beberapa jam lalu menganggu pikirannya.
__ADS_1
...***...