
Jubahnya berwarna abu gelap. Bagian bawah jubah nampak compang camping dengan bagian sisi yang terbakar seperti kertas. Wajahnya sebagian besar tertutupi tulang tengkorak, bagian kepala tertutupi tudung, dan matanya menyorot dengan warna merah pekat yang menyala. Satu tangannya memegang lentera hitam dengan cahaya hitam kemerahan yang siap menarik setiap jiwa kelam kedalam lembah hukuman yang paling ditakuti setiap jiwa. Satu tangan lagi menunjukan tangan putih yang tua dan keriput dengan kuku jari yang teramat panjang dan tajam.
Sosoknya langsung membuat seisi lembah kumuh itu berang. Menyerang tanpa aba-aba secara bersamaan, seisi lembah berubah menjadi lautan jiwa bermata kelam yang siap menelan setiap sosok asing yang memasuki sisi lembah dengan batasan kekuatan dari sosok yang mengaku sebagai pemilik lembah.
Sosok hitam tanpa wujud itu berdiri paling depan bak jenderal perang yang bersiap memerintahkan prajuritnya untuk berperang. Merubah wujud menjadi sosok mahkluk gelap bertangan banyak. Yang terbagi oleh kilatan api disela setiap ruas tangannya.
Sosok lain Eren sebagai sang penjaga tertinggi menyunggingkan senyuman yang meremehkan dan bersiap dengan semua serangan yang akan diterimanya.
Sementara Aksara menepi dari arena pertarungan dengan memperhatikan setiap sisi lembah dari sudut yang paling tinggi. Mengepakkan sayap berupa tulang belulangnya, Dia terbang ke titik paling tinggi lembah tersebut.
"Aku akan mengintai dari atas!"
"Lakukan!"
Sosok Eren sebagai penjaga paling tinggi dengan 7 lingkaran bola api biru dibagian belakang kepalanya menepis lima serangan dari jiwa bermata kelam dihadapannya. Menghempaskan puluhan jiwa menyerupai burung. Melempar kumpulan jiwa yang berbentuk bak balon udara. Lalu memusnahkan banyak jiwa kelam berbentuk gumpalan asap hitam dan meng'uapkannya.
"Hanya seperti ini?!" Eren menatap memicing.
Jiwa-jiwa yang tadinya sudah menguap tiba-tiba berkumpul lagi. Menciptakan wujud dengan gumpalan hitam yang lebih besar dan lebih pekat lagi. Eren diam menyaksikan.
Dari sudut atas, sosok lain Aksara memperhatikan sebuah celah yang tidak biasa. Sesuatu yang terkurung dalam batuan kristal berwarna abu-abu. Cahaya keunguan terkadang berkedip dari batuan kristal itu.
Namun begitu Aksara mencoba mengarahkan diri ke arah pandangannya, gumpalan hitam yang berlendir kehijauan menutupi batuan kristal itu dan hanya dengan tertutupnya semua bagiannya, batuan kristal itu menghilang dari pandangan. Seperti habis termakan oleh gumpalan hitam yang sedari tadi menempel dan menutupinya.
Aksara menghentikan laju terbangnya. Begitu akan kembali menukik naik, Aksara langsung terseret ke bagian bawahnya.
Gumpalan hitam berlendir yang menggunung tengah menempel dan menarik tubuh itu kebagian bawahnya. Nampak jelas tatapan mata merah bersinar yang hanya terpaku pada sayapnya. Sayap berwarna keemasan yang menjadi incaran semua jiwa bermata kelam tersebut.
Aksara tidak menyadari hal telah terjadi. Begitu satu bulu emas hampir tercabut dari kepakan sayapnya, sesosok bayang hitam bermata biru membantu Aksara untuk lepas dari cengkeraman semua jiwa bermata kelam yang menggunung hanya untuk bisa menarik tubuh Aksara kebagian bawahnya.
__ADS_1
"Kehidupan! / Kehidupan!! / Sayap kehidupan!" suara itu memenuhi sisi lembah. Semua serangan yang tadinya sebagian tertuju pada Sosok Eren sebagai penjaga tertinggi, kini beralih ke sosok Aksara.
Aksara yang masih kaget dengan hal yang di alaminya, langsung kehilangan keseimbangan. Namun lagi-lagi, sosok bayang hitam bermata biru itu menyelamatkannya. Menariknya kebagian atasnya lalu memecahkan diri dan menghalangi sosok jiwa-jiwa bermata kelam untuk meraih setiap jengkal bagian sayap Aksara.
Tanpa melihat hal yang dilakukan sosok bayang hitam bermata biru, Eren langsung menghempas dan melemparkan serangan pada sosok itu.
Sosok bayang hitam bermata biru terlempar dan membentur tumpukan menggunung dari jiwa-jiwa bermata kelam. Tenggelam kedalam gumpalan jiwa-jiwa itu, sosok bayang hitam bermata biru tidak lagi terlihat dalam pandangan siapapun.
"Apa yang kau lakukan?!" suara parau Eren menyambut kekagetan Aksara yang lainnya.
Masih bingung dengan maksud bayang hitam bermata biru itu, Aksara langsung mengepakkan lebar sayap berbulu emas miliknya. Mensejajarkan posisi dengan sosok lain Eren sebagai penjaga Tertinggi.
"Aku tidak tahu!" jawab Aksara begitu posisinya sudah stabil setelah kepakan besar yang dilakukannya
"Tapi mahluk yang tadi sepertinya..."
Aksara langsung bersiaga tanpa mengetahui arah serangan jiwa-jiwa bermata kelam itu. Sementara sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi sudah menghancurkan beberapa jiwa yang menuju kearahnya.
Seiring berjalannya semua serangan itu, sosok lain Eren sebagai penjaga yang tertinggi dapat merasakan kalau bukan dirinya yang menjadi objek serangan. Melainkan sosok lain di belakangnya yang kini kewalahan dengan banyaknya jiwa yang berusaha dan bersusah payah untuk bisa menggapai sayap Emasnya.
Aksara sudah menepis banyak jiwa bermata kelam. Terbang kesana kemari hanya untuk mengecoh setiap serangan yang diarahkan semua sosok jiwa bermata kelam itu pada dirinya.
Sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi terdiam sejenak. Menerobos gumpalan hitam yang menggunung dibelakangnya lalu membuat serangan tepat ditengah-tengah gumpalan tersebut. Dan lagi-lagi, sosok bayang hitam bermata biru melesat secepat angin melewati pandangan matanya.
Sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi langsung menarik diri setelah beberapa kali serangan. Dia menyusul sosok bayang hitam bermata biru yang melesat langsung menuju arah yang sama. Arah dimana serangan jiwa-jiwa bermata kelam ini tertuju. Aksara.
Sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi, melepaskan serangan yang tidak disangka-sangka oleh sosok bayang hitam bermata biru itu. Dia mengelak kaget, tapi tetap melesat secepat yang ia bisa.
Lesatan terakhir dan sudah begitu dekat dengan Aksara, sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi melepaskan satu serangan dari lingkaran bola api biru dibagian atas belakang kepalanya. Mengenai bayang hitam bermata biru tepat sasaran.
__ADS_1
Sosok bayang hitam bermata biru tersentak. Pandangannya kabur, namun tetap memaksakan diri untuk menghempaskan serangan agar Aksara berpindah ke bagian samping untuk menghindari gumpalan jiwa bermata kelam lainnya yang menyerang dari arah belakang. Dimana serangan itu sama sekali tidak disadari baik oleh sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi ataupun Aksara sendiri.
Aksara menghindari serangan sosok bayang bermata biru itu ke arah sampingnya, sementara sosok bayang bermata kelam yang sudah kehilangan kekuatan terakhirnya untuk menolong, langsung terjatuh dan terurai begitu sosok gumpalan jiwa bermata kelam menabraknya.
Mata sosok Lain Eren sebagai penjaga tertinggi terbelalak dengan serangannya yang juga mengenai sosok bayang hitam bermata biru itu. Dia yang sempat tertegun akhirnya kembali melemparkan serangan pada gumpalan jiwa bermata kelam yang tertuju kearahnya.
"Apa-apaan semua itu!"
Suara parau sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi langsung menghampiri Aksara yang merasa aneh dengan tindakan bayang hitam bermata biru yang berkali-kali sepertinya bermaksud menolong.
Aksara dan sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi membuang pandangan ke sekelilingnya. Mencari sosok bayang hitam bermata biru yang terkena serangannya.
"Apa kau juga memikirkan hal yang sama?"
Eren bertanya dengan tetap menghalau serangan jiwa-jiwa bermata kelam lainnya.
"Sepertinya!"
Sosok hitam bermata biru kembali muncul dengan terpecah-pecah. Wujudnya susah tercerai berai namun tetap berusaha mengumpulkan sisa bayangannya diantara Aksara dan gumpalan jiwa bermata kelam dibawahnya.
Aksara menerjang gumpalan jiwa bermata kelam dibawahnya dengan mengepakkan sayap berbulu emasnya.
Tetapi, sosok lain Eren sebagai penjaga tertinggi sudah melemparkan kembali salah satu bola api kebiruan itu ke arah sosok bayang hitam bermata biru yang berkali-kali berusaha menyatukan dirinya.
Aksara tidak mengerti arti serangan itu, sementara sosok bayang hitam bermata biru yang tidak menyadari hal itu tetap berusaha mengumpulkan bagian bayang dirinya untuk menghentikan aksi Aksara yang menerjang ke arah gumpalan hitam yang ada dibawahnya.
...***...
__ADS_1